MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:22
Perjalanan BBG Masih Panjang

Produsen Mobil Sebut Investasi Terlampau Mahal

MASIH DIMATANGKAN: Converter kit menjadi solusi jangka pendek percepatan penggunaan BBG untuk kendaraan. Namun, produsen menilai, langkah tersebut berisiko.(PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Upaya pemerintah mendorong penggunaan bahan bakar gas (BBG) dinilai masih harus menempuh proses panjang. Produsen otomotif mengungkapkan, belum ada gambaran memproduksi kendaraan yang menunjang untuk bahan bakar yang dianggap lebih efisien itu.

Hal itu disampaikan Operation Manager Auto2000 area Kalimantan & Bali Biyouzmal, saat peluncuran Toyota New Agya di Balikpapan, Rabu (19/4). Dia mengakui, ada banyak keunggulan penggunaan BBG pada industri otomotif.

“Seperti banyak disampaikan, selain jauh lebih ramah lingkungan, BBG juga lebih murah dibanding BBM yang kebanyakan kita pakai saat ini. Bahkan dalam industri otomotif global, sudah lebih maju sampai menciptakan mobil listrik,” ungkapnya.

Karena itu, dia menyebut, sejumlah produsen, termasuk Toyota terus mengembangkan penggunaan bahan bakar alternatif. Meski sudah ada beberapa langkah riset dan produksi, Biyouzmal menyebut, jumlahnya belum masif. Masih sekadar unit untuk konsep.

“Kalau bicara produksi, beberapa produsen sudah punya konsepnya, termasuk Toyota. Tapi untuk produksi massal, saya rasa belum dalam waktu dekat ini. Karena itu, investasinya mahal dan akan mengerek harga mobil cukup signifikan,” jelasnya.

Terkait penggunaan converter kit yang banyak diusulkan dalam penggunaan BBG, Biyouzmal menyebut, hal tersebut bisa saja dilakukan. “Tapi dari yang kami tahu, langkah seperti itu sangat berisiko, khususnya dalam hal keamanan. Tentu lebih bijak jika menanti industri otomotif menyiapkan teknologinya secara utuh,” lanjut dia.

Untuk mempercepat penggunaan BBG, di Balikpapan sudah dibangun tiga stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Satu di antaranya yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Muara Rapak, sebagai mother station. Dua lainnya di Jalan Pattimura, Batu Ampar, dan di Jalan Marsma R Iswahyudi, Sepinggan.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta Balikpapan memaksimalkan keberadaan tiga SPBG yang sudah dibangun itu. Keberadaan SPBG mampu mengefektifkan konsumsi BBG bagi kendaraan transportasi umum.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas I Gusti Nyoman Wiratmaja menyebutkan, sekitar 150 kendaraan bermotor di Balikpapan yang ikut program converter kit untuk penggunaan BBG. Mayoritas adalah kendaraan transportasi massal.

“Tahun 2017 ditargetkan bisa lebih 500 kendaraan di Balikpapan. Ini harus disosialisasikan karena dengan bakar gas akan lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkot Balikpapan Sri Soetantinah juga mengungkapkan, mobil dinas akan mendapat prioritas pemasangan converter BBM ke BBG. Namun hanya untuk yang usianya di bawah lima tahun, dan sistem pembakarannya sudah menggunakan injeksi.

“Kendaraan umum, seperti taksi dan angkutan kota bertahap karena perlu sosialisasi. Dishub  melakukan sosialisasi penggunaan bahan bakar gas,” ujarnya.
Terkait kesiapan produsen kendaraan, Kementerian ESDM akan berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian. Namun, tidak disebutkan dalam Permen konversi gas tersebut.

Kementerian ESDM mewacanakan aturan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wajib memiliki dispenser gas di dalam area pengisian. Kebijakan tersebut diambil karena tidak ditemukan kadar bahaya gas bagi transportasi masyarakat.

Selain itu, sumber dayanya masih tersedia. Hal ini harus menjadi prioritas karena BBM sudah saatnya berkonversi. Produsen mobil juga diharapkan mendukung kampanye konversi dari BBM menjadi mobil BBG. (man/k16)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:05

Subsidi Listrik 2018 Membengkak

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku masih memiliki utang Rp 7 triliun atas PT Perusahaan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Rabu, 17 Januari 2018 07:02

LCK Global Catatkan IPO Pertama Tahun Ini

JAKARTA - Arus pendaftaran emiten baru tahun ini mulai terlihat. Selasa (16/2), Bursa Efek Indonesia…

Rabu, 17 Januari 2018 07:01

Februari, Penerima Bantuan Nontunai Ditambah

JAKARTA - Bantuan pangan nontunai (BPNT) mulai disalurkan bulan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .