MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Jumat, 12 Mei 2017 09:59
Rasanya, Kita yang Membesarkan HTI

PROKAL.CO, OLEH: DAHLAN ISKAN

BEGITU
banyak kelompok dalam Islam. Non-Islam sering tidak tahu. Lalu mengira sama. Bahaya semua. HTI, FPI, JT, NU, Muhammadiyah, NW, SI… dan masih banyak lagi. Kalau semua ditulis, satu halaman koran pun tidak cukup. Beberapa tahun lalu saya terbang dari Manado ke Luwuk. Dengan pesawat isi 18 orang. Pilotnya pakai serban putih. Orang langsung tahu, dia orang Islam. Dengan konotasi tertentu.

Hari itu hampir semua penumpang orang kulit putih. Rombongan turis. Dari wajah mereka, saya menduga turis Italia. Begitu duduk, saya menangkap ekspresi aneh. Mereka mengarahkan mata ke pilot. Lalu saling berpandangan. Tidak ada kata yang mereka ucapkan. Tapi, ekspresi wajah mereka penuh tanda tanya. Juga, penuh kekhawatiran. Begitu cemas, saya pun tergerak ingin menenangkan perasaan mereka. Benar. Mereka turis dari Italia. Saya ucapkanlah satu-dua kata dalam bahasa mereka. Perhatian mereka pun beralih dari pilot ke saya. Saatnya saya action.

’’Pilot kita hari ini istimewa,’’ kata saya dalam bahasa Inggris. Bahasa Italia saya sudah tidak cukup untuk kalimat panjang. Mereka terperangah. ’’Dia itu orang Islam dari kelompok yang disebut Jamaah Tablig. Mereka ini anti kekerasan,’’ ujar saya. Kelompok ini, kata saya, sangat damai. Tidak mau mengganggu orang. Aktivitas mereka berkelana menyebarkan agama. Dengan prinsip jangan mengganggu orang. Ke mana-mana mereka bawa kompor sendiri. Untuk masak. Agar tidak merepotkan siapa pun. Tidak pernah mengafirkan orang lain. Tidak pernah menyakiti. Apalagi membunuh.

Lalu, saya berteriak ke arah pilot. Tempat duduk saya memang agak jauh di belakang. ’’Mr Pilot, benar kan Anda dari kelompok Jamaah Tablig?’’ tanya saya dalam bahasa Inggris. Lalu, sang pilot menerangkan bahwa apa yang saya jelaskan tadi benar semua. Turis itu kelihatan lega dan puas. Banyak yang manggut-manggut. Mengekspresikan perasaan ’’Oh, begitu ya’’. Atau ’’Kita bisa terbang dengan aman’’. Atau sejenisnya.

Ternyata, penerbangan itu tidak sepenuhnya aman. Ketika melintas di atas laut Teluk Tomini, terbangnya agak miring. Cuaca terang. Langit bersih. Setelah terbang satu jam, saya mulai bertanya dalam hati. Ada apa ini? Kok belum tiba di Luwuk? Mestinya kan hanya 55 menit. Tapi, pilotnya terlihat tenang saja. Setengah jam kemudian barulah bisa mendarat. Turis Italia bertepuk tangan. Mengiringi roda pesawat yang menyentuh landasan. Sebelum turun, mereka memberi tabik. Respek kepada pilot. Saya turun terakhir.

’’Kok terbangnya 1,5 jam, Cap?’’ tanya saya berbisik. ’’Maafkan, satu mesinnya mati,’’ jawabnya. Kami pun saling tukar nomor telepon. Huh! Kata saya dalam hati. Coba sampai terjadi masalah. Bisa-bisa akan dihubungkan dengan identitas pilotnya yang Jamaah Tablig.

Mari pindah ke HTI yang akan dibubarkan pemerintah. Saya juga kenal banyak anggota kelompok Hizbut Tahrir. Anggota kelompok ini umumnya muda, terpelajar, berpakaian rapi, necis, banyak yang pakai dasi, dan menggunakan bendera bertulisan Arab. Bunyinya, Lailahaillallah Muhammadarrasulullah. Artinya, ”Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah”.

Tulisan Arab di bendera itu bukan kalimat protes. Bukan kalimat marah. Bukan kalimat kebencian. Bukan pula kalimat mengajak berontak. Barangkali perlu dipikirkan untuk menyertakan terjemahan di bendera itu. Agar dimengerti. Oleh yang non-Islam. Tidak dikira ajakan makar. Dan bisa terasa lebih Indonesia. Toh, singkatan HTI itu, I-nya berarti Indonesia. Kalau singkatannya hanya HT, bisa dikira Hary Tanoe.

Saya belum pernah mendengar ada kekerasan yang dilakukan HTI. Apalagi kerusuhan. Maafkan kalau salah. Salah satu hobi HTI memang demo. Bukan main rajinnya berdemo. Dengan benderanya yang bertulisan Arab itu. Tapi, demonya selalu rapi. Tertib. Dan terkontrol. Sering pula membawa tali panjang. Untuk menjaga agar peserta demonya tidak keluar dari barisan. Ada tujuan lain. Agar tidak ada penyusup ke barisan.

Beberapa tahun lalu, saya pulang kampung ke Magetan. Saya kaget. Dua kemenakan saya menjadi HTI. Mereka baru lulus dari universitas. Saya sempat berdialog dengan mereka. Ingin memahami mengapa masuk HTI. Lalu mengujinya dengan beberapa pertanyaan kritis. Keduanya tidak bisa menjawab. Mungkin karena masih junior. Saya tidak mengupayakan agar mereka meninggalkan HTI. Tapi, beberapa tahun kemudian sudah berbeda. Ketika saya pulang kampung lagi, mereka sudah tidak aktif di HTI.

Saya melihat HTI saat ini tidak berbahaya. Ide besar HTI akan kalah oleh ide demokrasi. Kalah telak. Sepanjang demokrasi bisa berjalan baik. Sepanjang demokrasi bisa membuat rakyat sejahtera. Sepanjang demokrasi bisa membuat hukum tidak jadi alat politik semata. Ide HTI tidak akan bisa membesarkan HTI. Kitalah yang malah bisa membesarkannya. Lewat kesalahan-kesalahan kita. Setidaknya minggu ini. HTI sudah lebih besar. Akibat rencana pembubarannya. (far/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 08:37

Membangun Highway Tak Pandang Dapil

CATATAN: DAHLAN ISKAN  BULAN kedua di Amerika. Awal Juni 2018. Saya berkunjung ke Museum Dwight…

Rabu, 20 Juni 2018 07:51

Setelah Xiaomi tidak Kepaha

OLEH: DAHLAN ISKAN UANG benar-benar tidak punya nasionalisme. Ini terbukti dua hari lalu: Xiaomi batal…

Selasa, 19 Juni 2018 08:38

Karena Orang Gemuk Lemaknya Putih

OLEH: DAHLAN ISKAN SEJUMLAH lalat dimasukkan dalam kotak percobaan. Suhu dalam kotak itu 40 derajat…

Senin, 18 Juni 2018 07:47

e-Money Tiga Izin

OLEH: DAHLAN ISKAN SESEORANG kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai handphone. “Sudah…

Selasa, 12 Juni 2018 08:56

Masjid di Depok-nya Dallas

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA sengaja tidak bermalam di Dallas. Sudah sering. Cari tempat parkirnya sulit.…

Sabtu, 09 Juni 2018 01:52

Menjadi Aneh di Hussainiah

KAMI masih nyamil saat sang imam maju ke tempatnya. Ada 20-an orang di dalam masjid Syiah di San Antonio,…

Rabu, 06 Juni 2018 12:56

Ke Mana Anwar Ibrahim?

OLEH: DAHLAN ISKAN EJEK-mengejek mulai terjadi di Malaysia. Saat reformasi baru akan berumur satu bulan.…

Senin, 04 Juni 2018 08:43

Silaturahmi Lintas Negara di Masjid Laredo

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA datang terlalu awal. Pukul delapan malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Minggu, 03 Juni 2018 07:37

Akal Sehat Kereta Cepat

OLEH: DAHLAN ISKAN AKHIRNYA akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:50

Hotel Sapi

COWBOY  hilang karena sapi. Sapi hilang karena kereta api. Cowboy dan sapi ketemu lagi: di dekat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .