MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 10 Mei 2017 09:15
Kenalkan Rawon dan Gado-Gado, Tuliskan Resep dalam Bahasa Belanda

Menengok Kehidupan Pelajar Balikpapan di Belgia; Muhammad Izzas Ferdiansyah

TIMBA ILMU: Ferdi (kiri) bersama teman-temannya di depan Piramida Louvre, Paris. (FERDI FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, Mengikuti pertukaran pelajar American Field Service (AFS) merupakan suatu kebanggaan bagi siswa SMA 1 Balikpapan ini. Mengenal sistem pendidikan, kehidupan,

MENJADI perantau sementara waktu di negeri orang membuat Muhammad Izzas Ferdiansyah lebih menghargai gaya hidup sehat. Leuven. Di kota kecil Belgia Tengah inilah dia menghabiskan waktu dengan bersepeda setiap harinya menuju sekolah. Keramahan dari sebuah kota seluas 56,63 kilometer persegi, kurang lebih seukuran Balikpapan Selatan atau bahkan kurang, dengan jumlah penduduk 100.000 jiwa. 

Melintasi jalanan kota di pagi hari, para pesepeda bak raja. Terlebih terdapat area khusus pesepeda yang membuatnya lebih leluasa tanpa harus berjubel dengan para pengemudi motor dan mobil. Ferdi mengatakan, jalan raya di kota tersebut cukup padat jelang pagi maupun sore hari, seperti Balikpapan. Setiap Senin hingga Jumat, dia mengayuh sepeda ke sekolah yang berjarak tiga kilometer selama 15 menit.  

Mengendarai sepeda ke sekolah merupakan keputusannya. Bahkan sebelum tiba pada 26 Agustus 2016 lalu, sulung dari tiga bersaudara itu telah meminta keluarga angkatnya atau host family agar bisa bersekolah dengan bersepeda. Kebetulan keluarga tersebut memiliki jumlah sepeda melebihi jumlah keluarga.

“Sepeda dipinjamkan oleh keluarga angkat. Rata-rata keluarga di sini mempunyai sepeda yang melebihi jumlah anggota keluarga. Katakanlah total lima orang penghuni, tapi mereka punya 3-4 sepeda lagi sebagai cadangan,” ungkap Ferdi.

Sembilan bulan sudah Ferdi mengikuti program pertukaran pelajaran. Dirinya tinggal di rumah keluarga angkat yang berada di Peter Benoitlaan 20 hingga 9 Juli mendatang. Paul Konijn, ayah angkatnya merupakan orang Belanda asli sedangkan ibu angkat, Dagmar de Graef merupakan orang Belgia asli. Dia juga merasa betah dan begitu dekat dengan ketiga saudara angkatnya.

Belgia tidak mempunyai bahasa sendiri. Tetapi terdapat tiga bahasa resmi yang digunakan masyarakat Belgia, yaitu Belanda, Prancis, ataupun Jerman. Kebetulan dia berada di bagian Flanders (Vlaanderen) yang mayoritas warganya menggunakan bahasa Belanda. Tak ayal, dalam kehidupan sehari-hari dia mesti berkomunikasi dalam bahasa Belanda, baik dengan keluarga (host family) teman maupun masyarakat sekitar.

Dia mengikuti kelas khusus di sekolah bahasa yang disediakan AFS. Selama tiga bulan mengikuti pembekalan dan sisanya belajar sendiri mulai meminjam buku di perpustakaan, mendengarkan percakapan dari orang lain. “Menurut saya bahasa Belanda tidak terlalu sulit bagi penutur bahasa Indonesia. Karena banyak sekali bahasa Belanda yang diserap dalam bahasa Indonesia,” ucap remaja yang bercita-cita menjadi dokter ini.

KONFERENSI INTERNASIONAL

April lalu, dia mendapatkan kesempatan mengikuti konferensi internasional, dinamai Connect Conference. Dihadiri sekitar 170 orang dari 16 negara berbeda, seperti Inggris, Belanda, Belgia, Amerika, Irlandia, Jerman, Swiss, Austria, Rumania, Rusia, Tanzania, Republik Ceko, Latvia, Hungaria, Kroasia, dan Indonesia. Berlokasi di Lier, Belgia pada 3-8 April 2017.

Konferensi tersebut ditujukan untuk pelajar SMA yang akan lulus. Juga ditujukan agar membangun relasi dengan teman di negara lain. Dia tidak sendiri, ada Odie dan Sofia yang merupakan pelajar AFS asal Indonesia pula. Mereka mengikuti workshop mengenai banyak hal termasuk bagaimana menjadi film maker, disjoki, membaca kepribadian masing-masing, mengikuti olahraga sepak bola, berlatih menjadi penulis dan masih banyak lagi.

“Banyak ilmu yang berharga. Semua berkesempatan untuk berkenalan, membuka koneksi dengan teman baru. Nah pas hari terakhir, banyak dari kami yang merasa sedih karena sudah merasa menyatu dengan lain,” ujar penyuka musik jazz ini.

RAWON DAN GADO-GADO

Indonesisch Dag yang berarti Indonesia Day diperingati pada 5 Mei. Diadakan demi mendukung proyek sekolah yang diberikan oleh AFS untuk menjembatani pemahaman antarbudaya. Bertujuan agar pelajar AFS dapat memberikan pengetahuan, budaya, maupun hal lain mengenai negaranya kepada orang atau komunitas di mana mereka berada.

“Guru geografi dan guru sejarah saya dengan baik hati sejak Februari lalu membantu mengorganisir Indonesisch Dag ini. Selain presentasi tentang Indonesia secara mendalam, saya disuruh memasak makanan Indonesia, memberi les bahasa Indonesia secara singkat, bermain musik, tari tradisional sampai mengenakan baju batik,” ungkap Ferdi.

Dalam acara tersebut, Ferdi membeli bahan dan memasak sendiri menu ala Indonesia. Dengan antusias mereka begitu lahap dengan apa yang dia sajikan sekalipun makan secara lesehan di karpet kelas. “Saya masak rawon dan bikin gado-gado. Eh mereka doyan juga. Apalagi saya punya teman-teman yang vegetarian. Saya pun bantu mereka untuk menuliskan resepnya dalam bahasa Belanda,” ujarnya. (*/lil/rsh/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 08:51

Siswa Jadi Otak Pencurian di Sekolah

BALIKPAPAN - Adikodrati (18) adalah siswa kelas XII di salah satu SMA swasta di kawasan Balikpapan Tengah.…

Rabu, 25 April 2018 08:45

Astaga, Oknum Guru Pesan Sabu

BALIKPAPAN - Dunia pendidikan tercoreng. Setelah tertangkapnya pelajar otak pencurian di SMP Santo Mikail,…

Rabu, 25 April 2018 08:40

Kenalkan Motor Terbaru, Siapkan Diskon Menarik

BALIKPAPAN - Event Blue Core Yamaha Motor Show kembali hadir. Warga Balikpapan, khususnya pencinta otomotif,…

Rabu, 25 April 2018 08:37

BISANYA TU NAH..!! Jumlah DPT Kaltim Turun

BALIKPAPAN - Dua bulan jelang pemilu pada 27 Juni mendatang, KPU Kaltim kembali melakukan verifikasi…

Rabu, 25 April 2018 08:35

Cek Kelengkapan, Sanksi Teguran hingga Fisik

BALIKPAPAN - Pemeriksaan spontan kelengkapan kartu anggota, kepemilikan SIM, surat kendaraan hingga…

Selasa, 24 April 2018 12:08
Polisi Tangkap Pencuri Kabel PT PHM

GILA YOB..!! Kabel Dicuri, Harganya Miliaran Rupiah

BALIKPAPAN - Aparat Polsek Semayang Balikpapan akhirnya meringkus tiga sindikat pencurian kabel power…

Selasa, 24 April 2018 09:12

Delapan Provokator Dilaporkan ke Polisi

BALIKPAPAN – Aksi demonstrasi serta mogok makan masih terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)…

Selasa, 24 April 2018 09:08

Server Offline, UNBK Sempat Molor

BALIKPAPAN - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah…

Selasa, 24 April 2018 09:05

Sabu Dipasok dari Malaysia

BALIKPAPAN – Pengembangan dilakukan terhadap dua perkara narkoba jenis sabu, yakni tersangka Erwin…

Selasa, 24 April 2018 09:05

Ditangkap Polisi Melawan, Pemesan Sabu Ngaku Anggota BNN

BALIKPAPAN - Ada-ada saja upaya pelaku kejahatan narkoba untuk bisa lepas dari jerat hukum. Parizi alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .