MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 13 Mei 2017 00:59
Tiga Bulan Bayar Rp 94 Ribu, Bocor Pun Tak Ada Semburan Api

Penggunaan Jargas Diklaim Lebih Aman dan Hemat

SOLUSI HEMAT: Meteran jargas pada salah satu rumah warga di Balikpapan, Ahmad Ghazali. Ia mengaku jauh lebih hemat dibanding menggunakan tabung gas LPG.

PROKAL.CO, Penggunaan jaringan gas (jargas) sebagai konversi tabung LPG menuai respons positif. Beberapa konsumen merasa pemakaian lebih hemat dan aman.

Sejak keran gas mulai dibuka akhir Januari lalu, bertahap sambungan rumah tangga (SR) dipasang di tiap rumah. Namun, belum semua masyarakat Balikpapan bisa menikmati. Pasalnya kuota yang diberikan dari Kementerian ESDM di Kota Minyak sekitar 3.849 SR. Salah satunya Ahmad Ghazali (75) warga daerah Karang Jati, Balikpapan. Ia mengaku, sejak akhir Januari lalu sampai sekarang, pemakaian kompor yang telah dikonversikan tidak mengalami masalah.

“Bahkan, penggunaannya lebih hemat. Total tagihan di rumah saya Rp 94 ribu. Itu pemakaian selama tiga bulan. Padahal, pemakaian di rumah saya rutin. Ada dua kepala rumah tangga di rumah saya ini. Pemakaian kompor setiap hari. Belum lagi jika ada masak-masak besar untuk acara, biasanya menggunakan rumah saya,” jelasnya kemarin (12/5) saat ditemui di kediamannya.

Menurutnya, ketimbang pemakaian tabung gas 12 kilogram, lebih hemat menggunakan jargas. Satu tabungnya 12 kg sekitar Rp 140 ribuan, itu penggunaan dua bulan sudah habis. Dengan jargas, tiga bulan saja tagihannya hanya Rp 94 ribu. “Saya sudah membayarkannya ke Bank Nasional Indonesia (BNI),” sebutnya.

Sejak dimulai pemasangan, kurang lebih ada dua sampai tiga kali petugas melakukan pengecekan. Dia menjelaskan, sistem penggunaannya seperti meteran air. Meteran gas terletak di belakang rumahnya.

“Sama seperti keran air kinerjanya. Ketika kami membuka keran gas, maka gas akan mengalir dari pipa-pipa yang tersambung hingga ke kompor. Lalu, kompor dinyalakan seperti biasa. Api yang timbul lebih bagus ketimbang api dari tabung gas elpiji,” jelasnya.

Sementara itu, terkait keamanan Project Manager Jargas Balikpapan dari PT Nindya Karya (Persero), Denny Luhatara, menjelaskan keamanan penggunaan gas alam ketimbang gas elpiji 11 kali lebih aman. Tekanan gas alam hanya 0,0035 bar jauh lebih rendah dari gas elpiji yang mencapai 10 bar.

Massa jenis gas alam sangat ringan, sehingga apabila terjadi kebocoran langsung menghilang ke udara, tidak menyebabkan ledakan atau kebakaran. Denny pun menceritakan contoh kasus yang pernah terjadi di kota lain. Salah satu rumah warga kebakaran karena penyebab lain, ditemukan pipa jargas saat itu bocor. Tapi, apinya sangat kecil. Sama seperti lilin. Tidak menyemburkan lidah api.

Dari sisi ekonomis, harga beli jargas lebih murah ketimbang gas tabung elpiji. Apabila dikomparasikan ke tabung elpiji 3 kilogram per Rp 23 ribu, dengan komposisi 4 kubik per tabung. Kemudian, disetarakan dengan penggunaan jargas dengan komposisi yang sama, warga dapat menghemat 30 persen ketimbang menggunakan gas elpiji.

Tak hanya itu, layanan jargas dialiri selama 24 jam memudahkan warga ingin memakai kompor dan memasak kapan pun itu. Terlebih ketika momen hari libur, seperti jelang Ramadhan atau hari raya besar yang terkadang sulit menemukan gas elpiji.

Sebagai informasi, jargas bakal dialiri ke 3.849 SR rumah yang tersebar di sembilan sektor, yaitu di Kelurahan Karang Rejo, Karang Jati, dan Sumber Rejo. Progres saat ini telah 1.054 SR terpasang.

Sebelumnya, asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Balikpapan, Sri Soetantinah mengaku permintaan pemasangan jargas dari masyarakat mencapai 20 ribu kepala keluarga (KK). Karena kuota yang terbatas, mau tidak mau tidak terakomodasi permintaan tersebut.

 “Tahun ini kami tidak mendapat kuota. Dijanjikan tahun 2018 kami akan mendapat kuota jargas. Animo masyarakat Balikpapan sangat tinggi. Lonjakan permintaan baru terjadi setelah kami melakukan sosialisasi. Mereka tidak perlu berlama-lama untuk paham tentang kelebihan jargas,” kata perempuan yang akrab disapa Tantin itu. (aji/lhl/k15)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 11:51

Lagi Asyik Nyelam, Tiba-Tiba Buaya Berenang Melintas di Atas Kepala

Nana Nayla, seorang pencinta olahraga menyelam atau diving, mengabadikan langsung lewat kameranya buaya…

Sabtu, 23 Juni 2018 06:58

Olah Bahan Bakar dari Limbah Plastik, Hadapi Amerika dan Prancis di Final

Mahasiswa Indonesia berhasil menembus lima besar kompetisi internasional bertajuk Shell Ideas360. Bertanding…

Minggu, 17 Juni 2018 10:19

JOSSS..!! Agnes Jadi Cover Majalah Rogue

Kerja keras Agnez Mo untuk go international semakin membuahkan hasil nyata. Setelah majalah fesyen dunia,…

Minggu, 17 Juni 2018 00:49

Lolos 6 Besar, Belajar Tampil Live di TV

Lima remaja ini sudah eksis dengan kelompok nasyid sekolah selama dua tahun terakhir. Siapa sangka,…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:18

Tak Lagi di Rumah Dinas, Serasa Lebaran Bersama Keluarga

Ada yang berbeda open house yang dilakukan Rizal Effendi kali ini. Masa cutinya kali ini membuat perayaan…

Kamis, 14 Juni 2018 19:59
Mengunjungi Lorong Buangkok, Kampung Terakhir di Singapura

Kalau Ada Apa-Apa, Kentongan Ditabuh, Warga Pasti ke Sini

Kontras dengan Singapura yang gemerlap, di Lorong Buangkok, jalanan masih berupa tanah, ayam berkeliaran,…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:00
Bernostalgia di Sisa-Sisa Kejayaan si Doel Anak Sekolahan

Kamar Mandi dan Sumur Tak Diubah buat Kenang-kenangan

Warung dan opelet memang tak ada lagi. Tapi, di bagian belakang rumah Babeh Sabeni di Jakarta masih…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:56

Warga Amankan Diri karena Letusan Diikuti Getaran

                                                      …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .