MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:14
Kaltim Siapkan Road Map Produksi Bawang Merah
-ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bercocok tanam bawang merah merupakan hal baru bagi Benua Etam. Program ini terus dilakukan karena bumbu dapur ini salah satu pemicu inflasi di Kaltim. Bank Indonesia (BI) berencana membuat road map bersama Pemprov Kaltim untuk meningkatkan produksi lokal.

Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, bawang merah memang punya peran besar dalam pembentukan inflasi di Kaltim. Hal ini menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk dikembangkan sehingga tidak bergantung lagi pada luar Kaltim.

Selama ini, BI punya program khusus untuk membina klaster petani bawang, namun dengan jumlah terbatas. BI memberikan pendidikan kepada petani. Diajak membentuk klaster sehingga ke depan tidak bergantung pada bantuan pemda, tapi bisa melihat bawang merah sebagai bisnis.

Dia mengakui, harga benih yang mahal jadi kendala. Semisal menanam bawang 1 hektare setidaknya butuh sekitar 1,5 ton benih. Kalau diasumsikan, harga benih 1 kilogram sebesar Rp 40 ribu, maka jadi sekitar Rp 60 juta kebutuhan dana. “Petani merasa berat di modal,” papar Nur.

Klaster yang dibina BI mengambil tenaga yang ahli di bidang penanaman bawang merah, kemudian bekerja sama dengan pemda. Sebab, menurut dia, bercocok tanam bawang merah bagi warga Kaltim masih merupakan hal baru. Kata Nur, bawang merah cenderung berumur pendek. Jadi, setiap petani harus punya ketekunan tinggi. “Dari yang sudah kami lakukan, kami optimistis pengembangan bawang merah di Benua Etam. Sebab, lahan di sini cukup subur,” ungkap dia.

Meski demikian, dia mengaku, langkah menuju swasembada bawang merah masih panjang. Tapi, kalau bisa penuhi 50 persen dari kebutuhan konsumsi bawang saja. Selain itu, jumlah petani di Kaltim juga terbatas, tak seperti di Jawa. Paling tidak, harus bisa mengurangi ketergantungan bawang merah dari luar Kaltim. Sebelum BI masuk ke klaster bawang, produksinya sangat kecil. Namun, di tahun berikutnya meningkat drastis. Berdasar kebutuhan bawang per tahun, setidaknya masih defisit 7 ribu ton. “Untuk itu, harus dibikin road map. Dibahas bersama dinas terkait untuk mengejar ketertinggalan antara konsumsi dan produksi,” ujar dia. Selengkapnya lihat infografis.

Sebelumnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling rentan jadi penyebab inflasi. Ketersediaan pasokan selama ini bergantung pada Jawa dan Sulawesi. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan sebanyak 416 hektare tahun ini. Namun, yang tercapai hanya 50 hektare se-Kaltim.

Kasi Pengembangan Hortikultura di Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Diah Adiaty Yahya mengatakan, ada program penanaman bawang merah untuk Kaltim di tahun ini. Berasal dari APBN di Dirjen Hortikultura. Dia mengatakan, tahun ini mendapat 120 hektare (ha) pengembangan di enam kabupaten/kota se-Kaltim. Yakni, Paser sebanyak 20 ha, Berau (30), Penajam (20), Kukar (20), Balikpapan (10), dan Samarinda (20). “Tapi karena ada rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat, akhirnya tertunda program itu,” papar dia.

Diah mengungkapkan, permasalahan pengembangan bawang merah di Benua Etam adalah mahalnya harga benih. Yakni Rp 30 ribu per kilogram, tapi ketika dikenakan ongkos kirim ke Kaltim harganya menjadi Rp 55 ribu. Untuk 1 hektare lahan dibutuhkan 1 ton bibit. “Jadi, kami tak bisa bergerak. Makanya kami mau konsultasi ke pusat,” ujar dia. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:26

Tren Positif Batu Bara Belum Merata

BALIKPAPAN - Meski harga batu bara menguat dan ekspor meningkat, kondisi ini tak serta-merta membuat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .