MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Mei 2017 11:23
Batu Bara Kembali Berikan Harapan, Permintaan Alat Berat Mulai Tumbuh
MULAI BERGERAK: Penjualan alat berat di Kaltim sempat terpuruk akibat aktivitas tambang batu bara yang lesu akibat resesi global sejak empat tahun terakhir. Namun kini, perlahan, angka penjualan meningkat menyusul harga batu bara yang juga sedang menanjak. (paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sektor primadona Kaltim, batu bara perlahan kembali memberikan harapan bagi pelaku usaha. PT United Tractors (UT) area Balikpapan optimistis tahun ini bisa mencatat pertumbuhan positif.

Branch Manager PT UT Balikpapan Susiyanto mengungkapkan, sejak akhir tahun lalu, ketika harga batu bara mulai menunjukkan grafik kenaikan, seketika mendongkrak penjualan pihaknya. “Saat kuartal pertama hingga ketiga tahun lalu permintaan unit begitu sepi. Sulit sekali melepas unit. Malah banyak yang kreditnya macet. Tetapi, memasuki kuartal empat, ada perbaikan begitu signifikan ketika batu bara bergairah,” ucapnya kemarin (18/5).

Sepanjang tahun lalu, pihaknya melepas sekitar 100 unit. Penjualan baru melejit pada kuartal empat dengan kontribusi penjualan sekitar 60 persen. Memasuki tahun 2017, ia mengaku percaya diri. Optimistis penjualan bisa tumbuh lebih baik. Bahkan jika bisa ia beberkan tumbuh hingga 50 persen. Pasalnya, sampai kuartal pertama tahun ini, Susiyanto klaim unit alat berat yang dilepas masih bergerak positif.

“Pebisnis batu bara sekarang sudah mulai melakukan investasi. Sudah banyak yang melakukan pemesanan alat berat. Kami sangat berharap agar kondisi ini dapat terus stabil hingga akhir tahun,” terangnya.

Menurutnya, permintaan unit alat berat dari UT Balikpapan menurun sejak tahun 2012. Pada tahun 2011, nasional alat berat yang dilepas  mencapai 8.500 unit. Dari Balikpapan melepas 300 unit. Belum dari daerah lain di Kalimantan, yakni Samarinda dan Banjarmasin.

Memasuki tahun 2012, permintaan menurun hingga tahun 2015 permintaan alat berat sepi. Orang investasi alat berat bisa dihitung dengan jari saja.

Secara portofolio perusahaan, kontribusi batu bara untuk permintaan ala berat masih di nomor satu, dengan share 60 persen. Kemudian, diikuti jasa konstruksi, lalu perkebunan. Jika merujuk tiga, empat tahun lalu di posisi nomor dua sebenarnya dari sektor migas. Tetapi, sampai saat ini sektor tersebut belum menunjukkan perbaikan. Harganya masih melemah. Permintaan alat berat pun nihil.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, memang permintaan alat berat sudah mulai lancar. Namun, dari sisi perbankan belum membuka pintu bagi pengusaha khususnya bergerak di sektor batu bara.

“Penjualan alat berat dipacu positifnya harga batu bara. Dari sisi pembiayaan di bank, belum banyak mendukung. Beberapa bank masih sangat hati-hati mengucurkan kredit di sektor batu bara,” jelasnya.

Ia harap, perbankan begitu pula pemerintah, dapat mendukung kondisi saat ini. Pertumbuhan Kaltim minus, tambang batu bara mulai bergairah, momen ini harusnya dapat disambut baik. Perbankan jika bisa perlahan membuka peluang bagi tambang batu bara lagi. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Jumat, 26 Mei 2017 10:10

Stabilitas Ekonomi Kian Kebal Teror

IBARAT diserang virus berulang kali, Indonesia semakin imun terhadap aksi terorisme. Sektor usaha semakin…

Jumat, 26 Mei 2017 06:41

Tahan Harga BBM, Laba Pertamina Anjlok

JAKARTA - Kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) mengalami tekanan pada tiga bulan pertama tahun ini.…

Jumat, 26 Mei 2017 06:40

HET Elpiji 3 Kg Kembali Diusulkan Naik

PALEMBANG - Harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji kemasan 3 kilogram kembali diusulkan naik oleh Himpunan…

Jumat, 26 Mei 2017 06:38

Lion Air Investigasi Keluarga Pilot Masuk Kokpit

MANAJEMEN Maskapai Lion Air memastikan akan segera menginvestigasi kejadian masuknya keluarga penumpang…

Kamis, 25 Mei 2017 07:27

Terbaik di Kalimantan, Bangun Ekonomi dari Perbatasan

Visi menjadi BUMD terbaik di Kalimantan perlahan diwujudkan Bankaltim. KEMARIN (24/5), bertempat di…

Kamis, 25 Mei 2017 07:22

Kredit Investasi Terkerek Naik

JAKARTA - Terjaganya pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini berdampak pada kinerja perbankan. Salah…

Kamis, 25 Mei 2017 07:20

Bank Asing Catatkan Penurunan Kinerja

BERBEDA dengan bank-bank domestik yang mencatatkan kinerja positif dalam sejumlah indikator, bank asing…

Kamis, 25 Mei 2017 07:19

Penurunan Bunga Kartu Kredit Dipastikan sesuai Jadwal

JAKARTA - Pengguna kartu kredit boleh bernapas lega. Bank Indonesia (BI) memastikan, batas maksimal…

Kamis, 25 Mei 2017 07:18

“Perhatikan Risiko di Sistem Keuangan RI”

STABILITAS sistem keuangan Indonesia tahun 2016 masuk dalam kategori normal. Hal tersebut berdasarkan…

Rabu, 24 Mei 2017 07:27

Transformasi Migas Butuh Waktu

JAKARTA - Menurunnya aktivitas produksi pertambangan, khususnya minyak dan gas bumi (migas), jelas berdampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .