MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 10:10
Emosi Tinggi Jelang Menstruasi
-ilustrasi

PROKAL.CO, PEREMPUAN sebulan sekali mendapatkan masa menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika meluruhnya dinding rahim. Penyebabnya, sel telur yang tidak dibuahi. Mekanisme tubuh bisa mengalami menstruasi banyak disebabkan hormon estrogen dan progesteron. Imbas perubahan hormon ini, perempuan juga kerap mengalami rasa tidak nyaman di tubuh dan emosi mereka yang naik-turun.

Spesialis obgyn, dr Fernando TT Sitorus, menjelaskan terkait sebelum perempuan merasakan menstruasi. Sekitar 14 hari sebelumnya, indung telur melepaskan hormon kunci kehamilan alias progesteron. Adanya progesteron bisa memengaruhi hormon lain seperti serotonin yang bertugas mengatur mood.  Saat itu juga, tubuh menyiapkan rahim untuk dibuahi atau pada masa pramenstruasi. “Adanya perubahan hormon ini, sangat berpengaruh bagi emosional perempuan. Hal ini wajar,” terangnya.

Nah, ketika sel telur tak kunjung dibuahi, produksi estrogen dan progesteron menurun. Terjadilah menstruasi yang juga disebabkan adanya hormon prostaglandin. Hormon tersebut membantu pelepasan jaringan dan darah ekstra yang menumpuk di rahim. Prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Jadi, perempuan kerap merasa sakit saat menstruasi. Setiap tubuh perempuan kondisinya berbeda-beda, sehingga nyeri yang dirasakan juga berbeda-beda. Selain prostaglandin, keparahan nyeri juga disebabkan stres atau pola hidup perempuan.

Dismenore adalah istilah rasa sakit saat menstruasi. Dalam dunia kedokteran, ada empat tingkatan sakit. Pertama, sakit ringan dan bisa hilang sendiri. Kedua, harus minum obat baru hilang. Ketiga, harus tidur dan istirahat beberapa hari serta konsumsi obat. Kemudian, yang keempat harus dirawat di rumah sakit. Meminimalisasi nyeri, bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat atau mengompres perut dengan air hangat. Dengan demikian, perut akan terasa lebih ringan dan nyeri bisa diminimalisasi. Mengonsumsi sayur dan cukup air adalah salah satu caranya.

“Tetapi kalau nyeri sangat hebat sampai tidak bisa beraktivitas, mesti dicek ke dokter. Sebab, berisiko ada gangguan lain,” jelasnya belum lama ini. Biasanya, rasa nyeri berlebih saat menstruasi bisa disebabkan penyakit endometriosis, infeksi, miom, dan lainnya yang berhubungan dengan rahim. Untuk mengetahui penyakit ini, harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Efek lain adalah emosi yang naik-turun menjelang menstruasi. Ini bukan hal aneh. Perempuan wajar merasakannya. Sebab, itu termasuk mekanisme tubuh yang disebabkan hormon. Namun, bagaimana manajemen emosi agar tidak meledak-ledak itu yang wajib dilakukan. Psikolog klinis di Samarinda Ayunda Ramadani memaparkan beberapa manajemen agar terhindar dari stres berkepanjangan.

“Jangan menumpuk tugas dan pekerjaan. Sebab, hal ini biasanya menyebabkan stres,” ucap Ayunda.

Dia mengatakan, stres tidak hanya membuat emosi negatif meluap. Tetapi juga membuat tubuh mencari pengalihan, biasanya makan adalah jawabannya. Maka, perempuan juga kerap mengalami emotional eating. Alias makan yang disebabkan emosi dan jadi kompensasi tubuh untuk mendapatkan kesenangan. Selain tak menumpuk tugas, ketika di puncak emosi, mengalihkan diri dari penyebab emosi atau perkelahian juga jadi caranya. Memberikan waktu diri sendiri untuk rileks adalah pilihan tepat.“Tarik napas dalam-dalam juga harus dilakukan. Dengan begitu, oksigen banyak ke otak dan jadi rileks pikiran,” kata Ayunda. (*/nyc/far/k8)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 09:47

Manis Batu Bara Masih di Atas Saja

Membaiknya harga batu bara belum bisa mengembalikan perputaran roda ekonomi Kaltim. Masih sulit rebound…

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

KEJI..!! Mereka Ini Membabi Buta Tembaki Orangutan

SANGATTA – Pelaku penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kecamatan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:57

Dilarang Terima Konsumen Baru

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim mengambil sikap kepada…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Menambang Ilegal di Konsesi PKP2B

SAMARINDA – Penambangan batu bara ilegal sepertinya sulit dicegah. Di Samarinda, aktivitas terlarang…

Minggu, 18 Februari 2018 08:52

Cari yang Langka karena Spesialis Bedah Sudah Banyak

Tak hanya langka dalam spesialisasi, Achmad Arifin tergolong langka dari dokter kebanyakan untuk urusan…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:18
NANAS BERUJUNG BERINGAS

Tembak Orangutan, Satu Keluarga Tersangka

Penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) berhasil diungkap tim gabungan Polres Kutim dan Polda…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:02

Berkebun di TNK, Sanksinya Pidana

Tangan perambah mencengkeram Taman Nasional Kutai (TNK). Kadang berlindung di balik upaya bertahan hidup.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:01

TNK, Antara Konservasi dan Eksploitasi

Fauna TNK memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Baik tingkat genetik, spesies, maupun ekosistem.Terdapat…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:48

Pukulan Telak Upaya Konservasi

TAHUN  2018 baru start. Dan Kalimantan memberikan dua pukulan telak terhadap upaya konservasi orangutan.…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:38
Masalah di TNK, Bukan Persoalan Kemarin Sore

Tak Satu Visi, Ada yang Punya Kepentingan

DITEMUKANNYA  orangutan dengan 130 peluru bersarang di tubuhnya menambah daftar problematika di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .