MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:23
Defisit, Tak Ada Proyek Baru di Kukar
-ilustrasi.

PROKAL.CO, TENGGARONG - Kekurangan (defisit) anggaran belanja dan pendapatan (APBD) Kukar tiap tahun jadi momok bagi upaya membangun daerah ke depan. Musrenbang 2017 Maret lalu, dikabarkan pengurangan anggaran bakal terus terjadi dan tertuang dalam APBD.

Kabag Pembangunan Setkab Kukar Hamly mengatakan, pada tahun ini Kukar tak ada merencanakan proyek pembangunan infrastruktur yang baru. Efisiensi anggaran ini karena potensi penerimaan daerah di APBD masih rendah. Terlebih konsentrasi anggaran seperti yang disampaikan Bupati Rita Widyasari, dapat terpusat dan lebih fokus pada program berkualitas.

“Pada 2017 hanya satu proyek multiyears yang berlanjut yakni pembangunan Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha menyisakan sekitar 26 km masih berupa agregat. Pada 2017 ini, jalan tersebut akan dirigid (beton) dengan anggaran multiyears sebesar Rp 212 miliar, administrasi pelelangan sedang diproses,” ungkapnya.

Sementara itu, satu paket proyek anggaran multiyears lainnya saat ini masih dibahas yakni Jalan Bukit Biru Batuah. “Jalan yang pasti dikerjakan tahun ini Sebelimbingan-Tuana Tuha  karena jalan ini sempat rusak berat, pengendara pernah 4-5 hari menginap di jalan karena tak bisa dilalui,” ujarnya.

Menurut dia, mulai rusaknya jalan ini tak lama setelah jalan pendekat Jembatan Martadipura tersambung. Kendaraan tak hanya bertonase besar, namun frekuensi yang melintas di jalur ini juga meningkat. “Terdapat beberapa perusahaan ingin berkontribusi memperbaiki jalan darurat ini, mulai menyumbang material hingga membantu dengan alat berat,” bebernya.

Pada 2015, lanjutnya, APBD Kukar lebih dari cukup, apapun usulan saat itu bisa terpenuhi. APBD mencapai Rp 6,91 triliun, angka tersebut belum termasuk tambahan dari silpa. Defisit mulai menjadi momok pada 2016. Meski APBD mencapai Rp 6,5 triliun, hampir 40 persen anggaran di SKPD dipangkas. Hal ini terjadi karena isu rasionalisasi terkait defisit anggaran, termasuk pengurangan Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. “Defisit terparah pada 2017 ini, APBD hanya mencapai Rp 2,8 triliun,” ujarnya.

Lanjut Hamly, pada 2017 usulan desa dan kelurahan untuk membangun jalan lingkungan kemungkinan tak ada yang terlaksana. Sebab, dari 18 kecamatan di Kukar, hanya mendapat anggaran masing-masing Rp 2 miliar. “Karena defisit pemkab saat ini menggenjot pembangunan dengan melibatkan perusahaan seperti pembangunan Jembatan Sedulang di Muara Kaman yang diperkirakan menghabiskan Rp 350 juta yang dibebankan kepada perusahaan. Saat ini masih proses pengumpulan dana,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada 2014 APBD Kukar cukup melimpah. Saking gemuknya alokasi dana itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar saat ini, Dinas PU mendapat alokasi Rp 1,4 triliun. Bahkan hingga Juli, anggaran baru terserap Rp 200 miliar.

Sama halnya Disdik Kukar juga mendapat anggaran Rp 1 triliun lebih dari 2014-2015. “Defisit saat ini membuat berbagai pihak sangat sensitif menggunakan anggaran, namun pihaknya tetap komitmen dan memperjuangkan pembayaran triwulan pertama gaji THL/guru se-Kukar yang baru diselesaikan pekan lalu,” jelas Eryadi kasubag Program Keuangan Disdikbud Kukar.

Menurut sumber media ini, satu proyek multiyears yang masih dibahas saat ini yakni akses jalan dua arah terbentang sepanjang 36 kilometer dengan lebar 24 meter menembus Kelurahan Bukit Biru-Batuah Kecamatan Loa Janan. Proyek ini diperkirakan dibagi dalam tiga paket dengan total anggaran Rp 500 miliar. “Sekitar Rp 500 miliar ini dilelang menjadi empat paket (4 perusahaan kontraktor yang bekerja) agar cepat selesai, saat ini masih proses untuk masuk lelang,” ucap sumber media ini yang enggan dikorankan namanya.

Pada multiyears 2013–2016 proyek Bukit Biru-Batuah ini menelan anggaran Rp 490 miliar, termasuk pembebasan lahan yang dikerjakan PT Mawatindo. Namun, proyek ini dikabarkan tak sesuai progres karena dari 36 km, hanya di titik sta 7-36 (Batuah) yang digarap oleh Mawatindo. Sementara itu, di titik dari Bukit Biru sta 1-7 masih belum dibebaskan, lahannya sementara pembayaran sudah dilakukan 100 persen. “Dari sta 7 ini hanya sekitar 1 km lebih yang lantai dasar cor yang rampung. Sementara di sta 13-19 masih berupa agregat,” ucapnya.

Sisa proyek ini, lanjut dia, kemungkinan dikerjakan memakai anggaran multiyeras 2017. Sebab jalan ini masih banyak terdapat bukaan hamparan tanah dan beberapa ada yang ditimbun. “Pada sta 20-26 cukup banyak gunung bebatuan, untuk membukanya harus di-blasting. Jika pakai alat berat bisa rusak,” terangnya.

Media ini melakukan konfirmasi ke sejumlah narasumber di Dinas PU. Namun, sayang nyaris semua pejabat yang mengetahui  pengadaan ini enggan membuka suara termasuk saat media ini melakukan konfirmasi kepada Restu (PPTK proyek Batuan-Bukit Biru 2013-2016). (adw/lhl/k16)


BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 07:01

Aluminium, Malaysia Ungguli Indonesia

JAKARTA - Dtitunjuk sebagai induk atau holding BUMN Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)…

Jumat, 08 Desember 2017 07:00

Peran BUMDes Bakal Diperbesar

SURABAYA - Badan usaha milik desa (BUMDes) kini menjadi fasilitator bantuan pangan bagi masyarakat perdesaan.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:12

2018, Harga Batu Bara Stagnan

SAMARINDA - Meski masih berfluktuasi, tahun ini harga batu bara memang dalam tren positif. Memasuki…

Kamis, 07 Desember 2017 07:09

Bakal Melambung Sampai Akhir Tahun

SAMARINDA - Harga daging ayam potong di pasaran, terpantau naik sejak awal Desember ini. Tren tersebut…

Kamis, 07 Desember 2017 07:04

Teknologi Dikhawatirkan Gerus Lapangan Kerja

JAKARTA - Angka pengangguran di Indonesia memang terus berkurang hingga saat ini. Namun, penurunan itu…

Kamis, 07 Desember 2017 07:03

Holding BUMN Migas Ditarget Rampung Tahun Ini

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, pembentukan holding untuk perusahaan…

Rabu, 06 Desember 2017 07:29

Momen Bagus Kelapa Sawit

SAMARINDA – Harga kelapa sawit melanjutkan siklus tahunan. Memasuki Desember, Dinas Perkebunan…

Rabu, 06 Desember 2017 07:26

Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal

SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia…

Rabu, 06 Desember 2017 07:24

Permintaan Bahan Pangan Berkurang, Kaltim Deflasi 0,16 Persen

SAMARINDA – Harga sebagian besar barang dan jasa di Kaltim menunjukkan tren penurunan. Badan Pusat…

Rabu, 06 Desember 2017 07:23

Belasan Ribu Tenaga Kerja Terserap

BALIKPAPAN – Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .