MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 10:40
Ledakan di Kapal, Waktu Pun “Terhenti”
GARA-GARA METANOL: Kondisi kapal LCT Rimba Raya XXXI yang terkoyak setelah ledakan. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA Duaarr! Suara ledakan menggelegar di telinga Basrani. “Astaga!” teriak mekanik di workshop kapal milik PT Rimba Karya Rayatama, Samarinda Seberang, tersebut. Dia sedang mengarahkan gelas minuman dingin ke mulutnya. Cuaca sedang terik. Rupanya, terjadi ledakan di sebuah kapal tipe landing craft tank (LCT) Rimba Raya XXXI, yang sedang dilas.

Seketika kaki Basrani melangkah ke haluan kapal. Dia buru-buru lari dan menghampiri tubuh rekannya, Muksin, pekerja yang terlempar beberapa meter ke udara. Ledakan yang terjadi kemarin (19/4) pukul 10.20 Wita ini cukup mengejutkan warga. Diduga, ledakan dipicu percikan api las dari Muksin yang menyambar cairan metanol yang belum dibersihkan.

Jauh hari sebelum ledakan, kapal itu memang memuat cairan metanol yang diangkut dari Bontang. Informasi yang diperoleh, kapal belum dibersihkan total dan mengalami kerusakan di salah satu bagian. Tak ada yang mengira, aktivitas ngelas berujung hilangnya nyawa Muksin.

Basrani menerangkan, kemarin dia bersama korban berencana melakukan perbaikan kapal sejak pagi hari. “Tidak bisa kerja sendirian, makanya tadi (kemarin) bersama almarhum,” ujarnya. Pria yang kemarin mengenakan pakaian santai tipe bergaris itu terlihat trauma.

Saat ledakan terjadi, dia sedang istirahat di buritan LCT. “Cuacanya cukup panas, makanya saya istirahat minum sebentar. Jaraknya lumayan jauh dari korban,” jelas Basrani. Pria 43 tahun itu menyebut, sebelum meledak, korban sedang memotong sejumlah besi. Basrani mengaku tidak melihat bagaimana ruang muatan kapal meledak.

Tak hanya kapal yang terkoyak. Beberapa rumah warga dalam radius 50-an meter ikut rusak. Sejumlah kaca rumah pecah. Bahkan, sebuah bangunan nyaris ambruk karena material kapal yang terlempar hingga menghantam atap.

Salah satu rumah yang terkena imbas ledakan adalah milik Aji Belli. Pria 69 tahun itu menerangkan, saat kejadian, dirinya malah mengira ada pesawat jatuh. Pasalnya, beberapa material kapal menimpa atap rumah. “Apalagi dinding rumah bergetar seperti gempa bumi,” ujarnya.

Saat melewati ruang tamu, kaca rumah sudah pecah. Pigura foto yang biasa menghiasi dinding ruang tamu semua terjatuh. Bahkan, jam dinding di ruang tamu sampai terhenti pada posisi pukul 10.20 Wita. Menurut dia, alat penunjuk waktu itu stop berdetak saat ledakan terjadi.

Warga sekitar sontak geger. Mereka pun menyemut di sekitar lokasi, tepatnya Jalan Bung Tomo, Gang 1, RT I, Kelurahan Baqa, tersebut. Tubuh Muksin dibawa relawan ke RSUD Inche Abdoel Moeis, Samarinda Seberang. Nahas, nyawa korban tak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit. Muksin mengembuskan napas terakhir ketika tubuhnya diangkat ke ambulans milik relawan. Berdasar pantauan media ini di rumah sakit, pria berusia 27 tahun itu menderita luka bakar tingkat tiga dari pinggang hingga tubuh bagian atas. Selain itu, tulang paha dan lengan kanannya patah. 

Keluarga yang mendengar kabar duka tersebut lantas datang ke kamar jenazah rumah sakit di Jalan HAMM Rifaddin tersebut. Hingga pukul 13.00 Wita, petugas kepolisian bersama anggota Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda masih di lokasi dan memasang garis polisi agar tak dilintasi selama penyidikan.

Sejumlah awak media sempat menyambangi kantor RKR di Jalan P Antasari, Samarinda Ulu. Sayang, tak banyak keterangan yang diperoleh. Syahrani, karyawan perusahaan yang sempat ditemui awak media, menyebut perwakilan perusahaan sedang ke lokasi ledakan. “Mungkin bisa kembali besok (hari ini, Red), apa lagi kondisinya sedang berkabung,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, metanol memang memiliki efek berbahaya. Siang hari, sambaran api pada senyawa kimia turunan alkohol berumus CH3OH itu mungkin tidak terlihat jelas. Namun, bila malam hari, api yang muncul bisa berwarna biru bercampur ungu.

Kapolsekta Kawasan Pelabuhan Kompol Ervin Suryatna yang turun ke lokasi menyebut, sejauh ini, pihaknya baru mengamankan barang bukti berupa perlengkapan kerja seperti alat las dan bahan-bahannya. “Dugaan sementara karena percikan, makanya tunggu selesai pemeriksaan saksi-saksi,” ujar perwira polisi berpangkat melati satu itu.

Disinggung perihal standar operasional pekerjaan, Ervin tak bisa membahas terlalu terperinci lantaran belum memeriksa. Dia juga bakal berkoordinasi dengan KSOP sebagai saksi ahli keselamatan berlayar. (*/dra/*/fch/zal/k8)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…

Senin, 23 April 2018 10:02

Terjadi Gempa Susulan, Warga Waswas

BANJARNEGARA – Gempa-gempa susulan terus mengguncang wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara…

Senin, 23 April 2018 10:01
Nabi Tajima, Orang Tertua di Dunia yang Meninggal di Usia 117 Tahun

Diyakini Miliki 160 Keturunan, Cucunya Pun Punya Buyut

Rencana memasukkan Nabi Tajima dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua…

Minggu, 22 April 2018 09:04

Imigran Tuntut Kebebasan

BALIKPAPAN – Aksi pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan berlanjut. Pantauan…

Minggu, 22 April 2018 09:00

Dua Pekan Periksa Pipa Pertamina

BALIKPAPAN - Dominasi arah kebijakan pemerintah pada korporasi badan usaha milik negara (BUMN) semakin…

Minggu, 22 April 2018 08:58

214 Perempuan Menyelam, Kibarkan Bendera

SITUBONDO - Hari Kartini kemarin (21/4) menjadi momen bersejarah bagi Pramuka Saka Bahari Lantamal V.…

Minggu, 22 April 2018 08:54

Nikah Dini, Berpotensi Jomlo Lagi

BALIKPAPAN - Maraknya kasus perkawinan anak di bawah umur membuat pemerintah gelisah. Salah satu opsi…

Minggu, 22 April 2018 08:52

TERUS DISERBU ASING..!! Dosen Asing Digaji Rp 65 Juta

JAKARTA - Kabar impor dosen asing oleh pemerintah semakin heboh. Sebab, ditambah informasi bahwa dosen…

Minggu, 22 April 2018 08:49

Waswas Bekerja di Perairan, Berangkat Pagi Pulang Pagi

Emansipasi perempuan bukan keniscayaan. Dua perempuan ini membuktikannya. Memimpin tim yang menangani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .