MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 07:19

Menperin Usul PPh e-Commerce 0,5 Persen

JAKARTA - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengusulkan pajak penghasilan (PPh) khusus pelaku…

Kamis, 22 Februari 2018 07:18

Presiden Minta 52 Perusahaan Asing Listing di BEI

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta 52 perusahaan yang memiliki aset dan mencari pendapatan di Tanah…

Kamis, 22 Februari 2018 07:17

Belanja Pemerintah Akan Pakai Kartu Kredit

JAKARTA - Kementerian Keuangan memastikan transaksi belanja barang pemerintah yang selama ini menggunakan…

Rabu, 21 Februari 2018 07:27

Agrobisnis Paling Realistis

TREN pemulihan tahun lalu disebut tak cukup menjadi tolok ukur atas membaiknya kondisi ekonomi di Kaltim.…

Rabu, 21 Februari 2018 07:27

Perbarui Sistem, PAD Kaltim Lampaui Target

SAMARINDA - Upaya menggenjot pendapatan daerah melalui pembaruan sistem pembayaran mulai menunjukkan…

Rabu, 21 Februari 2018 07:26

Investasi Dana Pensiun Menurun

SAMARINDA - Penghimpunan dana pensiun di Kaltim sepanjang tahun lalu menunjukkan penurunan dibandingkan…

Rabu, 21 Februari 2018 07:25

WADUH..!! Baru 36 Persen Perusahaan Jamin Pekerja

BALIKPAPAN - Tingkatkepesertaan dunia usaha Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

Rabu, 21 Februari 2018 07:23

Pendapatan Bisa Turun, tapi Masih Aman

JAKARTA – Induk holding pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Indonesia Asahan Alumunium…

Rabu, 21 Februari 2018 07:20

Hanya Targetkan 900 Ribu Unit Tahun Ini

JAKARTA - Pemerintah tampaknya lebih realistis memasang target program satu juta rumah. Tahun ini, Kementerian…

Rabu, 21 Februari 2018 07:19

Siap Berikan Layanan Keuangan Terbaik

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat jangkauan layanan di kalangan pemerintahan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .