MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 15 Mei 2017 08:19
Biaya Lebih Mahal
Dewi Sartika

PROKAL.CO, ANIMO tinggi menunaikan ibadah umrah saat Ramadan membuat biro perjalanan semringah. Pasalnya, perlambatan  ekonomi belum sepenuhnya pulih sehingga turut mengancam daya beli masyarakat. Hal tersebut dikatakan Kepala Cabang PT Nur Rima Al-Waali (NRA) Tour and Travel Samarinda, Dewi Sartika.

Dia mengatakan, sepanjang tahun, sedikitnya ada 1.000 peserta umrah. Itu baru yang berasal dari Kota Tepian. “Sementara untuk haji khusus, bisa ratusan orang mendaftar setiap tahun. Tahun ini, insyaallah kami akan memberangkatkan sekitar 130 orang untuk berhaji dengan ONH Plus,” ucapnya, kepada Kaltim Post pekan lalu.

Dewi menyebut, selama perjalanan mengantarkan orang beribadah di Tanah Suci belum ada kendala berarti. Sebab, jauh hari sebelum keberangkatan mereka telah menetapkan standar operasional khusus dan memastikan semua persyaratan perjalanan telah lengkap. Dia menyebut, tiga minggu sebelum keberangkatan peserta wajib memenuhi seluruh syarat perjalanan. Mulai dari syarat mengurus paspor, visa, dan kebutuhan lain.

Sementara itu, untuk pelunasan biaya perjalanan dilakukan dua minggu sebelum terbang ke Tanah Suci. “Kami tak mau mengambil risiko dengan waktu. Salah perhitungan sedikit, bisa jadi jamaah yang dirugikan. Itu yang kami hindari,” kata Dewi. Perempuan berkerudung ini mengatakan, agen perjalanannya sengaja menyediakan paket ekonomis yang bisa dijangkau masyarakat. Mulai dari Rp 27,8 juta.

NRA, kata dia, juga memiliki kerja sama dengan beberapa perbankan khusus untuk program perjalanan umrah dan haji plus. Dewi menyebut, sudah banyak yang memanfaatkan hal itu. “Saat Ramadan, peminat umrah justru meningkat. Sebab, diyakini pahala dan keistimewaannya senilai dengan pahala berhaji bersama Rasulullah SAW," ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Cabang Abu Tours & Travel Samarinda, Muhammad Syahril. Minat beribadah ke Tanah Suci dari masyarakat di Samarinda sangat tinggi. Dia menyebut, hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar di saat Abu Tours & Travel baru berkantor di Balikpapan. “Itu juga yang menjadi alasan kami membuka cabang di sini (Balikpapan). Agar calon jamaah asal Samarinda dan sekitarnya lebih mudah mengakses,” sebutnya.

Dia menjelaskan, meski menawarkan harga murah, agen perjalanannya sangat terpercaya. Abu Tours & Travel ini telah mengantongi izin dari Kementerian Agama. Waktu keberangkatan calon jamaah pun jelas. Aril mengatakan, setiap bulan paling tidak ada 10 jadwal keberangkatan dari Balikpapan menuju Jeddah. Abu Tours & Travel menggunakan jasa maskapai lokal seperti Garuda Indonesia, plus maskapai internasional, seperti Etihad dan Emirates.

Fasilitas yang diberikan pun bukan fasilitas kelas teri. Hotel dipilih yang setaraf bintang empat seperti Mira Ajyad, Al Massa, Rayyana, Al Azka, dan Haneen Firdaus di Makkah. Al Andalus, Al Eiman, dan Al Fayrus di Madinah. Semuanya berjarak hanya 100 hingga 300 meter dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. “Jadi, saat ini siapa saja bisa umrah dengan Abu Tours,” kata Aril.

Selain datang ke kantor cabang, ujar Aril, masyarakat bisa mengakses agen perjalanan ini lewat website abutours.com. Dia mengungkapkan, tampilan website yang menarik, ditambah informasi terkini, bakal memudahkan calon jamaah. Tersedia pula fasilitas shopping card untuk memudahkan masyarakat untuk bertransaksi secara digital di Abu Tours & Travel.

Tren umrah selama Ramadan juga diakui Arminareka Perdana. Salah seorang leader dari travel umrah dan haji tersebut, Retno Suci Lestari mengatakan, permintaan dan minat umrah Ramadan sangat tinggi. Mengingat momen bulan suci yang membuat suasana umrah berbeda dibandingkan saat bulan biasa.

"Faktor utama karena manfaat umrah Ramadan seperti berhaji dengan Rasulullah. Maka dari itu, momen umrah Ramadan sangat ditunggu, kuota terbatas jadi harus antre," katanya. Kuota umrah Ramadan yang disiapkan dari Arab Saudi memang jauh lebih sedikit dibandingkan bulan biasa. "Minat umrah Ramadan besar, tetapi memang kuota yang tersedia terbatas berbeda dengan kuota pada bulan biasa. Kuota cepat full , maka dari itu bagi yang ingin mendaftar sudah harus jauh hari. Bahkan booking biasanya sudah satu tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tren umrah Ramadan bukan lagi hal baru. Momen ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh untuk tahun ini saja, Arminareka telah siap memberangkatkan sekitar 2.500 jamaah dari seluruh Indonesia. Di mana, 200 jamaah tersebut berasal dari Kaltim. Nantinya proses pemberangkatan pertama berlangsung 29 Mei, mendatang. "Kalau saat bulan biasa, minimal kami memberangkatkan satu bus hingga delapan bus. Satu bus berisi sekitar 50 orang," bebernya.

Retno mengungkapkan, kendala lebih banyak soal persiapan data dan visa jamaah umrah Ramadan yang harus dilakukan jauh hari. Sekitar satu setengah bulan sebelum berangkat. Sebab dokumen persyaratan ketat dan butuh waktu lebih untuk mengantisipasi beragam kendala perizinan. “Tren umrah Ramadan luar biasa apalagi yang sudah tau manfaat itu, pasti akan berusaha untuk pergi ke tanah suci. Minimal sudah daftar tiga bulan sebelum Ramadan. Semua tidak bisa serba mendadak," ucapnya.

Ia menjelaskan, tersedia beberapa paket umrah Ramadan di Arminareka. Di antaranya paket Umroh Syawal di Makkah mulai dari USD 2,850, paket umrah 15 Hari-Lailatul Qadar USD 3,850, paket Umrah Tengah Ramadhan USD 2,600, paket Umrah Awal Ramadhan USD 2,600 dan paket Umrah Full Ramadhan USD 4,250.

"Rangkaian ibadah pada setiap paket hampir sama. Perbedaan yakni biaya umrah Ramadan lebih mahal sekitar 300 dolar dibandingkan umrah bulan biasa. Biaya umrah biasa dari Balikpapan sebesar Rp 30 juta sudah include semua," katanya. Mengapa lebih mahal? Sebab seluruh biaya di Makkah dan Madinah juga ikut meningkat selama Ramadan. Contohnya biaya penginapan. Arminareka sendiri menyiapkan hotel dengan ranting bintang 3-5. Tentu setiap hotel memiliki harga masing-masing.

"Setiap jenis paket Ramadan juga memiliki perbedaan biaya. Tergantung dari fasilitas dan lamanya waktu perjalanan umrah tersebut," ujarnya. Retno mengatakan, pihaknya berencana melaksanakan gerakan umrah bersama pada 2018. Dengan menyiapkan pesawat yang bisa direct call  dari Balikpapan –Jeddah. "Travel turut senang kalau ada penerbangan langsung karena jamaah pun ada dan siap, tinggal transportasi saja. Soal paket dan soal teknis, kami semua sudah terjamin,” pungkasnya. (*/roe/*/gel/riz/k18)


BACA JUGA

Selasa, 20 Juni 2017 08:25

Utamakan Buah, Masakan Jangan Dipanasi Terus

BANYAKNYA makanan dan kegiatan sudah menjadi tradisi di hari yang fitri.  Namun jika tak dijaga…

Selasa, 13 Juni 2017 12:09

WASPADALAH...!! Lebaran Mendekat, Perampok Makin Nekat

Meningkatnya perputaran uang membuat perampokan jadi kejahatan yang khas jelang Lebaran. PERISTIWA peroncean…

Selasa, 13 Juni 2017 08:44

Hindari Kecurigaan dengan Transaksi Nontunai

MEMINIMALISASI belanja menggunakan uang tunai adalah upaya Novitrisari Istidevi agar selalu aman dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .