MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Mei 2017 11:23
Batu Bara Kembali Berikan Harapan, Permintaan Alat Berat Mulai Tumbuh
MULAI BERGERAK: Penjualan alat berat di Kaltim sempat terpuruk akibat aktivitas tambang batu bara yang lesu akibat resesi global sejak empat tahun terakhir. Namun kini, perlahan, angka penjualan meningkat menyusul harga batu bara yang juga sedang menanjak. (paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Sektor primadona Kaltim, batu bara perlahan kembali memberikan harapan bagi pelaku usaha. PT United Tractors (UT) area Balikpapan optimistis tahun ini bisa mencatat pertumbuhan positif.

Branch Manager PT UT Balikpapan Susiyanto mengungkapkan, sejak akhir tahun lalu, ketika harga batu bara mulai menunjukkan grafik kenaikan, seketika mendongkrak penjualan pihaknya. “Saat kuartal pertama hingga ketiga tahun lalu permintaan unit begitu sepi. Sulit sekali melepas unit. Malah banyak yang kreditnya macet. Tetapi, memasuki kuartal empat, ada perbaikan begitu signifikan ketika batu bara bergairah,” ucapnya kemarin (18/5).

Sepanjang tahun lalu, pihaknya melepas sekitar 100 unit. Penjualan baru melejit pada kuartal empat dengan kontribusi penjualan sekitar 60 persen. Memasuki tahun 2017, ia mengaku percaya diri. Optimistis penjualan bisa tumbuh lebih baik. Bahkan jika bisa ia beberkan tumbuh hingga 50 persen. Pasalnya, sampai kuartal pertama tahun ini, Susiyanto klaim unit alat berat yang dilepas masih bergerak positif.

“Pebisnis batu bara sekarang sudah mulai melakukan investasi. Sudah banyak yang melakukan pemesanan alat berat. Kami sangat berharap agar kondisi ini dapat terus stabil hingga akhir tahun,” terangnya.

Menurutnya, permintaan unit alat berat dari UT Balikpapan menurun sejak tahun 2012. Pada tahun 2011, nasional alat berat yang dilepas  mencapai 8.500 unit. Dari Balikpapan melepas 300 unit. Belum dari daerah lain di Kalimantan, yakni Samarinda dan Banjarmasin.

Memasuki tahun 2012, permintaan menurun hingga tahun 2015 permintaan alat berat sepi. Orang investasi alat berat bisa dihitung dengan jari saja.

Secara portofolio perusahaan, kontribusi batu bara untuk permintaan ala berat masih di nomor satu, dengan share 60 persen. Kemudian, diikuti jasa konstruksi, lalu perkebunan. Jika merujuk tiga, empat tahun lalu di posisi nomor dua sebenarnya dari sektor migas. Tetapi, sampai saat ini sektor tersebut belum menunjukkan perbaikan. Harganya masih melemah. Permintaan alat berat pun nihil.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, memang permintaan alat berat sudah mulai lancar. Namun, dari sisi perbankan belum membuka pintu bagi pengusaha khususnya bergerak di sektor batu bara.

“Penjualan alat berat dipacu positifnya harga batu bara. Dari sisi pembiayaan di bank, belum banyak mendukung. Beberapa bank masih sangat hati-hati mengucurkan kredit di sektor batu bara,” jelasnya.

Ia harap, perbankan begitu pula pemerintah, dapat mendukung kondisi saat ini. Pertumbuhan Kaltim minus, tambang batu bara mulai bergairah, momen ini harusnya dapat disambut baik. Perbankan jika bisa perlahan membuka peluang bagi tambang batu bara lagi. (aji/lhl/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 06:24

Pendapatan Nelayan Meningkat Rp 2.000 Triliun

JAKARTA  -  Buah ketegasan Susi Pudjiastuti dalam menata sektor perikanan semakin terlihat.…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:07

Mesti Ada Pendekatan Bilateral

JAKARTA - Para pelaku industri tak menampik adanya proteksi dari beberapa negara tujuan ekspor minyak…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:05

Awasi Pasar Rakyat, Mendag Akan Libatkan BPK

JAKARTA - Tak melulu seputar mekanisme dagang, pembenahan sistem pasar rakyat juga dilakukan pada sisi…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:04

Pencairan Bansos Bakal Gunakan Sistem Biometrik

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengembangkan sistem penyaluran dana bantuan sosial nontunai.…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:03

BI Tahan Suku Bunga Acuan

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) di angka 4,25…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:02

Aksi Jual Saham Melebar, IHSG Kembali Lesu

JAKARTA - Alih-alih menembus level 6.000, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terus melemah. Kondisi…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:11

2018, Dua Proyek Strategis Bisa Rampung

SAMARINDA – Pengerjaan sejumlah proyek strategis nasional di Kaltim belakangan terhambat proses…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:07

Waralaba Kuliner Bisa Jadi Pilihan

SAMARINDA – Banyaknya perusahaan di Kaltim yang menurunkan kinerja menyebabkan tak sedikit karyawan…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:06

Pendapatan Potensial, Pertanian Tetap Sepi Peminat

SAMARINDA - Produktivitas dan pangsa pasar pertanian di Kaltim memang belum menentu. Namun, pemerintah…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:04

Qatar Jadi Opsi Diversifikasi Dagang RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong peningkatan aktivitas perdagangan antara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .