MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 07:01

Aluminium, Malaysia Ungguli Indonesia

JAKARTA - Dtitunjuk sebagai induk atau holding BUMN Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)…

Jumat, 08 Desember 2017 07:00

Peran BUMDes Bakal Diperbesar

SURABAYA - Badan usaha milik desa (BUMDes) kini menjadi fasilitator bantuan pangan bagi masyarakat perdesaan.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:12

2018, Harga Batu Bara Stagnan

SAMARINDA - Meski masih berfluktuasi, tahun ini harga batu bara memang dalam tren positif. Memasuki…

Kamis, 07 Desember 2017 07:09

Bakal Melambung Sampai Akhir Tahun

SAMARINDA - Harga daging ayam potong di pasaran, terpantau naik sejak awal Desember ini. Tren tersebut…

Kamis, 07 Desember 2017 07:04

Teknologi Dikhawatirkan Gerus Lapangan Kerja

JAKARTA - Angka pengangguran di Indonesia memang terus berkurang hingga saat ini. Namun, penurunan itu…

Kamis, 07 Desember 2017 07:03

Holding BUMN Migas Ditarget Rampung Tahun Ini

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, pembentukan holding untuk perusahaan…

Rabu, 06 Desember 2017 07:29

Momen Bagus Kelapa Sawit

SAMARINDA – Harga kelapa sawit melanjutkan siklus tahunan. Memasuki Desember, Dinas Perkebunan…

Rabu, 06 Desember 2017 07:26

Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal

SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia…

Rabu, 06 Desember 2017 07:24

Permintaan Bahan Pangan Berkurang, Kaltim Deflasi 0,16 Persen

SAMARINDA – Harga sebagian besar barang dan jasa di Kaltim menunjukkan tren penurunan. Badan Pusat…

Rabu, 06 Desember 2017 07:23

Belasan Ribu Tenaga Kerja Terserap

BALIKPAPAN – Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .