MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 15 Mei 2017 08:10
Kurangi Konsumsi Seafood, Minum Air Putih Minimal 2,5 Liter per Hari

Bincang dengan Konsultan Urologis dr Ambikai Balan

Ambikai Balan

PROKAL.CO, Penyakit yang menyerang saluran pencernaan ini bukan lagi hal baru di telinga masyarakat. Namun faktanya masih banyak yang tak sadar apabila menjadi salah satu pengidap batu ginjal.

DINA ANGELINA, Balikpapan

RATUSAN pasang mata dengan seksama menyimak pemaparan dr Ambikai Balan di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Minggu (14/5). Konsultan urologi dari Malaysia tersebut hadir sebagai pemateri dalam Gathering dan Bincang Sehat terkait batu ginjal serta kanker pada saluran kemih.

PRUempire sengaja mengundang pria yang sehari-harinya bertugas sebagai dokter di Panti Hospital Kuala Lumpur untuk mengupas penyakit batu ginjal. Balan, sapaannya, berbagi informasi mulai dari faktor risiko sampai pengobatan batu ginjal. Dia mengungkapkan, laki-laki memiliki risiko terserang batu ginjal lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan perempuan.

Dengan range usia penderita sekitar 20-50 tahun. Namun bukan berarti tidak ada pasien yang berasal dari kalangan anak-anak. “Faktor lainnya dari genetik, geografi, cuaca, sampai lifestyle (gaya hidup) yang berhubungan dengan pola makan. Misalnya untuk menghindari batu ginjal, Anda harus minimal mengonsumsi air putih sebanyak 2-2,5 liter per hari. Besarnya ukuran itu khusus untuk air putih, sedangkan kopi dan teh tidak termasuk,” tuturnya.

Selain itu, salah satu faktor utama adalah makanan. Sebaiknya mengurangi makanan yang tinggi garam, protein, dan kalsium. Contohnya seperti ikan dan berbagai jenis seafood yang turut menjadi pemicu munculnya batu ginjal. Menurutnya, faktor makanan laut rata-rata menjadi alasan utama orang Asia seperti Indonesia terserang batu ginjal.

“Gejala batu ginjal itu terasa saat buang air kecil keluar darah. Warnanya seperti kuning pekat bercampur merah. Kondisi ini berlangsung berkali-kali, tetapi tidak langsung berurutan. Jika buang air kecil terasa perih dan sakit, ada kemungkinan batu ginjal. Namun jika sudah tidak terasa sakit justru bisa lebih berbahaya,” katanya.

Apabila sudah berada dalam kondisi seperti itu, sebaiknya segera berangkat ke fasilitas kesehatan untuk cek kondisi tubuh. Nantinya, dengan bantuan teknologi mampu mendeteksi keberadaan batu ginjal. Mulai dari tes x-ray, ultrasound renal system, sampai CT-scan. Balan menuturkan, batu ginjal dapat terus tumbuh dan membesar. Hingga akhirnya menyumbat saluran kemih.

Adapun batu ginjal terdiri dari dua jenis. Pertama, batu ginjal yang biasanya terbentuk karena faktor kalsium tinggi. Sedangkan yang kedua, batu ginjal yang tak tampak atau disebut uric acid. Batu ginjal yang tidak dapat terdeteksi x-ray tersebut akibat tingginya konsumsi makanan laut.

“Setiap pengobatan tergantung dari besarnya batu ginjal. Kemudian melihat ukuran saluran kemih setiap orang juga berbeda. Kalau batu ginjal hanya memiliki ukuran sekitar 2-3 milimeter, tidak perlu operasi atau tindakan. Bisa selesai dengan obat untuk melarutkan batu,” imbuhnya.

Namun, jika batu ginjal telah mencapai ukuran yang besar, yakni di atas 5 milimeter, dokter biasanya memilih tindakan khusus dengan bantuan teknologi. Contoh teknologi yang terdapat di Pantai Hospital Kuala Lumpur, yakni endourologi dan swiss lithoclast. Endourologi termask tindakan minimal invasif untuk memecah batu ginjal tanpa operasi. Kemudian nantinya mengeluarkan batu tersebut dari saluran kemih.

“Memanfaatkan laser besi yang masuk dalam saluran kemih dengan bantuan ureteroskopi. Laser itu hanya membantu menghancurkan batu ginjal. Nanti batu yang hancur akan keluar sendiri saat buang air kecil,” bebernya.

Sedangkan batu ginjal yang sudah terlalu besar, biasanya jalur pengobatan melalui operasi. Terutama batu ginjal yang besar akibat menumpuk bertahun-tahun lamanya.

“Tahun pertama pasca pengobatan, risiko muncul batu ginjal lagi sekitar 10 persen. Kemudian setelah 10 tahun, risiko bisa sebesar 50 persen. Sehingga penting untuk kontrol dan jauhi faktor risiko,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, turut hadir perwakilan Pantai Hospitals dan Gleneagles Malaysia, Cheryl Niryana. Pantai Hospital Kuala Lumpur tergabung dalam Pantai Hospitals dan Gleneagles Malaysia. Cheryl mengungkapkan, grup tersebut merupakan rumah bagi para profesional klinis.

Jumlah keseluruhan terdiri dari 950 dokter spesialis berpengalaman dan 3.200 perawat. “Pantai Hospitals dan Gleneagles Malaysia adalah salah satu grup layanan kesehatan terkemuka di Malaysia. Grup ini telah memiliki jaringan 14 rumah sakit khusus yang berlokasi strategis di berbagai penjuru Malaysia,” tuturnya kepada Kaltim Post.

Ia menambahkan, Pantai Hospitals dan Gleneagles Malaysia merupakan bagian dari Parkway Pantai Limited. Yakni anak perusahaan operasional terbesar dari IHH Healtcare Berhad (IHH). IHH merupakan grup kesehatan terbesar kedua di dunia. “Pantai Hospitals Kuala Lumpur sendiri adalah pusat dari berbagai pengobatan. Mulai pusat tulang, onkologi, syaraf, dan kardiologi,” sebutnya.

Sehingga, rumah sakit mampu menawarkan beragam layanan kesehatan dan perawatan pasien dari professional medis yang penuh kasih dan sangat berpengalaman.

Belum lagi letaknya begitu strategis berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Bagi masyarakat yang butuh informasi lebih lanjut seputar Pantai Hospitals dan Gleneagles Malaysia bisa menghubungi Cheryl Niryana. Tepatnya di nomor handphone 0819 555 2533, serta WhatsApp 0812 5618 1998, dan e-mail cheryl_niryana@yahoo.com. (riz/k18)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…

Sabtu, 25 November 2017 07:23

Tak Membatasi Diri dalam Ber-MC, Idolakan Choki Sitohang

Terjun ke dunia entertainment tak pernah terlintas di benak Willybrodus Angelbertus Suhaili sebelumnya.…

Sabtu, 25 November 2017 07:18

Belajar Bertoleransi melalui Film Ahu Parmalim

Memperingati Hari Toleransi Internasional, tiga yayasan yakni –  Yayasan Kampung Halaman,…

Sabtu, 25 November 2017 06:45

Jual Diri untuk Biaya Pulang Kampung

Lies (nama samaran, Red), seorang janda dan ibu dari satu anak ini tidak menyangka tertangkap dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .