MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 19 April 2017 08:53
Peserta Minim, Pencairan JKK Tertinggi Kedua

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Akhir tahun lalu, program Jaminan Hari Tua (JHT) menempati posisi pencairan tertinggi di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan. Menariknya, posisi peringkat kedua pencairan berasal dari klaim Jaminan Kecelakan Kerja (JKK). Padahal, jumlah peserta JKK belum maksimal.

Masih banyak perusahaan yang sama sekali belum mendaftarkan pekerjanya dalam program JKK. Hal itu disampaikan Kepala Kacab BPJS Ketenagakerjaan Balikpapan Kusumo. Dia menyayangkan, tidak semua pemberi kerja sadar diri untuk melakukan kewajibannya tersebut. “Padahal, pemberi kerja atau perusahaan harus memberikan perlindungan kepada karyawan. Sejauh ini, ada pemberi kerja yang hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja dan melaporkan sebagian upah saja,” sebutnya.

Iuran JKK ditetapkan antara 0,24 persen-1,74 persen dari upah bulanan (ditanggung oleh pemberi kerja), tergantung dari tingkat risiko lingkungan kerja. Peserta yang mengalami kecelakaan akan memperoleh biaya transportasi, santunan sementara tidak bisa bekerja, biaya perawatan dan pengobatan, serta santunan cacat.

Jadi, ada banyak keuntungan dengan mengikuti program JKK. Dia mengungkapkan, apabila terjadi kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung seluruh biaya perawatan.

Bahkan tidak ada batasan rupiah untuk pencairan. Pihaknya pernah menanggung biaya perawatan hingga miliaran rupiah.

Kemudian, BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit. “Begitu pula dengan pekerja cacat atau meninggal, kami tetap memberikan santunan. Maka dari itu, penting bagi perusahaan memberikan jaminan melalui JKK,” bebernya.

Jika pekerja meninggal, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan.

Adapun besaran JKK sebesar 48 kali gaji atau pendapatan per bulan ditambah biaya pemakaman. “Pada enam bulan pertama, dana yang dibayarkan 100 persen dan selanjutnya sebesar 75 persen. Jika peserta masih memiliki anak yang menjalani pendidikan, ada dana lagi untuk beasiswa,” sebutnya. Kusumo menyebut, BPJS Ketenagakerjaan tak akan berhenti memberikan edukasi seputar program JKK. Mengingat besarnya manfaat program untuk pekerja. Mulai pedagang eceran di lingkungan pemukiman sampai ke perusahaan besar.

“Setiap pekerja, mulai yang berada dalam sektor formal maupun informal wajib ikut program JKK. Tujuannya memberikan perlindungan kepada para pekerja. Sejak dari berangkat menuju lokasi kerja, menunaikan pekerjaan, sampai akhirnya pulang kembali. Semua akan kami lindungi,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Regional Kalimantan I Nyoman Mastera menyebutkan, jumlah kasus JKK terus meningkat dari tahun sebelumnya.

Merujuk data 2015 lalu, pencairan JKK hanya menghabiskan dana Rp 36,9 miliar dengan perincian 2.609 kasus. Kemudian, pencarian meningkat pesat pada 2016, tercatat ada 4.113 kasus dengan pencairan dana Rp 62,8 miliar.

“Pencairan klaim JKK sepanjang 2016 sebanyak 1.011 kasus, total pembayaran Rp 21,8 miliar. Kaltim meliputi area Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Berau,” ujarnya.

Mastera menuturkan, Samarinda memiliki pencairan klaim JKK tertinggi di Benua Etam. Terdapat 543 kasus dengan pembayaran Rp 11 miliar. Wilayah kerja Samarinda melingkupi Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, dan Kota Samarinda. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan Kacab Balikpapan menyusul di posisi kedua dengan 309 kasus dan pencairan Rp 7 miliar. Meliputi wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (*/gel/riz/k16)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:09

Jatuh Cinta pada Marvel

JEMARINYA tak bisa diam. Kedua bola matanya terus mengikuti arah pensil warna yang dipegang. Bergantian…

Jumat, 22 September 2017 07:57

Personel Dilatih Menghalau Massa

BALIKPAPAN – Pesta demokrasi pemilihan gubernur (pilgub) Kaltim, tahapannya sudah mulai berjalan.…

Jumat, 22 September 2017 07:55

Jadi Duta Fakultas Hukum, Kepincut Hakim karena Kakek

Hobi mempercantik diri, I Gusti Ayu Vera Indira Paramamirta sempat menjadi runner-up Duta Wisata Balikpapan…

Jumat, 22 September 2017 07:50

Nota dan Natural Look

HOBI unik, Vera ternyata suka mengoleksi nota belanja. Dari situ dibuat buku pengeluaran setiap harinya,…

Kamis, 21 September 2017 09:26

Sudah Mantan, Arnold Tetap Diundang

BALIKPAPAN - Kaltim dapat tugas besar. Yakni menjadi tuan rumah Governors' Climate and Forests Task…

Kamis, 21 September 2017 08:34

Angkutan Online Terpojok

BALIKPAPAN – Angkutan berbasis aplikasi resmi dilarang beroperasi di Bandara Internasional Sultan…

Kamis, 21 September 2017 08:26

Belum Terima Aduan Korban Umrah Murah

BALIKPAPAN – Promo-promo tawaran umrah berseliweran. Sebagian ada yang menawarkan harga sangat…

Kamis, 21 September 2017 08:17

Bakal Panggil Lima Pengembang Nakal

BALIKPAPAN – Lima pengembang yang disebut abai terhadap surat teguran yang dilayangkan wali kota…

Kamis, 21 September 2017 08:13

RTRW Kota Bakal Dievaluasi

PEMKOT membuka peluang untuk mengkaji kembali Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan…

Kamis, 21 September 2017 08:08

Pengerukan Sedimen Jadi Prioritas

BALIKPAPAN – Minimnya anggaran membuat Pemkot Balikpapan mesti putar otak. Pengerukan sedimen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .