MANAGED BY:
KAMIS
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 20 April 2017 07:32
BNI Pasang Strategi Tekan Laju NPL
LANGKAH EFEKTIF: Bahkan jalur hukum pun ditempuh mengatasi nasabah nakal.(dok/kp)

PROKAL.CO, PT BANK Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kuartal I 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Per Maret 2017, NPL bank berkode emiten BBNI ini di level 3,00 persen, naik 20 basis poin (bps) dibanding Maret 2016 sebesar 2,8 persen.

Direktur Bisnis Menengah BNI, Putrama Wahyu Setiawan mengatakan, kenaikan NPL tersebut mayoritas berasal dari kredit korporasi. Jika merujuk pada laporan kinerja kuartal I-2017, kredit bermasalah di segmen korporasi naik cukup tinggi menjadi 2,7 persen dari posisi 2,2 persen pada kuartal I 2016.

Jika dirinci, sektor pertambangan menyumbang NPL terbesar yakni mencapai 9,4 persen pada Maret 2017, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,5 persen. Putrama mengatakan, tingginya sektor pertambangan masih dipengaruhi oleh belum stabilnya harga komoditas dari tahun lalu.

Meski demikian, Putrama membeberkan salah satu perusahaan dengan nilai kredit bermasalah tertinggi berasal dari sektor perdagangan yakni PT Trikomsel Oke Tbk (Trio) yang menyumbang NPL Rp 1,3 triliun. Jumlah tersebut tercatat lebih dari 10 persen dari total kredit bermasalah BNI per kuartal I 2017 yang sebesar Rp 11,89 triliun.

"Ini nasabah lama kami, dia (Trikomsel) bergerak di bidang telekomunikasi, ini yang menyebabkan NPL kami naik menjadi 3 persen, atau berasal dari kredit korporasi kami," kata Putrama, Rabu (19/4). Trikomsel merupakan perusahaan distribusi dan perital produk telekomunikasi yang memiliki dua anak usaha, yakni Global Teleshop dan OkeShop.

Putrama mengatakan, saat ini Trikomsel masih dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diperkirakan berjalan selama 7 bulan. Artinya, saat ini pembayaran kredit Trikomsel berada dalam kesepakatan dengan pengadilan niaga untuk melaksanakan keputusan PKPU.

Akibat adanya NPL tersebut, bank berlogo 46 ini  telah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sejak 2016 lalu. Per kuartal I 2017, CKPN BNI juga naik menjadi 147,1 persen dari periode yang sama tahun 2016 di level 142,4 persen.

Tidak mau masalah ini kembali terulang, BNI juga telah menyiapkan beberapa strategi dengan melakukan penyelamatan kredit serta restrukturisasi. "Kalau tidak bisa juga, kreditnya kami selesaikan atau recovery. Untuk penyelesaian, kami bisa melakukan penjadwalan ulang, penjualan aset atau langkah hukum jika ada unsur kecurangan dari debitur," papar Putrama.

Lanjut Putrama, saat ini BNI juga telah bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindaklanjuti debitur yang memiliki potensi kecurangan. Salah satu yang telah masuk ke jalur hukum antara lain PT Rockit Aldeway yang terindikasi melakukan tindakan penipuan kredit dengan BNI berupa kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 140 miliar. BNI menargetkan, hingga akhir tahun ini pihaknya dapat menjaga NPL di level 2 persen sampai 2,5 persen. (ant/lhl/k16)


BACA JUGA

Kamis, 22 Juni 2017 07:24

Dua Nama Bisa Disandera Petugas Pajak

BALIKPAPAN - Direktorat jenderal pajak (DJP) Kaltimra mengklaim saat ini pihaknya telah bisa mengakses…

Kamis, 22 Juni 2017 07:21

Terapkan Pola Alternatif Emergency

BALIKPAPAN - Kondisi jalan darat di wilayah Kaltim yang masih jauh dari kata bagus, membuat pendistribusian…

Kamis, 22 Juni 2017 07:17

Pengembangan Bawang Masih Kekurangan Modal

SAMARINDA – Menjadi salah satu pemicu inflasi, bawang merah dikembangkan di Kaltim. Dari target…

Kamis, 22 Juni 2017 07:16

Pengiriman Barang Meningkat 20 Persen

SAMARINDA – Antusiasme masyarakat untuk menggunakan jasa pengiriman selama Ramadan dan jelang…

Kamis, 22 Juni 2017 07:13

Merasakan Sistem dan Layanan Bank di UK: Apa yang Beda dari Indonesia?

Ketika diharuskan membuat akun bank di United Kingdom (UK), pikiran saya tidak lepas dari membandingkan…

Rabu, 21 Juni 2017 07:12

Ramadan, Transaksi Nontunai Justru Menurun

BALIKPAPAN - Tren transaksi nontunai melalui kliring di Kota Minyak pada bulan ini cenderung mengalami…

Rabu, 21 Juni 2017 07:11
Borneo Bay City Genjot Penjualan Sisa Unit

Promo Juni, Tanpa DP dan Bunga

BALIKPAPAN – Kehadiran PT Agung Podomoro Land (APL) selalu menjadi pusat perhatian. Tak terkecuali…

Rabu, 21 Juni 2017 07:06

“Pasar Ramadan Aja Lesu Apalagi Motor”

SAMARINDA – Momen Ramadan selalu memberikan dampak bagi penjualan motor. Meski demikian, pertumbuhannya…

Rabu, 21 Juni 2017 07:02

Pengaduan Masalah THR Belum Signifikan

SAMARINDA – Masalah aduan tunjangan hari raya (THR) belum dibayar tahun ini belum signifikan.…

Rabu, 21 Juni 2017 07:02

Melalui Smartphone, Kredit Tanpa Agunan Bisa Cair

Sekarang, cukup dengan duduk sambil pemegang smartphone, Anda sudah bisa dapat pinjaman modal untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .