MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Mei 2017 11:23
Batu Bara Kembali Berikan Harapan, Permintaan Alat Berat Mulai Tumbuh
MULAI BERGERAK: Penjualan alat berat di Kaltim sempat terpuruk akibat aktivitas tambang batu bara yang lesu akibat resesi global sejak empat tahun terakhir. Namun kini, perlahan, angka penjualan meningkat menyusul harga batu bara yang juga sedang menanjak. (paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sektor primadona Kaltim, batu bara perlahan kembali memberikan harapan bagi pelaku usaha. PT United Tractors (UT) area Balikpapan optimistis tahun ini bisa mencatat pertumbuhan positif.

Branch Manager PT UT Balikpapan Susiyanto mengungkapkan, sejak akhir tahun lalu, ketika harga batu bara mulai menunjukkan grafik kenaikan, seketika mendongkrak penjualan pihaknya. “Saat kuartal pertama hingga ketiga tahun lalu permintaan unit begitu sepi. Sulit sekali melepas unit. Malah banyak yang kreditnya macet. Tetapi, memasuki kuartal empat, ada perbaikan begitu signifikan ketika batu bara bergairah,” ucapnya kemarin (18/5).

Sepanjang tahun lalu, pihaknya melepas sekitar 100 unit. Penjualan baru melejit pada kuartal empat dengan kontribusi penjualan sekitar 60 persen. Memasuki tahun 2017, ia mengaku percaya diri. Optimistis penjualan bisa tumbuh lebih baik. Bahkan jika bisa ia beberkan tumbuh hingga 50 persen. Pasalnya, sampai kuartal pertama tahun ini, Susiyanto klaim unit alat berat yang dilepas masih bergerak positif.

“Pebisnis batu bara sekarang sudah mulai melakukan investasi. Sudah banyak yang melakukan pemesanan alat berat. Kami sangat berharap agar kondisi ini dapat terus stabil hingga akhir tahun,” terangnya.

Menurutnya, permintaan unit alat berat dari UT Balikpapan menurun sejak tahun 2012. Pada tahun 2011, nasional alat berat yang dilepas  mencapai 8.500 unit. Dari Balikpapan melepas 300 unit. Belum dari daerah lain di Kalimantan, yakni Samarinda dan Banjarmasin.

Memasuki tahun 2012, permintaan menurun hingga tahun 2015 permintaan alat berat sepi. Orang investasi alat berat bisa dihitung dengan jari saja.

Secara portofolio perusahaan, kontribusi batu bara untuk permintaan ala berat masih di nomor satu, dengan share 60 persen. Kemudian, diikuti jasa konstruksi, lalu perkebunan. Jika merujuk tiga, empat tahun lalu di posisi nomor dua sebenarnya dari sektor migas. Tetapi, sampai saat ini sektor tersebut belum menunjukkan perbaikan. Harganya masih melemah. Permintaan alat berat pun nihil.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, memang permintaan alat berat sudah mulai lancar. Namun, dari sisi perbankan belum membuka pintu bagi pengusaha khususnya bergerak di sektor batu bara.

“Penjualan alat berat dipacu positifnya harga batu bara. Dari sisi pembiayaan di bank, belum banyak mendukung. Beberapa bank masih sangat hati-hati mengucurkan kredit di sektor batu bara,” jelasnya.

Ia harap, perbankan begitu pula pemerintah, dapat mendukung kondisi saat ini. Pertumbuhan Kaltim minus, tambang batu bara mulai bergairah, momen ini harusnya dapat disambut baik. Perbankan jika bisa perlahan membuka peluang bagi tambang batu bara lagi. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 07:05

Ekspor ke Israel Terus Turun

JAKARTA - Aktivitas perdagangan Indonesia dengan Israel terus turun dari tahun ke tahun. Beberapa faktor,…

Rabu, 13 Desember 2017 07:03

BPS: Kalangan Menengah Mulai Tertarik Investasi

BOGOR - Kelas menengah di Indonesia cenderung menghabiskan uang untuk berinvestasi dengan membeli saham…

Selasa, 12 Desember 2017 06:55

SDM Jadi Faktor Krusial

JAKARTA - Perkembangan zaman memaksa para pelaku usaha agar tak jalan di tempat. Termasuk untuk menghadapi…

Selasa, 12 Desember 2017 06:53

Upah Naik, UMKM Dipaksa Siasati Usaha

JAKARTA - Pemerintah menilai, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang cukup tinggi tahun depan bakal…

Selasa, 12 Desember 2017 06:52

2018, Indonesia Dikepung Tantangan Domestik dan Global

JAKARTA - Investor dan pelaku pasar nasional disebut pantas waspada menyambut 2018. Peringatan dini…

Senin, 11 Desember 2017 08:21

Produksi Perkebunan Lampaui Migas

JOGJAKARTA – Kementerian Pertanian mencatat, baru 15 komoditas dari total 127 produk perkebunan…

Senin, 11 Desember 2017 08:20

Libur Akhir Tahun, Citilink Tambah 50.400 Kursi

JAKARTA – Citilink Indonesia mempersiapkan 50.400 kursi tambahan selama periode peak season Natal…

Senin, 11 Desember 2017 08:19

Triwulan I 2018, Holding BUMN Migas Ditarget Rampung

JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan persiapan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara…

Jumat, 08 Desember 2017 07:12

Progres Infrastruktur Jadi Penentu

SAMARINDA - Tahun ini, diperkirakan menjadi fase terbaik pertumbuhan ekonomi Kaltim dalam lima tahun…

Jumat, 08 Desember 2017 07:10

Sampai Sekarang, Jalan Masih Tanah

BALIKPAPAN - Rencana pembangunan depo kontainer di Balikpapan, tampaknya bakal melewati banyak tantangan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .