MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 10:14
Padahal Hak Istimewa Kaum Hawa, Cuti Haid Masih Minim Sosialisasi

PROKAL.CO, Cuti haid. Libur ini diatur undang-undang. Namun, banyak yang belum tahu. Dan banyak pula pekerja perempuan yang tak mendapatkan izin untuk cuti ini. Berikut hasil riset Tim Survei Kaltim Post seputar implementasi cuti haid pada peringatan Hari Kartini, 21 April.

SEJUMLAH perusahaan besar sudah menerapkan cuti haid. Pertamina, Misalnya. Seperti diakui Manager Communication and Relations, PT Pertamina area Kalimantan, Alicia Irzanova. “Satu hari dalam sebulan, perempuan diberi hak cuti haid. Pertamina menerapkan. Namun, tidak banyak yang mengambil cuti karena tidak merasa bermasalah dengan haidnya,” ungkap Alice, sapaannya, kepada Kaltim Post, Kamis (20/4).

Dia mengatakan, aturan tersebut tidaklah berlebihan. Sebab, pada beberapa perempuan saat siklus haid tiba merasakan gangguan yang sangat menyiksa. Bila dipaksa bekerja pun, hasilnya tak akan maksimal. Bahkan, bisa jadi membahayakan saat melakukan aktivitas di lapangan. Jadi, Alice menyebut hak cuti yang diberikan masih dalam batas wajar. Akan tetapi, dia mengakui masih terdapat beberapa kendala. Hal utama saat mengajukan izin kepada atasan laki-laki. “Padahal sudah pasti diizinkan karena memang hak saya. Tapi, jadi sungkan,” kata dia.

Kendala lain, menurut Alice, hak cuti haid ini belum tersampaikan secara luas. Tak heran bila banyak pekerja tidak mengetahui adanya aturan ini.

Selain Pertamina, cuti haid ini juga diterapkan di Bank Negara Indonesia (BNI). Hal tersebut dikatakan Pemimpin Bidang Pemasaran dan Bisnis BNI Samarinda Anita Indriyani. Perempuan yang sebelumnya menjabat pemimpin Bidang Pembinaan, Kantor Layanan BNI Samarinda, ini mengatakan aturan tentang cuti haid sudah diatur dalam perjanjian kerja bersama (PKB) antara BNI dan pegawai, khususnya karyawati. Namun, dia mengatakan jarang para karyawati memanfaatkan cuti tersebut.

“Banyak yang menganggap haid tidak terlalu mengganggu. Tapi ada juga yang merasakan sakit sehingga tidak maksimal bekerja. Namun, kebanyakan mengajukan surat izin karena sakit. Tidak spesifik karena haid,” beber Anita.

Dalam PKB yang disepakati, cuti haid diberikan selama dua hari. Lebih dari itu, karyawan diminta menunjukkan surat keterangan dari dokter.

Secara pribadi, Anita berpendapat aturan tersebut agak berlebihan. Apalagi di bidang pekerjaan yang ia geluti yakni layanan jasa perbankan. “Sebenarnya, siklus haid ini anugerah. Memang terkadang tidak nyaman, tapi harus tetap dinikmati. Sebagai perempuan karier yang ingin disamakan haknya dengan laki-laki, kewajiban juga harus dipenuhi,” sebut dia.

Dia mengatakan, hal tersebut berpengaruh terhadap kinerja dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan. Apalagi saat pekerjaan tersebut menuntut target-target tertentu.

“Bayangkan saat pegawai bank yang kebanyakan perempuan mengajukan cuti haid bersamaan. Pelayanan ke masyarakat tidak maksimal karena SDM terbatas. Belum lagi persaingan bisnis perbankan saat ini semakin ketat,” paparnya.

Meski demikian, dia tetap menghormati aturan yang telah dibuat. Anita pun memahami, hak istimewa ini diberikan agar para perempuan yang bekerja pun tetap bisa nyaman.

SURVEI

Tim Riset Kaltim Post melakukan jajak pendapat kepada 95 responden pekerja perempuan. Sebanyak 65,3 persen merupakan karyawan swasta. Sisanya pegawai negeri. Beberapa pertanyaan diajukan seputar emansipasi dalam lingkup pekerjaan. Ditambah aturan mengenai cuti haid yang menjadi hak pekerja perempuan.

Dari total seluruh responden, 22,1 persen mengatakan pernah merasa dibedakan di lingkungan kerja. Secara spesifik, sebanyak 45 persen mengatakan bahwa mereka tak dipercaya untuk bekerja menggunakan fisik berlebihan. Sementara itu, 25 persen mengaku perlakuan yang diterima karena dianggap lemah, 11 persen merasa ruang lingkup kerja terbatas, dan 19 persen menyebut terlalu diutamakan.

“Lalu, kami bertanya apakah pernah mendengar bahwa perempuan dalam masa haid diperbolehkan mengambil cuti? Mayoritas responden sebanyak 51,6 persen menjawab tidak pernah,” ucap Koordinator Tim Riset Kaltim Post Rizky Rizkyawandy, beberapa waktu lalu.

Padahal, aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Tepatnya pada Pasal 81. Bahkan, kata dia, 86,3 persen dari responden menyebut bahwa tempat mereka bekerja tidak menerapkan cuti haid. (lihat grafis). (*/roe/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 10:53

PETAKA DI KALTARA...!! Speedboat Terbalik, Belasan Penumpang Tewas

TARAKAN – Selasa (25/7) pagi, langit Tarakan yang cerah tak menunjukkan firasat apapun. Terik…

Rabu, 26 Juli 2017 10:48
Speedboat Tenggelam di Perairan Tarakan

KSOP Klaim sesuai Kapasitas

KECELAKAAN speedboat Rejeki Baru Kharisma kemarin, tak hanya membuat korban selamat trauma, tapi juga…

Rabu, 26 Juli 2017 10:37

Inspektur Heran Masalah Keuangan di Sekwan

BALIKPAPAN – Kisruh dugaan pelanggaran penggunaan anggaran di Sekretariat DPRD (Sekwan) Balikpapan…

Rabu, 26 Juli 2017 10:34

HIV dalam Kaleng dari Thailand

PERNAH mendapat pesan berantai ini; ”Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Assalammualaikum Wr…

Rabu, 26 Juli 2017 10:30

Jika “Beruntung”, saat Landing Langsung Disambut Singa

Juli–Oktober adalah saat yang tepat untuk bersafari ke Masai Mara. Saat itulah, hewan-hewan bermigrasi…

Rabu, 26 Juli 2017 10:24

Dihukum karena Punya 24 Istri

PUNYA banyak istri tak melulu menghadirkan cerita bahagia bagi si suami. Buktinya harus berhadapan dengan…

Selasa, 25 Juli 2017 10:28

TERNYATA..!! Penambang Batu Bara Dominan Pengemplang

BALIKPAPAN – Sektor pertambangan batu bara mendominasi jumlah tunggakan pajak. Ini seperti dicatatkan…

Selasa, 25 Juli 2017 10:24

Begini Modifikasi Modus Tipu-Tipu di Dunia Maya

Penjahat dunia maya terus “memodifikasi” modus kejahatan mereka. Bukan lagi sebagai penjual…

Selasa, 25 Juli 2017 10:18
Dalam Sidang yang Sepi, Trio Pembunuh Juragan Angkot Dituntut 20 Tahun

Merasa Tuntutan Setimpal, Tetap Minta Keringanan

Setelah 55 hari sejak sidang perdana, kemarin (24/7), pembunuh satu keluarga di Gang Merpati, RT 31,…

Selasa, 25 Juli 2017 10:14

NAH KAN..!! Ternyata Tol Belum Bebas Hambatan di Tahura

SAMARINDA – Trase Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang membelah Taman Hutan Raya (Tahura)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .