MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 10:40
Ledakan di Kapal, Waktu Pun “Terhenti”
GARA-GARA METANOL: Kondisi kapal LCT Rimba Raya XXXI yang terkoyak setelah ledakan. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA Duaarr! Suara ledakan menggelegar di telinga Basrani. “Astaga!” teriak mekanik di workshop kapal milik PT Rimba Karya Rayatama, Samarinda Seberang, tersebut. Dia sedang mengarahkan gelas minuman dingin ke mulutnya. Cuaca sedang terik. Rupanya, terjadi ledakan di sebuah kapal tipe landing craft tank (LCT) Rimba Raya XXXI, yang sedang dilas.

Seketika kaki Basrani melangkah ke haluan kapal. Dia buru-buru lari dan menghampiri tubuh rekannya, Muksin, pekerja yang terlempar beberapa meter ke udara. Ledakan yang terjadi kemarin (19/4) pukul 10.20 Wita ini cukup mengejutkan warga. Diduga, ledakan dipicu percikan api las dari Muksin yang menyambar cairan metanol yang belum dibersihkan.

Jauh hari sebelum ledakan, kapal itu memang memuat cairan metanol yang diangkut dari Bontang. Informasi yang diperoleh, kapal belum dibersihkan total dan mengalami kerusakan di salah satu bagian. Tak ada yang mengira, aktivitas ngelas berujung hilangnya nyawa Muksin.

Basrani menerangkan, kemarin dia bersama korban berencana melakukan perbaikan kapal sejak pagi hari. “Tidak bisa kerja sendirian, makanya tadi (kemarin) bersama almarhum,” ujarnya. Pria yang kemarin mengenakan pakaian santai tipe bergaris itu terlihat trauma.

Saat ledakan terjadi, dia sedang istirahat di buritan LCT. “Cuacanya cukup panas, makanya saya istirahat minum sebentar. Jaraknya lumayan jauh dari korban,” jelas Basrani. Pria 43 tahun itu menyebut, sebelum meledak, korban sedang memotong sejumlah besi. Basrani mengaku tidak melihat bagaimana ruang muatan kapal meledak.

Tak hanya kapal yang terkoyak. Beberapa rumah warga dalam radius 50-an meter ikut rusak. Sejumlah kaca rumah pecah. Bahkan, sebuah bangunan nyaris ambruk karena material kapal yang terlempar hingga menghantam atap.

Salah satu rumah yang terkena imbas ledakan adalah milik Aji Belli. Pria 69 tahun itu menerangkan, saat kejadian, dirinya malah mengira ada pesawat jatuh. Pasalnya, beberapa material kapal menimpa atap rumah. “Apalagi dinding rumah bergetar seperti gempa bumi,” ujarnya.

Saat melewati ruang tamu, kaca rumah sudah pecah. Pigura foto yang biasa menghiasi dinding ruang tamu semua terjatuh. Bahkan, jam dinding di ruang tamu sampai terhenti pada posisi pukul 10.20 Wita. Menurut dia, alat penunjuk waktu itu stop berdetak saat ledakan terjadi.

Warga sekitar sontak geger. Mereka pun menyemut di sekitar lokasi, tepatnya Jalan Bung Tomo, Gang 1, RT I, Kelurahan Baqa, tersebut. Tubuh Muksin dibawa relawan ke RSUD Inche Abdoel Moeis, Samarinda Seberang. Nahas, nyawa korban tak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit. Muksin mengembuskan napas terakhir ketika tubuhnya diangkat ke ambulans milik relawan. Berdasar pantauan media ini di rumah sakit, pria berusia 27 tahun itu menderita luka bakar tingkat tiga dari pinggang hingga tubuh bagian atas. Selain itu, tulang paha dan lengan kanannya patah. 

Keluarga yang mendengar kabar duka tersebut lantas datang ke kamar jenazah rumah sakit di Jalan HAMM Rifaddin tersebut. Hingga pukul 13.00 Wita, petugas kepolisian bersama anggota Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda masih di lokasi dan memasang garis polisi agar tak dilintasi selama penyidikan.

Sejumlah awak media sempat menyambangi kantor RKR di Jalan P Antasari, Samarinda Ulu. Sayang, tak banyak keterangan yang diperoleh. Syahrani, karyawan perusahaan yang sempat ditemui awak media, menyebut perwakilan perusahaan sedang ke lokasi ledakan. “Mungkin bisa kembali besok (hari ini, Red), apa lagi kondisinya sedang berkabung,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, metanol memang memiliki efek berbahaya. Siang hari, sambaran api pada senyawa kimia turunan alkohol berumus CH3OH itu mungkin tidak terlihat jelas. Namun, bila malam hari, api yang muncul bisa berwarna biru bercampur ungu.

Kapolsekta Kawasan Pelabuhan Kompol Ervin Suryatna yang turun ke lokasi menyebut, sejauh ini, pihaknya baru mengamankan barang bukti berupa perlengkapan kerja seperti alat las dan bahan-bahannya. “Dugaan sementara karena percikan, makanya tunggu selesai pemeriksaan saksi-saksi,” ujar perwira polisi berpangkat melati satu itu.

Disinggung perihal standar operasional pekerjaan, Ervin tak bisa membahas terlalu terperinci lantaran belum memeriksa. Dia juga bakal berkoordinasi dengan KSOP sebagai saksi ahli keselamatan berlayar. (*/dra/*/fch/zal/k8)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 10:53

PETAKA DI KALTARA...!! Speedboat Terbalik, Belasan Penumpang Tewas

TARAKAN – Selasa (25/7) pagi, langit Tarakan yang cerah tak menunjukkan firasat apapun. Terik…

Rabu, 26 Juli 2017 10:48
Speedboat Tenggelam di Perairan Tarakan

KSOP Klaim sesuai Kapasitas

KECELAKAAN speedboat Rejeki Baru Kharisma kemarin, tak hanya membuat korban selamat trauma, tapi juga…

Rabu, 26 Juli 2017 10:37

Inspektur Heran Masalah Keuangan di Sekwan

BALIKPAPAN – Kisruh dugaan pelanggaran penggunaan anggaran di Sekretariat DPRD (Sekwan) Balikpapan…

Rabu, 26 Juli 2017 10:34

HIV dalam Kaleng dari Thailand

PERNAH mendapat pesan berantai ini; ”Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Assalammualaikum Wr…

Rabu, 26 Juli 2017 10:30

Jika “Beruntung”, saat Landing Langsung Disambut Singa

Juli–Oktober adalah saat yang tepat untuk bersafari ke Masai Mara. Saat itulah, hewan-hewan bermigrasi…

Rabu, 26 Juli 2017 10:24

Dihukum karena Punya 24 Istri

PUNYA banyak istri tak melulu menghadirkan cerita bahagia bagi si suami. Buktinya harus berhadapan dengan…

Selasa, 25 Juli 2017 10:28

TERNYATA..!! Penambang Batu Bara Dominan Pengemplang

BALIKPAPAN – Sektor pertambangan batu bara mendominasi jumlah tunggakan pajak. Ini seperti dicatatkan…

Selasa, 25 Juli 2017 10:24

Begini Modifikasi Modus Tipu-Tipu di Dunia Maya

Penjahat dunia maya terus “memodifikasi” modus kejahatan mereka. Bukan lagi sebagai penjual…

Selasa, 25 Juli 2017 10:18
Dalam Sidang yang Sepi, Trio Pembunuh Juragan Angkot Dituntut 20 Tahun

Merasa Tuntutan Setimpal, Tetap Minta Keringanan

Setelah 55 hari sejak sidang perdana, kemarin (24/7), pembunuh satu keluarga di Gang Merpati, RT 31,…

Selasa, 25 Juli 2017 10:14

NAH KAN..!! Ternyata Tol Belum Bebas Hambatan di Tahura

SAMARINDA – Trase Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang membelah Taman Hutan Raya (Tahura)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .