MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 21 April 2017 09:34
Dari Kartini untuk Perempuan
-kartini

PROKAL.CO, class="Default">FENOMENA perempuan yang dinilai sebagai objek ternyata nggak cuma muncul baru-baru ini loh. Sejak zaman dulu, perempuan dilihat sebagai kaum yang pantas diberi label dan jadi sasaran objektifikasi. Nggak heran, Raden Adjeng Kartini gencar menyuarakan kesetaraan perempuan dan laki-laki. Nah, berikut ini adalah kutipan ucapan Kartini yang relevan dengan fenomena objektifikasi perempuan pada masa sekarang. (raf/c25/als)

”Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan dan pemandangannya sudah diperluas tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”

Yap, seorang perempuan emang udah seharusnya cerdas. Kalau zaman dulu nggak melawan saat dijadikan objek oleh laki-laki, perempuan sekarang harus bertindak sebaliknya. Kartini aja berani melawan ketidakadilan pada zamannya. Kamu sebagai perempuan juga harus melawan saat ada objektifikasi perempuan di sekitarmu dong! Bukti keberadaan perempuan-perempuan cerdas itu adalah makin banyaknya gerakan yang diinisiatori para perempuan untuk melawan objektifikasi.

”Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik daripadamu.”

Dari kutipan Kartini tersebut, jelas bahwa seorang perempuan seharusnya dihargai dan dihormati. Meski berhak mencintai siapa pun, kamu nggak bisa membandingkan satu cewek dengan yang lainnya. Perilaku membanding-bandingkan merupakan salah satu tindakan objektifikasi. Sebab, kamu nggak melihat perempuan sebagai manusia, tapi sebagai objek keindahan yang bisa dinikmati.

”Salah satu cita-cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa maupun karena terpaksa.”

Women are also a human!Bukan sekadar barang yang bisa mempercantik lingkungan sekitar, perempuan juga manusia sama seperti laki-laki. Dari cita-cita Kartini itu, ditegaskan bahwa perempuan bukan barang yang bisa dinilai seenaknya. Perempuan juga makhluk hidup yang seharusnya hak-hak serta perasaannya dihargai dan dihormati. Nah, cita-cita tersebut udah selayaknya diterapkan setiap individu. So, hormatilah segala yang hidup!


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 09:30

Rolling is Me

SAKITNYA terjatuh saat bermain sepatu roda, serta letihnya badan melawan terik matahari enggak bisa…

Selasa, 25 April 2017 09:27

Welcome Back, Tamagotchi

YEAY, the legend is back! Siapa sih generasi 90-an yang enggak kenal sama game satu ini? Sempat hilang…

Selasa, 25 April 2017 09:23

Cinta Seni, Kunjungi Galeri

BUAT para pencinta seni, mengunjungi galeri seni merupakan hiburan tersendiri. Melihat sebuah karya…

Selasa, 25 April 2017 09:20

Galeri Seni di Mata Zetizen

PERKEMBANGAN seni mulai meningkat di kalangan anak muda. Apalagi bagi mereka yang memiliki jiwa artsy.…

Senin, 24 April 2017 08:54

Hiphop Never Stop

HIPHOP memang enggak ada matinya. Enggak cuma genre musik yang terus melejit, style-nya pun enggak pernah…

Senin, 24 April 2017 08:41

Maksimalkan Kreativitas pada Acara HUT Sekolah

Oleh: Riska Widya Saputri - MAN 2 Samarinda PEKAN lalu tepatnya 20 April, sekolahku mengadakan acara…

Senin, 24 April 2017 08:38

Balikan Yuk!!!

BAYANGAN mantan itu ibarat tugas Matematika yang selalu menghantui pikiran. Pergi ke tempat makan favorit…

Senin, 24 April 2017 08:33

Bangun Perpustakaan dengan Semangat Kolektif

’’OUR word is our weapon,’’ tulis Subcomandante Marcos, pemimpin gerakan revolusi…

Senin, 24 April 2017 08:29

Bukan Sekadar Perpustakaan

SELAIN berperan sebagai kanal distribusi informasi, C2O Library & Collabtive aktif dalam berbagai…

Senin, 24 April 2017 08:26

What Zetizen Says

DI era serba internet ini, pengetahuan dapat diakses dengan mudah lewat search engine. Meski begitu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .