MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Juli 2017 06:32

Kehadiran e-Commerce Bukan Masalah

BALIKPAPAN  -   Sejumlah tantangan mewarnai investasi pusat perbelanjaan, beberapa tahun…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:30

Siapkan Usulan Bandara Mahulu

SAMARINDA –  Masih terisolasinya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) membuat pembangunan di daerah…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:30

Belum Pasti, Waspada Spekulasi

SAMARINDA –  Kepastian wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kaltim masih dinanti dunia…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:29

Harapkan Efek Jalan Tol dan BSB

SAMARINDA  –  Meski badai permasalahan menerpa keuangan Pemkot Samarinda, namun pertumbuhan…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:27

Kelola Aset Peninggalan Chevron, PPU Belajar dari Siak

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kian serius menyiapkan diri menjadi pengelola…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:26

Redenominasi Tak Ganggu Kurs Rupiah

JAKARTA  -  Wacana redenominasi yang dilontarkan Bank Indonesia (BI) dianggap tak akan mengganggu…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:26

Garuda Indonesia Kian Seriusi Bisnis Kargo

JAKARTA  -  Pengembangan bisnis terus dilakukan PT Garuda Indonesia. Salah satunya, pada sektor…

Sabtu, 22 Juli 2017 06:24

Pemerintah Lebih Percaya Diri

Bank Indonesia (BI) semakin mantap untuk menjalankan Rancangan Undang-Undang Redenominasi atau penyerderhanaan…

Jumat, 21 Juli 2017 07:30

Dana Talangan bagai Jebakan Batman

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ekonomi Kerakyatan &  Ketenagakerjaan) TULISAN ini terinspirasi…

Jumat, 21 Juli 2017 07:26

Lifting Migas Turun, Pemerintah Obral Insentif

JAKARTA - Pemerintah jorjoran memberi insentif karena produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .