MANAGED BY:
SENIN
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Senin, 29 Mei 2017 11:40

Lebaran Bisa Jadi Momen Pulihkan Pasar, THR Jadi Harapan Developer

BALIKPAPAN - Lesunya permintaan dan pertumbuhan harga rumah masih membayangi bisnis properti di Balikpapan,…

Senin, 29 Mei 2017 11:23

Di Samarinda, Daerah Ini yang Paling Rentan Sengketa Lahan

SAMARINDA - Sebagai aset yang nilai ekonomisnya tak pernah turun, bahkan selalu naik setiap tahun, tanah…

Senin, 29 Mei 2017 10:10

Tren Inflasi Musim Mudik Lebaran, Transportasi Masih Jadi Sorotan

BALIKPAPAN - Struktur kelompok pengeluaran yang menjadi sumber inflasi di Balikpapan pada Mei dan Juni…

Minggu, 28 Mei 2017 08:07

Pelaku UMKM Didorong Produksi Massal

SURABAYA - Besarnya jumlah industri kecil menengah atau UMKM di Jawa Timur masih belum diimbangi dengan…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:00

Aksi Jual Masih Ramai, IHSG Tetap Menguat

JAKARTA  -  Menutup akhir pekan ini, penguatan berhasil dicatatkan Indeks Harga Saham Gabungan…

Sabtu, 27 Mei 2017 00:00

Wood Mackenzie: Pemangkasan Produksi OPEC Efektif

LEMBAGA riset energi internasional Wood Mackenzie menyatakan bahwa pemangkasan produksi organisasi negara-negara…

Jumat, 26 Mei 2017 10:10

Stabilitas Ekonomi Kian Kebal Teror

IBARAT diserang virus berulang kali, Indonesia semakin imun terhadap aksi terorisme. Sektor usaha semakin…

Jumat, 26 Mei 2017 06:41

Tahan Harga BBM, Laba Pertamina Anjlok

JAKARTA - Kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) mengalami tekanan pada tiga bulan pertama tahun ini.…

Jumat, 26 Mei 2017 06:40

HET Elpiji 3 Kg Kembali Diusulkan Naik

PALEMBANG - Harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji kemasan 3 kilogram kembali diusulkan naik oleh Himpunan…

Jumat, 26 Mei 2017 06:38

Lion Air Investigasi Keluarga Pilot Masuk Kokpit

MANAJEMEN Maskapai Lion Air memastikan akan segera menginvestigasi kejadian masuknya keluarga penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .