MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 21 April 2017 09:13
Kemasan dan Pemasaran Jadi PR

Produk UKM Kaltim Banyak yang Seadanya

-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sektor makanan memiliki peluang bisnis menjanjikan di Kaltim. Penyebabnya bukan sekadar tren satu jenis makanan tertentu. Tapi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim melansir, dari 141 perusahaan di provinsi ini yang terbagi dalam 7 kategori, 53 di antaranya adalah perusahaan yang berhubungan dengan makanan dan minuman.

Kategori bisnis di sektor minuman dan makanan pun jadi perusahaan dengan jumlah paling banyak dibandingkan sektor lain. “Dengan gaya hidup masa kini, banyak anak muda yang nongkrong hingga tengah malam. Sektor kuliner kecil memang meningkat,” sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda, Akhmad Maulana menanggapi dominasi bisnis kuliner di Kaltim.

Dia tak menampik, sektor kuliner yang didorong kreativitas anak muda jadi salah satu penggenjot ekonomi di Samarinda saat ini. Mengingat dengan keadaan defisit, perekonomian makro melambat. Namun, sektor ekonomi mikro terus menguat. Meski sektor kuliner menunjukkan tren menggembirakan, Kepala UPTD Pusat Pengembangan dan Promosi Usaha Kecil Menengah (P3UKM) Dinas Perdagangan Kaltim  Erwin Dharmawan menyebutkan, produk UMKM Kaltim masih banyak yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah masalah kemasan.

“Pengemasan ini kelihatannya sepele. Padahal, dengan kemasan menarik, kita bisa mengangkat penganan lokal seperti amplang atau ilat sapi agar jadi oleh-oleh dengan tampilan berkelas,” imbuh Erwin. Menurutnya, kreasi anak muda sangat dibutuhkan untuk memunculkan ide segar pengemasan nan kekinian. Dibanding Jawa Timur, terang dia, pengemasan produk dari Kaltim masih ala kadarnya.

Dia mengambil contoh pengemasan Pie Susu Bali yang tiap bijinya dibungkus cantik, lalu dikemas dalam ukuran besar. Hal-hal kecil semacam ini sebenarnya juga jadi pertimbangan pembeli. “Kalau UKM (Usaha Kecil Menengah) kita, masih banyak yang asal bungkus. Misalnya ilat sapi, yang penting masuk banyak dan dikemas pakai plastik begitu. Sudah begitu saja,” kata Erwin.

Selain masalah kemasan, pihaknya juga menyoroti ketersediaan bahan baku dan kemampuan UKM untuk memenuhi permintaan dalam skala besar. Karena itu, timnya berusaha membenahi dan membina UKM agar bisa bersaing secara nasional. “Produk kita itu bagus-bagus dan berkualitas. Bergantung dengan manajemen pemasaran dan pengemasan itu lagi. Nah, itu yang pelan-pelan bakal ditingkatkan,” pungkas Erwin. (*/nyc/riz/k16)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 09:44

Dampak Negatif Game Center, Orangtua Ramai-Ramai Melapor

SAMARINDA – Sejumlah orangtua di kawasan Samarinda Utara mulai khawatir dengan aktivitas anaknya…

Rabu, 26 Juli 2017 09:43

Pemkot Bingung Jalan Cepat Rusak

SAMARINDA – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Jalan Kadrie Oening, Jumat (21/7), menguak…

Rabu, 26 Juli 2017 09:42

Rumah Anggota DPD RI Dibobol

SAMARINDA – Sebuah kutipan menyebutkan, hasil takkan mengkhianati kerja keras. Itu sebagai ungkapan…

Rabu, 26 Juli 2017 09:41

Pria Paruh Baya Ngeyel Jual Togel

SAMARINDA – Sejumlah kerabat sedianya sudah sering memperingatkan Abdul Kadir (54) agar berhenti…

Rabu, 26 Juli 2017 09:39

Sayangkan Korban Hamil Tak Dipertimbangkan

SAMARINDA – Berakhir sudah kisah kasus pemukulan oleh Muhammad Bragja Britania Suyatna kepada…

Rabu, 26 Juli 2017 09:38

Pembunuh Senyap Bernama Sindrom Brugada

TIDAK mudah mendeteksi irama jantung. Padahal, sedikit perbedaan bisa berarti banyak. Di antaranya,…

Rabu, 26 Juli 2017 09:37

Appraisal Tak Pernah Ada

SAMARINDA – Peningkatan berupa pengecoran di Jalan Pattimura, Kecamatan Samarinda Seberang, pada…

Rabu, 26 Juli 2017 09:36

Kementerian Beri Restu

SAMARINDA – Karut-marut pengelolaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Rabu, 26 Juli 2017 09:35

Air Kotor karena Pompa Tak Stabil

SAMARINDA – Keluhan masyarakat atas buruknya kualitas air yang didistribusikan PDAM kembali mencuat.…

Rabu, 26 Juli 2017 09:34

Setahun Beradaptasi, Biasakan Diri Berjalan Kaki

Tiga tahun sudah Monica Anjeli Sitorus dan Garin Yudha Primaditya menjadi perantauan di Rusia. Di sana,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .