MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 14 Mei 2017 09:48
Ubah Pilihan Karena Passsion

Dari Banker Jadi Baker

BANTING SETIR: Lantaran bosan, Rasya (pegang kue) memilih berhenti jadi banker lantas memilih membuka usaha kue.

PROKAL.CO, Mengejar impian terpendam memang harus dilakukan, jika tidak fantasi itu akan terus menghantui.

 

DAYANARA SIMAMORA, Samarinda

 

SEPASANG matanya sibuk memperhatikan setiap gerakan sang chef serta komposisi lava cake yang tertera di layar smartphone kesayangannya. Sementara itu, jari telunjuknya tidak lelah bolak-balik menyentuh tombol pause dan play video tutorial pembuatan kue berisikan melt chocolate,  agar kembali fokus kepada adonan di atas mangkuk di depannya.

Jenis kue yang tergolong rumit dalam pembuatannya itu jadi pilihan Rusyadi Syakir setelah sekian lama tidak menyentuh ruang dapur lantaran kesibukannya menjadi banker. “Alhamdulillah kali pertama buat langsung berhasil. Saya sendiri tidak menyangka bisa jadi kuenya,” ujar penggawa Timur Cake itu menceritakan pengalamannya setahun lalu kepada Maskulin, Selasa (9/5) lalu.

Putuskan tinggalkan pekerjaan lantaran bosan tidaklah mudah, terlebih pilihan yang diambil ialah membuka usaha kue. Beberapa hal perlu dia korbankan, pemasukan yang tidak lagi sama seperti waktu menjadi banker misalnya. Namun, pria akrab disapa Rasya itu berusaha beradaptasi.

“Mengejar passion lebih membawa kenyamanan jalani hidup,” sebutnya.

Memori masa kecil bersama ibunya jadi bekal untuk tampil profesional. Kursus tata boga pun dilibas habis, hasilnya Rasya semakin lihai mengolah adonan. Demi tambah ilmu, Baking Lovers Community (BLC) Samarinda dipilih jadi wadah berkarya. “Ya, rasanya sedikit awkward kali pertama join, soalnya semua anggota adalah ibu rumah tangga,” ucapnya lugu.  

Jadi pria pertama di-list anggota BLC tidak masalah baginya. Motivasi untuk terus menggali ilmu dan mengasah kemampuan adalah tujuannya bergabung BLC. Komunitas itu justru begitu membangun Rasya untuk terus semangat dalam usaha cake-nya. Inovasi serta demonstrasi cara pembuatan kue yang unik dia dapatkan juga dari sana.

Hingga detik ini, kue hasil buatan tangannya itu tidak pernah sepi pesanan. Baginya, pelayanan terbaik untuk customer jadi poin utama. “Selalu saya sempatkan untuk mengantarkan pesanan ke rumah pelanggan. Selain itu, saya juga selalu minta pendapat mengenai kue yang saya buat,” kata pria 28 tahun tersebut. Dibanjiri pesanan bukan berarti tak pernah gagal. “Dulu pernah satu kali dapat keluhan dari customer karena kuenya bantet,” bebernya.

Dia sendiri heran bisa gagal saat mendarat ke tangan pelanggannya itu. Pasalnya, sponge cake yang dibuat sebelum diberikan ke konsumen itu terlihat berhasil. Namun, keluhan atau masukan dari para customer yang sampai ke telinganya selalu menyenangkan hati Rasya. “Saya jadi belajar dari kesalahan dan enggak cepat puas juga,” akunya.

Memasang tarif cukup tinggi untuk sebuah kue dalam usahanya terkadang membuat Rasya ragu bisa berhasil. “Terkadang sempat bimbang soal harga, tapi buat saya sebuah ide memang mahal harganya,” tambahnya. Bukan cuma soal rasa, tetapi inovasi yang tertuang di atas kudapan manis itu perlu apresiasi lebih. Tingkat kesulitan dalam mendekorasi serta mencari bahan jadi pertimbangan. Belum lagi beberapa perlengkapan yang tidak bisa didapatkan dengan mudah di Kota Samarinda ini. Rasya harus membelinya di luar kota atau lewat situs perbelanjaan online. Selain itu, demonstrasi mengenai karya-karya baru di dunia cake terbilang jarang hadir, hingga mengharuskan dirinya belajar di luar Kota Tepian. “Sebab itu, bisnis ini bukan melulu soal persaingan harga, tetapi ide dan kreativitas jadi standar untuk bisa berhasil,” tutupnya. (**/ypl/k9)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 11:31

Berinovasi Agar Pelanggan Tak Bosan

TOLOK ukur sukses menurut Rusyadi Syakir adalah bisa bekerja sesuai passion. Sebab, bukan hanya mendapatkan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:29

Fotografi Makro, Menjepret dari Dekat

ADA banyak genre dalam fotografi, salah satunya adalah fotografi makro, yaitu mengambil gambar dari…

Minggu, 24 Juni 2018 11:25

Sebar Dakwah Lewat Media Sosial

MERINTIS sesuatu bukan hal yang bisa dianggap remeh, termasuk membangun sebuah komunitas. Niat dan komitmen…

Minggu, 24 Juni 2018 06:02

Berinovasi agar Pelanggan Tak Bosan

TOLOK ukur sukses menurut Rusyadi Syakir adalah bisa bekerja sesuai passion. Sebab, bukan hanya mendapatkan…

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 12:22

Serunya Fotografi Jalanan

DUNIA fotografi sudah semakin berkembang pesat di zaman yang serbacanggih saat ini. Tidak hanya menggunakan…

Minggu, 10 Juni 2018 12:19
Kisah Kautsar si Pencinta Kura-Kura

Dari Hobi Jadi Bisnis

SEJAK 2012 Kautsar Eka Wardhana mulai mengoleksi kura-kura. Sebab, dia memang menyukai hewan bercangkang…

Minggu, 10 Juni 2018 12:18

Begini Cara Tepat Merawat Kura-Kura Air

MEMELIHARA sekaligus berternak kura-kura memerlukan perawatan yang tepat. Menurut Kautsar Eka Wardhana,…

Minggu, 10 Juni 2018 12:17

Pelihara Ratusan Kura-Kura, Digigit Sampai Berdarah

MEMELIHARA kura-kura merupakan hal yang menyenangkan bagi Kautsar Eka Wardhana. Sejak 2012, pria yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .