MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 10:10
Emosi Tinggi Jelang Menstruasi
-ilustrasi

PROKAL.CO, PEREMPUAN sebulan sekali mendapatkan masa menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika meluruhnya dinding rahim. Penyebabnya, sel telur yang tidak dibuahi. Mekanisme tubuh bisa mengalami menstruasi banyak disebabkan hormon estrogen dan progesteron. Imbas perubahan hormon ini, perempuan juga kerap mengalami rasa tidak nyaman di tubuh dan emosi mereka yang naik-turun.

Spesialis obgyn, dr Fernando TT Sitorus, menjelaskan terkait sebelum perempuan merasakan menstruasi. Sekitar 14 hari sebelumnya, indung telur melepaskan hormon kunci kehamilan alias progesteron. Adanya progesteron bisa memengaruhi hormon lain seperti serotonin yang bertugas mengatur mood.  Saat itu juga, tubuh menyiapkan rahim untuk dibuahi atau pada masa pramenstruasi. “Adanya perubahan hormon ini, sangat berpengaruh bagi emosional perempuan. Hal ini wajar,” terangnya.

Nah, ketika sel telur tak kunjung dibuahi, produksi estrogen dan progesteron menurun. Terjadilah menstruasi yang juga disebabkan adanya hormon prostaglandin. Hormon tersebut membantu pelepasan jaringan dan darah ekstra yang menumpuk di rahim. Prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Jadi, perempuan kerap merasa sakit saat menstruasi. Setiap tubuh perempuan kondisinya berbeda-beda, sehingga nyeri yang dirasakan juga berbeda-beda. Selain prostaglandin, keparahan nyeri juga disebabkan stres atau pola hidup perempuan.

Dismenore adalah istilah rasa sakit saat menstruasi. Dalam dunia kedokteran, ada empat tingkatan sakit. Pertama, sakit ringan dan bisa hilang sendiri. Kedua, harus minum obat baru hilang. Ketiga, harus tidur dan istirahat beberapa hari serta konsumsi obat. Kemudian, yang keempat harus dirawat di rumah sakit. Meminimalisasi nyeri, bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat atau mengompres perut dengan air hangat. Dengan demikian, perut akan terasa lebih ringan dan nyeri bisa diminimalisasi. Mengonsumsi sayur dan cukup air adalah salah satu caranya.

“Tetapi kalau nyeri sangat hebat sampai tidak bisa beraktivitas, mesti dicek ke dokter. Sebab, berisiko ada gangguan lain,” jelasnya belum lama ini. Biasanya, rasa nyeri berlebih saat menstruasi bisa disebabkan penyakit endometriosis, infeksi, miom, dan lainnya yang berhubungan dengan rahim. Untuk mengetahui penyakit ini, harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Efek lain adalah emosi yang naik-turun menjelang menstruasi. Ini bukan hal aneh. Perempuan wajar merasakannya. Sebab, itu termasuk mekanisme tubuh yang disebabkan hormon. Namun, bagaimana manajemen emosi agar tidak meledak-ledak itu yang wajib dilakukan. Psikolog klinis di Samarinda Ayunda Ramadani memaparkan beberapa manajemen agar terhindar dari stres berkepanjangan.

“Jangan menumpuk tugas dan pekerjaan. Sebab, hal ini biasanya menyebabkan stres,” ucap Ayunda.

Dia mengatakan, stres tidak hanya membuat emosi negatif meluap. Tetapi juga membuat tubuh mencari pengalihan, biasanya makan adalah jawabannya. Maka, perempuan juga kerap mengalami emotional eating. Alias makan yang disebabkan emosi dan jadi kompensasi tubuh untuk mendapatkan kesenangan. Selain tak menumpuk tugas, ketika di puncak emosi, mengalihkan diri dari penyebab emosi atau perkelahian juga jadi caranya. Memberikan waktu diri sendiri untuk rileks adalah pilihan tepat.“Tarik napas dalam-dalam juga harus dilakukan. Dengan begitu, oksigen banyak ke otak dan jadi rileks pikiran,” kata Ayunda. (*/nyc/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 13:00

HAYUUU...!! OTT TPK Palaran Melebar, Bareskrim Incar Elite Samarinda

JAKARTA – Bola liar dari operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) yang dilakukan Koperasi…

Kamis, 27 April 2017 12:58

Tujuh Kabupaten/Kota Dukung Makmur Jadi Cawagub, Rita Hadapi Perang Terbuka

SAMARINDA – Angin kencang menggoyang pohon beringin Partai Golkar. Tujuh pengurus kabupaten/kota,…

Kamis, 27 April 2017 12:56

SELAMAT..!! 1.893 Siswa Masuk Unmul

SAMARINDA – Tahap pertama seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sudah diumumkan…

Kamis, 27 April 2017 10:55

TETANGGA PANAS, JONG-UN SANTAI

MILITER Amerika Serikat dan Korea Selatan (Korsel) pamer kekuatan perang di zona demiliterisasi, Pocheon,…

Kamis, 27 April 2017 10:41
Mampir di Turki setelah Referendum (2-Habis)

Aturan Ketat, Panen Power Bank

Jalan yang basah di depan Hotel Ramada, Istanbul, Turki. Waktu menunjukkan lima menit lagi pukul 06.00.…

Kamis, 27 April 2017 10:37

Petinggi Bell Apresiasi Progres Pulau Kumala

LONDON - Kutai Kartanegara (Kukar) semakin kencang berlari. Kabupaten ini terus membuat catatan manis…

Kamis, 27 April 2017 10:34

Ajak Murid Bercinta, Guru Dilarang Mengajar

SEORANG guru mestinya menjadi teladan bagi para murid atau anak didiknya. Namun, beda halnya yang terjadi…

Rabu, 26 April 2017 13:09

Bareskrim Sasar Penyembunyi Jafar

JAKARTA – Upaya praperadilan dari Jafar Abdul Gaffar bukan halangan bagi Bareskrim Mabes Polri…

Rabu, 26 April 2017 13:00

Ini Dia Efek Positif OTT Komura

SAMARINDA – Ramadan sebulan lagi. Volatilitas harga, utamanya kebutuhan pokok, rawan terjadi pada…

Rabu, 26 April 2017 09:59

Sejak OTT TPK Palaran, Pria Ini Prihatin Nasib TKBM

Hingga kini, proses hukum seputar kasus pungutan liar (pungli) oleh Koperasi Samudera Sejahtera (Komura)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .