MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Kamis, 20 April 2017 08:50
Mengajarkan Anak Bernegosiasi
TEMAN BERMAIN: Interaksi orangtua dan anak harus dibentuk sedini mungkin. Sadar akan hal itu, Jeane dan suami selalu bermain bersama anak-anaknya.

PROKAL.CO, MALAM semakin larut saat Jeane Stavia dan suaminya, Harris Muqaddar, mengerjakan projek permainan wayang orang.

Tak peduli dengan rasa kantuk, keduanya kompak menyelesaikan permainan edukasi yang dibuat untuk putra pertama mereka, Muhammad Arshavin Muqaddar (3).

Keesokan harinya saat memberikan permainan tersebut kepada Javin–sapaan putranya, dia hanya melirik malas dan memutus tali-tali mainan wayang. Jeane Stavia–yang akrab disapa Avia– dan suaminya hanya bisa pasrah, memaklumi jika putranya tidak menyukai mainan yang dibuatnya.

“Saya dan suami akhirnya paham, kalau ingin memberikan permainan kepada anak, harus dilihat dulu anak suka atau tidak. Walaupun kami membuat mainan yang ada edukasinya untuk anak. Sejak Javin usia 7 bulan saya suka bikin mainan sendiri, yang bisa merangsang motorik kasar dan halus anak dan berlanjut sampai ke adiknya,” ujar Avia saat diwawancarai di Ruang Giat Samarinda, Sabtu (15/4).

Dalam mendidik putra-putrinya, Avia dan Harris memang sangat kompak. Di tengah kesibukan, keduanya tetap menyediakan waktu khusus untuk anak, terutama Harris. Dengan bonding time, seorang ayah bisa dekat, mengenal karakter anak, dan membentuknya agar memiliki karakter yang positif.

“Intinya, main bersama anak berarti ayah bundanya juga ikut belajar. Memahami karakter dan cara belajar anak,” tutur alumnus Teknik Industri Bina Nusantara, Jakarta, itu.

Avia dan Harris menyadari, mendidik anak adalah tugas serta tanggung jawab berdua, berawal dari rumah mereka.

“Saya suka membaca buku ataupun artikel parenting, saya bagi ke suami. Kami berdua saling belajar untuk mendidik anak, mulai dari tumbuh kembang, agama, serta pendidikan karakter anak," jelasnya.

Karena sebenarnya, sambung Avia, mendidik anak adalah mendidik diri sendiri, terutama cara mendidik dan mengontrol rasa keakuan sebagai orangtua. Perempuan berkulit putih itu sadar, jika anak-anaknya pasti memiliki penilaian sendiri terhadap orangtuanya.

Sebagai orangtua, Avia dan Harris merasa masih banyak kekurangan. Makanya sebelum tidur, mereka dan anak-anaknya saling bercerita dan melakukan koreksi.

Menjadi orangtua di era digital, menurut Avia, memang banyak tantangan. “Contohnya, anak pertama saya Javin, diizinkan menonton televisi hanya di weekend. Itu pun setelah dia melakukan tanggung jawabnya. Saya kontrol benar apa yang dia tonton, tidak pernah sendirian, selalu saya dampingi atau didampingi pengasuh saat saya sibuk,” kisahnya.

Namun, sambung Avia, hal yang menjadi pekerjaan rumahnya dan suami adalah pada saat Javin bertanya, mengapa ayah dan bundanya boleh memegang handphone setiap hari. Sedangkan Javin hanya boleh memegang gadget setiap weekend.

“Susah mengerem diri sendiri untuk tidak pegang ponsel saat ada anak. Jadi, saya dan suami memutuskan untuk bergantian tidak pegang ponsel,” tutur perempuan kelahiran Jakarta, 24 Juni 1987 tersebut.

Dalam urusan bermain gadget, Avia mengaku putranya sudah bisa kontrol diri. Jika boleh menonton, kemudian waktu menonton habis sesuai perjanjian, Javin tidak akan menangis. Kecuali di saat moodnya sedang tidak bagus.

“Kalau sudah begitu, kembali lagi saya mengajak dia bernegosiasi. Memiliki anak tiga tahun dan lebih kecil lagi, harus bisa negosiasi dan menepatinya. Harus sabar juga menerima negoisasi dari anak. Kalau anak kedua, Kalisya, biasanya mengikuti apa yang dikerjakan abangnya,” urai pemilik Ruang Giat tersebut.

(*/ni/her/k9)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 09:34

Tak Gugup Beradu Akting

MEMILIKI anak yang menunjukkan bakat sejak dini tentu menjadi kebanggaan orangtua. Seperti Madina Farah…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:32

Taklukkan Tantangan Pakai 5 Kostum

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ Madina Farah Qurrata’ayuni mengenal dunia fashion show sejak usia…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:31

Bola Ubi Kopong

Oleh: Sekar Ayu Bahan-bahan: 3 buah ubi 5 sendok makan (sdm) tepung tapioka 3 sdm tepung maizena 2 sdm…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:18
Bincang dengan dr Meggy Valensia

Mendengarkan sebelum Mengobati

RIUH suasana memenuhi unit gawat darurat (UGD) salah satu rumah sakit swasta di Samarinda, saat seorang…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:14

Pound Raisin Cake

Oleh: Tanti Bahan-bahan: 150 gram (gr) butter 100 gr gula pasir 3 butir telur 1 butir kuning telur 150…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:12

Serabi Notosuman

Oleh: Tanti Bahan-bahan: 100 gram (gr) tepung beras 1 sendok makan (sdm) tepung terigu 350 ml santan…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:47

Sadar Kompetensi, Beri Rujukan Pasien

SEBAGAI dokter umum yang juga fokus ke dunia kecantikan dan akupunktur, dr Meggy Valensia mengaku sering…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:23

Waspada Infeksi Tiga Jenis Cacing

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\ Adabeberapa jenis cacing yang umumnya menyebabkan seseorang terinfeksi…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:22

Pancake Kentang Bayam

Oleh: Nadia Hayu Bahan-bahan: 2 buah telur bebek (bisa pakai telur ayam) 100 gram (gr) kentang, kupas…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:21

Soto Udang Medan

Oleh: Nadia Hayu Bahan-bahan: 600 gram (gr) udang 2 batang bawang perei 3 batang seledri 3 lembar daun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .