MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 21 April 2017 09:17
Diduga Salahi Prosedur Keselamatan

Ledakan LCT yang Menewaskan Karyawan

MENGANGA: Kondisi LCT setelah meledak yang menewaskan Muchsin kini sudah dibatasi dengan garis polisi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tewasnya Muchsin (34), korban ledakan saat mengelas landing craft tank (LCT) Rimba Raya XXXI di lingkungan PT Rimba Karya Rayatama (RKR), Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (19/4), menimbulkan tanya. Salah satunya, soal kualitas keselamatan atau alat pengaman diri (APD) yang diterapkan oleh korban saat bekerja. Diketahui, ledakan terjadi ketika percikan api las Muchsin disambar uap cairan metanol di lambung kapal.

Ketua Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Samarinda Boorliant Satryana menerangkan, wajib bagi para pekerja mengenakan APD saat bertugas. “Saya kurang tahu bagaimana prosedur kerja mereka, tapi wajib demi keselamatan,” terang Boorliant.

Seputar kejadian itu pun sudah menjadi tajuk diskusi di internal asosiasi yang dia pimpin. Boorliant menyebut, ada beberapa faktor hingga membuat nyawa Muchsin terenggut. Salah satunya adalah penyebab langsung. Boorliant menduga, pekerja tak meninjau lokasi dan bekerja tanpa prosedur. Selain itu, aktivitas dua karyawan tersebut tidak diawasi.

Untuk diketahui, pada kejadian tersebut, Muchsin tidak bekerja sendiri. Ada Basrani yang menemani. Hanya, saat kejadian, Basrani sedang memisahkan diri untuk beristirahat sejenak.

Boorliant kemudian menjelaskan faktor selanjutnya, yakni perasaan telah mahir. “Mungkin pekerja merasa demikian, namun tidak mengetahui potensi bahaya yang ditimbulkan,” tuturnya. Kemudian, dia menduga tidak ada job safety analysis di kawasan pekerjaan tersebut. Padahal, penerapan mekanisme itu bisa menekan kemungkinan terjadinya bencana.

Terkait adanya investigasi di lokasi kejadian, Boorliant belum bisa memastikan. “Sudah ada garis polisi, kami tidak ingin menyalahi aturan,” jelasnya. Namun, ada kemungkinan pihaknya berkoordinasi dengan aparat yang tengah menyelidiki perkara tersebut.

Kaltim Post sempat menyambangi kantor PT RKR di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu. Di sana, seorang pria mengarahkan untuk mencari keterangan di kepolisian. “Di sini tidak ada jumpa pers,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Samarinda. “Sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan, kemungkinan berkas dilimpahkan ke Polresta Samarinda,” tegas Ervin. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:24

Hari Ini, DLH Panggil Indomaret

SAMARINDA –Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dibuat geram oleh pemilik Indomaret di Jalan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:22

Kata Jaang, Jangan Bersosialisasi Menjelekkan Paslon Lain

TENGGARONG- Calon Gubernur Kaltim Syaharie Jaang mengingatkan kepada seluruh tim suksesnya agar tetap…

Selasa, 20 Februari 2018 10:15

Tim Teknis Belum Turun

SAMARINDA - Penyebab keretakan dinding gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW Sjahranie pada Jumat…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Langkah Manajemen RSUD Sudah Tepat

SAMPAI kemarin (19/2), gedung yang retak masih dipasangi spanduk bertulis ada kegiatan proyek. Namun,…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Pengadaan Interior Diagendakan Juni

SAMARINDA – Gedung Museum Budaya di Taman Samarendah sudah berdiri. Bahkan sudah dibuka untuk…

Selasa, 20 Februari 2018 10:12

Dishub Akui Dilema Tangani Masalah Parkir

SAMARINDA – Beberapa ruas jalan menyempit, seperti Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang, dan Jalan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:12

Tuntutan Tinggi, Vonis Bebas

SAMARINDA - Febriadi alias Febi divonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kamis (15/2) pekan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:11

Tata Rambut Orang-Orang Terlupakan

Nama yang seram belum tentu berperangai kasar. Hal itu dibuktikan oleh Komunitas Barberterror pada hari…

Senin, 19 Februari 2018 10:21

RTH Masih di Bawah 10 Persen

SAMARINDA – Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tepian masih terbilang minim. Berdasarkan ketentuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .