MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 20 April 2017 07:32
BNI Pasang Strategi Tekan Laju NPL
LANGKAH EFEKTIF: Bahkan jalur hukum pun ditempuh mengatasi nasabah nakal.(dok/kp)

PROKAL.CO, PT BANK Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kuartal I 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Per Maret 2017, NPL bank berkode emiten BBNI ini di level 3,00 persen, naik 20 basis poin (bps) dibanding Maret 2016 sebesar 2,8 persen.

Direktur Bisnis Menengah BNI, Putrama Wahyu Setiawan mengatakan, kenaikan NPL tersebut mayoritas berasal dari kredit korporasi. Jika merujuk pada laporan kinerja kuartal I-2017, kredit bermasalah di segmen korporasi naik cukup tinggi menjadi 2,7 persen dari posisi 2,2 persen pada kuartal I 2016.

Jika dirinci, sektor pertambangan menyumbang NPL terbesar yakni mencapai 9,4 persen pada Maret 2017, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,5 persen. Putrama mengatakan, tingginya sektor pertambangan masih dipengaruhi oleh belum stabilnya harga komoditas dari tahun lalu.

Meski demikian, Putrama membeberkan salah satu perusahaan dengan nilai kredit bermasalah tertinggi berasal dari sektor perdagangan yakni PT Trikomsel Oke Tbk (Trio) yang menyumbang NPL Rp 1,3 triliun. Jumlah tersebut tercatat lebih dari 10 persen dari total kredit bermasalah BNI per kuartal I 2017 yang sebesar Rp 11,89 triliun.

"Ini nasabah lama kami, dia (Trikomsel) bergerak di bidang telekomunikasi, ini yang menyebabkan NPL kami naik menjadi 3 persen, atau berasal dari kredit korporasi kami," kata Putrama, Rabu (19/4). Trikomsel merupakan perusahaan distribusi dan perital produk telekomunikasi yang memiliki dua anak usaha, yakni Global Teleshop dan OkeShop.

Putrama mengatakan, saat ini Trikomsel masih dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diperkirakan berjalan selama 7 bulan. Artinya, saat ini pembayaran kredit Trikomsel berada dalam kesepakatan dengan pengadilan niaga untuk melaksanakan keputusan PKPU.

Akibat adanya NPL tersebut, bank berlogo 46 ini  telah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sejak 2016 lalu. Per kuartal I 2017, CKPN BNI juga naik menjadi 147,1 persen dari periode yang sama tahun 2016 di level 142,4 persen.

Tidak mau masalah ini kembali terulang, BNI juga telah menyiapkan beberapa strategi dengan melakukan penyelamatan kredit serta restrukturisasi. "Kalau tidak bisa juga, kreditnya kami selesaikan atau recovery. Untuk penyelesaian, kami bisa melakukan penjadwalan ulang, penjualan aset atau langkah hukum jika ada unsur kecurangan dari debitur," papar Putrama.

Lanjut Putrama, saat ini BNI juga telah bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindaklanjuti debitur yang memiliki potensi kecurangan. Salah satu yang telah masuk ke jalur hukum antara lain PT Rockit Aldeway yang terindikasi melakukan tindakan penipuan kredit dengan BNI berupa kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 140 miliar. BNI menargetkan, hingga akhir tahun ini pihaknya dapat menjaga NPL di level 2 persen sampai 2,5 persen. (ant/lhl/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:11

WIDIH..!! Konsumen Lebih Suka Beras Mahal

BALIKPAPAN - Isu kelangkaan beras medium di beberapa daerah diyakini tak berlaku di Balikpapan. Di Kota…

Rabu, 17 Januari 2018 07:09

Petani Kaltim Belum Juga Surplus

SAMARINDA - Sektor pertanian belum juga menjanjikan untuk Kaltim. Hal itu tergambar dari nilai tukar…

Rabu, 17 Januari 2018 07:07

Krisis Regenerasi, Produk Kalah Saing dengan Kain Cetak

Permukiman penenun sudah terbangun puluhan tahun lalu di Samarinda Seberang. Oleh pemerintah, kawasan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Selasa, 16 Januari 2018 07:19

Moratorium Tak Ganggu Produksi Sawit

SAMARINDA - Tahun ini, Pemprov Kaltim menegaskan, moratorium penerbitan izin baru pertambangan, perkebunan,…

Selasa, 16 Januari 2018 07:16

India dan Tiongkok Masih Sasaran Utama

SAMARINDA - Selain dari sisi komoditas, Kaltim juga belum mampu mengubah sasaran utama ekspor. Sampai…

Selasa, 16 Januari 2018 07:13

BI: Aset Virtual Bakal Ganggu Sistem Pembayaran

FENOMENA mata uang virtual seperti Bitcoin dinilai semakin mengusik perekonomian. Bank Indonesia pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .