MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 21 April 2017 07:11
Tekan Emisi, Kendaraan Bermotor Jadi Sasaran
SUMBANG EMISI: Selain mengupayakan transportasi massal untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, Kemenperin juga serius mendorong diversifikasi bahan bakar. (DOK/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA -  Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menyatakan komtitmen dalam mengurangi efek gas rumah kaca (GRK). Melalui upaya mandiri, hingga 2030 nanti, emisi tersebut ditarget berkurang hingga 29 persen.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, salah satu kontribusi terbesar penurunan GRK adalah kendaraan bermotor di jalan raya. Sumber ini menyumbang 26 persen dari total emisi dari sektor energi.

“Kami menilai stakeholder lain perlu dilibatkan sampai 2030. Untuk itu kami ingin menjalin komunikasi intensif di Kementerian Perhubungan. Penurunan GRK akan efektif apabila dapat mendapat kontribusi dari kendaraan di jalan raya. Atau kami menilai perlunya mengembangkan sistem transportasi dengan Kementerian PU yang memikirkan pengembangan transportasi massal,” ujar Putu dalam FGD di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (20/4).

Untuk itu, dia menilai, perlu upaya mengombinasikan strategi dengan teknologi. Di samping itu, dibutuhkan diversifikasi bahan bakar atau diversifikasi transportasi. Termasuk dengan menggalakkan transportasi massal hingga kebijakan khusus pemerintah daerah di kawasan padat.

“Misalnya di DKI Jakarta, perlu peraturan mengenai usia kendaraan (laik jalan). Sementara di Kalimantan Utara, mungkin tidak masalah bila usia kendaraan 40 tahun. Namun, di Jakarta mungkin (bisa masalah),” kata dia.

Menyambung pernyataan Putu, Direktur Eksekutif Komite Penghapus Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin mengingatkan bahwa pemerintah perlu juga menyiapkan strategi manajemen mobilitas. Perpindahan orang dan barang, kata dia, mesti dilakukan dapat seefisien mungkin.

“Perlu dialog bersama antar pengambil keputusan. Seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kemenperin, Departemen Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pertamina, PGN, hingga industri otomotif. Kebijakan yang diambil haruslah tepat sasaran,” tutur dia dalam kesempatan yang sama. (ant/man/k16)


BACA JUGA

Jumat, 28 April 2017 11:56

OTT Berlanjut, Arus Barang di Palaran Tetap Lancar

SAMARINDA – Pungutan liar di area Pelabuhan Palaran yang diungkap penegak hukum telah memberikan…

Jumat, 28 April 2017 07:39

Triwulan I, NPL Gross Kota Minyak 12,22 Persen, Pertambangan Tetap Mendominasi

BALIKPAPAN – Rasio kredit macet perbankan di Kota Minyak di triwulan pertama kembali meningkat…

Jumat, 28 April 2017 07:37
Pasarkan Setrum dari Pembangkit Sistem Mahakam hingga Wilayah Utara

Penyediaan Listrik Mahal, Masih Andalkan Subsidi Silang

Menggenjot profit, PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek (UIP) Kalimantan Bagian Timur berupaya memperluas…

Kamis, 27 April 2017 08:00

Resolusi Sawit Hanya Gertakan Eropa

SAMARINDA – Uni Eropa seolah tak hentinya menggencarkan black campaign terhadap industri sawit.…

Kamis, 27 April 2017 07:53

Dorong Distributor Merasionalisasi Harga

SAMARINDA – Pungli yang terjadi di jalur distribusi Pelabuhan Peti Kemas Palaran baru saja diungkap…

Kamis, 27 April 2017 07:44

Pertamina Bentuk Satgas Amankan Kuota BBM Ramadan

SAMARINDA – Ramadan sebulan lagi. PT Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG selama Ramadan hingga…

Kamis, 27 April 2017 07:40

Nelayan Kaltim Minim Kapal Penangkap Ikan

SAMARINDA – Potensi perikanan Kaltim berlimpah ruah. Dari satu pangkalan pendaratan ikan (PPI)…

Kamis, 27 April 2017 07:34

Recovery Masih Andalkan Tambang

BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi di Kota Minyak diperkirakan terus membaik tahun ini. Meski begitu,…

Kamis, 27 April 2017 07:33

CATAT..!! Spot Wisata Kaltim Tidak Kalah dari Jawa

Tinggal bagaimana mengelola dan menata, pariwisata Kaltim juga punya keunggulan dan keunikan tersendiri.…

Kamis, 27 April 2017 07:28

2020, Produksi Mobil Ditarget 2,5 Juta Unit

MESKI saat ini masih dalam tren perlambatan, industri otomotif di Tanah Air diyakini bakal tumbuh pesat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .