MANAGED BY:
SELASA
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 18 April 2017 09:21
Hegemoni Bisnis Honda Semoga Jaya Runtuh

Ribuan STNK-BPKB Macet, Hotel Pun Mangkrak

MENANTI KEPASTIAN: Diler Honda Semoga Jaya di Jalan Gajah Mada, Samarinda, hampir tiap hari didatangi konsumen yang menanyakan kejelasan STNK dan BKPB. Foto kanan, salah satu hotel milik owner Honda Semoga Jaya yang mangkrak.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Iktikad baik diler Honda Semoga Jaya (HSJ) untuk melunasi kewajibannya kepada konsumen belum juga terlihat. Lebih dari sebulan setelah demo besar-besaran pelanggan di diler utama HSJ, Jalan Gajah Mada dan Polresta Samarinda, sikap manajemen justru bikin mengurut dada.    

Diketahui, diler kesohor itu dijejali konsumennya sendiri. Lantaran melalaikan kewajiban memberikan legalitas kendaraan yang telah dibeli bertahun-tahun. Dokumen itu adalah surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Pejabat berwenang HSJ semakin tertutup kepada konsumen. Mereka sulit ditemui. Salah satunya owner HSJ, Suryadi.

Dari penelusuran Kaltim Post Senin (17/4), pria ini sudah tidak masuk kantor sejak konsumen menggelar demo 6 Maret lalu. Salah seorang karyawan HSJ yang namanya enggan dipublikasikan menuturkan, keberadaan si bos tak diketahui. Sudah lebih sebulan Suryadi “absen”. Dia pun ikut bingung. Lantaran gaji karyawan mandek. Sejak Februari, upah kerja diabaikan perusahaan. “Saya yakin pasti dibayar meskipun belum jelas,” harapnya.

Sejak bulan lalu, terang dia, kantor HSJ kosong melompong. Pintu dikunci dan lampu dimatikan. Hanya service center yang buka. “HSJ tidak bangkrut, hanya diambil alih Astra,” ucap dia berusaha menenangkan warga yang mempertanyakan nasib legalitas kendaraannya.

Kabar mengenai bangkrutnya HSJ memang merebak sejak tahun lalu. Ihwal ini, pemilik kendaraan yang telah menyelesaikan pembayaran mulai susah mendapatkan STNK dan BPKB. Berbagai asumsi bermunculan. Mulai dari perlambatan ekonomi, hingga karena salah investasi. Sudah jadi rahasia umum, pemilik HSJ berinvestasi membangun hotel di Kota Tepian. Ditengarai, hasil penjualan kendaraan diinvestasikan ke hotel tersebut yang terletak di Jalan Mulawarman.

Keluhan demi keluhan mencuat mengenai lambatnya pemilik kendaraan mendapatkan legalitas yang semestinya. Setidaknya, ucap karyawan HSJ ini, setiap hari ada 50-an orang yang datang mempertanyakan kejelasan kapan STNK dan BPKB diterima. Desakan massa ini juga membuat karyawan resah. Kata dia, sedikitnya ada 200 karyawan yang resign. Alasannya, karena takut didatangi konsumen yang kecewa. Alasan lain karena mencari pekerjaan yang lebih baik. Ada pula yang dipindah ke kantor cabang lain.

Dia mengaku tidak mengetahui berapa banyak legalitas kendaraan yang belum diselesaikan diler HSJ. Namun pria ini memastikan, persoalan ini akan diselesaikan PT Astra Motor. Dari informasi yang dia diterima, sekitar Juni ini diler kembali beroperasi. “Pemilik kendaraan nanti di telepon agar datang mengambil legalitas yang sudah selesai. Perlahan tapi pasti bakal kelar,” jelasnya.

Sebelumnya, beberapa konsumen yang ditemui media ini menuturkan jika diler HSJ hanya memberikan janji palsu. Seperti yang dikatakan Supriono (35), warga Palaran, pelanggan diler HSJ. Sejak membeli skuter matik Honda Beat pada September 2015, STNK dan BPKB tak kunjung diserahkan diler. “Kami kan hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi milik kami,” ucapnya beberapa waktu lalu di Polresta Samarinda.

Dia menambahkan, pihak HSJ sempat berjanji agar STNK dan BPKB secepatnya diurus. Sayang, surat-surat tersebut belum sampai ke tangan hingga konsumen pun unjuk rasa. Dari beberapa keterangan konsumen, pihak HSJ belum membayar biaya pengurusan STNK dan BPKB ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Hal itu mengakibatkan terlambatnya pengurusan surat kendaraan para konsumen. “Padahal, Mas, kami ini sudah lunas bayar, ada juga tertera bukti pembayaran pengurusan surat. Kok belum keluar juga suratnya,” sesalnya. Senada dengan Supriono, Murni (41) juga menyesalkan tak adanya iktikad baik dari HSJ. “Mau sampai kapan, Pak. Sudah tiga tahun saya pergi wira-wiri tidak pakai motor,” ujarnya. Bahkan, dirinya menganggap, manajemen HSJ tak serius menangani permasalahan STNK dan BPKB.

Dari Polresta Samarinda, Kasat Lantas Samarinda Kompol Boney Wahyu Wicaksono menuturkan, meski sempat melakukan mediasi antara para perwakilan pemilik kendaraan dan pejabat diler HSJ, belum ada kesepakatan jelas. Dari ribuan STNK dan BPKB konsumen yang tertahan, kesepakatan hanya menyebut hingga 1 Juni 2017, HSJ cuma sanggup melayani 150 konsumen. Dari 150 itu pun diambil secara acak. Praktis, ribuan kendaraan yang bermasalah hampir di seluruh daerah di Kaltim.

Terkait adanya unsur pidana dalam prahara ini, perwira yang lama bertugas di Polda Bali itu belum berani memastikan. “Sebelum dilaporkan ke kami (Satlantas Polresta Samarinda), tidak bisa komentar,” ujarnya. Disinggung soal data pasti jumlah STNK dan BPKB yang macet, Boney mengaku tak tahu lantaran laporan untuk penyelesaiannya belum diterima polisi. Begitu pula dengan dana yang jumlahnya diperkirakan miliaran rupiah. Perwira berpangkat melati satu itu meminta kepada konsumen untuk secepatnya menyelesaikan perkara kepemilikan surat tersebut dengan pihak HSJ selaku penyedia transportasi. “Kami tetap sesuai prosedur kerja kepolisian, tidak ada urusan dengan pihak mana pun,” tegas Boney.

TERJEBAK INVESTASI

Permasalahan yang melanda HSJ santer berembus karena diakibatkan petinggi diler ini salah investasi.  Salah seorang karyawan HSJ menuturkan, anak dari pemilik HSJ berinvestasi di pertambangan, selain dibisnis perhotelan. Hal itu yang membuat kerajaan bisnis HSJ ikut terpukul. Pembangunan hotel yang mulai terlihat fisiknya ini belum ada kejelasan kapan rampung. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda, Akhmad Maulana menuturkan, hingga kini pihaknya tidak mengetahui pasti kabar lebih lanjut soal hotel tersebut.

Namun dia mengklaim, dokumen perizinan hotel legal dan rampung. “Perizinannya ada,” ujar dia. (*/hdd/*/dra/riz/k18)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 10:32

Ancam Cabut Kerja Sama

SAMARINDA – Munculnya wacana pembentukan perusahaan daerah (PD) pasar berawal dari kekecewaan.…

Minggu, 20 Agustus 2017 10:31

Harus Pastikan Pengawasan Ekstraketat

SAMARINDA – Angin segar untuk penguraian masalah praktik pengendalian narkoba dari dalam penjara.…

Minggu, 20 Agustus 2017 10:31

Tepergok Gunting Kalung

SAMARINDA – Kemeriahan pelaksanaan pawai pembangunan di sekitaran Samarinda Kota, Sabtu (19/8),…

Minggu, 20 Agustus 2017 10:30

Yakin Utang Lunas Tahun Depan

SAMARINDA – Pengerjaan fisik Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II sedianya telah rampung. Namun,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:09

Kegiatan Bakal Dikurangi Lagi

SAMARINDA – Keuangan sulit benar-benar membuat pemerintah harus berhemat. Tak cukup meniadakan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:07

Kejar-kejaran Pembahasan Anggaran

FINALISASI rancanganAPBD Perubahan 2017 dalam waktu dekat mengisyaratkan TAPD tengah diburu waktu. Sebab,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:05

Pengendara Diarahkan ke Jalur Lingkar

SAMARINDA – Pagi hingga siang hari ini, pastikan Anda tidak melintasi kawasan pusat kota. Pasalnya,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:04

Rutin Razia,Angka Kecelakaan Diklaim Turun Drastis

SAMARINDA – Peristiwa kecelakaan terus menjadi sorotan kepolisian. Sebab, tidak sedikit kejadian…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:01

Aksi Sindikat Curanmor Dibongkar

SAMARINDA – Kerja keras kepolisian membongkar praktik pencurian kendaraan bermotor (curanmor)…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:58

Payung Hukum,Saja Perlu Tahunan.

SAMARINDA – Jalan pembentukan perusahaan daerah (PD) pasar masih terlalu panjang. Terdapat beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .