MANAGED BY:
SENIN
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 19 April 2017 07:06
Stagnasi Harga Batu Bara Segera Berakhir
HARGANYA TERTAHAN: Harga batu bara tertahan.

PROKAL.CO, STAGNASI harga batu bara terjadi setelah fundamental dibalut oleh katalis positif dan negatif yang saling tarik-menarik. Mengutip Bloomberg, Senin (17/4) harga batu bara kontrak pengiriman Juli 2017 di ICE Futures Exchange stabil di level USD 78,60 per metrik ton atau sama dengan harga penutupan hari sebelumnya. Sementara dalam sepekan terakhir harga batu bara sudah menukik 2,54 persen.

Ibrahim selaku direktur PT Garuda Berjangka menuturkan, tertahannya laju harga batu bara terjadi setelah harga minyak mentah dunia mengakhiri tren kenaikannya. Beban datang bagi pergerakan harga komoditas energi termasuk batu bara.

Di sisi lain, saat ini pasar global sedang dibanjiri pasokan minyak mentah dan gas alam, efeknya daya tarik batu bara pun memudar. “Belum lagi ketegangan geopolitik global dan naiknya produksi batu bara Tiongkok ikut memojokkan pergerakan harga,” tutur Ibrahim.

Laporan National Bureau of Statistics China, produksi Maret 2017 naik 1,9 persen menjadi 300  juta ton dibanding bulan sebelumnya dan menjadikan ini sebagai kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir.

Tentu hal ini membuat terjadinya ketidakseimbangan di pasar. Saat permintaan dikhawatirkan mengering, pasokan justru bertambah.

Beban semakin besar setelah tambang Shenhua yang merupakan tambang batu bara terbesar Tiongkok memproyeksi dalam laporan terbarunya yang rilis 20 Maret 2017 lalu bahwa produksi akan naik menjadi 298 juta ton sepanjang tahun ini atau lebih tinggi dibanding 2016 lalu yang hanya 290 juta ton.

Namun katalis ini gagal menekan harga lebih dalam setelah data pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal satu 2017 dicatat tumbuh 6,9 persen atau lebih tinggi dibanding kuartal satu 2016 lalu yang berada di level 6,8 persen.

Artinya ada aktivitas ekonomi yang lebih menggeliat dan diharapkan bisa meningkatkan kebutuhan batu bara untuk industri di masa datang. “Pasca stagnasi beberapa waktu terakhir biasanya akan diwarnai koreksi teknikal terlebih dahulu. Apalagi jika nantinya USD rebound dan kondisi geopolitik masih memanas,” imbuh Ibrahim.

Dengan kondisi geopolitik saat ini, pelaku pasar akan cenderung meninggalkan aset berisiko seperti komoditas dan berlindung pada safe haven. (ant/lhl/k16)


BACA JUGA

Senin, 29 Mei 2017 11:40

Lebaran Bisa Jadi Momen Pulihkan Pasar, THR Jadi Harapan Developer

BALIKPAPAN - Lesunya permintaan dan pertumbuhan harga rumah masih membayangi bisnis properti di Balikpapan,…

Senin, 29 Mei 2017 11:23

Di Samarinda, Daerah Ini yang Paling Rentan Sengketa Lahan

SAMARINDA - Sebagai aset yang nilai ekonomisnya tak pernah turun, bahkan selalu naik setiap tahun, tanah…

Senin, 29 Mei 2017 10:10

Tren Inflasi Musim Mudik Lebaran, Transportasi Masih Jadi Sorotan

BALIKPAPAN - Struktur kelompok pengeluaran yang menjadi sumber inflasi di Balikpapan pada Mei dan Juni…

Minggu, 28 Mei 2017 08:07

Pelaku UMKM Didorong Produksi Massal

SURABAYA - Besarnya jumlah industri kecil menengah atau UMKM di Jawa Timur masih belum diimbangi dengan…

Sabtu, 27 Mei 2017 11:12

Jangan Lelang Proyek sebelum Lahan Klir

SAMARINDA –  Kendala pembebasan lahan seringkali disebut sebagai penghambat pembangunan.…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:00

Aksi Jual Masih Ramai, IHSG Tetap Menguat

JAKARTA  -  Menutup akhir pekan ini, penguatan berhasil dicatatkan Indeks Harga Saham Gabungan…

Sabtu, 27 Mei 2017 00:10

Hypermart Geber Program Belanja Berhadiah

BALIKPAPAN  -  Memasuki bulan Ramadan, penawaran menarik kembali tersaji Hypermart. Aneka…

Sabtu, 27 Mei 2017 00:09

Belanja Properti Belum Jadi Prioritas

BALIKPAPAN  -  Harga properti di Kota Minyak belum menunjukkan tren pertumbuhan mencolok,…

Sabtu, 27 Mei 2017 00:06

Kembangkan Layanan Aplikasi untuk Dorong Penggunaan Data

BALIKPAPAN –  Mendorong penggunaan data internet, tahun ini, Telkomsel kian serius mengembangkan…

Sabtu, 27 Mei 2017 00:00

Wood Mackenzie: Pemangkasan Produksi OPEC Efektif

LEMBAGA riset energi internasional Wood Mackenzie menyatakan bahwa pemangkasan produksi organisasi negara-negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .