MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 10:10
Emosi Tinggi Jelang Menstruasi
-ilustrasi

PROKAL.CO, PEREMPUAN sebulan sekali mendapatkan masa menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika meluruhnya dinding rahim. Penyebabnya, sel telur yang tidak dibuahi. Mekanisme tubuh bisa mengalami menstruasi banyak disebabkan hormon estrogen dan progesteron. Imbas perubahan hormon ini, perempuan juga kerap mengalami rasa tidak nyaman di tubuh dan emosi mereka yang naik-turun.

Spesialis obgyn, dr Fernando TT Sitorus, menjelaskan terkait sebelum perempuan merasakan menstruasi. Sekitar 14 hari sebelumnya, indung telur melepaskan hormon kunci kehamilan alias progesteron. Adanya progesteron bisa memengaruhi hormon lain seperti serotonin yang bertugas mengatur mood.  Saat itu juga, tubuh menyiapkan rahim untuk dibuahi atau pada masa pramenstruasi. “Adanya perubahan hormon ini, sangat berpengaruh bagi emosional perempuan. Hal ini wajar,” terangnya.

Nah, ketika sel telur tak kunjung dibuahi, produksi estrogen dan progesteron menurun. Terjadilah menstruasi yang juga disebabkan adanya hormon prostaglandin. Hormon tersebut membantu pelepasan jaringan dan darah ekstra yang menumpuk di rahim. Prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Jadi, perempuan kerap merasa sakit saat menstruasi. Setiap tubuh perempuan kondisinya berbeda-beda, sehingga nyeri yang dirasakan juga berbeda-beda. Selain prostaglandin, keparahan nyeri juga disebabkan stres atau pola hidup perempuan.

Dismenore adalah istilah rasa sakit saat menstruasi. Dalam dunia kedokteran, ada empat tingkatan sakit. Pertama, sakit ringan dan bisa hilang sendiri. Kedua, harus minum obat baru hilang. Ketiga, harus tidur dan istirahat beberapa hari serta konsumsi obat. Kemudian, yang keempat harus dirawat di rumah sakit. Meminimalisasi nyeri, bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat atau mengompres perut dengan air hangat. Dengan demikian, perut akan terasa lebih ringan dan nyeri bisa diminimalisasi. Mengonsumsi sayur dan cukup air adalah salah satu caranya.

“Tetapi kalau nyeri sangat hebat sampai tidak bisa beraktivitas, mesti dicek ke dokter. Sebab, berisiko ada gangguan lain,” jelasnya belum lama ini. Biasanya, rasa nyeri berlebih saat menstruasi bisa disebabkan penyakit endometriosis, infeksi, miom, dan lainnya yang berhubungan dengan rahim. Untuk mengetahui penyakit ini, harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Efek lain adalah emosi yang naik-turun menjelang menstruasi. Ini bukan hal aneh. Perempuan wajar merasakannya. Sebab, itu termasuk mekanisme tubuh yang disebabkan hormon. Namun, bagaimana manajemen emosi agar tidak meledak-ledak itu yang wajib dilakukan. Psikolog klinis di Samarinda Ayunda Ramadani memaparkan beberapa manajemen agar terhindar dari stres berkepanjangan.

“Jangan menumpuk tugas dan pekerjaan. Sebab, hal ini biasanya menyebabkan stres,” ucap Ayunda.

Dia mengatakan, stres tidak hanya membuat emosi negatif meluap. Tetapi juga membuat tubuh mencari pengalihan, biasanya makan adalah jawabannya. Maka, perempuan juga kerap mengalami emotional eating. Alias makan yang disebabkan emosi dan jadi kompensasi tubuh untuk mendapatkan kesenangan. Selain tak menumpuk tugas, ketika di puncak emosi, mengalihkan diri dari penyebab emosi atau perkelahian juga jadi caranya. Memberikan waktu diri sendiri untuk rileks adalah pilihan tepat.“Tarik napas dalam-dalam juga harus dilakukan. Dengan begitu, oksigen banyak ke otak dan jadi rileks pikiran,” kata Ayunda. (*/nyc/far/k8)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…

Senin, 23 April 2018 10:02

Terjadi Gempa Susulan, Warga Waswas

BANJARNEGARA – Gempa-gempa susulan terus mengguncang wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara…

Senin, 23 April 2018 10:01
Nabi Tajima, Orang Tertua di Dunia yang Meninggal di Usia 117 Tahun

Diyakini Miliki 160 Keturunan, Cucunya Pun Punya Buyut

Rencana memasukkan Nabi Tajima dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua…

Minggu, 22 April 2018 09:04

Imigran Tuntut Kebebasan

BALIKPAPAN – Aksi pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan berlanjut. Pantauan…

Minggu, 22 April 2018 09:00

Dua Pekan Periksa Pipa Pertamina

BALIKPAPAN - Dominasi arah kebijakan pemerintah pada korporasi badan usaha milik negara (BUMN) semakin…

Minggu, 22 April 2018 08:58

214 Perempuan Menyelam, Kibarkan Bendera

SITUBONDO - Hari Kartini kemarin (21/4) menjadi momen bersejarah bagi Pramuka Saka Bahari Lantamal V.…

Minggu, 22 April 2018 08:54

Nikah Dini, Berpotensi Jomlo Lagi

BALIKPAPAN - Maraknya kasus perkawinan anak di bawah umur membuat pemerintah gelisah. Salah satu opsi…

Minggu, 22 April 2018 08:52

TERUS DISERBU ASING..!! Dosen Asing Digaji Rp 65 Juta

JAKARTA - Kabar impor dosen asing oleh pemerintah semakin heboh. Sebab, ditambah informasi bahwa dosen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .