MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Sabtu, 13 Mei 2017 09:25
Jujur, Jangan Fake Orgasm
TEMUKAN ALASANNYA: Ingin cepat kelar? Bosan? Atau kelelahan? Jangan biarkan fake orgasmkerap dilakukan pasangan.

PROKAL.CO, PUNCAK kenikmatan seksual pasangan suami dan istri adalah orgasme. Saat bercinta, masing-masing pasangan tentu mengharapkan hal tersebut. Namun, tak semua orang bisa mendapatkan kepuasan, terutama perempuan. Kendala tersebut membuat sebagian perempuan berpura-pura orgasme (fake orgasm), agar pasangannya tidak kecewa.

Menurut psikolog Ayunda Ramadhani, ada banyak penelitian tentang orgasme palsu yang dilakukan. Hal itu lazim dan umum terjadi karena para perempuan ingin menjaga perasaan suaminya agar tidak merasa tidak bisa memuaskan istrinya.

“Selama tujuannya baik dan perempuan tidak terganggu dengan orgasme palsu, maka itu wajar. Tetapi, akan menjadi masalah jika istri tertekan hingga stres karena dasarnya perempuan juga ingin dipuaskan secara seks,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (12/4).

Dosen psikologi di Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut mengatakan, saat perempuan tertekan dan tidak puas, maka hal itu harus dikomunikasikan dengan pasangan. Jika dibiarkan ketidakpuasan tersebut bisa menimbulkan perasaan hampa, dan dapat berimbas terhadap keharmonisan rumah tangga.

“Jujur kepada pasangan, bisa jadi selama ini ternyata suami belum mengetahui di mana titik rangsangan istri. Terutama bagi pasangan yang baru menikah, bicarakan dengan cara yang baik agar suami tidak tersinggung, beri tahu juga bagian mana yang membuat Anda lebih cepat ‘panas,” jelas perempuan berjilbab itu.

Saat salah satu pasangan tidak mendapat kepuasan, Ayunda menuturkan, artinya ada kekurangan yang harus dievaluasi bersama. Kekurangan tersebut bukan berarti pasangan Anda tidak bisa memuaskan atau tidak jantan. Sebab itu, komunikasi dan jujur antara pasangan sangat penting dilakukan.

“Jika komunikasi tetap tidak bisa menyelesaikan masalah Anda dan pasangan, maka perlu ada pertolongan dari pihak ketiga. Misalnya konsultasi kepada dokter kandungan, urologi, jika berkaitan dengan masalah kesehatan. Selain itu, Anda bisa ke seksologi atau psikologi, jika masalah berkaitan dengan psikis,” tuturnya.

Saat berkonsultasi dengan pihak ketiga, Ayunda menyarankan Anda pergi bersama pasangan. Jangan pergi sendiri agar Anda dan pasangan bisa saling memahami. Sebab, pernikahan dijalani bersama pasangan, bukan sendiri-sendiri. (*/ni/her/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:17

Serabi Gendut dengan Lelehan Durian

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ SERABI Bandung wujud aslinya sebenarnya dengan topping oncom yang pedas…

Sabtu, 18 November 2017 10:14

Kecil, Ketagihan, 1700 Serabi Sehari

SERABI Solo memiliki rasa kuat dari adonan tepung yang dicampur santan. Ini yang membuat serabi Solo…

Sabtu, 18 November 2017 10:13

Churros Pandan

Oleh : Rose Shanty Bahan-bahan : 1 gelas tepung terigu serbaguna 1 butir telur 250 ml air 3 sendok makan…

Sabtu, 18 November 2017 10:13

Custard Pudding

Oleh : Dieniel M Bahan karamel : 40 gram (gr) gula 20 ml air   Bahan custrad : 2 butir telur 200…

Sabtu, 18 November 2017 10:10

Diperlukan Tubuh, Seleksi Lemak Jenuh dan Tak Jenuh

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ MEMBATASI konsumsi lemak merupakan anjuran yang telah lama digaungkan. Namun,…

Sabtu, 18 November 2017 10:09

Selain Kolesterol, Waspada Bahaya Trigliserida

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ BICARA soal lemak, sebagian besar orang pasti akan langsung menghubungkannya…

Sabtu, 18 November 2017 10:08

Berlari Lebih Banyak Membakar Lemak

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ MUNGKIN Anda salah satu yang sedang memperbaiki kesehatan diri. Berolahraga…

Sabtu, 18 November 2017 10:07

Fokus Kemampuan, Bukan Pembakaran

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ TUBUH membutuhkan penyesuaian saat olahraga. Baik bagi pemula atau yang sering…

Sabtu, 18 November 2017 10:06

Keringat Banyak Bukan Tanda Keluar Lemak

KELUARNYA keringat sering dikaitkan denganpembakaran lemak. Saat tubuh bergerak dengan intensitas tinggi…

Sabtu, 18 November 2017 10:03

Tak Harus Minum Susu

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ Nasihat mengonsumsi susu saat hamil kerap terdengar, karena dipercaya membantu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .