MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 20 April 2017 07:32
BNI Pasang Strategi Tekan Laju NPL
LANGKAH EFEKTIF: Bahkan jalur hukum pun ditempuh mengatasi nasabah nakal.(dok/kp)

PROKAL.CO, PT BANK Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kuartal I 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Per Maret 2017, NPL bank berkode emiten BBNI ini di level 3,00 persen, naik 20 basis poin (bps) dibanding Maret 2016 sebesar 2,8 persen.

Direktur Bisnis Menengah BNI, Putrama Wahyu Setiawan mengatakan, kenaikan NPL tersebut mayoritas berasal dari kredit korporasi. Jika merujuk pada laporan kinerja kuartal I-2017, kredit bermasalah di segmen korporasi naik cukup tinggi menjadi 2,7 persen dari posisi 2,2 persen pada kuartal I 2016.

Jika dirinci, sektor pertambangan menyumbang NPL terbesar yakni mencapai 9,4 persen pada Maret 2017, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,5 persen. Putrama mengatakan, tingginya sektor pertambangan masih dipengaruhi oleh belum stabilnya harga komoditas dari tahun lalu.

Meski demikian, Putrama membeberkan salah satu perusahaan dengan nilai kredit bermasalah tertinggi berasal dari sektor perdagangan yakni PT Trikomsel Oke Tbk (Trio) yang menyumbang NPL Rp 1,3 triliun. Jumlah tersebut tercatat lebih dari 10 persen dari total kredit bermasalah BNI per kuartal I 2017 yang sebesar Rp 11,89 triliun.

"Ini nasabah lama kami, dia (Trikomsel) bergerak di bidang telekomunikasi, ini yang menyebabkan NPL kami naik menjadi 3 persen, atau berasal dari kredit korporasi kami," kata Putrama, Rabu (19/4). Trikomsel merupakan perusahaan distribusi dan perital produk telekomunikasi yang memiliki dua anak usaha, yakni Global Teleshop dan OkeShop.

Putrama mengatakan, saat ini Trikomsel masih dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diperkirakan berjalan selama 7 bulan. Artinya, saat ini pembayaran kredit Trikomsel berada dalam kesepakatan dengan pengadilan niaga untuk melaksanakan keputusan PKPU.

Akibat adanya NPL tersebut, bank berlogo 46 ini  telah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sejak 2016 lalu. Per kuartal I 2017, CKPN BNI juga naik menjadi 147,1 persen dari periode yang sama tahun 2016 di level 142,4 persen.

Tidak mau masalah ini kembali terulang, BNI juga telah menyiapkan beberapa strategi dengan melakukan penyelamatan kredit serta restrukturisasi. "Kalau tidak bisa juga, kreditnya kami selesaikan atau recovery. Untuk penyelesaian, kami bisa melakukan penjadwalan ulang, penjualan aset atau langkah hukum jika ada unsur kecurangan dari debitur," papar Putrama.

Lanjut Putrama, saat ini BNI juga telah bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindaklanjuti debitur yang memiliki potensi kecurangan. Salah satu yang telah masuk ke jalur hukum antara lain PT Rockit Aldeway yang terindikasi melakukan tindakan penipuan kredit dengan BNI berupa kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 140 miliar. BNI menargetkan, hingga akhir tahun ini pihaknya dapat menjaga NPL di level 2 persen sampai 2,5 persen. (ant/lhl/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 06:57

Start-up Belum Terdata, BI Tetap Memantau

SAMARINDA – Kemunculan start-up di Benua Etam mewarnai geliat bisnis di daerah. Namun, hingga…

Kamis, 21 September 2017 06:56

NAH..!! Menteri ESDM Minta Cabut 600 Izin Tambang

JAKARTA - Izin tambang yang dianggap ilegal karena tak memenuhi kaidah clean on clear (CnC) terus diburu…

Kamis, 21 September 2017 06:53

Beri Peluang Swasta dengan Syarat “Uang Muka”

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menelurkan aturan terkait Limited Concession Scheme (LCS) sebagai…

Kamis, 21 September 2017 06:52

Bauran Energi Terbarukan Sudah Lampaui Target

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan laporan kinerja terkait perkembangan…

Kamis, 21 September 2017 06:50

Uang Elektronik Mulai Tenar

ASOSIASI Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat rencana Bank Indonesia (BI) terkait biaya isi ulang…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Hanya 11 Persen Industri Punya Hak Paten

JAKARTA - Inovasi dalam dunia bisnis tengah menjadi fokus pengembangan dari pemerintah di berbagai sektor,…

Kamis, 21 September 2017 06:48

Petugas Pajak Kini Bisa Turun ke Lapangan Memeriksa

PEMERINTAH telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan…

Rabu, 20 September 2017 07:33

Tekan Biaya Logistik, Mesti Ada Tol Sungai

BALIKPAPAN – Kaltim harus mampu menekan biaya logistik yang terlalu tinggi. Terutama di daerah…

Rabu, 20 September 2017 07:27

Ekonomi Masih Bergantung Ekspor

SAMARINDA - Ekonomi Kaltim triwulan II 2017 tumbuh 3,6 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan…

Rabu, 20 September 2017 07:25

Batu Bara Berpotensi Balik Menguat

SAMARINDA - Harga batu bara pada Selasa (19/9) melemah tipis 0,45 persen atau 0,40 poin di USD 87 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .