MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 10:10
Emosi Tinggi Jelang Menstruasi
-ilustrasi

PROKAL.CO, PEREMPUAN sebulan sekali mendapatkan masa menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika meluruhnya dinding rahim. Penyebabnya, sel telur yang tidak dibuahi. Mekanisme tubuh bisa mengalami menstruasi banyak disebabkan hormon estrogen dan progesteron. Imbas perubahan hormon ini, perempuan juga kerap mengalami rasa tidak nyaman di tubuh dan emosi mereka yang naik-turun.

Spesialis obgyn, dr Fernando TT Sitorus, menjelaskan terkait sebelum perempuan merasakan menstruasi. Sekitar 14 hari sebelumnya, indung telur melepaskan hormon kunci kehamilan alias progesteron. Adanya progesteron bisa memengaruhi hormon lain seperti serotonin yang bertugas mengatur mood.  Saat itu juga, tubuh menyiapkan rahim untuk dibuahi atau pada masa pramenstruasi. “Adanya perubahan hormon ini, sangat berpengaruh bagi emosional perempuan. Hal ini wajar,” terangnya.

Nah, ketika sel telur tak kunjung dibuahi, produksi estrogen dan progesteron menurun. Terjadilah menstruasi yang juga disebabkan adanya hormon prostaglandin. Hormon tersebut membantu pelepasan jaringan dan darah ekstra yang menumpuk di rahim. Prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Jadi, perempuan kerap merasa sakit saat menstruasi. Setiap tubuh perempuan kondisinya berbeda-beda, sehingga nyeri yang dirasakan juga berbeda-beda. Selain prostaglandin, keparahan nyeri juga disebabkan stres atau pola hidup perempuan.

Dismenore adalah istilah rasa sakit saat menstruasi. Dalam dunia kedokteran, ada empat tingkatan sakit. Pertama, sakit ringan dan bisa hilang sendiri. Kedua, harus minum obat baru hilang. Ketiga, harus tidur dan istirahat beberapa hari serta konsumsi obat. Kemudian, yang keempat harus dirawat di rumah sakit. Meminimalisasi nyeri, bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat atau mengompres perut dengan air hangat. Dengan demikian, perut akan terasa lebih ringan dan nyeri bisa diminimalisasi. Mengonsumsi sayur dan cukup air adalah salah satu caranya.

“Tetapi kalau nyeri sangat hebat sampai tidak bisa beraktivitas, mesti dicek ke dokter. Sebab, berisiko ada gangguan lain,” jelasnya belum lama ini. Biasanya, rasa nyeri berlebih saat menstruasi bisa disebabkan penyakit endometriosis, infeksi, miom, dan lainnya yang berhubungan dengan rahim. Untuk mengetahui penyakit ini, harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Efek lain adalah emosi yang naik-turun menjelang menstruasi. Ini bukan hal aneh. Perempuan wajar merasakannya. Sebab, itu termasuk mekanisme tubuh yang disebabkan hormon. Namun, bagaimana manajemen emosi agar tidak meledak-ledak itu yang wajib dilakukan. Psikolog klinis di Samarinda Ayunda Ramadani memaparkan beberapa manajemen agar terhindar dari stres berkepanjangan.

“Jangan menumpuk tugas dan pekerjaan. Sebab, hal ini biasanya menyebabkan stres,” ucap Ayunda.

Dia mengatakan, stres tidak hanya membuat emosi negatif meluap. Tetapi juga membuat tubuh mencari pengalihan, biasanya makan adalah jawabannya. Maka, perempuan juga kerap mengalami emotional eating. Alias makan yang disebabkan emosi dan jadi kompensasi tubuh untuk mendapatkan kesenangan. Selain tak menumpuk tugas, ketika di puncak emosi, mengalihkan diri dari penyebab emosi atau perkelahian juga jadi caranya. Memberikan waktu diri sendiri untuk rileks adalah pilihan tepat.“Tarik napas dalam-dalam juga harus dilakukan. Dengan begitu, oksigen banyak ke otak dan jadi rileks pikiran,” kata Ayunda. (*/nyc/far/k8)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 12:52
BREAKING NEWS

Wagub Kaltim Tutup Usia, Begini Testimoni Rita Widyasari

SAMARINDA- Berpulangnya Wakil Gubernur Kaltim, H Mukmin Faisyal HP menyisakan duka bagi keluarga. Tokoh-tokoh…

Kamis, 21 September 2017 12:40

AKHIRNYA..!! Wagub Lepas dari Koma

JAKARTA – Kabar positif datang dari ruang perawatan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Mukmin Faisyal.…

Kamis, 21 September 2017 12:30

YESS...!! Bergairah setelah Negatif Dua Tahun

SAMARINDA – Tren Ekonomi Kaltim negatif dua tahun terakhir. Pada 2015 minus 1,21 persen. Membaik…

Kamis, 21 September 2017 10:13

RASAKAN..!! Bos Produsen PCC Ditangkap

JAKARTA – Kasus peredaran pil PCC (paracetamol, cafein dan carisoprodol) memasuki babak akhir.…

Kamis, 21 September 2017 09:43

Pembuat Hoax Mencatut Ustaz

JUMLAH umat Islam yang sangat besar di Indonesia menjadi sasaran empuk para produsen hoax. Mereka tidak…

Kamis, 21 September 2017 09:41

Ditangani para Murid, Tolak Ahli dari Jerman dan Australia

Salah satu tokoh penting dalam sejarah operasi jantung di Indonesia adalah Prof Dr Med Puruhito, dr,…

Kamis, 21 September 2017 09:37

Istri Stroke, Suami Kepincut Perempuan Lain

ROMANSA cinta Bedu dan Karin masih hangat terasa hingga tahun keempat pernikahan. Hampir saban hari…

Rabu, 20 September 2017 10:35

SANGAT TAK DISIPLIN..!! 640 Menit, 6.931 Pelanggar di Jalan

BERKENDARA di jalan raya tak boleh sembarangan. Keselamatan wajib diutamakan. Di Kaltim, kesadaran berlalu…

Rabu, 20 September 2017 10:28

Said Amin Kembali Nakhodai PP Kaltim

SAMARINIDA – Rapat pleno dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Pancasila (PP) Kaltim VII berakhir…

Rabu, 20 September 2017 10:26

Pemprov-DPRD Berkonspirasi, Akhirnya Masjid Itu Dibangun Juga

SAMARINDA – Rencana pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda, tak terbendung. DPRD Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .