MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 10 Mei 2017 09:15
Kenalkan Rawon dan Gado-Gado, Tuliskan Resep dalam Bahasa Belanda

Menengok Kehidupan Pelajar Balikpapan di Belgia; Muhammad Izzas Ferdiansyah

TIMBA ILMU: Ferdi (kiri) bersama teman-temannya di depan Piramida Louvre, Paris. (FERDI FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, Mengikuti pertukaran pelajar American Field Service (AFS) merupakan suatu kebanggaan bagi siswa SMA 1 Balikpapan ini. Mengenal sistem pendidikan, kehidupan,

MENJADI perantau sementara waktu di negeri orang membuat Muhammad Izzas Ferdiansyah lebih menghargai gaya hidup sehat. Leuven. Di kota kecil Belgia Tengah inilah dia menghabiskan waktu dengan bersepeda setiap harinya menuju sekolah. Keramahan dari sebuah kota seluas 56,63 kilometer persegi, kurang lebih seukuran Balikpapan Selatan atau bahkan kurang, dengan jumlah penduduk 100.000 jiwa. 

Melintasi jalanan kota di pagi hari, para pesepeda bak raja. Terlebih terdapat area khusus pesepeda yang membuatnya lebih leluasa tanpa harus berjubel dengan para pengemudi motor dan mobil. Ferdi mengatakan, jalan raya di kota tersebut cukup padat jelang pagi maupun sore hari, seperti Balikpapan. Setiap Senin hingga Jumat, dia mengayuh sepeda ke sekolah yang berjarak tiga kilometer selama 15 menit.  

Mengendarai sepeda ke sekolah merupakan keputusannya. Bahkan sebelum tiba pada 26 Agustus 2016 lalu, sulung dari tiga bersaudara itu telah meminta keluarga angkatnya atau host family agar bisa bersekolah dengan bersepeda. Kebetulan keluarga tersebut memiliki jumlah sepeda melebihi jumlah keluarga.

“Sepeda dipinjamkan oleh keluarga angkat. Rata-rata keluarga di sini mempunyai sepeda yang melebihi jumlah anggota keluarga. Katakanlah total lima orang penghuni, tapi mereka punya 3-4 sepeda lagi sebagai cadangan,” ungkap Ferdi.

Sembilan bulan sudah Ferdi mengikuti program pertukaran pelajaran. Dirinya tinggal di rumah keluarga angkat yang berada di Peter Benoitlaan 20 hingga 9 Juli mendatang. Paul Konijn, ayah angkatnya merupakan orang Belanda asli sedangkan ibu angkat, Dagmar de Graef merupakan orang Belgia asli. Dia juga merasa betah dan begitu dekat dengan ketiga saudara angkatnya.

Belgia tidak mempunyai bahasa sendiri. Tetapi terdapat tiga bahasa resmi yang digunakan masyarakat Belgia, yaitu Belanda, Prancis, ataupun Jerman. Kebetulan dia berada di bagian Flanders (Vlaanderen) yang mayoritas warganya menggunakan bahasa Belanda. Tak ayal, dalam kehidupan sehari-hari dia mesti berkomunikasi dalam bahasa Belanda, baik dengan keluarga (host family) teman maupun masyarakat sekitar.

Dia mengikuti kelas khusus di sekolah bahasa yang disediakan AFS. Selama tiga bulan mengikuti pembekalan dan sisanya belajar sendiri mulai meminjam buku di perpustakaan, mendengarkan percakapan dari orang lain. “Menurut saya bahasa Belanda tidak terlalu sulit bagi penutur bahasa Indonesia. Karena banyak sekali bahasa Belanda yang diserap dalam bahasa Indonesia,” ucap remaja yang bercita-cita menjadi dokter ini.

KONFERENSI INTERNASIONAL

April lalu, dia mendapatkan kesempatan mengikuti konferensi internasional, dinamai Connect Conference. Dihadiri sekitar 170 orang dari 16 negara berbeda, seperti Inggris, Belanda, Belgia, Amerika, Irlandia, Jerman, Swiss, Austria, Rumania, Rusia, Tanzania, Republik Ceko, Latvia, Hungaria, Kroasia, dan Indonesia. Berlokasi di Lier, Belgia pada 3-8 April 2017.

Konferensi tersebut ditujukan untuk pelajar SMA yang akan lulus. Juga ditujukan agar membangun relasi dengan teman di negara lain. Dia tidak sendiri, ada Odie dan Sofia yang merupakan pelajar AFS asal Indonesia pula. Mereka mengikuti workshop mengenai banyak hal termasuk bagaimana menjadi film maker, disjoki, membaca kepribadian masing-masing, mengikuti olahraga sepak bola, berlatih menjadi penulis dan masih banyak lagi.

“Banyak ilmu yang berharga. Semua berkesempatan untuk berkenalan, membuka koneksi dengan teman baru. Nah pas hari terakhir, banyak dari kami yang merasa sedih karena sudah merasa menyatu dengan lain,” ujar penyuka musik jazz ini.

RAWON DAN GADO-GADO

Indonesisch Dag yang berarti Indonesia Day diperingati pada 5 Mei. Diadakan demi mendukung proyek sekolah yang diberikan oleh AFS untuk menjembatani pemahaman antarbudaya. Bertujuan agar pelajar AFS dapat memberikan pengetahuan, budaya, maupun hal lain mengenai negaranya kepada orang atau komunitas di mana mereka berada.

“Guru geografi dan guru sejarah saya dengan baik hati sejak Februari lalu membantu mengorganisir Indonesisch Dag ini. Selain presentasi tentang Indonesia secara mendalam, saya disuruh memasak makanan Indonesia, memberi les bahasa Indonesia secara singkat, bermain musik, tari tradisional sampai mengenakan baju batik,” ungkap Ferdi.

Dalam acara tersebut, Ferdi membeli bahan dan memasak sendiri menu ala Indonesia. Dengan antusias mereka begitu lahap dengan apa yang dia sajikan sekalipun makan secara lesehan di karpet kelas. “Saya masak rawon dan bikin gado-gado. Eh mereka doyan juga. Apalagi saya punya teman-teman yang vegetarian. Saya pun bantu mereka untuk menuliskan resepnya dalam bahasa Belanda,” ujarnya. (*/lil/rsh/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 09:06

REI Balik Kritik Pemkot Balikpapan, KOK BISA?

BALIKPAPAN - Para pengembang di Balikpapan tengah dalam sorotan. Ini setelah 25 pengembang mendapat…

Rabu, 20 September 2017 09:04

Baju dan Karung Beras Sumbat Drainase

BALIKPAPAN – Tuntutan agar Pemkot Balikpapan fokus memperbaiki drainase kota dijawab Wakil Wali…

Rabu, 20 September 2017 09:01

Cegah Pemutarbalikan Fakta Sejarah

BALIKPAPAN – Jelang peringatan Gerakan 30 September, Komando Distrik Militer (Kodim) Balikpapan…

Rabu, 20 September 2017 08:57

600 Karung Pakaian Bekas Disita

BALIKPAPAN – Tim Customs Bea Cukai Balikpapan, Senin (18/9), mengamankan KM Mampotu bermuatan…

Rabu, 20 September 2017 08:54

Oktober, Sekwan Baru Dilantik

BALIKPAPAN – Satu jabatan strategis, yakni sekretaris DPRD Balikpapan (sekwan) kini masih kosong.…

Rabu, 20 September 2017 08:53

Bawa Bom, Nelayan Ditangkap

BALIKPAPAN – Sat Polair Polres Balikpapan menangkap seorang warga Manggar, Balikpapan Timur lantaran…

Rabu, 20 September 2017 08:49

Platinum Hotel Tawarkan Monster Burger

BALIKPAPAN – Platinum Hotel Balikpapan menawarkan suasana makan nyaman dan bersahabat. Satu porsi…

Rabu, 20 September 2017 08:45

Berusaha Kabur, Residivis Ditembak

BALIKPAPAN - Junaidi alias Jojon (31) terpaksa dibantu petugas saat berjalan. Betis kirinya diperban.…

Rabu, 20 September 2017 08:41

Ditikam karena Saling Geber

BALIKPAPAN - Penikaman berujung kematian di depan Pasar Segar, Balikpapan Baru, Minggu (17/9) lalu,…

Rabu, 20 September 2017 08:39

Tugas di Samsat, Diajak Makan Malam Sopir Taksi

Rindu begitu dirasa karena jauh dari orangtua dan tanah kelahiran. Namun demikian, orangtuanya juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .