MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 14 Mei 2017 09:48
Ubah Pilihan Karena Passsion

Dari Banker Jadi Baker

BANTING SETIR: Lantaran bosan, Rasya (pegang kue) memilih berhenti jadi banker lantas memilih membuka usaha kue.

PROKAL.CO, Mengejar impian terpendam memang harus dilakukan, jika tidak fantasi itu akan terus menghantui.

 

DAYANARA SIMAMORA, Samarinda

 

SEPASANG matanya sibuk memperhatikan setiap gerakan sang chef serta komposisi lava cake yang tertera di layar smartphone kesayangannya. Sementara itu, jari telunjuknya tidak lelah bolak-balik menyentuh tombol pause dan play video tutorial pembuatan kue berisikan melt chocolate,  agar kembali fokus kepada adonan di atas mangkuk di depannya.

Jenis kue yang tergolong rumit dalam pembuatannya itu jadi pilihan Rusyadi Syakir setelah sekian lama tidak menyentuh ruang dapur lantaran kesibukannya menjadi banker. “Alhamdulillah kali pertama buat langsung berhasil. Saya sendiri tidak menyangka bisa jadi kuenya,” ujar penggawa Timur Cake itu menceritakan pengalamannya setahun lalu kepada Maskulin, Selasa (9/5) lalu.

Putuskan tinggalkan pekerjaan lantaran bosan tidaklah mudah, terlebih pilihan yang diambil ialah membuka usaha kue. Beberapa hal perlu dia korbankan, pemasukan yang tidak lagi sama seperti waktu menjadi banker misalnya. Namun, pria akrab disapa Rasya itu berusaha beradaptasi.

“Mengejar passion lebih membawa kenyamanan jalani hidup,” sebutnya.

Memori masa kecil bersama ibunya jadi bekal untuk tampil profesional. Kursus tata boga pun dilibas habis, hasilnya Rasya semakin lihai mengolah adonan. Demi tambah ilmu, Baking Lovers Community (BLC) Samarinda dipilih jadi wadah berkarya. “Ya, rasanya sedikit awkward kali pertama join, soalnya semua anggota adalah ibu rumah tangga,” ucapnya lugu.  

Jadi pria pertama di-list anggota BLC tidak masalah baginya. Motivasi untuk terus menggali ilmu dan mengasah kemampuan adalah tujuannya bergabung BLC. Komunitas itu justru begitu membangun Rasya untuk terus semangat dalam usaha cake-nya. Inovasi serta demonstrasi cara pembuatan kue yang unik dia dapatkan juga dari sana.

Hingga detik ini, kue hasil buatan tangannya itu tidak pernah sepi pesanan. Baginya, pelayanan terbaik untuk customer jadi poin utama. “Selalu saya sempatkan untuk mengantarkan pesanan ke rumah pelanggan. Selain itu, saya juga selalu minta pendapat mengenai kue yang saya buat,” kata pria 28 tahun tersebut. Dibanjiri pesanan bukan berarti tak pernah gagal. “Dulu pernah satu kali dapat keluhan dari customer karena kuenya bantet,” bebernya.

Dia sendiri heran bisa gagal saat mendarat ke tangan pelanggannya itu. Pasalnya, sponge cake yang dibuat sebelum diberikan ke konsumen itu terlihat berhasil. Namun, keluhan atau masukan dari para customer yang sampai ke telinganya selalu menyenangkan hati Rasya. “Saya jadi belajar dari kesalahan dan enggak cepat puas juga,” akunya.

Memasang tarif cukup tinggi untuk sebuah kue dalam usahanya terkadang membuat Rasya ragu bisa berhasil. “Terkadang sempat bimbang soal harga, tapi buat saya sebuah ide memang mahal harganya,” tambahnya. Bukan cuma soal rasa, tetapi inovasi yang tertuang di atas kudapan manis itu perlu apresiasi lebih. Tingkat kesulitan dalam mendekorasi serta mencari bahan jadi pertimbangan. Belum lagi beberapa perlengkapan yang tidak bisa didapatkan dengan mudah di Kota Samarinda ini. Rasya harus membelinya di luar kota atau lewat situs perbelanjaan online. Selain itu, demonstrasi mengenai karya-karya baru di dunia cake terbilang jarang hadir, hingga mengharuskan dirinya belajar di luar Kota Tepian. “Sebab itu, bisnis ini bukan melulu soal persaingan harga, tetapi ide dan kreativitas jadi standar untuk bisa berhasil,” tutupnya. (**/ypl/k9)


BACA JUGA

Minggu, 21 Mei 2017 09:50

Lantaran Lihai Merawat Louhan, Dikenal hingga Amerika

SEKETIKA pandangan terasa teduh ketika memasuki ruang tamu Jaya Raja. Nuansa biru dihiasi suara gemercik…

Minggu, 21 Mei 2017 09:49
Kisah Raja dan Ikan Louhan

Sihir Cinta Kepala Jenong

Cinta tak memandang fisik, melainkan ketulusan hati. Mengutamakan rasa nyaman bukan kekurangan. RIZKA…

Minggu, 21 Mei 2017 09:37
Lebih Pandai Menggunakan Gawai

Mengendalikan Bukan Dikendalikan

Ponsel teknologi tinggi memang menunjang kehidupan, tapi jangan sampai candu. Bisa berbahaya. DAYANARA…

Minggu, 21 Mei 2017 09:33

Hampa Tanpa Handphone

SEPASANG ibu jari Deseere terus mengusap layar smartphone kesayangannya. Sesekali jempol kanannya mengetuk…

Minggu, 21 Mei 2017 09:32

Lama Dipegang, Saraf Bisa Terjepit

JARAK terasa dekat, waktu menjadi lebih singkat, informasi bebas didapat, adalah alasan smartphone tak…

Minggu, 21 Mei 2017 09:30

Ini Nih, Ragam Langkah Usir Perut Buncit

PADATNYA aktivitas kantor selalu jadi alasan menunda olahraga, sementara kudapan di meja kerja selalu…

Minggu, 21 Mei 2017 09:29

Batasi Kacang dan Soda

TERDAPAT beberapa makanan yang perlu masuk daftar hitam jika serius ingin buang perut buncit. Jika mengikuti…

Minggu, 21 Mei 2017 09:28

Diintai Kematian dan Hipertensi

PERUT buncit memang tidak nyaman. Selain mengurangi daya tarik kepada lawan jenis, juga bisa menjadi…

Minggu, 21 Mei 2017 07:50

KIRANA NADIN

Hasrat untuk menjadi abdi masyarakat semakin kuat dalam genggaman. Seolah tiada kata menyerah yang terlintas…

Minggu, 21 Mei 2017 07:44

Tiga Ragam Anti Maling

MENGINCAR posisi penguasa segmen skuter matic (skutik) unik dan retro modern, pabrikan asal Jepang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .