MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 19 April 2017 09:34
Proses Mengolah Biji Kopi
-

PROKAL.CO, DI balik nikmatnya secangkir kopi, tentu ada proses rumit yang harus dilewati. Gatoet Saputra, Konsultan Son’s Coffee & Roastery bahkan menyebut proses ini sebagai ritual. Karena harus dilakukan secara sepenuh hati dan teliti agar bisa menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat. Anyway, yuk simak proses pengolahan kopi dari biji mentah hingga siap dikemas! (*/fzn*/ewy)

Grading
Sebelum masuk ke proses roasting, biji mentah harus masuk ke tahap grading terlebih dahulu. Yakni proses pengelompokkan besar kecilnya biji kopi. Jika tidak dilakukan grading, biji yang berukuran lebih kecil akan lebih cepat matang daripada yang besar. So, ketika yang besar matang, yang kecil sudah gosong terlebih dahulu. Karena, jika ada satu biji saja yang gosong, bisa mempengaruhi seluruh rasa kopi.

Ukur Kelembaban
Usai tersortir dengan baik, biji kopi harus masuk pada tahap pengukuran kelembaban menggunakan alat khusus yang disebut moisture meter. Kadar kelembabannya harus benar-benar sama antara biji satu dengan lainnya. Sebab, jika sebagian biji memiliki kadar kelembaban yang lebih tinggi, maka akan berpengaruh ke rasa kopi tersebut. Nilai kadarnya pun berkisar antara 12.5 hingga 13.5.

Roasting
Selesai tahap grading dan ukur kelembaban, maka biji mentah siap untuk di-roasting. Saat melakukan roasting kloter pertama, setiap menit suhu harus selalu dicatat dan perubahan warna pada biji mentah juga harus diperhatikan. Hal ini bertujuan agar tingkat kematangan pada biji kopi kloter pertama dan selanjutnya tetap sama. Sehingga, tidak mempengaruhi cita rasanya. Selanjutnya, masukkan biji kopi ke mesin agitator untuk mendinginkan biji kopi yang telah di-roasting. Tak lupa pula pisahkan kulit ari dari biji kopi tersebut.

Resting
Kopi yang telah melewati proses roasting akan mengalami proses gassing atau pelepasan gas. Untuk itu, kopi harus masuk ke tahap resting dengan cara menaruh kopi ke sebuah wadah terbuka. Agar kandungan gas pada biji kopi bisa terlepas seluruhnya ke udara. Biasanya, proses ini dilakukan selama 2x24 jam. Jika enggak dilakukan proses resting, maka kopi bisa menimbulkan rasa cekat di tenggorokan.

Packaging
Usai seluruh ritual roasting, maka biji kopi siap untuk packaging. Saat mengemas biji kopi, tak lupa untuk memberi label informasi. Seperti jenis kopi dan tanggal dilakukan roasting. Biji kopi ini dapat bertahan selama empat bulan. Jika lebih dari itu, maka rasanya menjadi kurang fresh. So, nikmati kopimu selagi fresh ya gengs!


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 07:43

Modif Ringan, Garang di Lintasan

SEKILAS, Honda Brio milik Bhakti W. dan Honda Jazz milik Danis Herlambang tampak seperti city car biasa.…

Sabtu, 21 April 2018 06:35

Edisi Spesial Kartini

Selamat Hari Kartini! Sebelum masa kini, perempuan dipandang sebagai sosok yang lemah dan enggak perlu…

Sabtu, 21 April 2018 06:31

Bangun Keakraban dan Solidaritas Seluruh Angkatan

Rasanya enggak lengkap kalau bertanding tanpa dukungan. Makanya, setiap sekolah berlomba-lomba menyatukan…

Jumat, 20 April 2018 07:21

Turn On The Beach Vibes

’’SURF music is actually just the sound of the waves played on a guitar: that wet, splashy…

Jumat, 20 April 2018 07:09

Meet the Artist

MENGUSUNG warna musik yang unik dan tema-tema lagu yang berfokus sekitar wilayah pesisir, surf music…

Jumat, 20 April 2018 07:04

Pertamina Goes to Campus: Politeknik Negeri Samarinda

UNTUK mendorong kreativitas generasi Z di Kalimantan, Pertamina menggelar program kece bertajuk Pertamina…

Jumat, 20 April 2018 06:59

WHAT THEY SAID

YUHUU! Pertamina Goes to Campus 2018 berlangsung meriah karena mendatangkan dua speaker keren yang berbagi…

Kamis, 19 April 2018 07:24

They Hold It, They Leave It

DYLAN Sada, seorang model internasional sekaligus selebgram, baru-baru ini mengagetkan publik. Lewat…

Kamis, 19 April 2018 07:18

Dampak Jangka Panjang yang Harus Ditinggalkan

BERDASAR data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN), pada 2016 tercatat ada 2.734 kasus…

Kamis, 19 April 2018 07:17

What Should We Do?

KEKERASAN hubungan bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .