MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 20 April 2017 07:30
Pembangunan Kantong Parkir Terkendala Kontrak
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemkot Samarinda berencana membangun kantong parkir bertingkat di kawasan pertokoan Pasar Pagi dan Citra Niaga di Plaza 21 Samarinda. Namun, hingga kini kontrak dengan investor itu belum berakhir sehingga pembangunannya belum bisa dimulai.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) Samarinda Khairul Fadly mengatakan, rencana pembangunan kantong parkir di ibu kota Kaltim masih belum bisa direalisasikan. Sebab, lahan yang dinilai berpotensi, yakni di Plaza 21 Samarinda. Menurut dia, lahan tersebut berpotensi karena bakal menjadi pusat parkir seluruh pertokoan di Pasar Pagi dan Citra Niaga. Untuk peluang di tempat lain, dia mengatakan, di Plaza 21 paling strategis. Sebab, mempertimbangkan kepadatan penduduk dan kendaraan. “Parkirnya di satu tempat yang bertingkat. Kemudian mereka jalan kaki ke toko yang dituju,” jelasnya.

Namun, lahan Plaza 21 itu masih terikat kontrak kerja sama build, operate, and transfer (BOT) dengan Pemkot Samarinda hingga 2020 mendatang. Jadi, kata dia, pilihannya adalah menunggu kontrak itu selesai. “PDPAU memang dijanjikan untuk mengelola parkir bertingkat. Kami sangat siap. Beberapa kali kami koordinasi dengan bagian aset pemkot,” sebut dia.

Meski terkendala kontrak, kata Fadly, ada kemungkinan secara masa kontrak dipercepat. Yakni, bila perjanjian tidak jelas peruntukannya. Saat ini, kata dia. kondisi bangunan tersebut tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat. Tetapi, kata dia, hal ini merupakan kewenangan sepenuhnya dari pemkot. “Kalau tak sesuai perjanjian mending dihentikan saja. Mungkin saja investor sekarang kerja sama kembali, tapi dengan konsep dari pemkot. Daripada tak jelas manfaatnya bagi warga Samarinda,” paparnya.

Sebelumnya, akademisi ekonomi dari Universitas Mulawarman Haerul Anwar meyakini penghasilan dari kantong parkir swasta itu sangat besar. Sebab, area Pasar Pagi selalu padat parkir sejak pagi hingga sore. Hal itu berlangsung setiap hari tanpa henti. “Bisa lebih dari 500 mobil per hari dan lebih dari 1.000 motor yang bergantian parkir di sana,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau mau bangun kantong parkir di sana mesti bertingkat. Jadi, daya tampung lebih luas dan keuntungan melimpah. Dengan adanya kantong parkir di area macet seperti itu, pemkot untung, pengusaha juga untung. “Selama ini pemkot mengatur pasar, tapi tidak mengatur parkirnya. Ini yang tak pernah disentuh selama ini. Padahal, peluangnya besar,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, penataan Pasar Pagi dan Citra Niaga Samarinda juga dibarengi pembangunan lahan parkir. Nusyirwan mengatakan, Pemkot Samarinda melirik Plaza 21 yang berada dekat dengan Citra Niaga dan Pasar Pagi sebagai bangunan yang akan dijadikan lahan parkir bertingkat. “Di Surabaya dan kota berkembang lain, gedung parkir sudah sangat profesional. Misalnya, sudah menggunakan hidrolik. Samarinda bakal mengarah ke sana,” ujarnya.

Nusyirwan membuka kesempatan bagi pihak swasta yang memiliki lahan untuk membangun parkir bertingkat untuk dikelola sendiri. Dia memastikan izin bakal dipermudah. Parkir swasta itu bakal menggunakan sistem elektronik sehingga PAD yang masuk bakal terukur. “Kami sangat terbuka bagi investor yang mau membangun kebaikan di Samarinda,” ujarnya. (*/hdd/lhl/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 06:24

Pendapatan Nelayan Meningkat Rp 2.000 Triliun

JAKARTA  -  Buah ketegasan Susi Pudjiastuti dalam menata sektor perikanan semakin terlihat.…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:07

Mesti Ada Pendekatan Bilateral

JAKARTA - Para pelaku industri tak menampik adanya proteksi dari beberapa negara tujuan ekspor minyak…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:05

Awasi Pasar Rakyat, Mendag Akan Libatkan BPK

JAKARTA - Tak melulu seputar mekanisme dagang, pembenahan sistem pasar rakyat juga dilakukan pada sisi…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:04

Pencairan Bansos Bakal Gunakan Sistem Biometrik

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengembangkan sistem penyaluran dana bantuan sosial nontunai.…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:03

BI Tahan Suku Bunga Acuan

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) di angka 4,25…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:02

Aksi Jual Saham Melebar, IHSG Kembali Lesu

JAKARTA - Alih-alih menembus level 6.000, indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terus melemah. Kondisi…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:11

2018, Dua Proyek Strategis Bisa Rampung

SAMARINDA – Pengerjaan sejumlah proyek strategis nasional di Kaltim belakangan terhambat proses…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:07

Waralaba Kuliner Bisa Jadi Pilihan

SAMARINDA – Banyaknya perusahaan di Kaltim yang menurunkan kinerja menyebabkan tak sedikit karyawan…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:06

Pendapatan Potensial, Pertanian Tetap Sepi Peminat

SAMARINDA - Produktivitas dan pangsa pasar pertanian di Kaltim memang belum menentu. Namun, pemerintah…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:04

Qatar Jadi Opsi Diversifikasi Dagang RI

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong peningkatan aktivitas perdagangan antara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .