MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 21 April 2017 10:09
AS Minta Perdagangan yang Adil

PROKAL.CO, JAKARTA  – Hubungan dagang menjadi hal utama yang dibahas Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence saat menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (20/4). AS menginginkan hubungan ekonomi antara kedua negara berlangsung secara privat alias bilateral. Tawaran itu disepakati Indonesia.

Setelah tiba Rabu (19/4) malam, kemarin pagi sekitar pukul 10.00, Pence tiba di halaman Istana Merdeka. Dia mengajak serta istrinya, Karen, dan kedua putrinya, Audrey dan Charlotte. Mereka tiba menggunakan dua mobil SUV berwarna hitam. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyambut kedatangan Pence di sayap kanan Istana Merdeka.

Pence dan Karen memperkenalkan dua putrinya kepada Jokowi. Dia juga tertarik melihat anak-anak yang mengenakan baju adat. Menangkap isyarat itu, Jokowi dan Iriana pun memanggil beberapa anak dan diperkenalkan kepada Pence dan memberikan penjelasan mengenai pakaian yang dikenakan.

Karena tidak ada pembicaraan bilateral, Jokowi hanya mengajak Pence berbincang di beranda belakang Istana Merdeka. Perbincangan itu diselingi kicauan ratusan burung yang bersarang di pucuk-pucuk pohon kompleks Istana Kepresidenan. Sementara itu, Iriana mengajak Karen melihat pameran budaya Indonesia di Istana Negara.

Dalam pernyataan pers bersama, Jokowi mengatakan bahwa itu merupakan pertemuan pertamanya dengan pemerintahan baru Amerika Serikat. ’’Namun, komunikasi melalui telepon telah saya lakukan dengan Presiden Donald Trump sejak Januari lalu,’’ ujarnya.

Jokowi menuturkan, AS telah berkomitmen meningkatkan strategic partnership atau kemitraan strategis dengan Indonesia, khususnya dalam bidang-bidang kerja sama dan investasi. ’’Bulan depan akan ada tim yang membahas pengaturan perdagangan dan investasi bilateral berdasarkan prinsip win-win solution,’’ lanjutnya. Di luar itu, kedua negara sepakat menguatkan kerja sama di bidang perdamaian.

Berdasar data Kementerian Perdagangan, total perdagangan kedua negara pada 2016 mencapai USD 23,439 miliar. Ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 16,14 miliar, sedangkan ekspor AS ke Indonesia USD 7,298 miliar. Indonesia mengalami surplus USD 8,84 miliar. ’’Kami percaya, kita masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan hubungan perdagangan secara bebas dan adil,’’ ujar Pence.

                Di luar isu perdagangan, Pence memastikan kedua negara akan melanjutkan kolaborasi di bidang keamanan. Khususnya, dalam mencegah dan menanggulangi aksi teror. Dia dan Trump sudah membahas tentang aksi bom di Jakarta awal 2016 dan akan terus bekerja bersama Indonesia dalam mempertahankan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Pence juga menyinggung mengenai Islam di Indonesia. ’’Tradisi Islam modern Indonesia menginspirasi dunia,’’ ucapnya.

Setelah bertemu Jokowi, Pence melakukan pertemuan bilateral dengan Wapres Jusuf Kalla siang kemarin di Istana Wakil Presiden. Pertemuan itu diikuti Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dalam pertemuan tersebut, JK menceritakan Pence datang tepat waktu setelah Pilgub DKI Jakarta selesai. Sebelum hari coblosan Rabu (19/4), suasana politik memang panas. Tapi setelah diketahui siapa pemenangnya, para elite politik termasuk kandidat langsung berangkulan dan berdamai.

Sesudah bertemu JK, Pence bergeser ke Masjid Istiqlal. Dia kagum melihat toleransi antarumat beragama di Indonesia saat berkunjung ke masjid berkapasitas 200 ribu jamaah itu. Hal tersebut diungkapkan Imam Besar Istiqlal KH Nasaruddin Umar yang berkesempatan mendampingi Pence berkeliling Masjid Istiqlal. Nasaruddin mengatakan, Pence terkesan dengan Masjid Istiqlal yang menjadi rumah bagi agama-agama lain selain Islam. ”Tadi kami jelaskan di sini ada join parking antara gereja dan masjid. Tadi juga kami ceritakan bahwa arsitek Masjid Istiqlal ini adalah seorang Protestan. Petugas kebersihannya juga ada yang nonmuslim,” cerita Nasaruddin.

Pence makin kagum dengan toleransi antarumat beragama di Indonesia setelah menghadiri langsung dialog lintas-agama yang dimoderatori Yenni Wahid. Pada dialog singkat itu, Pence melihat langsung bagaimana para pemuka agama lain ikut hadir di sebuah masjid untuk berdialog dengan damai.

Yenni Wahid mengatakan, Pence terkesan dengan simbol-simbol pluralisme dan kebhinnekaan yang dilihatnya secara langsung. Bagaimana masjid bersebelahan dengan gereja, bagaimana para pemuka agama lain merasa aman dan nyaman menginjakkan kaki di Istiqlal, serta simbol-simbol lain.

Berdasar hal itu, lanjut putri Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid tersebut, Pence makin yakin bahwa Indonesia adalah negeri dengan toleransi keagamaan yang begitu tinggi. Pence bahkan meminta Indonesia untuk meningkatkan peran dalam isu toleransi global. ”Dia berharap banyak pada Indonesia. Dia berharap Indonesia bisa menyebarkan toleransi ke dunia,” jelas pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu. ”Indonesia diharapkan bisa jadi inspirasi bagi warga dunia dan komunitas muslim di banyak negara,” tambahnya. (byu/jun/and/oki/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .