MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 19 April 2017 07:24
YESS..!! Rp 2,23 Triliun Mengalir ke Kaltim

Pembangunan Infrastruktur PUPR Akan Mendorong Investasi

TUNTASKAN INFRASTRUKTUR: Kementerian PUPR akan menggelontorkan dana ke Provinsi Kaltim untuk membiayai proyek-proyek yang terkait langsung dengan peningkatan investasi di daerah. Salah satunya ialah kelanjutan jalan tol Samarinda-Balikpapan. (paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Kabar baik bagi dunia usaha di Kaltim. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pembangunan berbagai infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur guna mendorong peningkatan investasi.

Investasi di Kaltim selama ini didominasi pertambangan dan perkebunan. Pada 2017, alokasi dana Kementerian PUPR di Kaltim sebesar Rp 2,23 triliun yang diprioritaskan untuk peningkatan konektivitas, ketahanan air dan pangan, perumahan rakyat dan permukiman. 

Salah satu infrastruktur prioritas untuk mendukung konektivitas yakni pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer bernilai investasi Rp 9,97 triliun. Pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yaitu PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah. Jalan tol yang ditargetkan beroperasi keseluruhan pada 2019, saat ini progres fisiknya telah mencapai 12,82 persen sedangkan proses pembebasan lahan telah mencapai 85,49 persen.

Dari lima seksi yang ada, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan dukungan pembangunan konstruksi seksi 1 dan seksi 5 sehingga proyek jalan tol tersebut layak secara finansial. Sementara itu, untuk seksi 2,3 dan 4 menjadi tanggung jawab BUJT yaitu PT Jasa Marga Balikpapan.

Untuk seksi 1 (Balikpapan Km 13–Samboja) sepanjang 22,03 km, konstruksinya menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar untuk pembangunan Jembatan Manggar. Seksi tersebut ditargetkan selesai pada 2017 atau dua tahun sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Saat ini progres fisik telah mencapai 53,8 persen sedangkan progres pembebasan lahannya mencapai 95,16 persen.

Untuk seksi 5 (Bandara Sepinggan – Balikpapan Km 13) sepanjang 11,09 km, anggarannya sebesar Rp 848,55 miliar ditargetkan selesai pada 2018, saat ini progres fisiknya telah mencapai 3,6 persen dan pembebasan lahan telah mencapai 60,80 persen.

“Saat ini progresnya sudah cukup baik, mudah-mudah bisa berjalan lancar dan bisa beroperasi pada 2018,” jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Hingga saat ini, konstruksi tol Balikpapan-Samarinda berjalan simultan dengan pembebasan lahan agar pengerjaan dapat memenuhi target waktu penyelesaian.

Adapun progres seksi lainnya yang dikerjakan oleh BUJT, yaitu seksi 2 (Samboja–Muara Jawa), seksi 3 (Muara Jawa–Palaran) dan seksi 4 (Palaran–Samarinda) dengan total panjang 66,23 km, rata-rata progres lahannya adalah 81,29 persen dan progres fisik 1,89 persen.

Selain aspek konektivitas di Kaltim, Kementerian PUPR juga melaksanakan program prioritas di bidang sumber daya air (SDA) yakni mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan dua bendungan yakni Marangkayu dan Teritip.

Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara yang ditargetkan rampung 2017 rencananya memiliki volume tampungan sebesar 12,37 m3 dengan luas genangan 455 hektare yang memiliki manfaat untuk irigasi seluas 4.500 ha, air baku 0,45 m3/detik, berpotensi sebagai pembangkit tenaga listrik sebesar 1,35 MW dan mereduksi banjir 0,73 m3/detik. Biaya konstruksinya berasal dari APBN Rp 63,04 miliar yang digunakan untuk pekerjaan spillway dan APBD sebesar Rp 288,57 miliar untuk pekerjaan tubuh bendungan.

Adapun Bendungan Teritip yang juga rampung tahun ini, menghabiskan dana Rp 262 miliar dalam pembangunannya. Bendungan Teritip berdaya tampung 2,43 juta m3 dengan luas genangan mencapai 94,80 hektare. Bendungan tersebut nantinya memiliki manfaat sebagai air baku sebanyak 260  liter/detik.

Perumahan dan Permukiman

Di sektor perumahan, pada 2017 dianggarkan sebesar Rp 54,83 miliar dengan peruntukan bagi program padat karya sebesar Rp 46,25 miliar, yang terdiri dari pemberdayaan rumah swadaya sebesar Rp 37,5 miliar mencakup 2.500 unit rumah yang tersebar di 8 kabupaten, serta penyediaan rumah khusus sebanyak 50 unit di kota Bontang.

Adapun untuk program reguler yaitu sebesar Rp 8,58 miliar terdiri dari penyediaan rumah susun yaitu pembangunan rusun sebanyak 230 unit dan pemeliharaan rumah susun di tiga lokasi di Kota Balikpapan.

Di provinsi Kaltim, saat ini sebanyak 241.678 RT belum terlayani air minum, 157.987 RT miskin dan 176.778 RT belum terlayani sanitasi layak. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian PUPR juga mengalokasikan dana sebesar Rp 249,54 miliar untuk sektor keciptakaryaan.

Untuk program padat karya yang melibatkan masyarakat, dialokasikan dana sebesar Rp 7,14 miliar, antara lain melalui Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Permukiman (Sanitasi Berbasis Masyarakat (Kotaku)  di 145 kelurahan dengan Pembinaan dan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (Sistem Pengelolaan Air Limbah (Sanimas) kepada 150 KK. (lhl/*/k16)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juli 2017 07:35

Hanya 9,8 Persen Pengusaha Sadar Pajak

BALIKPAPAN – Saat ini, RI menduduki peringkat tertinggi untuk penetapan besaran Penghasilan Tidak…

Rabu, 26 Juli 2017 07:34

Minim Pemodal dan SDM

BALIKPAPAN - Perkembangan start-up di kota-kota besar di Pulau Jawa terus tumbuh dengan pesat. Bahkan…

Rabu, 26 Juli 2017 07:26

Ubah Siasat agar Meningkat

SAMARINDA – Lesunya bisnis tambang turut memaksa bisnis properti Bumi Etam kembali atur strategi.…

Rabu, 26 Juli 2017 07:22

Di Kaltim, Baru Samarinda dan Kukar yang Manfaatkan

BALIKPAPAN - Berkembangnya transaksi e-commerce di Indonesia cukup pesat. Bahkan, sampai kepada belanja…

Rabu, 26 Juli 2017 07:21

Kesenjangan Pengeluaran Masih Timpang

SAMARINDA – Kinerja ekonomi Kaltim Triwulan (Tw) I 2017 mengalami pertumbuhan positif. Badan Pusat…

Rabu, 26 Juli 2017 07:20

Angkat Kekhasan Lokal, Pasarkan Produk ke Eropa

Istri suka masak, suami doyan makan. Ini yang membuat pasangan Nany Achmad dan Suhar Junaedi kepincut…

Rabu, 26 Juli 2017 07:15

Potensi Besar, Aturan Tak Konsisten

JAKARTA - Bank Dunia menilai Indonesia memiliki potensi besar  untuk memengaruhi kondisi ekonomi…

Rabu, 26 Juli 2017 07:13

Ekspor CPO ke Nigeria Terus Turun

LAGOS - Pemerintah tengah mengupayakan peningkatan ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke Nigeria. Saat…

Rabu, 26 Juli 2017 07:11

Tagih Angsuran Gandeng Kepolisian

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) untuk…

Selasa, 25 Juli 2017 07:34

Kembangkan Bisnis Pangan di Kaltim

SAMARINDA – Berbagai peluang bisnis bisa ditangkap di Benua Etam. Salah satunya sektor pangan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .