MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 18 April 2017 12:12
Ketika PNS di Kaltim Hidupnya Makin Mewah

Geluti Usaha Sampingan hingga Warisan Orangtua

"DILARANG" PAMER: Pegawai negeri dituntut hidup sederhana. Bagi yang kaya pun diimbau tak menonjolkan harta mereka.(dok/kp)

PROKAL.CO, Pada 2014, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana. Itu ni upaya menPAN-RB mendorong para aparatur sipil negara (ASN) hidup "apa adanya". Apakah imbauan ini ditaati? Bagaimana dengan para ASN di Kaltim? Berikut penelusuran Kaltim Post.

BRUMMM… brummm… brummm… Suara mesin motor gede (moge) meraung, memecah ketenangan pagi di sebuah perumahan elite di Samarinda. Suara khas motor berkelas. Dari mereknya, motor ini berharga di atas Rp 500 juta. Masih belum termasuk ongkos kirim dan biaya modifikasi di sana-sini. Saat gas tak ditarik, suara motor lebih terdengar mirip ketukan tapak kaki kuda.

Di samping sepeda motor tersebut, seorang pria berkulit cerah terlihat “khusyuk” menarik gas dan meresapi. Lima hingga 10 menit, “panas” motor dirasanya sudah pas. Di wajahnya pun tergurat rasa puas.

Sebut saja nama pria itu Ronaldo. Dia berstatus PNS golongan III di salah satu dinas di lingkungan Pemprov Kaltim. Selepas “acara” memanaskan motor selesai, Ronaldo memacu moge membelah jalan utama di Kota Tepian.

Mengenakan helm half face, Ronaldo tampak bangga dengan tunggangannya. Beberapa kali dia membetot gas kuda besinya agar suara gemuruh mesin terdengar sebagai pengganti klakson. Selain acara keliling kota akhir pekan seperti itu, Ronaldo kerap touring, baik luar kota maupun pulau dengan tunggangan kesayangannya. Touring pulau dilakukannya jika ada libur yang cukup panjang.

Itu baru hobi. Bagaimana dengan properti yang dimiliki? Ronaldo tinggal di sebuah perumahan di Kecamatan Samarinda Ulu. Di rumah bergaya minimalis tersebut terparkir tiga mobil. Dua city car keluaran Amerika. Satu lagi mobil jenis sport utility vehicle (SUV) pabrikan Jepang. Di rumah itu, ada taman kecil di bagian belakang. Di situlah dia sering memarkir kuda besi andalannya.

Sumber tepercaya media ini menceritakan, Ronaldo kerap menyambangi tempat hiburan malam (THM) di Samarinda. “Wajahnya dikenal oleh kebanyakan manajer THM di Samarinda,” terang sumber itu.

Dilihat dari akun media sosialnya, selain touring ke luar kota, dia kerap mengunggah berbagai kegiatan saat liburan keluar negeri. Keseharian Ronaldo ini kerap jadi pergunjingan kawan sejawatnya. Gaya hidup bak berubah dalam semalam. Dari pribadi yang sederhana menjadi orang dengan gaya level atas. Pertanyaannya, dengan gaji PNS golongan III yang berkisar Rp 2,4 hingga Rp 4,5 juta, bisakah dia membiayai gaya hidup seperti di atas?

ANAK PENGUSAHA

Selain Ronaldo, ada PNS dengan kehidupan yang luxury. Dia bersedia diwawancarai namun meminta namanya tak dimuat. Sebut saja Messi. Sama-sama memiliki hobi otomotif, juga sama-sama PNS golongan III. Namun, Messi lebih “sopan” dalam menjalani gaya hidup mewahnya. Penunggang motor sport berkapasitas mesin di atas 500 cc itu selalu menggunakan helm full face saat berkendara. “Selain masalah keamanan, bisa menutupi wajah,” terangnya. Messi memiliki lebih dari satu motor besar. Yang lain dititipkan di rumah temannya yang berlatar belakang pengusaha.

Soal perawatan sepeda motor, dia tidak punya dana khusus yang disiapkan. “Lagian, motornya cuma dipakai saat akhir pekan dan malam hari,” ujarnya. Untuk penggantian suku cadang, dia mesti menyediakan uang minimal Rp 2 juta. Justru penunjang untuk berkendara yang mengeluarkan dana lumayan. Sebut saja untuk membeli helm, jaket, dan sepatu khusus. Item-item itu membuatnya harus merogoh kocek sekitar Rp 15 juta. Menurut dia, untuk motor sport mesti ada perlindungan khusus bagi pengendara.

Properti yang dia punya di Samarinda adalah rumah tipe 70. Ditinggali bersama istri dan dua anaknya. Messi mengungkapkan, punya beberapa rumah mewah lagi di Pulau Jawa. Sebagai usaha sampingan, dia memiliki indekos masing-masing 20 kamar di Surabaya dan Jogjakarta.

Selain kerap mengunjungi dua kota tadi, dalam setahun, dia minimal sekali ke luar negeri. Perjalanan luar negeri itu dia lakukan untuk menengok anaknya yang berkuliah. Lalu, dari mana dia mendapat uang untuk gaya hidupnya?

Berbeda dengan Ronaldo, keluarga Messi sudah tajir sebelum dia dilahirkan. Almarhum ayahnya adalah pengusaha properti di Pulau Jawa asal Samarinda. Anak tunggal kelahiran Samarinda 45 tahun silam itu mengaku “tercebur” sebagai abdi negara. Saat lulus kuliah, dia berbeda pendapat dengan ayahnya.

“Pokoknya, saat itu (lulus kuliah), ayah saya sudah tak mau membiayai lagi,” ujarnya. Pas itu, ada seorang kawannya menawari pekerjaan sebagai tenaga honorer di salah satu dinas di Pemprov Kaltim. Karena terimpit keadaan, dia pun menerima tawaran kawannya. Baru kemudian dia ikut tes CPNS kemudian diangkat menjadi PNS.

Saat menjadi PNS hubungan dengan ayahnya membaik. Bantuan keuangan mulai kembali mengalir. Bahkan, dia diminta memegang perusahaan milik orangtuanya. Namun, dia serahkan kepada istrinya. Sepeninggal sang ayah, Messi diwarisi seluruh kekayaan dan aset. “Akhirnya saya mengelola,” ujarnya.

PUNYA USAHA

Fenomena PNS kaya raya bukan hal yang baru dan langka. Jangankan di kota besar, di berbagai daerah terpencil pun tak sedikit PNS yang memiliki harta berlimpah. Mulai PNS golongan tinggi sampai golongan rendah. Dari yang tua sampai yang muda alias masih lajang.

Di Pemkot Samarinda, sebut saja, Dahlia, nama samaran, tercatat sebagai salah seorang PNS yang sukses. Punya mobil pribadi, bisa berlibur ke luar negeri karena punya usaha mandiri. Jadi, membuatnya hidup lebih berkecukupan. Tidak mengandalkan gaji sebagai aparatur negara.

“Awalnya buka usaha sekadar untuk mengisi waktu luang. Akhirnya jadi sumber pendapatan yang lumayan cukup. Bisa beli mobil dan jalan-jalan ke luar negeri dari usaha itu,” ujar perempuan yang memulai karier sebagai pegawai honorer pemkot sejak 2003 itu.

Usaha yang dia geluti adalah fashion dan bidang lain. Dimulai sejak dua tahun lalu. Khusus fashion, dia fokus menjual produk tas dan berbagai kerajinan buatan lokal. Hasilnya dipasarkan di berbagai event nasional maupun internasional.

Penghasilannya bisa lima kali lipat dari gaji pokok sebagai PNS. “Peminat kerajinan tas khas Kaltim misalnya sangat tinggi. Dijajakan saat pameran-pameran habis terjual,” sebutnya.

Saat ini, sambung dia, bersama organisasi keperempuanan sedang giat mengupayakan pembentukan koperasi. Rencananya memberikan modal Rp 5 juta per anggota. Tujuannya memberdayakan perempuan agar lebih mandiri. Termasuk para PNS agar bisa memiliki penghasilan lebih.

“Kebutuhan hidup terus meningkat. Harus belajar jadi pengusaha. Barang bisa dipasarkan melalui online, tidak mesti punya butik atau toko,” katanya.

Meski enggan membeberkan pendapatan dari usahanya, perempuan yang kini sudah memiliki cucu itu tak membantah penghasilan dari bisnisnya membuatnya bisa menghabiskan waktu saat cuti untuk berlibur ke berbagai daerah bahkan luar negeri. Terakhir ke Batam, Raja Ampat di Papua, dan Singapura.

“Alhamdulillah bisa jalan-jalan. Tapi, sambil menyelam minum air juga, bukan sekadar jalan-jalan. Cari kenalan dan jejaring untuk memasarkan produk,” jelasnya. (/fch/him/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 08:11

Sepinggan Perkuat Rute Internasional, Maskapai Mulai Berhitung

SAMARINDA – Memperkuat rute internasional dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan…

Minggu, 19 November 2017 08:07

Jangan Munculkan Diskriminasi Baru

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta hati-hati dalam eksekusi putusan Mahkamah…

Minggu, 19 November 2017 07:59

Daripada Setnov, Lebih Baik Jenguk Tiang

JAKARTA – Hingga kemarin (11/18), lokasi kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR Setyo Novanto (Setnov)…

Minggu, 19 November 2017 07:55

Dari Hobi, Bisa Berbuat Jahat

BERPERILAKU jahat harus dicegah sejak usia dini. Sebab, mengatasi overkapasitas rumah tahanan (rutan)…

Minggu, 19 November 2017 07:54

Pernah Harus Pinjam Celana Kain Penjaga Istana

Tiap kali potong rambut, Jokowi tak pernah neko-neko. Lalu, berapa ongkos yang diterima si tukang cukur?…

Minggu, 19 November 2017 07:50

Nonton Sinetron, Anak Ditelantarkan

HOBI terkadang membuat seseorang lupa akan tanggung jawabnya. Hal itu menimpa keluarga Bedu–nama…

Sabtu, 18 November 2017 07:43

Over Kapasitas, Tambah Lapas Bukan Solusi

SAMARINDA  –  Overkapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Sabtu, 18 November 2017 07:41

Ngaku Sakit biar Dikirimi Duit

DERING telepon pada siang hari membuat Toto, nama samaran, terkejut. Nomor yang tertera tidak diketahui.…

Sabtu, 18 November 2017 07:38

Biaya Umrah Lebih Murah

BALIKPAPAN  –   Angkasa Pura (AP) I tak ingin terlalu jauh terlibat dalam polemik…

Sabtu, 18 November 2017 07:34

Dipindah ke RSCM, Wajah Setnov Mulus

JAKARTA  –  Tersangka kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .