MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:22
Perjalanan BBG Masih Panjang

Produsen Mobil Sebut Investasi Terlampau Mahal

MASIH DIMATANGKAN: Converter kit menjadi solusi jangka pendek percepatan penggunaan BBG untuk kendaraan. Namun, produsen menilai, langkah tersebut berisiko.(PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Upaya pemerintah mendorong penggunaan bahan bakar gas (BBG) dinilai masih harus menempuh proses panjang. Produsen otomotif mengungkapkan, belum ada gambaran memproduksi kendaraan yang menunjang untuk bahan bakar yang dianggap lebih efisien itu.

Hal itu disampaikan Operation Manager Auto2000 area Kalimantan & Bali Biyouzmal, saat peluncuran Toyota New Agya di Balikpapan, Rabu (19/4). Dia mengakui, ada banyak keunggulan penggunaan BBG pada industri otomotif.

“Seperti banyak disampaikan, selain jauh lebih ramah lingkungan, BBG juga lebih murah dibanding BBM yang kebanyakan kita pakai saat ini. Bahkan dalam industri otomotif global, sudah lebih maju sampai menciptakan mobil listrik,” ungkapnya.

Karena itu, dia menyebut, sejumlah produsen, termasuk Toyota terus mengembangkan penggunaan bahan bakar alternatif. Meski sudah ada beberapa langkah riset dan produksi, Biyouzmal menyebut, jumlahnya belum masif. Masih sekadar unit untuk konsep.

“Kalau bicara produksi, beberapa produsen sudah punya konsepnya, termasuk Toyota. Tapi untuk produksi massal, saya rasa belum dalam waktu dekat ini. Karena itu, investasinya mahal dan akan mengerek harga mobil cukup signifikan,” jelasnya.

Terkait penggunaan converter kit yang banyak diusulkan dalam penggunaan BBG, Biyouzmal menyebut, hal tersebut bisa saja dilakukan. “Tapi dari yang kami tahu, langkah seperti itu sangat berisiko, khususnya dalam hal keamanan. Tentu lebih bijak jika menanti industri otomotif menyiapkan teknologinya secara utuh,” lanjut dia.

Untuk mempercepat penggunaan BBG, di Balikpapan sudah dibangun tiga stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Satu di antaranya yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Muara Rapak, sebagai mother station. Dua lainnya di Jalan Pattimura, Batu Ampar, dan di Jalan Marsma R Iswahyudi, Sepinggan.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta Balikpapan memaksimalkan keberadaan tiga SPBG yang sudah dibangun itu. Keberadaan SPBG mampu mengefektifkan konsumsi BBG bagi kendaraan transportasi umum.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas I Gusti Nyoman Wiratmaja menyebutkan, sekitar 150 kendaraan bermotor di Balikpapan yang ikut program converter kit untuk penggunaan BBG. Mayoritas adalah kendaraan transportasi massal.

“Tahun 2017 ditargetkan bisa lebih 500 kendaraan di Balikpapan. Ini harus disosialisasikan karena dengan bakar gas akan lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkot Balikpapan Sri Soetantinah juga mengungkapkan, mobil dinas akan mendapat prioritas pemasangan converter BBM ke BBG. Namun hanya untuk yang usianya di bawah lima tahun, dan sistem pembakarannya sudah menggunakan injeksi.

“Kendaraan umum, seperti taksi dan angkutan kota bertahap karena perlu sosialisasi. Dishub  melakukan sosialisasi penggunaan bahan bakar gas,” ujarnya.
Terkait kesiapan produsen kendaraan, Kementerian ESDM akan berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian. Namun, tidak disebutkan dalam Permen konversi gas tersebut.

Kementerian ESDM mewacanakan aturan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wajib memiliki dispenser gas di dalam area pengisian. Kebijakan tersebut diambil karena tidak ditemukan kadar bahaya gas bagi transportasi masyarakat.

Selain itu, sumber dayanya masih tersedia. Hal ini harus menjadi prioritas karena BBM sudah saatnya berkonversi. Produsen mobil juga diharapkan mendukung kampanye konversi dari BBM menjadi mobil BBG. (man/k16)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 06:57

Harga Pertamax Naik Rp 150 Per Liter

JAKARTA – Pengguna bahan bakar minyak nonsubsidi pertamax harus menambah pengeluaran mereka. PT…

Rabu, 22 November 2017 06:56

Tahun Depan, Dolar Bisa Tembus Rp 13.800

JAKARTA – Rupiah diperkirakan dapat merosot hingga level 13.800 per dolar AS tahun depan. Posisi…

Selasa, 21 November 2017 06:53

Biaya Transfer Antarbank Bisa Dipangkas

JAKARTA – Biaya transfer dari dua rekening bank berbeda dinilai bisa lebih rendah dan tak memberatkan…

Selasa, 21 November 2017 06:53

Masuk Daftar MSCI, Saham BTN Bakal Digandrungi

JAKARTA – Optimisme tengah menaungi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), menyusul masuknya saham…

Selasa, 21 November 2017 06:52

BUMN Pelabuhan Diminta Berkolaborasi

JAKARTA – Pembentukan holding BUMN pelabuhan terus dibicarakan berbagai pihak. Langkah penggabungan…

Selasa, 21 November 2017 06:51

PT SMF Optimistis Salurkan Rp 5,7 Triliun

MAKASSAR – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) optimistis dapat menyalurkan Rp 5,7 triliun kepada…

Senin, 20 November 2017 07:28

Dana Siap Pakai Lebih Disukai

BALIKPAPAN - Setelah turun tahun lalu, kinerja perbankan di Kota Minyak dalam menghimpun dana pihak…

Senin, 20 November 2017 07:26

BI: Belum Ada Formula Kebijakan LTV secara Spasial

JAKARTA - Kebijakan tentang rasio kredit terhadap nilai aset atau loan to value (LTV) berdasarkan wilayah…

Senin, 20 November 2017 07:24

Aturan Obligasi Daerah Bisa Rampung Akhir 2017

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan revisi aturan obligasi daerah (municipal bond) dan…

Senin, 20 November 2017 07:23

Ketersediaan Daging Sudah Melebihi Kebutuhan

SAMARINDA – Jelang Natal dan tahun baru, konsumsi daging ternak diperkirakan meningkat. Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .