MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Jumat, 12 Mei 2017 09:59
Rasanya, Kita yang Membesarkan HTI

PROKAL.CO, OLEH: DAHLAN ISKAN

BEGITU
banyak kelompok dalam Islam. Non-Islam sering tidak tahu. Lalu mengira sama. Bahaya semua. HTI, FPI, JT, NU, Muhammadiyah, NW, SI… dan masih banyak lagi. Kalau semua ditulis, satu halaman koran pun tidak cukup. Beberapa tahun lalu saya terbang dari Manado ke Luwuk. Dengan pesawat isi 18 orang. Pilotnya pakai serban putih. Orang langsung tahu, dia orang Islam. Dengan konotasi tertentu.

Hari itu hampir semua penumpang orang kulit putih. Rombongan turis. Dari wajah mereka, saya menduga turis Italia. Begitu duduk, saya menangkap ekspresi aneh. Mereka mengarahkan mata ke pilot. Lalu saling berpandangan. Tidak ada kata yang mereka ucapkan. Tapi, ekspresi wajah mereka penuh tanda tanya. Juga, penuh kekhawatiran. Begitu cemas, saya pun tergerak ingin menenangkan perasaan mereka. Benar. Mereka turis dari Italia. Saya ucapkanlah satu-dua kata dalam bahasa mereka. Perhatian mereka pun beralih dari pilot ke saya. Saatnya saya action.

’’Pilot kita hari ini istimewa,’’ kata saya dalam bahasa Inggris. Bahasa Italia saya sudah tidak cukup untuk kalimat panjang. Mereka terperangah. ’’Dia itu orang Islam dari kelompok yang disebut Jamaah Tablig. Mereka ini anti kekerasan,’’ ujar saya. Kelompok ini, kata saya, sangat damai. Tidak mau mengganggu orang. Aktivitas mereka berkelana menyebarkan agama. Dengan prinsip jangan mengganggu orang. Ke mana-mana mereka bawa kompor sendiri. Untuk masak. Agar tidak merepotkan siapa pun. Tidak pernah mengafirkan orang lain. Tidak pernah menyakiti. Apalagi membunuh.

Lalu, saya berteriak ke arah pilot. Tempat duduk saya memang agak jauh di belakang. ’’Mr Pilot, benar kan Anda dari kelompok Jamaah Tablig?’’ tanya saya dalam bahasa Inggris. Lalu, sang pilot menerangkan bahwa apa yang saya jelaskan tadi benar semua. Turis itu kelihatan lega dan puas. Banyak yang manggut-manggut. Mengekspresikan perasaan ’’Oh, begitu ya’’. Atau ’’Kita bisa terbang dengan aman’’. Atau sejenisnya.

Ternyata, penerbangan itu tidak sepenuhnya aman. Ketika melintas di atas laut Teluk Tomini, terbangnya agak miring. Cuaca terang. Langit bersih. Setelah terbang satu jam, saya mulai bertanya dalam hati. Ada apa ini? Kok belum tiba di Luwuk? Mestinya kan hanya 55 menit. Tapi, pilotnya terlihat tenang saja. Setengah jam kemudian barulah bisa mendarat. Turis Italia bertepuk tangan. Mengiringi roda pesawat yang menyentuh landasan. Sebelum turun, mereka memberi tabik. Respek kepada pilot. Saya turun terakhir.

’’Kok terbangnya 1,5 jam, Cap?’’ tanya saya berbisik. ’’Maafkan, satu mesinnya mati,’’ jawabnya. Kami pun saling tukar nomor telepon. Huh! Kata saya dalam hati. Coba sampai terjadi masalah. Bisa-bisa akan dihubungkan dengan identitas pilotnya yang Jamaah Tablig.

Mari pindah ke HTI yang akan dibubarkan pemerintah. Saya juga kenal banyak anggota kelompok Hizbut Tahrir. Anggota kelompok ini umumnya muda, terpelajar, berpakaian rapi, necis, banyak yang pakai dasi, dan menggunakan bendera bertulisan Arab. Bunyinya, Lailahaillallah Muhammadarrasulullah. Artinya, ”Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah”.

Tulisan Arab di bendera itu bukan kalimat protes. Bukan kalimat marah. Bukan kalimat kebencian. Bukan pula kalimat mengajak berontak. Barangkali perlu dipikirkan untuk menyertakan terjemahan di bendera itu. Agar dimengerti. Oleh yang non-Islam. Tidak dikira ajakan makar. Dan bisa terasa lebih Indonesia. Toh, singkatan HTI itu, I-nya berarti Indonesia. Kalau singkatannya hanya HT, bisa dikira Hary Tanoe.

Saya belum pernah mendengar ada kekerasan yang dilakukan HTI. Apalagi kerusuhan. Maafkan kalau salah. Salah satu hobi HTI memang demo. Bukan main rajinnya berdemo. Dengan benderanya yang bertulisan Arab itu. Tapi, demonya selalu rapi. Tertib. Dan terkontrol. Sering pula membawa tali panjang. Untuk menjaga agar peserta demonya tidak keluar dari barisan. Ada tujuan lain. Agar tidak ada penyusup ke barisan.

Beberapa tahun lalu, saya pulang kampung ke Magetan. Saya kaget. Dua kemenakan saya menjadi HTI. Mereka baru lulus dari universitas. Saya sempat berdialog dengan mereka. Ingin memahami mengapa masuk HTI. Lalu mengujinya dengan beberapa pertanyaan kritis. Keduanya tidak bisa menjawab. Mungkin karena masih junior. Saya tidak mengupayakan agar mereka meninggalkan HTI. Tapi, beberapa tahun kemudian sudah berbeda. Ketika saya pulang kampung lagi, mereka sudah tidak aktif di HTI.

Saya melihat HTI saat ini tidak berbahaya. Ide besar HTI akan kalah oleh ide demokrasi. Kalah telak. Sepanjang demokrasi bisa berjalan baik. Sepanjang demokrasi bisa membuat rakyat sejahtera. Sepanjang demokrasi bisa membuat hukum tidak jadi alat politik semata. Ide HTI tidak akan bisa membesarkan HTI. Kitalah yang malah bisa membesarkannya. Lewat kesalahan-kesalahan kita. Setidaknya minggu ini. HTI sudah lebih besar. Akibat rencana pembubarannya. (far/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 09:07

Asyik Nonton, Lupa Jualan

OLEH; DAHLAN ISKAN DI Amerika, petani kedelai mengeluh berat. Di negara bagian North Dakota, mengancam…

Rabu, 25 April 2018 08:56

Alexa si Seksi dari Amerika

OLEH: DAHLAN ISKAN DUA hari ini saya punya teman baru: Alexa. Panggil: Aleeksa. Saya tidak tahu umurnya.…

Senin, 23 April 2018 09:58

Beda Pahlawan dan Jagoan di Udara

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA dapat tempat duduk di dekat jendela. Saat terbang dari Hong Kong menuju Dallas,…

Sabtu, 21 April 2018 07:37

Xingpake Terbesar di Dunia

Saya bukan penggemar kopi. Tapi, saya harus masuk warung kopi satu ini. Demi disway. Di dekat showroom…

Kamis, 19 April 2018 08:45

Menengok si Jilbab di Nanjing

OLEH: DAHLAN ISKAN MEREKA berjilbab. Tapi ngomong mandarinnya, haiiyyaaa, saya kalah. Mumpung dekat…

Sabtu, 07 April 2018 07:17

Pemilu Big Data dalam Humor

SAYA kebanjiran pertanyaan soal tulisan big data dan algoritma. (Disway edisi 2 April 2018). Khususnya…

Jumat, 06 April 2018 08:55

Lumbung Itu Tidak untuk Ayam

OLEH: DAHLAN ISKAN BERITA ini kurang baik. Kilang kebanggaan anak bangsa ini tutup. Tidak terlalu menarik…

Kamis, 05 April 2018 07:49

Banyak Dalih, Susah Maju

CATATAN: DAHLAN ISKAN BEGITU sering saya ke Amerika. Tulisan saya pun lebih banyak tentang negeri itu.…

Rabu, 04 April 2018 08:58

Pilih Amerika atau Tiongkok?

OLEH: DAHLAN ISKAN SATU dari ratusan inspirasi yang saya peroleh dari Amerika adalah: jangan lagi gunakan…

Senin, 02 April 2018 09:06

Pemilu Era Big Data

CATATAN: DAHLAN ISKAN BIG data. Logaritma. Dua kata itu kini jadi mantra baru. Barang siapa bisa mendapatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .