MANAGED BY:
SABTU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 10 Mei 2017 11:36
Vaksin Usia Dini Bisa Hindari Virus

Kanker Serviks, “Pembunuh” Berdarah Dingin

RUSAK SEL KANKER: Seorang pasien penderita kanker sedang menjalani terapi dengan alat radioterapi sistem Linac di RSUD AWS. (ROSITA/KP)

PROKAL.CO, Kanker serviks (leher rahim) berjuluk silent killer. Perkembangan kanker sulit dideteksi. Tapi, bukan berarti tak bisa disembuhkan.

KASUS kanker serviks di Kaltim terus bertambah setiap tahun. Pada 2016 terdapat 42 kasus baru. Tersebar di sembilan kabupaten/kota minus Mahakam Ulu. Ada lonjakan 40 persen dari jumlah kasus lama sebanyak 30.

Di Kaltim, memang, jenis kanker ini tidak termasuk 10 kasus terbanyak penyakit tidak menular (PTM). Bukan juga tergolong 10 PTM penyebab kematian tertinggi. Namun, tetap harus diwaspadai.

Bagi kaum perempuan, penyakit kanker serviks seperti hantu yang menakutkan. Penyakit ini, dari tahun ke tahun selalu membawa penderitanya kepada kematian. Basis data dari puskesmas di 10 kabupaten/kota di Benua Etam, tahun lalu ada sebanyak delapan kematian.

Apa penyebab perempuan bisa mengidap kanker serviks? Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim drg Suhartono menjelaskan, lebih dari 90 persen disebabkan infeksi virus human papilloma virus (HPV) atau virus papiloma manusia. Jenis virus itu penularannya berawal dari genital pria.

Tak heran, makanya setiap perempuan yang telah pernah berhubungan seksual punya risiko mengidap kanker serviks. Pemahaman masyarakat awam tentang penularan penyakit ini juga perlu diluruskan.

“Tidak benar semata-mata karena sering berganti-ganti pasangan. Dengan satu pasangan juga bisa kena. Malah ada yang terinfeksi virus HPV tanpa pasangan karena ada riwayat keluarga sebagai penderita,” ujarnya, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Hanya, dengan sering berganti-ganti pasangan, persentase terjangkit akan kian besar. Perempuan sebenarnya bisa mencegah penularan virus dari berhubungan seksual. Pria dan perempuan harus sama-sama menjaga kebersihan genital. Tidak berperilaku yang memunculkan risiko penularan virus.

Saat hadir dalam sosialisasi deteksi dini kanker serviks di Balikpapan, beberapa waktu lalu, pembicara acara itu mengungkap data bahwa hampir 70 persen perempuan yang pernah berhubungan seksual telah terpapar virus HPV.

Sebelum kanker telanjur stadium parah atau di atas tingkat II, perempuan perlu mengenali gejala. Mulai keputihan hingga keluar bercak darah di luar periode menstruasi. Termasuk, ada perubahan di organ vital seperti benjolan.

“Lekas memeriksakan diri kalau muncul begitu. Karena kanker, perubahan sel yang abnormal. Dipicu gesekan. Berkembang sangat cepat dalam hitungan minggu atau bulan bisa beratus kali lipat sebarannya,” ucapnya.

Upaya pemerintah sejauh ini, seperti memberikan edukasi cara mengenali dan anjuran memeriksakan diri secara rutin. Apalagi bagi perempuan yang sudah menikah dan berusia di atas 30 tahun. Pemerintah telah menyediakan pemeriksaan yang mudah dan murah.

Metode pemeriksaan dengan tes inspeksi visual dengan asem asetat (IVA). Fasilitas layanan tersebut telah bisa dinikmati masyarakat di puskesmas. Dalam beberapa menit setelah dilakukan usapan asem asetat di zona sambungan skuamo-kolumnar (SSK) leher rahim, hasil pemeriksaan keluar.

“Kalau IVA positif dan dicurigai mengarah ganas, dilakukan tindak lanjut. Ada namanya metode krioterapi (pendinginan) atau dioperasi,” tambah Ida Ayu Putu, pengelola program pencegahan dan pengendalian PTM, Bidang P2P, Diskes Kaltim.

Dayu, begitu disapa, menuturkan, bila hasil tes IVA dinyatakan normal, waktu pemeriksaan lima tahun berikutnya. Bila sebelum waktu itu ada keluhan, langsung memeriksakan diri kembali.

Selain tes IVA, ada pula metode lain dengan pap smear. Adapun itu, pemeriksaan mikroskopisuntuk menilai kondisi sel-sel yang diambil dari permukaan mulut rahim dengan objek gelas. “Perlu waktu untuk mengetahui hasilnya. Biayanya juga lebih mahal. Tes IVA Rp 25 ribu, sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Biaya pap smear lebih mahal sekira Rp 500 ribuan,” tutur dokter umum tersebut.

Suhartono mengungkapkan, fakta di lapangan, banyak perempuan masih enggan memeriksakan diri. Sekalipun, saat sekarang, BPJS menanggung biaya deteksi dini. “Banyak yang masih menganggap tabu, merasa malu. Masyarakat perlu penyadaran. Ini (pemeriksaan deteksi dini) untuk kepentingan mereka,” sebutnya.

Dia menyatakan, kini pencegahan juga bisa dengan pemberian vaksin HPV. Namun, belum dijadikan program pemerintah. Di Indonesia, ada beberapa provinsi yang dijadikan pemerintah pusat sebagai proyek percontohan. Misalnya, DKI Jakarta dan Bali. Pusat mengimbau pemerintah daerah untuk memprogramkan. “Kalau diberikan usia sekolah dasar, lebih efisien. Cukup dua kali vaksin. Biasanya ketika kelas 5 dan 6 SD,” ucapnya.

Beda halnya bila baru vaksin saat dewasa. Dalam kurun enam bulan diberikan sebanyak tiga kali. Biaya vaksin memang terbilang mahal. Sekali suntik, biayanya sebesar Rp 800 ribu. Di Kaltim, Balikpapan didorong untuk memprogramkan pemberian vaksin kepada anak-anak. “Sudah ada advokasi ke DPRD Balikpapan. Informasinya sudah setuju anggarannya Rp 5,6 miliar. Tapi, apakah dana itu tersedia atau tidak, saya tidak tahu kelanjutannya,” tutur dia.

PENCEGAHAN KANKER

Kanker serviks adalah salah satu pembunuh perempuan. Ada berbagai faktor risiko seseorang bisa menderita kanker serviks. Mulai faktor keturunan, gaya hidup, dan kebersihan adalah beberapa penyebabnya.

Dokter spesialis obgyn dokter Fernando TT Sitorus menjelaskan, jika memiliki riwayat keluarga menderita kanker, seseorang mesti waspada. Sebagai antisipasi, biasakan gaya hidup sehat. Seperti berolahraga, mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan antioksidan. Dengan demikian, sel-sel tubuh tetap prima dan meminimalisasi risiko kanker dari dalam.

“Rutin mengganti celana dalam dan menjaga kebersihan organ intim. Hati-hati juga untuk menggunakan toilet duduk umum. Harus dibersihkan, agar tidak terkontaminasi virus HPV,” terangnya.

Selain itu, bagi mereka yang berisiko seperti mereka yang sudah melakukan hubungan intim, harus melakukan pap smear. Nah, pap smear ini dilakukan untuk memeriksa kondisi di area kewanitaan. Apakah ada risiko kanker atau tidak. Prosedur ini hanya dilakukan dengan alat-alat steril.

Saat pap smear dilakukan, ujar dia, mungkin muncul perasaan tidak nyaman seperti kram saat menstruasi, namun lebih ringan. Perasaan seperti didorong juga muncul karena ada alat dimasukkan untuk membuka vagina dan rasa nyeri sedikit, karena pengambilan sel di serviks.

“Dengan melakukan pap smear akan mengetahui adanya kanker atau tidak sejak dini. Penanganan kanker yang diketahui sejak dini akan lebih mudah ditangani. Dibandingkan yang baru diketahui dalam kondisi parah,” imbuhnya.

Selain dari diri sendiri, pasangan perempuan juga berisiko. Berhubungan seksual dengan laki-laki tak disunat, meningkatkan risiko kanker serviks. Sebab, alat vital laki-laki yang tak disunat kurang higienis dibandingkan yang sunat. Maka, semua perempuan berisiko. Cara meminimalisasinya adalah dengan pola hidup sehat.

Pada dasarnya, penanganan kanker serviks ada dua. Pertama dengan operasi dan terapi kemoterapi maupun radioterapi. Pemilihan penanganan berdasarkan stadium kanker dan kondisi pasien. (ril/*/nyc/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 26 Mei 2017 12:31

Teror Jakarta, Kaltim pun Siaga

BALIKPAPAN – Ledakan bom yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (25/5) malam lalu,…

Jumat, 26 Mei 2017 12:30
Pemprov Minta Pemda Bantu Pembiayaan SMA/SMK

Tunjangan Ganda Berpotensi Temuan

SAMARINDA – Blokir rekening 13 guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) sudah dibuka. Namun,…

Jumat, 26 Mei 2017 12:09

Kaum Gay Terdeteksi lewat Tes HIV

LELAKI seks dengan lelaki (LSL) atau gay juga eksis di Balikpapan. Ini dapat diketahui dari tes yang…

Jumat, 26 Mei 2017 12:05

Identitas Dua Pelaku Bom Kampung Melayu Diketahui, Besuk Guru di Nusakambangan sebelum Beraksi

DUA Pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu telah diketahui identitasnya. Yakni, Ichwan Nurul…

Jumat, 26 Mei 2017 09:37

Sosok Penyayang hingga Suka Memasak

Tiga polisi menjadi korban serangan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5) malam. Mereka…

Jumat, 26 Mei 2017 09:33

Gara-Gara Miras, Anak Tikam Ayah

MINUMAN keras (miras) mengalahkan akal sehat, ini buktinya. Ir (16), nekat menikam Syafe'i (47), ayahnya,…

Kamis, 25 Mei 2017 13:00

Gara-Gara Ini, Kadisdikbud Kaltim Delapan Kali Minta Maaf

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Dayang Budiati tengah menjadi…

Kamis, 25 Mei 2017 12:45

Rekening Guru Diblokir, Disdikbud Lampaui Kewenangan

SAMARINDA- Terkait pemblokiran rekening guru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim menilai, hal tersebut…

Kamis, 25 Mei 2017 12:00

Dua Kali Ledakan, Bom Bunuh Diri Itu Serang Polisi

JAKARTA – Bom bunuh diri mengguncang Jakarta, tadi malam (24/5). Dua kali ledakan keras itu terjadi…

Kamis, 25 Mei 2017 11:34

Zakat Fitrah Naik, Segini Nilainya....

BALIKPAPAN – Perdebatan alot terjadi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, kemarin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .