MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .