MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 10:18
Geser Padi, Gali Emas Hitam
Potensi Batu Bara Besar, Pemprov Siapkan Jalan Tengah
KALAHKAN SAWAH: Aktivitas pertambangan yang bertetangga dengan lahan pertanian di Desa Mulawarman, Kukar.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Lahan pertanian di Desa Mulawarman, Kutai Kartanegara (Kukar) yang tergerus pertambangan dijadikan pelajaran bagi Pemprov Kaltim. Dosa masa lalu saat kewenangan sektor pertambangan ditangani pemerintah kabupaten/kota tak ingin diulang. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Amrullah mengatakan, perlindungan lahan pertanian itu diatur dalam Peraturan Daerah Kaltim Nomor 1/2016 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah 2016–2036. Dalam Bab XII Ketentuan Peralihan, izin pemanfaatan pertambangan yang belum tahap operasi produksi harus menaati indikasi arahan peraturan zonasi. Adapun itu, pelarangan pemanfaatan pertambangan di lokasi pertanian yang sudah ditetapkan.

Tak serta-merta demikian, pemprov tetap mencarikan jalan tengah bagi perusahaan yang sudah memegang izin usaha pertambangan (IUP). Sebab, bagaimanapun izin yang dipegang korporasi legal. Pemerintah berkewajiban melindungi. Di lain hal, pemerintah mengatur.  Pemprov tetap memperhatikan ketika konsesi itu punya cadangan besar. Utamanya, terhadap izin yang telah ditingkatkan dari tahap eksplorasi ke operasi produksi (OP). Arahan pemanfaatan pertambangan ditujukan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat setempat.

Ada dua opsi yang disiapkan kepada pemilik izin. Pertama, melakukan penciutan konsesi atau keluar dari kawasan pertanian. Kedua, melakukan ganti rugi lahan yang ditambang dengan cetak sawah baru di lokasi lain. Bisa ditindaklanjuti dengan kesepakatan pemerintah dan swasta yang dituangkan dalam surat pernyataan dibubuhi materai. “Seperti Jembayan (Muara Bara), menyampaikan cetak sawah 80 hektare,” ujarnya, kemarin (20/4). Amrullah tak spesifik menjelaskan luasan lahan cetak sawah yang mesti disiapkan sebagai ganti rugi areal pertanian yang ditambang.

Sementara itu, data yang dihimpun Kaltim Post, durasi 2011–2015, luas lahan sawah terjadi penurunan. Pada 2011, seluas 154,77 ribu hektare. Terjadi kemerosotan tertinggi pada 2014, tersisa seluas 116,8 ribu hektare. Meski, setahun kemudian kembali meningkat menjadi 129,88 ribu hektare. Angka itu masih jauh dari lahan pertanian yang diplot dalam RTRW Kaltim, yakni 412,32 ribu hektare. 

Dalam Perda RTRW, pemprov komit tak menambah luasan pertambangan. Kawasan peruntukan emas hitam dikunci seluas 5,22 juta hektare atau setara 46 persen luas Kaltim. Angka itu sesuai dengan luasan izin yang telah diterbitkan sekarang. Merujuk data Distamben Kaltim terdapat 1.404 IUP dan 30 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

Seiring waktu luasan pertambangan juga akan menyusut. Itu lantaran masa berlaku izin usaha pertambangan (IUP) yang habis, belum berstatus clean and clear (CnC), dan izin masih berlaku namun tidak beroperasi lagi, sehingga dilakukan pengakhiran. Di samping itu, menyesuaikan aturan. Terlebih, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menuturkan, 826 IUP yang terbentang di sekujur Bumi Mulawarman siap dicabut. Dari situ, lahan yang “diselamatkan” mencapai 2,48 juta hektare. Lahan dari konsesi yang habis atau dicabut akan dikembalikan kepada penerbit izin dalam hal ini negara. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). Dengan demikian, dalam waktu dekat, luas kawasan pertambangan hanya tersisa 2,74 hektare.

Sebelum perda itu terbit, Pergub 13/2015 tentang Penataan Pemberian Izin dan Non Perizinan serta Penyempurnaan Tata Kelola Perizinan di Sektor Pertambangan, Kehutanan, dan Perkebunan Kelapa Sawit di Kaltim telah lebih dulu ditelurkan. “Tidak ada lagi izin baru,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kaltim Diddy Rusdiansyah mengatakan, adanya klarifikasi tata ruang menjamin tak terjadinya dobel penerbitan izin dalam suatu lokasi. Itu berkaca pengalaman lalu banyak ditemukan tumpang-tindih lahan sesama usaha karena tak ada koordinasi lintas-sektor. Pemegang izin eksplorasi hanya diberi tujuh tahun untuk meningkatkan ke OP. Ketika lewat, dipastikan pelayanan terhadap izin tersebut tak diladeni. “Makanya nanti tinggal fokus mengawasi 578 izin (total IUP sekarang 1.404 dikurangi 826 izin yang akan berpotensi dicabut),” sebutnya.

Diketahui, areal pertanian di Desa Mulawarman, Kukar, pun dilenyapkan pelan-pelan. Berubah menjadi ladang batu bara di bawah konsesi dua perusahaan. Sebelumnya, desa yang dihuni 3 ribu jiwa itu memiliki 526 hektare sawah. Lahan yang subur dengan irigasi mantap karena mampu menghasilkan 5 ton gabah per hektare setiap panen. Desa Mulawarman bahkan pernah ditetapkan sebagai lumbung padi pada 1991.

Sekarang sawah di desa itu tersisa 12 hektare. Plus 68 hektare permukiman, Desa Mulawarman tersisa 80 hektare. Desa Mulawarman pun hampir lenyap karena dikelilingi pertambangan. Warga mengaku kesulitan air bersih, terkena polusi debu, dan tak memiliki mata pencaharian. Mereka memohon direlokasi. Gubernur yang mengunjungi Desa Mulawarman pada Selasa (18/4) mempertimbangkan permintaan itu. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 01:37

Libur Panjang Reduksi Kepadatan

SAMARINDA  –  Kebijakan pemerintah memberi porsi besar untuk cuti bersama pada periode…

Minggu, 17 Juni 2018 01:26

Ambulans saat Lebaran

SETELAH salat Idulfi tri, dari Balikpapan saya dan keluarga langsung bertolak ke Sangasanga, Kutai Kartanegara.…

Minggu, 17 Juni 2018 01:20

Perjalanan Via Darat, Waspada Mobil Terbakar

ANCAMAN  dalam setiap perjalanan darat, termasuk saat arus balik, bisa menimpa siapa saja. Tragedi…

Minggu, 17 Juni 2018 01:11

Minimalisir Kebakaran, Remajakan Listrik Setiap 15 Tahun

SANGATTA  -  Musibah tak mengenal momen. Perayaan Idulfitri hari kedua di Sangatta, diwarnai…

Minggu, 17 Juni 2018 01:08

Siapa pun yang Menang, Rakyat Korbannya

Seandainya koalisi tidak melancarkan serangan besar-besaran ke Al Hudaida pekan lalu, dunia mungkin…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:00

Libur Lebaran, Wisata Tirta Bakal Ramai

KALTIM menyimpan banyak destinasi wisata yang tak kalah menarik dan indah dengan tempat-tempat di luar…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:00

Mobil Terbakar setelah Mogok, Truk BBM Terguling Tak Terkendali

SAMARINDA – Sementara banyak umat Islam merayakan Hari Kemenangan dan penuh sukacita, sebagian…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:34

Tinggal Puing setelah Salat

MUSIBAH  tak dapat terelakkan meski momen Idulfitri sekalipun. Jika sebagian besar warga melewati…

Sabtu, 16 Juni 2018 01:12

2022 Mulai Tidak Kompak

PEMERINTAH boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi, jika penyatuan…

Jumat, 15 Juni 2018 02:31

Kegembiraan Tak Berlebih, Lebaran Bukan Sekadar Baju Baru dan Penganan Melimpah

Suasana serba-baru sudah lumrah setiap Lebaran. Busana yang masih tajam aroma tokonya hingga rumah yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .