MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 10:40
Ledakan di Kapal, Waktu Pun “Terhenti”
GARA-GARA METANOL: Kondisi kapal LCT Rimba Raya XXXI yang terkoyak setelah ledakan. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA Duaarr! Suara ledakan menggelegar di telinga Basrani. “Astaga!” teriak mekanik di workshop kapal milik PT Rimba Karya Rayatama, Samarinda Seberang, tersebut. Dia sedang mengarahkan gelas minuman dingin ke mulutnya. Cuaca sedang terik. Rupanya, terjadi ledakan di sebuah kapal tipe landing craft tank (LCT) Rimba Raya XXXI, yang sedang dilas.

Seketika kaki Basrani melangkah ke haluan kapal. Dia buru-buru lari dan menghampiri tubuh rekannya, Muksin, pekerja yang terlempar beberapa meter ke udara. Ledakan yang terjadi kemarin (19/4) pukul 10.20 Wita ini cukup mengejutkan warga. Diduga, ledakan dipicu percikan api las dari Muksin yang menyambar cairan metanol yang belum dibersihkan.

Jauh hari sebelum ledakan, kapal itu memang memuat cairan metanol yang diangkut dari Bontang. Informasi yang diperoleh, kapal belum dibersihkan total dan mengalami kerusakan di salah satu bagian. Tak ada yang mengira, aktivitas ngelas berujung hilangnya nyawa Muksin.

Basrani menerangkan, kemarin dia bersama korban berencana melakukan perbaikan kapal sejak pagi hari. “Tidak bisa kerja sendirian, makanya tadi (kemarin) bersama almarhum,” ujarnya. Pria yang kemarin mengenakan pakaian santai tipe bergaris itu terlihat trauma.

Saat ledakan terjadi, dia sedang istirahat di buritan LCT. “Cuacanya cukup panas, makanya saya istirahat minum sebentar. Jaraknya lumayan jauh dari korban,” jelas Basrani. Pria 43 tahun itu menyebut, sebelum meledak, korban sedang memotong sejumlah besi. Basrani mengaku tidak melihat bagaimana ruang muatan kapal meledak.

Tak hanya kapal yang terkoyak. Beberapa rumah warga dalam radius 50-an meter ikut rusak. Sejumlah kaca rumah pecah. Bahkan, sebuah bangunan nyaris ambruk karena material kapal yang terlempar hingga menghantam atap.

Salah satu rumah yang terkena imbas ledakan adalah milik Aji Belli. Pria 69 tahun itu menerangkan, saat kejadian, dirinya malah mengira ada pesawat jatuh. Pasalnya, beberapa material kapal menimpa atap rumah. “Apalagi dinding rumah bergetar seperti gempa bumi,” ujarnya.

Saat melewati ruang tamu, kaca rumah sudah pecah. Pigura foto yang biasa menghiasi dinding ruang tamu semua terjatuh. Bahkan, jam dinding di ruang tamu sampai terhenti pada posisi pukul 10.20 Wita. Menurut dia, alat penunjuk waktu itu stop berdetak saat ledakan terjadi.

Warga sekitar sontak geger. Mereka pun menyemut di sekitar lokasi, tepatnya Jalan Bung Tomo, Gang 1, RT I, Kelurahan Baqa, tersebut. Tubuh Muksin dibawa relawan ke RSUD Inche Abdoel Moeis, Samarinda Seberang. Nahas, nyawa korban tak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit. Muksin mengembuskan napas terakhir ketika tubuhnya diangkat ke ambulans milik relawan. Berdasar pantauan media ini di rumah sakit, pria berusia 27 tahun itu menderita luka bakar tingkat tiga dari pinggang hingga tubuh bagian atas. Selain itu, tulang paha dan lengan kanannya patah. 

Keluarga yang mendengar kabar duka tersebut lantas datang ke kamar jenazah rumah sakit di Jalan HAMM Rifaddin tersebut. Hingga pukul 13.00 Wita, petugas kepolisian bersama anggota Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda masih di lokasi dan memasang garis polisi agar tak dilintasi selama penyidikan.

Sejumlah awak media sempat menyambangi kantor RKR di Jalan P Antasari, Samarinda Ulu. Sayang, tak banyak keterangan yang diperoleh. Syahrani, karyawan perusahaan yang sempat ditemui awak media, menyebut perwakilan perusahaan sedang ke lokasi ledakan. “Mungkin bisa kembali besok (hari ini, Red), apa lagi kondisinya sedang berkabung,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, metanol memang memiliki efek berbahaya. Siang hari, sambaran api pada senyawa kimia turunan alkohol berumus CH3OH itu mungkin tidak terlihat jelas. Namun, bila malam hari, api yang muncul bisa berwarna biru bercampur ungu.

Kapolsekta Kawasan Pelabuhan Kompol Ervin Suryatna yang turun ke lokasi menyebut, sejauh ini, pihaknya baru mengamankan barang bukti berupa perlengkapan kerja seperti alat las dan bahan-bahannya. “Dugaan sementara karena percikan, makanya tunggu selesai pemeriksaan saksi-saksi,” ujar perwira polisi berpangkat melati satu itu.

Disinggung perihal standar operasional pekerjaan, Ervin tak bisa membahas terlalu terperinci lantaran belum memeriksa. Dia juga bakal berkoordinasi dengan KSOP sebagai saksi ahli keselamatan berlayar. (*/dra/*/fch/zal/k8)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 13:13

Nginap di Hotel Melati, Akhirnya Bos Komura Itu Tertangkap

SAMARINDA – Kasus pidana di Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Samarinda masih memanas. Minggu…

Selasa, 25 April 2017 13:05

Sabotase Bandara demi Hindari Selingkuhan

AKSI playboy zaman sekarang tak melulu hanya menyakiti hati gadis. Bahkan juga bisa bikin repot negara.…

Selasa, 25 April 2017 13:00
Rita Widyasari, Calon Gubernur Perempuan Kaltim yang Begitu Didukung (1)

“Jangan Lihat Usia dan Gender, tapi Lihat Niat Saya Bangun Daerah”

Perempuan di provinsi ini belum banyak bersuara lantang. Terutama dalam menyuarakan derita di pelosok…

Selasa, 25 April 2017 12:00

Spirit Persiba Nodai Marora

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan mengusung misi berat di pekan kedua Liga 1 2017. Tim berjuluk…

Selasa, 25 April 2017 10:14

Bulan dari Perbatasan

Sepanjang 72 tahun kemerdekaan, merobek isolasi perbatasan negara layaknya pungguk merindukan rembulan.…

Senin, 24 April 2017 13:00

Izin Tambang Ditertibkan, Kukar Tak Perlu Gusar

SAMARINDA – Kekhawatiran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari bahwa penertiban izin…

Senin, 24 April 2017 12:45

Paling Kotor, Kalimantan Terparah Kedua di Asia Versi Forbes

Menyambut Hari Bumi, ada kado tidak istimewa dari Forbes. Pada 19 April lalu, situs berita majalah bergengsi…

Senin, 24 April 2017 12:34

Sehari, Biaya Makan untuk Penghuni Penjara Rp 137 Juta

SAMARINDA – Bergulirnya rencana revisi PP 99/2012 menjadi angin segar bagi penjara yang berpenghuni…

Senin, 24 April 2017 12:00

Kambing buat Bayar SPP

HARARE – Bayar beban biaya sekolah alias SPP kini tak perlu menggunakan uang tunai. Bayar saja…

Senin, 24 April 2017 09:31

DERBY LONDON DI FINAL FA

SEMIFINAL Piala FA di Stadion Wembley, Minggu (23/4), berlangsung dramatis. Arsenal berhasil bangkit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .