MANAGED BY:
SENIN
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 19 April 2017 08:50
Semoga Jaya Tak Lagi Layani Perdagangan Honda

Darma: Tapi Mereka Tetap Harus Selesaikan Hak Konsumen

PELAYANAN TERHENTI: Masalah internal yang melanda diler Semoga Jaya di Jalan Gajah Mada, Samarinda, mengakibatkan sebagian pelayanan kendaraan dialihkan. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Macetnya roda bisnis diler Semoga Jaya rupanya sudah diendus PT Astra Honda Motor (AHM) setahun lalu. Ini berdasar laporan sulitnya konsumen wilayah kerja Samarinda hingga Berau yang dipegang Semoga Jaya mendapatkan motor. Dari laporan inilah, AHM memberikan kewenangan kepada PT Astra Motor yang berkantor di Balikpapan untuk mengambil alih area kerja Semoga Jaya.

“Jadi sifatnya hanya mengambil alih wilayah kerja. Jika sebelumnya PT Astra Motor ini wilayahnya dari Balikpapan ke Grogot, maka sejak Januari lalu, juga mencakup Samarinda hingga Berau. Kami tidak terlibat dari manajemen Semoga Jaya. Kami hanya membantu mengawasi dan melayani konsumen yang bermasalah di STNK atau BPKB-nya," tutur Kepala Wilayah Kaltim PT Astra Motor, Darma Wijaya kepada Kaltim Post kemarin (18/4).

Namun, dalam hal surat kendaraan yang belum keluar, PT Astra Motor tidak berkepentingan untuk menyelesaikan. Darma menyebut, pihaknya hanya membantu pelayanan konsumen. Urusan STNK dan BPKB masih menjadi tanggung jawab diler Semoga Jaya. Pihaknya hanya tidak ingin persoalan ini berlarut-larut yang bisa mengganggu bisnis Honda di wilayah kerja Semoga Jaya.

"Kami juga masih menunggu berapa jumlah pasti STNK dan BPKB yang belum disalurkan ke konsumen. Jumlahnya banyak ya, tapi pastinya kami belum tahu. Mengenai kapan mulai bisa diselesaikan, saya hanya dengar kabar kalau Pak Suryadi (owner Diler Semoga Jaya) menjadwalkannya di Juni ini. Tetapi, sekali lagi bisa dipastikan ke Pak Suryadi," sebutnya.

Sebagai diler utama pengganti Semoga Jaya, PT Astra Motor menyebut juga sedang menghitung berapa banyak surat kendaraan yang bermasalah di bawah tanggung jawab Semoga Jaya. Sejauh ini, terang dia, bentuknya berupa menampung laporan konsumen. “Tetap kami tampung. Mereka konsumen Honda. Kami akan kumpulkan dan akan kami serahkan ke HSJ," lanjutnya.

Darma kembali menegaskan, PT Astra Motor tidak memiliki kewenangan untuk turut campur dalam persoalan internal Semoga Jaya. Meski masih dianggap ada, Semoga Jaya sudah tidak punya hak lagi untuk melayani perdagangan Honda. Tetapi, seluruh nasib karyawan sepenuhnya hak dan tanggung jawab Semoga Jaya.

“Kami tidak masuk hingga ke sana (manajemen). Ini bukan akuisisi. Kami hanya mengambil alih wilayah kerja. Melakukan penjualan, after sales servicespare part dan pelayanan konsumen lainnya lewat diler kami. Tetapi dalam prosesnya, kami juga mengawal Semoga Jaya untuk menyelesaikan semua kewajibannya terhadap konsumen sebagai main dealer dan dealer di bawahnya," tegas Darma.

Untuk memudahkan konsumen, pihaknya menyebut telah membuka jaringan diler baru, termasuk di Samarinda dan Tenggarong. Darma mengungkapkan, posisi Semoga Jaya sudah bukan diler utama AHM untuk wilayah Samarinda hingga Berau. Lalu, bagaimana dengan Semoga Jaya di Balikpapan? Darma menyebut, aman meski terkena dampak.

“Sejak awal Semoga Jaya di Balikpapan itu diler kami, meski sifatnya merupakan cabang dengan main dealer Semoga Jaya Samarinda dengan pemilik Pak Suryadi. Dengan masalah yang ada di Samarinda, Balikpapan juga terkena impact. Tetapi karena area kerjanya sudah di tangan kami, maka bisa kami bantu dengan diler yang lain. Maka pelayanannya terhadap konsumen tidak bermasalah," katanya.

Pihaknya pun tidak ingin berspekulasi dengan masa depan Semoga Jaya. Sebaliknya, PT Astra Motor kini fokus membantu penyelesaian masalah konsumen Semoga Jaya. Tetapi yang jelas, kata dia, posisi Semoga Jaya bukan lagi diler utama. Kalaupun sehat kondisinya, segala aktivitas perdagangan kendaraan Honda di Kaltim melalui PT Astra Motor.

“Kalau nanti Semoga Jaya akan mengambil barang dari kami, akan dievaluasi dulu. Portofolionya seperti apa. Kalau oke, kami bisa bantu distribusi. Tetapi sifatnya bukan main dealer. Hanya diler saja. Jangan samakan dengan Semoga Jaya yang dulu," ungkapnya.

Diwartakan sebelumnya, iktikad baik diler Semoga Jaya untuk melunasi kewajibannya kepada konsumen belum juga terlihat. Lebih dari sebulan setelah demo besar-besaran pelanggan di diler utama Semoga Jaya, Jalan Gajah Mada dan Polresta Samarinda, sikap manajemen justru bikin konsumen mengurut dada.   

Diketahui, diler kesohor itu dijejali konsumennya sendiri lantaran melalaikan kewajiban memberikan legalitas kendaraan yang telah dibeli bertahun-tahun. Dokumen itu adalah surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Pejabat berwenang HSJ semakin tertutup kepada konsumen. Mereka sulit ditemui. Salah satunya owner HSJ, Suryadi.

Dari penelusuran Kaltim Post Senin (17/4), pria ini sudah tidak masuk kantor sejak konsumen menggelar demo 6 Maret lalu. Salah seorang karyawan HSJ yang namanya enggan dipublikasikan menuturkan, keberadaan si bos tak diketahui. Sudah lebih sebulan Suryadi “absen”. Dia pun ikut bingung lantaran gaji karyawan mandek. Sejak Februari, upah kerja diabaikan perusahaan. “Saya yakin pasti dibayar meskipun belum jelas,” harapnya.

Sejak bulan lalu, terang dia, kantor HSJ kosong melompong. Pintu dikunci dan lampu dimatikan. Hanya service center yang buka. “HSJ tidak bangkrut, hanya diambil alih Astra,” ucap dia berusaha menenangkan warga yang mempertanyakan nasib legalitas kendaraannya.

Kasat Lantas Polres Samarinda Kompol Boney Wahyu Wicaksono menuturkan, meski sempat melakukan mediasi antara perwakilan pemilik kendaraan dan pejabat diler Semoga Jaya, belum ada kesepakatan jelas. Dari ribuan STNK dan BPKB konsumen yang tertahan, kesepakatan hanya menyebut, hingga 1 Juni 2017, HSJ cuma sanggup melayani 150 konsumen. Dari 150 itu pun diambil secara acak. Praktis, ribuan kendaraan bermasalah hampir di seluruh daerah di Kaltim.

Terkait adanya unsur pidana dalam prahara ini, perwira yang lama bertugas di Polda Bali itu belum berani memastikan. “Sebelum dilaporkan ke kami (Satlantas Polresta Samarinda), tidak bisa komentar,” ujarnya.

Disinggung soal data pasti jumlah STNK dan BPKB yang macet, Boney mengaku tak tahu karena laporan untuk penyelesaiannya belum diterima polisi. Begitu pula dengan dana yang jumlahnya diperkirakan miliaran rupiah. Perwira berpangkat melati satu itu meminta kepada konsumen untuk secepatnya menyelesaikan perkara kepemilikan surat tersebut dengan pihak Semoga Jaya selaku penyedia transportasi. “Kami tetap sesuai prosedur kerja kepolisian, tidak ada urusan dengan pihak mana pun,” tegas Boney. (*/rdh/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 24 April 2017 07:51

Pelaku Kebanyakan Orang Dekat

SEMENTARA itu, dari 936 kasus kekerasan perempuan dan anak di Indonesia yang terjadi di trimester pertama…

Senin, 24 April 2017 07:38

Operasi Antik 10 Hari, 144 Tersangka

BALIKPAPAN – Miris. Selama 10 hari Operasi Antinarkotika (Antik) Mahakam, jajaran polisi di Kaltim/Kaltara…

Senin, 24 April 2017 07:36

Kepekaan Unit K-9 Rutin Dilatih

BALIKPAPAN – Kepekaan sembilan anjing Unit K-9 Direktorat Sabhara Polda Kaltim rutin dilatih.…

Senin, 24 April 2017 07:34

Pendidikan dan Keinginan Menjadi Mandiri

BALIKPAPAN - Impian menjadi seorang notaris membuat Rebeca Kallo memilih mengambil Jurusan Hukum di…

Minggu, 23 April 2017 08:29

Karyawan Ekspedisi Tilap Pajak Rp 1,3 M

BALIKPAPAN - Seorang karyawan swasta ditangkap personel Polsek Balikpapan Utara. Inisialnya UT (29),…

Minggu, 23 April 2017 08:28

Sengketa Tanah, Investor KIK Mengadu ke Polda

BALIKPAPAN – Selama aktivitas industri di Kariangau berjalan beberapa tahun terakhir, permasalahan…

Minggu, 23 April 2017 08:26

Terekam CCTV, Maling Embat Empat Burung

BALIKPAPAN – Peringatan bagi penghobi hewan, khususnya burung agar tidak sembarangan menaruh koleksi…

Minggu, 23 April 2017 08:25

IPM Meningkat, Laki-Laki Masih Dominasi Pendidikan

BALIKPAPAN - Indeks pembangunan gender di Balikpapan meningkat. Dari 86,22 pada 2011 lalu, meningkat…

Minggu, 23 April 2017 08:23

Keceriaan Itu Mesti Ada meski di Balik Jeruji Besi

Selalu ada cara demi merayakan momen Kartini yang jatuh pada 21 April. Sekalipun gerak-gerik mereka…

Sabtu, 22 April 2017 14:22

Gedung Parkir Belum Laku, Usul Kelurahan Disambut Dingin

BALIKPAPAN  -  Pemkot Balikpapan hingga kini belum juga mendapatkan tawaran dari pihak ketiga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .