MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 19 April 2017 07:06
Stagnasi Harga Batu Bara Segera Berakhir
HARGANYA TERTAHAN: Harga batu bara tertahan.

PROKAL.CO, STAGNASI harga batu bara terjadi setelah fundamental dibalut oleh katalis positif dan negatif yang saling tarik-menarik. Mengutip Bloomberg, Senin (17/4) harga batu bara kontrak pengiriman Juli 2017 di ICE Futures Exchange stabil di level USD 78,60 per metrik ton atau sama dengan harga penutupan hari sebelumnya. Sementara dalam sepekan terakhir harga batu bara sudah menukik 2,54 persen.

Ibrahim selaku direktur PT Garuda Berjangka menuturkan, tertahannya laju harga batu bara terjadi setelah harga minyak mentah dunia mengakhiri tren kenaikannya. Beban datang bagi pergerakan harga komoditas energi termasuk batu bara.

Di sisi lain, saat ini pasar global sedang dibanjiri pasokan minyak mentah dan gas alam, efeknya daya tarik batu bara pun memudar. “Belum lagi ketegangan geopolitik global dan naiknya produksi batu bara Tiongkok ikut memojokkan pergerakan harga,” tutur Ibrahim.

Laporan National Bureau of Statistics China, produksi Maret 2017 naik 1,9 persen menjadi 300  juta ton dibanding bulan sebelumnya dan menjadikan ini sebagai kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir.

Tentu hal ini membuat terjadinya ketidakseimbangan di pasar. Saat permintaan dikhawatirkan mengering, pasokan justru bertambah.

Beban semakin besar setelah tambang Shenhua yang merupakan tambang batu bara terbesar Tiongkok memproyeksi dalam laporan terbarunya yang rilis 20 Maret 2017 lalu bahwa produksi akan naik menjadi 298 juta ton sepanjang tahun ini atau lebih tinggi dibanding 2016 lalu yang hanya 290 juta ton.

Namun katalis ini gagal menekan harga lebih dalam setelah data pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal satu 2017 dicatat tumbuh 6,9 persen atau lebih tinggi dibanding kuartal satu 2016 lalu yang berada di level 6,8 persen.

Artinya ada aktivitas ekonomi yang lebih menggeliat dan diharapkan bisa meningkatkan kebutuhan batu bara untuk industri di masa datang. “Pasca stagnasi beberapa waktu terakhir biasanya akan diwarnai koreksi teknikal terlebih dahulu. Apalagi jika nantinya USD rebound dan kondisi geopolitik masih memanas,” imbuh Ibrahim.

Dengan kondisi geopolitik saat ini, pelaku pasar akan cenderung meninggalkan aset berisiko seperti komoditas dan berlindung pada safe haven. (ant/lhl/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 06:37

Hanya 5 Ribu Sambungan Tahun Ini

BALIKPAPAN   -  Program pemasangan jaringan distribusi gas (jargas) rumah tangga di Kota Minyak…

Jumat, 16 Februari 2018 05:42

Tak Cuma Soal Kuota Ekspor

BALIKPAPAN - Semangat untuk merealisasikan pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Jumat, 16 Februari 2018 05:39

India dan Tiongkok Pasar Utama

KINERJA ekspor Kaltim sepanjang tahun lalu melesat tajam, bersama lonjakan harga batu bara. Menilik…

Jumat, 16 Februari 2018 05:37

Jasa Logistik Kewalahan Penuhi Permintaan

TAK hanya di jalur ekspor, perkembangan jasa logistik di dalam daerah juga diyakini semakin menggeliat…

Jumat, 16 Februari 2018 05:34

BTN Kaji Bunga Kredit Single Digit

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan mengkaji penurunan suku bunga kredit tahun…

Jumat, 16 Februari 2018 05:34

Bisnis Ready Mix Belum Nikmati Pemulihan

BALIKPAPAN - Bisnis penyedia beton siap pakai atau ready mix belum di Balikpapan dapat mengoptimalkan…

Jumat, 16 Februari 2018 05:33

Sudah 639 BTS 4GHadir di 12 Destinasi Unggulan

Taksedikitpotensi pariwisata Indonesia terletak di wilayah pelosok. Salah satu kendala untuk mempromosikannya…

Jumat, 16 Februari 2018 05:28

Jalur Pekerja Asing Bakal Dimuluskan

JAKARTA - Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kemudahan izin kerja bagi…

Jumat, 16 Februari 2018 05:27

Serapan Buruh Didominasi Sektor Kecil

PROGRAM percepatan investasi dan pengembangan industri di Tanah Air dinilai belum cukup berdampak terhadap…

Jumat, 16 Februari 2018 05:27

BPJS Ketenagakerjaan: 24 Persen Perusahaan Masih Bandel

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan 700 ribu perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .