MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 19 April 2017 07:06
Stagnasi Harga Batu Bara Segera Berakhir
HARGANYA TERTAHAN: Harga batu bara tertahan.

PROKAL.CO, STAGNASI harga batu bara terjadi setelah fundamental dibalut oleh katalis positif dan negatif yang saling tarik-menarik. Mengutip Bloomberg, Senin (17/4) harga batu bara kontrak pengiriman Juli 2017 di ICE Futures Exchange stabil di level USD 78,60 per metrik ton atau sama dengan harga penutupan hari sebelumnya. Sementara dalam sepekan terakhir harga batu bara sudah menukik 2,54 persen.

Ibrahim selaku direktur PT Garuda Berjangka menuturkan, tertahannya laju harga batu bara terjadi setelah harga minyak mentah dunia mengakhiri tren kenaikannya. Beban datang bagi pergerakan harga komoditas energi termasuk batu bara.

Di sisi lain, saat ini pasar global sedang dibanjiri pasokan minyak mentah dan gas alam, efeknya daya tarik batu bara pun memudar. “Belum lagi ketegangan geopolitik global dan naiknya produksi batu bara Tiongkok ikut memojokkan pergerakan harga,” tutur Ibrahim.

Laporan National Bureau of Statistics China, produksi Maret 2017 naik 1,9 persen menjadi 300  juta ton dibanding bulan sebelumnya dan menjadikan ini sebagai kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir.

Tentu hal ini membuat terjadinya ketidakseimbangan di pasar. Saat permintaan dikhawatirkan mengering, pasokan justru bertambah.

Beban semakin besar setelah tambang Shenhua yang merupakan tambang batu bara terbesar Tiongkok memproyeksi dalam laporan terbarunya yang rilis 20 Maret 2017 lalu bahwa produksi akan naik menjadi 298 juta ton sepanjang tahun ini atau lebih tinggi dibanding 2016 lalu yang hanya 290 juta ton.

Namun katalis ini gagal menekan harga lebih dalam setelah data pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal satu 2017 dicatat tumbuh 6,9 persen atau lebih tinggi dibanding kuartal satu 2016 lalu yang berada di level 6,8 persen.

Artinya ada aktivitas ekonomi yang lebih menggeliat dan diharapkan bisa meningkatkan kebutuhan batu bara untuk industri di masa datang. “Pasca stagnasi beberapa waktu terakhir biasanya akan diwarnai koreksi teknikal terlebih dahulu. Apalagi jika nantinya USD rebound dan kondisi geopolitik masih memanas,” imbuh Ibrahim.

Dengan kondisi geopolitik saat ini, pelaku pasar akan cenderung meninggalkan aset berisiko seperti komoditas dan berlindung pada safe haven. (ant/lhl/k16)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 07:23
JUALAN WISATA KALTIM

Pemda Tak Sanggup Kelola Pariwisata? Swastanisasi Saja

BALIKPAPAN — Semarak. Balikpapan Travel Mart (BTM) 2017 di Grand Ballroom Platinum Hotel Balikpapan…

Selasa, 25 April 2017 07:13
Siap Huni, The Hill Tawarkan Hunian Terbaik di Balikpapan

Padukan Harmonisasi Alam dengan Eksklusivitas Gaya Hidup

Terletak di kawasan terkemuka dengan akses ideal, memudahkan penghuni The Hill Residence mendapatkan…

Selasa, 25 April 2017 07:09

Ekonomi Sulit, Fokus Jualan LCGC

SAMARINDA – Merosotnya perekonomian Kaltim dinilai hanya berimbas bagi kalangan menengah ke atas.…

Senin, 24 April 2017 06:51

Sawit Diusik, Beralih ke Pasar Domestik

SAMARINDA - Resolusi Parlemen Uni Eropa atas tanaman sawit dan produk turunannya di Indonesia sempat…

Senin, 24 April 2017 06:49

Revisi UU Migas Bakal Dorong Andil Negara

SETIDAKNYA ada empat poin akan menjadi konsen dalam revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang…

Senin, 24 April 2017 06:48

Traffic di BIGmall Tumbuh 30 Persen

SAMARINDA - Demi menjaga pertumbuhan minat belanja masyarakat, manajemen BIGmall Samarinda terus menggeber…

Senin, 24 April 2017 06:46

XL Axiata Perluas Jangkauan 4G di Kalimantan

SAMARINDA - Ketersediaan jaringan internet generasi keempat (4G) di Kaltim kian ramai. Sabtu (22/4),…

Senin, 24 April 2017 06:44

Pemkab PPU Belum Disetujui Kelola Aset Chevron

PENAJAM - Keinginan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) untuk mengambil alih pengelolaan minyak dan gas…

Senin, 24 April 2017 06:43

65 Persen Pensiunan Gantungkan Hidup pada Anak

Indonesia mungkin boleh berbangga dengan keunggulan demografi, dengan dominannya penduduk usia produktif.…

Senin, 24 April 2017 06:35

Semua Kalangan Bisa Jadi Korban

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantongi sebanyak 91 laporan kegiatan investasi bodong.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .