MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 21 April 2017 15:26
Usul Hak Angket KPK, Anggota Komisi Disebut Para Pemimpi
Peneliti Formappi, Lucius Karus. FOTO: Radar Bandung/JPNN.com

PROKAL.CO,  

JAKARTA- Bukannya mendapat dukungan, usulan hak angket Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru menuai kecaman. Sebab selama ini sejumlah usulan dari Komisi III lebih banyak berakhir tak jelas, raib entah kemana.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan rencana hak angket kian menegaskan bahwa anggota Komisi III DPR saat ini kebanyakan pemimpi.

Dari sisi kinerja, kata dia, kelihatan Komisi III ini termasuk yang paling lemah dalam menghasilkan RUU yang menjadi tanggung jawabnya.

"Lemah dalam hal kinerja tetapi mereka cukup kreatif untuk melahirkan wacana, dari yang paling rasional hingga yang tak masuk akal," kata Lucius, Jumat (21/4).

Menurutnya, pengajuan hak angket yang diinisiasi Komisi III sudah untuk kesekian kalinya dibicarakan. Mulai dari kasus Basuki Tjahaja Purnama sampai kasus kartu tanda penduduk elektronik sekarang ini. "Beberapa wacana sebelumnya raib begitu saja," tegasnya.

Komisi III tak merasa ada yang salah dengan wacana mereka sehingga bisa belajar dari itu untuk wacana hak angket selanjutnya.

Nyatanya mereka belum jera juga. Mereka memang nampaknya punya kemampuan imajinatif yang mendorong munculnya ide-ide penggunaan hak angket baru.

"Saking seringnya mimpi penggunaan hak angket, mereka sampai lupa membedakan lagi isu apa saja yang bisa menjadi alasan untuk menggunakan hak angket," kata dia.

Hak angket mestinya terkait dengan kebijakan pemerintah yang berdampak luas bagi masyarakat. "Bukan tentang isu penegakan hukum yang dilakukanKPK," ujarnya.

Jadi jelas keliru besar jika DPR menggunakan hak angket untuk menyelidikki kasus yang tengah diproses KPK seperti BAP Maryam.

"Saya menduga ide ini muncul karena banyak nama anggota DPR yang tercantum dalam BAP Maryam," ungkap Lucius.

Oleh karena itu, hak angket digunakan untuk memastikan siapa dari anggota DPR yang disebut Maryam terlibat e-KTP dan berapa nilai yang diperoleh.

"Dengan pintu hak angket DPR bisa mencari cara untuk meluputkan diri dari dugaan keterlibatan sebagaimana diungkap Maryam melalui BAP-nya,” katanya.(boy/jpnn)

 


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:46

KEJUTAN..!! Jokowi Bilang Bu Susi Mau Jadi Cawapres

JAKARTA- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan tanda-tanda mau jadi wakil…

Rabu, 25 April 2018 12:39

HAHH..!! Ada Proyek Tas Sembako dari Istana, Begini Kata Mensesneg

JAKARTA- Kritikan atas dana pengadaan kantong bantuan dari Istana, dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR…

Selasa, 24 April 2018 16:59

Setnov Divonis 15 Tahun..!! Ini Tanggapannya

JAKARTA- Terdakwa Setya Novanto divonis 15 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 500 juta oleh majelis…

Selasa, 24 April 2018 12:33

NURMANTYO Punya Kans Lawan Jokowi

JAKARTA- Pencalonan mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo bisa menjadi kuda hitam…

Selasa, 24 April 2018 12:25

Ini Alasan Pemerintah Mudahkan Izin Tenaga Kerja Asing

JAKARTA- Pemerintah meyakini bahwa penerbitan aturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018…

Senin, 23 April 2018 17:29

100 Ribu Kuota Guru untuk Rekrutmen CPNS 2018

Dunia pendidikan terus mendapat atensi intensif dari pemerintah. Terbaru, Kementerian Pendidikan dan…

Senin, 23 April 2018 17:20

Ojek Online Demo, Tuntut Perbaikan Tarif

Ribuan driver ojek online, Senin (23/4) menggelar aksi demo se- Indonesia. Di Jakarta, pusat pemerintahan…

Sabtu, 21 April 2018 19:27

Anak Mega Ini yang Jadi Calon Wapresnya Jokowi?

Siapa sosok tokoh yang bakal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres di 2019 belum juga diketahui. Lantas…

Sabtu, 21 April 2018 19:26

GILE LU NDRO..!! Anak SD Mau Tawuran, Bawaannya Bikin Ngeri

Entah mencontoh siapa kelakuan para pelajar Sekolah Dasar (SD) di Sindangkasih, Purwakarta, Jawa Barat.…

Sabtu, 21 April 2018 17:47

Kasus Century, Agus Rahardjo: KPK Takkan Jadi Pengkhianat

Kasus Century kembali jadi perhatian setelah PN Jakarta Selatan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .