MANAGED BY:
SABTU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:23
Defisit, Tak Ada Proyek Baru di Kukar
-ilustrasi.

PROKAL.CO, TENGGARONG - Kekurangan (defisit) anggaran belanja dan pendapatan (APBD) Kukar tiap tahun jadi momok bagi upaya membangun daerah ke depan. Musrenbang 2017 Maret lalu, dikabarkan pengurangan anggaran bakal terus terjadi dan tertuang dalam APBD.

Kabag Pembangunan Setkab Kukar Hamly mengatakan, pada tahun ini Kukar tak ada merencanakan proyek pembangunan infrastruktur yang baru. Efisiensi anggaran ini karena potensi penerimaan daerah di APBD masih rendah. Terlebih konsentrasi anggaran seperti yang disampaikan Bupati Rita Widyasari, dapat terpusat dan lebih fokus pada program berkualitas.

“Pada 2017 hanya satu proyek multiyears yang berlanjut yakni pembangunan Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha menyisakan sekitar 26 km masih berupa agregat. Pada 2017 ini, jalan tersebut akan dirigid (beton) dengan anggaran multiyears sebesar Rp 212 miliar, administrasi pelelangan sedang diproses,” ungkapnya.

Sementara itu, satu paket proyek anggaran multiyears lainnya saat ini masih dibahas yakni Jalan Bukit Biru Batuah. “Jalan yang pasti dikerjakan tahun ini Sebelimbingan-Tuana Tuha  karena jalan ini sempat rusak berat, pengendara pernah 4-5 hari menginap di jalan karena tak bisa dilalui,” ujarnya.

Menurut dia, mulai rusaknya jalan ini tak lama setelah jalan pendekat Jembatan Martadipura tersambung. Kendaraan tak hanya bertonase besar, namun frekuensi yang melintas di jalur ini juga meningkat. “Terdapat beberapa perusahaan ingin berkontribusi memperbaiki jalan darurat ini, mulai menyumbang material hingga membantu dengan alat berat,” bebernya.

Pada 2015, lanjutnya, APBD Kukar lebih dari cukup, apapun usulan saat itu bisa terpenuhi. APBD mencapai Rp 6,91 triliun, angka tersebut belum termasuk tambahan dari silpa. Defisit mulai menjadi momok pada 2016. Meski APBD mencapai Rp 6,5 triliun, hampir 40 persen anggaran di SKPD dipangkas. Hal ini terjadi karena isu rasionalisasi terkait defisit anggaran, termasuk pengurangan Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. “Defisit terparah pada 2017 ini, APBD hanya mencapai Rp 2,8 triliun,” ujarnya.

Lanjut Hamly, pada 2017 usulan desa dan kelurahan untuk membangun jalan lingkungan kemungkinan tak ada yang terlaksana. Sebab, dari 18 kecamatan di Kukar, hanya mendapat anggaran masing-masing Rp 2 miliar. “Karena defisit pemkab saat ini menggenjot pembangunan dengan melibatkan perusahaan seperti pembangunan Jembatan Sedulang di Muara Kaman yang diperkirakan menghabiskan Rp 350 juta yang dibebankan kepada perusahaan. Saat ini masih proses pengumpulan dana,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada 2014 APBD Kukar cukup melimpah. Saking gemuknya alokasi dana itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar saat ini, Dinas PU mendapat alokasi Rp 1,4 triliun. Bahkan hingga Juli, anggaran baru terserap Rp 200 miliar.

Sama halnya Disdik Kukar juga mendapat anggaran Rp 1 triliun lebih dari 2014-2015. “Defisit saat ini membuat berbagai pihak sangat sensitif menggunakan anggaran, namun pihaknya tetap komitmen dan memperjuangkan pembayaran triwulan pertama gaji THL/guru se-Kukar yang baru diselesaikan pekan lalu,” jelas Eryadi kasubag Program Keuangan Disdikbud Kukar.

Menurut sumber media ini, satu proyek multiyears yang masih dibahas saat ini yakni akses jalan dua arah terbentang sepanjang 36 kilometer dengan lebar 24 meter menembus Kelurahan Bukit Biru-Batuah Kecamatan Loa Janan. Proyek ini diperkirakan dibagi dalam tiga paket dengan total anggaran Rp 500 miliar. “Sekitar Rp 500 miliar ini dilelang menjadi empat paket (4 perusahaan kontraktor yang bekerja) agar cepat selesai, saat ini masih proses untuk masuk lelang,” ucap sumber media ini yang enggan dikorankan namanya.

Pada multiyears 2013–2016 proyek Bukit Biru-Batuah ini menelan anggaran Rp 490 miliar, termasuk pembebasan lahan yang dikerjakan PT Mawatindo. Namun, proyek ini dikabarkan tak sesuai progres karena dari 36 km, hanya di titik sta 7-36 (Batuah) yang digarap oleh Mawatindo. Sementara itu, di titik dari Bukit Biru sta 1-7 masih belum dibebaskan, lahannya sementara pembayaran sudah dilakukan 100 persen. “Dari sta 7 ini hanya sekitar 1 km lebih yang lantai dasar cor yang rampung. Sementara di sta 13-19 masih berupa agregat,” ucapnya.

Sisa proyek ini, lanjut dia, kemungkinan dikerjakan memakai anggaran multiyeras 2017. Sebab jalan ini masih banyak terdapat bukaan hamparan tanah dan beberapa ada yang ditimbun. “Pada sta 20-26 cukup banyak gunung bebatuan, untuk membukanya harus di-blasting. Jika pakai alat berat bisa rusak,” terangnya.

Media ini melakukan konfirmasi ke sejumlah narasumber di Dinas PU. Namun, sayang nyaris semua pejabat yang mengetahui  pengadaan ini enggan membuka suara termasuk saat media ini melakukan konfirmasi kepada Restu (PPTK proyek Batuan-Bukit Biru 2013-2016). (adw/lhl/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 09:12

BERAKHIR..!! 7-Eleven Akhirnya Tumbang

JAKARTA -  Setelah terkatung-katung, PT Modern Sevel Indonesia akhirnya memutuskan untuk menutup…

Sabtu, 24 Juni 2017 08:10

Subsidi Listrik Berpeluang Naik

JAKARTA  - Penambahan subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA akan dipertimbangkan dalam Anggaran…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:01

Mendag: Konsumen Jangan Segan Tawar Harga

JAKARTA  -  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito memastikan pasokan bahan pangan di seluruh…

Jumat, 23 Juni 2017 10:10

Ini Sebab Mengapa Harga Beras Semakin Mahal

JAKARTA - Persatuan Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) mengungkapkan alasan harga beras…

Jumat, 23 Juni 2017 06:32

Confero S Siap Gebrak Pasar MPV

JAKARTA - Inilah kendaraan roda empat yang digadang meneruskan segmen kejayaan mobil segmen MPV. Produk…

Jumat, 23 Juni 2017 06:14

Harga BBM Tak Naik Sampai September

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, harga bahan bakar minyak (BBM)…

Jumat, 23 Juni 2017 06:11

Aturan IPO Perusahaan Asing Terus Digodok

JAKARTA - Aturan terkait perusahaan asing yang ingin melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus digodok…

Jumat, 23 Juni 2017 06:07

Tutup Semester I, Penerimaan DJBC Baru 30 Persen

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) menyebut, realisasi…

Jumat, 23 Juni 2017 06:06

Tren Positif Berlanjut, Rekor IHSG Kembali Naik

JAKARTA - Pergerakan positif saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlanjut. Pada penutupan perdagangan…

Kamis, 22 Juni 2017 07:21

Terapkan Pola Alternatif Emergency

BALIKPAPAN - Kondisi jalan darat di wilayah Kaltim yang masih jauh dari kata bagus, membuat pendistribusian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .