MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 16 Mei 2017 10:15
Investasi saat Tenar, Sempat Ingin Anak Pilih Profesi Nonatlet

Menata Masa Depan ala Dua Legenda, Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma

DORONG ATLET BERPRESTASI: Susi Susanti (kanan) bersama Alan Budi Kusuma bertandang ke Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, kemarin (15/5). (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, Masa depan atlet tidaklah suram. Asal mampu mengelola rencana pascapensiun dengan baik. Berikut kiat dari pasangan suami-istri (pasutri) peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti.

NUGROHO PANDU CAHYO, Balikpapan

DUA legenda di Gedung Biru. Senin (15/5), kantor Kaltim Post Group (KPG) di Jalan Soekarno-Hatta, Km 3,5, Balikpapan Utara, disambangi dua legenda hidup bulu tangkis Indonesia. Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma. Kedatangan mereka di kantor media pertama dan terbesar di Kaltim ini didampingi manajemen Daihatsu Balikpapan. Rombongan disambut CEO KPG Ivan Firdaus beserta jajaran.

Susi dan Alan menyempatkan bertandang ke Gedung Biru sebelum bertolak ke Jakarta untuk mendampingi skuad Garuda jelang tampil di kejuaraan internasional, Piala Sudirman 2017.

Sebelum menyambangi Kaltim Post, Susi dan Alan menjadi narasumber dalam konferensi pers turnamen bulu tangkis nasional bertajuk Daihatsu Astec Open 2017. Ajang yang mulai bergulir hari ini di GOR Hevindo, Balikpapan. (Baca selengkapnya di halaman 20)

Dalam kunjungan sekitar 15 menit tersebut, Susi menyempatkan berbagi kisah saat menjadi atlet dan bagaimana menata masa depan setelah pensiun. Diakuinya, tak semua atlet mampu move on ketika pensiun. Pada era 90-an cukup banyak atlet negeri ini yang memiliki masa depan kurang baik. Bahkan, Susi sempat berujar agar buah hatinya lebih baik memilih profesi nonatlet.

“Pasangan Olimpiade” ini pun layak menjadi panutan. Setelah gantung raket, mereka mampu kembali berjaya dengan membuat usaha di bidang peralatan olahraga. Sempat mencoba peruntungan di berbagai usaha, keduanya akhirnya mantap mendirikan Alan Budi Kusuma Susi Susanti Technology (Astec) pada 2002.

Nama Susi dan Alan melambung setelah menjadi penyumbang emas olimpiade pertama bagi Indonesia. Yakni, pada gelaran Olimpiade Barcelona 1992. Susi meraih gelar juara di tunggal putri. Sang suami mendapat emas di tunggal putra. Mereka berdua menikah pada 9 Februari 1997 dan kini dikaruniai tiga anak. Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

“Setiap individu punya pemahaman yang berbeda. Memang tidak mudah meninggalkan status juara dan kembali ke masyarakat. Mereka membutuhkan bimbingan. Di sini diperlukan peran pemerintah dan PBSI,” kata Susi.

Perempuan murah senyum ini membeberkan, manajemen keuangan ketika masih menjadi atlet juga penting. Salah satunya menginvestasikan uang yang diperoleh saat menjadi juara. Atau saat tenar dan mendapat banyak sponsor. “Menjadi atlet harus pintar-pintar menabung. Itu akan terasa ketika sudah pensiun,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Susi, kepedulian pemerintah kepada para atlet lebih baik. Jadi, atlet junior di Tanah Air yang ingin melanjutkan karier tidak perlu ragu. Berawal dari kesuksesan Tantowi Achmad dan Liliyana Natsir meraih emas Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016, pemerintah mulai menyusun formula untuk pensiunan atlet.  

Susi membeberkan, saat ini, Kemenpora merancang undang-undang terkait jaminan masa tua atlet. “Meski baru level Kemenpora, kami berharap segera disahkan karena bisa menjadi titik balik citra buruk masa depan atlet. Jika sudah disahkan, masa depan tidak lagi menjadi momok ketika serius menggeluti cabang olahraga. Termasuk bulu tangkis,” ungkapnya.

Tak hanya meningkatkan bisnis Astec, Susi dan Alan punya komitmen tinggi dalam membantu PBSI dalam melakukan regenerasi atlet. Sejak 2004, mereka menggulirkan Astec Open rutin setiap tahun dan kini menjadi kalender tetap PBSI. Tiga tahun lalu, mereka menggandeng Daihatsu sebagai sponsor kejuaraan.

Lewat event tersebut, pasutri ini mencari bibit dari usia dini; anak-anak, pemula, remaja, hingga taruna. Bahkan, mereka juga memberikan kesempatan para veteran untuk unjuk gigi. “Mereka ini contoh pengusaha yang tidak hanya memikirkan bisnis. Tapi juga punya visi-misi bagus dan terus berkontribusi kepada olahraga yang membesarkan nama mereka. Makanya, Daihatsu ingin punya andil dalam mencari penerus mereka,” ujar Amelia Tjandra, marketing director PT Astra Daihatsu Motor.

Ditanya mengenai regenerasi atlet bulu tangkis, Susi yang juga Binpres PP PBSI menuturkan, baru sektor ganda putra dan ganda campuran yang punya prestasi konsisten. Ini karena figur di pelatnas di setiap masa selalu ada. Berbeda dengan sektor tunggal putra dan putri. Khusus di tunggal putra setelah era Taufiq Hidayat, PBSI seperti kesulitan mencari penerus.

Jonathan Cristie, Antoni Sinisuka Ginting, dan Ikhsan Maulana Mustofa belum bisa tampil konsisten. Pun Soni Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto. “Sangat sulit dalam membina atlet. Apalagi kalau kehilangan figur. Tapi, kami terus berusaha,” jelasnya. (far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 09:05

Korban Tuntut Ganti Rugi Ditebus

BALIKPAPAN – Dua tahun sudah korban gagal umrah dari PT Timur Sarana Tour & Travel (Tisa)…

Kamis, 23 November 2017 09:02

Presiden Selalu dari Satu Kelompok

SAMARINDA – Kericuhan dalam Pemilihan Raya (Pemira) Presiden BEM Universitas Mulawarman yang membuat…

Kamis, 23 November 2017 09:01

Kaltim Post Peduli Pajak

BALIKPAPAN – Kaltim Post ikut berperan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kemarin…

Kamis, 23 November 2017 08:58

Lindungi Kesehatan Seluruh Masyarakat

PEMKAB Mahakam Ulu (Mahulu) membuktikan komitmen memberi kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial…

Kamis, 23 November 2017 08:55

Khusus Penyetelan dan Finishing Tak Dikerjakan Karyawan

Tidak banyak perajin gitar di Balikpapan. Dari 776.632 warga Balikpapan tahun ini, fakta yang diperoleh…

Rabu, 22 November 2017 10:10

Politik Minus Etika Kaum Intelek

SAMARINDA – Teriakan penuh amarah menggelegar di langit Universitas Mulawarman ketika ratusan…

Rabu, 22 November 2017 10:06

Golongan Putih di Kampus Hijau

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman memang hanya sebuah organisasi. Namun, untuk…

Rabu, 22 November 2017 10:00

Nusyirwan: APBD Perubahan Molor

SAMARINDA – Belasan proyek penanganan banjir menumpuk pada akhir tahun. Fenomena itu diklaim bukan…

Rabu, 22 November 2017 09:56

Golkar Kaltim Masih Menimbang

SAMARINDA – Rumor Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar setelah penahanan sang…

Rabu, 22 November 2017 09:50

Haram Pakai Kayu Olahan, Adonan Kulit Sapi sebagai Perekat

Setiap Kamis malam, Cak Budi melihat ratusan orang bermain musik di taman-taman Teheran, Iran. Keindahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .