MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 16 Mei 2017 10:15
Investasi saat Tenar, Sempat Ingin Anak Pilih Profesi Nonatlet

Menata Masa Depan ala Dua Legenda, Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma

DORONG ATLET BERPRESTASI: Susi Susanti (kanan) bersama Alan Budi Kusuma bertandang ke Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, kemarin (15/5). (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, Masa depan atlet tidaklah suram. Asal mampu mengelola rencana pascapensiun dengan baik. Berikut kiat dari pasangan suami-istri (pasutri) peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti.

NUGROHO PANDU CAHYO, Balikpapan

DUA legenda di Gedung Biru. Senin (15/5), kantor Kaltim Post Group (KPG) di Jalan Soekarno-Hatta, Km 3,5, Balikpapan Utara, disambangi dua legenda hidup bulu tangkis Indonesia. Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma. Kedatangan mereka di kantor media pertama dan terbesar di Kaltim ini didampingi manajemen Daihatsu Balikpapan. Rombongan disambut CEO KPG Ivan Firdaus beserta jajaran.

Susi dan Alan menyempatkan bertandang ke Gedung Biru sebelum bertolak ke Jakarta untuk mendampingi skuad Garuda jelang tampil di kejuaraan internasional, Piala Sudirman 2017.

Sebelum menyambangi Kaltim Post, Susi dan Alan menjadi narasumber dalam konferensi pers turnamen bulu tangkis nasional bertajuk Daihatsu Astec Open 2017. Ajang yang mulai bergulir hari ini di GOR Hevindo, Balikpapan. (Baca selengkapnya di halaman 20)

Dalam kunjungan sekitar 15 menit tersebut, Susi menyempatkan berbagi kisah saat menjadi atlet dan bagaimana menata masa depan setelah pensiun. Diakuinya, tak semua atlet mampu move on ketika pensiun. Pada era 90-an cukup banyak atlet negeri ini yang memiliki masa depan kurang baik. Bahkan, Susi sempat berujar agar buah hatinya lebih baik memilih profesi nonatlet.

“Pasangan Olimpiade” ini pun layak menjadi panutan. Setelah gantung raket, mereka mampu kembali berjaya dengan membuat usaha di bidang peralatan olahraga. Sempat mencoba peruntungan di berbagai usaha, keduanya akhirnya mantap mendirikan Alan Budi Kusuma Susi Susanti Technology (Astec) pada 2002.

Nama Susi dan Alan melambung setelah menjadi penyumbang emas olimpiade pertama bagi Indonesia. Yakni, pada gelaran Olimpiade Barcelona 1992. Susi meraih gelar juara di tunggal putri. Sang suami mendapat emas di tunggal putra. Mereka berdua menikah pada 9 Februari 1997 dan kini dikaruniai tiga anak. Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

“Setiap individu punya pemahaman yang berbeda. Memang tidak mudah meninggalkan status juara dan kembali ke masyarakat. Mereka membutuhkan bimbingan. Di sini diperlukan peran pemerintah dan PBSI,” kata Susi.

Perempuan murah senyum ini membeberkan, manajemen keuangan ketika masih menjadi atlet juga penting. Salah satunya menginvestasikan uang yang diperoleh saat menjadi juara. Atau saat tenar dan mendapat banyak sponsor. “Menjadi atlet harus pintar-pintar menabung. Itu akan terasa ketika sudah pensiun,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Susi, kepedulian pemerintah kepada para atlet lebih baik. Jadi, atlet junior di Tanah Air yang ingin melanjutkan karier tidak perlu ragu. Berawal dari kesuksesan Tantowi Achmad dan Liliyana Natsir meraih emas Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016, pemerintah mulai menyusun formula untuk pensiunan atlet.  

Susi membeberkan, saat ini, Kemenpora merancang undang-undang terkait jaminan masa tua atlet. “Meski baru level Kemenpora, kami berharap segera disahkan karena bisa menjadi titik balik citra buruk masa depan atlet. Jika sudah disahkan, masa depan tidak lagi menjadi momok ketika serius menggeluti cabang olahraga. Termasuk bulu tangkis,” ungkapnya.

Tak hanya meningkatkan bisnis Astec, Susi dan Alan punya komitmen tinggi dalam membantu PBSI dalam melakukan regenerasi atlet. Sejak 2004, mereka menggulirkan Astec Open rutin setiap tahun dan kini menjadi kalender tetap PBSI. Tiga tahun lalu, mereka menggandeng Daihatsu sebagai sponsor kejuaraan.

Lewat event tersebut, pasutri ini mencari bibit dari usia dini; anak-anak, pemula, remaja, hingga taruna. Bahkan, mereka juga memberikan kesempatan para veteran untuk unjuk gigi. “Mereka ini contoh pengusaha yang tidak hanya memikirkan bisnis. Tapi juga punya visi-misi bagus dan terus berkontribusi kepada olahraga yang membesarkan nama mereka. Makanya, Daihatsu ingin punya andil dalam mencari penerus mereka,” ujar Amelia Tjandra, marketing director PT Astra Daihatsu Motor.

Ditanya mengenai regenerasi atlet bulu tangkis, Susi yang juga Binpres PP PBSI menuturkan, baru sektor ganda putra dan ganda campuran yang punya prestasi konsisten. Ini karena figur di pelatnas di setiap masa selalu ada. Berbeda dengan sektor tunggal putra dan putri. Khusus di tunggal putra setelah era Taufiq Hidayat, PBSI seperti kesulitan mencari penerus.

Jonathan Cristie, Antoni Sinisuka Ginting, dan Ikhsan Maulana Mustofa belum bisa tampil konsisten. Pun Soni Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto. “Sangat sulit dalam membina atlet. Apalagi kalau kehilangan figur. Tapi, kami terus berusaha,” jelasnya. (far/k8)


BACA JUGA

Jumat, 26 Mei 2017 12:31

Teror Jakarta, Kaltim pun Siaga

BALIKPAPAN – Ledakan bom yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (25/5) malam lalu,…

Jumat, 26 Mei 2017 12:30
Pemprov Minta Pemda Bantu Pembiayaan SMA/SMK

Tunjangan Ganda Berpotensi Temuan

SAMARINDA – Blokir rekening 13 guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) sudah dibuka. Namun,…

Jumat, 26 Mei 2017 12:09

Kaum Gay Terdeteksi lewat Tes HIV

LELAKI seks dengan lelaki (LSL) atau gay juga eksis di Balikpapan. Ini dapat diketahui dari tes yang…

Jumat, 26 Mei 2017 12:05

Identitas Dua Pelaku Bom Kampung Melayu Diketahui, Besuk Guru di Nusakambangan sebelum Beraksi

DUA Pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu telah diketahui identitasnya. Yakni, Ichwan Nurul…

Jumat, 26 Mei 2017 09:37

Sosok Penyayang hingga Suka Memasak

Tiga polisi menjadi korban serangan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5) malam. Mereka…

Jumat, 26 Mei 2017 09:33

Gara-Gara Miras, Anak Tikam Ayah

MINUMAN keras (miras) mengalahkan akal sehat, ini buktinya. Ir (16), nekat menikam Syafe'i (47), ayahnya,…

Kamis, 25 Mei 2017 13:00

Gara-Gara Ini, Kadisdikbud Kaltim Delapan Kali Minta Maaf

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Dayang Budiati tengah menjadi…

Kamis, 25 Mei 2017 12:45

Rekening Guru Diblokir, Disdikbud Lampaui Kewenangan

SAMARINDA- Terkait pemblokiran rekening guru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim menilai, hal tersebut…

Kamis, 25 Mei 2017 12:00

Dua Kali Ledakan, Bom Bunuh Diri Itu Serang Polisi

JAKARTA – Bom bunuh diri mengguncang Jakarta, tadi malam (24/5). Dua kali ledakan keras itu terjadi…

Kamis, 25 Mei 2017 11:34

Zakat Fitrah Naik, Segini Nilainya....

BALIKPAPAN – Perdebatan alot terjadi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, kemarin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .