MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 11:11

ALAMAK BENGKAK..!! Utang Pemerintah Tembus Rp 3.649 T

JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pusat hingga Maret 2017 menembus…

Selasa, 25 April 2017 07:17

Mesti Konsisten Gunakan Energi Baru Terbarukan

WAKIL Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha meminta Pemerintah Indonesia serius mengembangkan energi…

Selasa, 25 April 2017 07:08

Tidak Semua Uang di Bank Objek Keterbukaan

PERPPU untuk memuluskan rencana pemerintah mengintip keterbukaan data keuangan guna mendukung pelaksanaan…

Selasa, 25 April 2017 07:07

2025, BBM Cukup 25 Persen

JAKARTA - Sektor transportasi belum terlalu besar memanfaatkan energi yang lebih efisien, seperti gas…

Selasa, 25 April 2017 07:04

Bunga KUR Turun dalam Hitungan Bulan

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah akan secepatnya merealisasikan rencana…

Selasa, 25 April 2017 07:04

Laki-Laki Lebih Melek Investasi

JAKARTA - Untuk urusan melek investasi berdasarkan gender, di Indonesia, kaum pria memiliki catatan…

Senin, 24 April 2017 06:49

Revisi UU Migas Bakal Dorong Andil Negara

SETIDAKNYA ada empat poin akan menjadi konsen dalam revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang…

Senin, 24 April 2017 06:43

65 Persen Pensiunan Gantungkan Hidup pada Anak

Indonesia mungkin boleh berbangga dengan keunggulan demografi, dengan dominannya penduduk usia produktif.…

Senin, 24 April 2017 06:35

Semua Kalangan Bisa Jadi Korban

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantongi sebanyak 91 laporan kegiatan investasi bodong.…

Senin, 24 April 2017 06:35

Survei BI: Triwulan I, Konsumsi Melambat

JAKARTA - Mendekati rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) memperkirakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .