MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 10:00

TERNYATA..!! Masih Ada 82 Desa di Kaltim-Kaltara yang Belum Teraliri Listrik

SAMARINDA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) mencatat…

Senin, 25 September 2017 07:19

PLN Ajak Industri Masuk Jaringan

SAMARINDA – Pasokan setrum yang surplus hingga 130 megawatt (MW) menjadi peluang bagi PT PLN (Persero)…

Senin, 25 September 2017 07:13

Semua Sektor Nantikan Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA – Selain menanti diversifikasi, perbaikan kinerja ekonomi di Kaltim juga menantikan…

Senin, 25 September 2017 07:11

Kaltim Butuh Penyesuaian Lebih Cepat

BALIKPAPAN – Turunnya suku bunga acuan dari bank sentral tak langsung direspons perbankan untuk…

Senin, 25 September 2017 07:10

Inflasi Triwulan III Bakal Lebih Tinggi

SAMARINDA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, memprediksi akan ada lonjakan inflasi…

Senin, 25 September 2017 07:07

Investasi ke Start-up Mesti Cermat

SAMARINDA – Maraknya kemunculan para pelaku bisnis start-up yang melakukan penghimpunan modal…

Senin, 25 September 2017 07:06

Kredit Berpeluang Tumbuh Dua Digit

JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo…

Senin, 25 September 2017 07:05

Biaya Isi Ulang e-Money, Perbankan Ingin Lebih Tinggi

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan, usulan industri perbankan atas batas atas biaya isi…

Senin, 25 September 2017 07:04

Predikat Utang Tiongkok Turun Satu Tingkat

LEMBAGA Pemeringkat Internasional, Standard and Poors (S&P) menurunkan peringkat utang Tiongkok…

Senin, 25 September 2017 07:04

Baru 10 Persen Kebutuhan Hunian Terpenuhi

BALIKPAPAN – Ketersedian rumah di Kota Minyak masih minim. Dinas Perumahan dan Pemukiman Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .