MANAGED BY:
JUMAT
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 16 Mei 2017 10:15
Investasi saat Tenar, Sempat Ingin Anak Pilih Profesi Nonatlet

Menata Masa Depan ala Dua Legenda, Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma

DORONG ATLET BERPRESTASI: Susi Susanti (kanan) bersama Alan Budi Kusuma bertandang ke Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, kemarin (15/5). (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, Masa depan atlet tidaklah suram. Asal mampu mengelola rencana pascapensiun dengan baik. Berikut kiat dari pasangan suami-istri (pasutri) peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti.

NUGROHO PANDU CAHYO, Balikpapan

DUA legenda di Gedung Biru. Senin (15/5), kantor Kaltim Post Group (KPG) di Jalan Soekarno-Hatta, Km 3,5, Balikpapan Utara, disambangi dua legenda hidup bulu tangkis Indonesia. Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma. Kedatangan mereka di kantor media pertama dan terbesar di Kaltim ini didampingi manajemen Daihatsu Balikpapan. Rombongan disambut CEO KPG Ivan Firdaus beserta jajaran.

Susi dan Alan menyempatkan bertandang ke Gedung Biru sebelum bertolak ke Jakarta untuk mendampingi skuad Garuda jelang tampil di kejuaraan internasional, Piala Sudirman 2017.

Sebelum menyambangi Kaltim Post, Susi dan Alan menjadi narasumber dalam konferensi pers turnamen bulu tangkis nasional bertajuk Daihatsu Astec Open 2017. Ajang yang mulai bergulir hari ini di GOR Hevindo, Balikpapan. (Baca selengkapnya di halaman 20)

Dalam kunjungan sekitar 15 menit tersebut, Susi menyempatkan berbagi kisah saat menjadi atlet dan bagaimana menata masa depan setelah pensiun. Diakuinya, tak semua atlet mampu move on ketika pensiun. Pada era 90-an cukup banyak atlet negeri ini yang memiliki masa depan kurang baik. Bahkan, Susi sempat berujar agar buah hatinya lebih baik memilih profesi nonatlet.

“Pasangan Olimpiade” ini pun layak menjadi panutan. Setelah gantung raket, mereka mampu kembali berjaya dengan membuat usaha di bidang peralatan olahraga. Sempat mencoba peruntungan di berbagai usaha, keduanya akhirnya mantap mendirikan Alan Budi Kusuma Susi Susanti Technology (Astec) pada 2002.

Nama Susi dan Alan melambung setelah menjadi penyumbang emas olimpiade pertama bagi Indonesia. Yakni, pada gelaran Olimpiade Barcelona 1992. Susi meraih gelar juara di tunggal putri. Sang suami mendapat emas di tunggal putra. Mereka berdua menikah pada 9 Februari 1997 dan kini dikaruniai tiga anak. Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

“Setiap individu punya pemahaman yang berbeda. Memang tidak mudah meninggalkan status juara dan kembali ke masyarakat. Mereka membutuhkan bimbingan. Di sini diperlukan peran pemerintah dan PBSI,” kata Susi.

Perempuan murah senyum ini membeberkan, manajemen keuangan ketika masih menjadi atlet juga penting. Salah satunya menginvestasikan uang yang diperoleh saat menjadi juara. Atau saat tenar dan mendapat banyak sponsor. “Menjadi atlet harus pintar-pintar menabung. Itu akan terasa ketika sudah pensiun,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Susi, kepedulian pemerintah kepada para atlet lebih baik. Jadi, atlet junior di Tanah Air yang ingin melanjutkan karier tidak perlu ragu. Berawal dari kesuksesan Tantowi Achmad dan Liliyana Natsir meraih emas Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016, pemerintah mulai menyusun formula untuk pensiunan atlet.  

Susi membeberkan, saat ini, Kemenpora merancang undang-undang terkait jaminan masa tua atlet. “Meski baru level Kemenpora, kami berharap segera disahkan karena bisa menjadi titik balik citra buruk masa depan atlet. Jika sudah disahkan, masa depan tidak lagi menjadi momok ketika serius menggeluti cabang olahraga. Termasuk bulu tangkis,” ungkapnya.

Tak hanya meningkatkan bisnis Astec, Susi dan Alan punya komitmen tinggi dalam membantu PBSI dalam melakukan regenerasi atlet. Sejak 2004, mereka menggulirkan Astec Open rutin setiap tahun dan kini menjadi kalender tetap PBSI. Tiga tahun lalu, mereka menggandeng Daihatsu sebagai sponsor kejuaraan.

Lewat event tersebut, pasutri ini mencari bibit dari usia dini; anak-anak, pemula, remaja, hingga taruna. Bahkan, mereka juga memberikan kesempatan para veteran untuk unjuk gigi. “Mereka ini contoh pengusaha yang tidak hanya memikirkan bisnis. Tapi juga punya visi-misi bagus dan terus berkontribusi kepada olahraga yang membesarkan nama mereka. Makanya, Daihatsu ingin punya andil dalam mencari penerus mereka,” ujar Amelia Tjandra, marketing director PT Astra Daihatsu Motor.

Ditanya mengenai regenerasi atlet bulu tangkis, Susi yang juga Binpres PP PBSI menuturkan, baru sektor ganda putra dan ganda campuran yang punya prestasi konsisten. Ini karena figur di pelatnas di setiap masa selalu ada. Berbeda dengan sektor tunggal putra dan putri. Khusus di tunggal putra setelah era Taufiq Hidayat, PBSI seperti kesulitan mencari penerus.

Jonathan Cristie, Antoni Sinisuka Ginting, dan Ikhsan Maulana Mustofa belum bisa tampil konsisten. Pun Soni Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto. “Sangat sulit dalam membina atlet. Apalagi kalau kehilangan figur. Tapi, kami terus berusaha,” jelasnya. (far/k8)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 13:01

809 Izin Usaha Pertambangan Distop, Baru 6 SK Terbit

SAMARINDA – Janji mengakhiri 809 izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim belum sepenuhnya dilakukan…

Jumat, 21 Juli 2017 13:00

100 Hari Penyerangan, Begini Kondisi Terakhir Novel Baswedan

KASUS penyerangan Novel Baswedan genap masuk hari ke-100, kemarin (20/7). Namun, sampai sekarang, kepolisian…

Jumat, 21 Juli 2017 13:00

Ini Alasan PLN Tak Sanggup Beri Setrum Sloklai

BALIKPAPAN – Perhatian terhadap Kampung Sloklai Lamaru yang 23 tahun tanpa aspal jalan dan listrik…

Jumat, 21 Juli 2017 12:56

NESTAPA..!! Kebakaran Bikin Duit untuk Kurban Ikut Hangus

LISTRIK tiba-tiba padam. Warga berhamburan berlari keluar rumah. “Kebakaran,” suara teriakan.…

Jumat, 21 Juli 2017 09:41

Foto Editan untuk Provokasi

PEMBUAT hoax yang satu ini mungkin punya nyali setara Mad Dog. Bagaimana tidak, dia berani membuat dan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:35
Bertandang ke Desa Bengkala, Kampungnya Warga Bisu-Tuli

Kembangkan Bahasa Sendiri, Bikin Penasaran Peneliti

Pulau Bali tidak hanya menyimpan panorama nan indah dan budaya yang kental. Salah satu desa di Kabupaten…

Jumat, 21 Juli 2017 09:28

Demi Bayi Laki-Laki, Aborsi Empat Kali

HABIS manis sepah dibuang. Seperti itulah nasib Yueyue. Perempuan asal Shengang, kota Wuhu, Provinsi…

Kamis, 20 Juli 2017 10:26
Bertandang ke Sloklai, 23 Tahun Tak Mengenal Aspal dan Listrik

Terisolasi di Kota yang Paling Dicintai

Sloklai, sebuah kampung di timur Balikpapan yang seakan tak merasakan remah dari kemajuan kota. JARAK…

Kamis, 20 Juli 2017 10:21

Tak Merasa Ada Bantuan dari Pemkot

TAK hanya akses jalan yang babak belur dan belum pernah mengenal aspal yang jadi tantangan warga Sloklai.…

Kamis, 20 Juli 2017 10:16
Vaksin Terbukti Bisa Mengeliminasi Beberapa Penyakit

Guyur Rp 740 M demi Cegah Komplikasi dan Kecacatan

JAKARTA – Sejak awal tahun ini, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan adanya tiga tambahan vaksin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .