MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 17 April 2017 09:18
Dobrak Keterbatasan dengan Personel Tunggal

PROKAL.CO, class="Default">”Life without music would be a mistake” -Friedrich Nietzsche

HARI ini musik nggak hanya menjadi media penghibur, tapi juga jadi bagian pokok dari kehidupan manusia. Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengekspresikan kemampuan bermusiknya. Salah satu caranya, menjalankan one-man project seperti Daniel Natjaard dan Arya Bara. Mengerjakan segala instrumen secara mandiri, mereka membuktikan bahwa nggak memiliki personel bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. (rno/c25/als)

Satu Minggu Garap Konsep Drum

Arya Bara (Methiums)

Meski masih belia, Arya Bara berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia musik. Selain aktif di Headcrusher, band thrash metal,Arya memiliki one-man project bernama Methiums. Methiums merupakan sebuah solo project instrumental bergenre djent/progressive metal. Lewat project itu, Arya berhasil melesatkan debut extended play (EP)yang dibidangi Radioactive-Force Records.

”Saya memulai one-man project seperti ini setelah terinspirasi oleh Drewsif Stalin dan Sithu Aye. Saya berpikir both of them bisa ngehasilin something cool dengan gear yang minimalis,” papar Arya.

Melahirkan karya yang semua instrumennya dimainkan secara sendirian tentu bukan suatu persoalan remeh. Arya membutuhkan effort lebih untuk melakukannya. Take recording hingga prosesi mixing and mastering pun dilakukannya secara mandiri.

”Saya kan basic-nya gitar, jadi sulit ngonsep drum. Misalnya, satu lagu take gitar dan bas, sejam udah kelar. Kalau drum bisa sampai seminggu,” ucap Arya. Meski bermain dalam one-man project, Arya menganggap atmosfer bermain musik dengan format band lengkap tetap nggak bisa tergantikan. ”Beda. Soalnya, kalian nggak akan bisa merasakan crowd yang sedang moshing serta stage diving,”sambungnya.

Dengan rutinitas yang cukup padat, Methiums baru aja merilis split album bersama Beyond Infinity, solo project milik Reza Akbar Felayati yang juga beraliran djent. ”Ke depan, Methiums sedang merancang untuk merilis debut full album. Doakan aja semoga cepat kelar,” harapnya.

Kuasai Hampir Seluruh Instrumen Musik

Daniel Natjaard

Malang melintang di dunia logam hitam selama lebih dari dua dekade membuat nama Daniel Natjaard nggak asing di telinga penggemar musik keras tanah air. Kiprahnya di dunia musik dimulai sebagai seorang drumer di unit black metal legendaris Indonesia, Dry. Beberapa tahun berselang, dia mulai aktif sebagai keyboardist Valerian, band power/speed metal asal Surabaya.

”Saya mulai jatuh cinta dengan musik metal ini saat kelas 2 SMP. Saat itu saya ingat betul berlibur di rumah om saya. Dia selalu mendengarkan album klasik Iron Maiden, Piece of Mind, setiap hari,” kenang pria berambut gondrong itu.

Meski nggak lagi muda, semangat Daniel nggak lantas terkikis termakan masa. Bahkan, dia mulai menjalankan one-man project untuk mengembangkan kreativitas bermusiknya. Tahun lalu Daniel berhasil merilis debut album yang digarap secara mandiri. Album tersebut diberi nama Autumn Obscursia. ”Saya melakukan semua sendiri. Konsep musik, artwork,hingga lirikpun saya yang mengerjakan. Semuanya saya kerjakan juga di studio saya sendiri, yakni Daztanian Records,” paparnya.

Dalam one-man project, Daniel mampu memainkan semua instrumen sendirian. Mulai drum, gitar, bas, keyboard, hingga vokal. ”Untuk rekaman dan klip video, kadang saya dibantu teman,” sambungnya.

Berbagai rintangan terjal seperti susahnya membagi waktu antara produksi dan distribusi karya pun sempat menghalanginya. Namun, hal itu dapat diatasi Daniel dengan kerja kerasnya. ”Saking mandirinya, distribusi album pun saya lakukan sendiri. Mulai promo hingga packing. Tapi untungnya, distribusi udah sampai ranah internasional. Polandia, salah satunya,” ungkapnya.


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 05:48

Aksi Pukul di Lingkungan Sekolah

KEKERASAN dalam dunia pendidikan kembali terulang, gengs. Kali ini seorang kepala sekolah SMP 4 Lolak,…

Jumat, 16 Februari 2018 05:45

Movie Marathon Time!

WAH, enggak berasa sudah Jumat aja nih! Buat yang pengin menikmati lazy Sunday di rumah, menonton bisa…

Kamis, 15 Februari 2018 07:37

Limbah Medis: Bukan Sembarang Sampah

PERSOALAN sampah di Indonesia cukup pelik. Permasalahan tersebut makin keruh karena adanya temuan limbah…

Kamis, 15 Februari 2018 07:36

Alur Limbah Medis

SEBAGAI salah satu limbah golongan B3, limbah medis yang nggak dibuang pada tempatnya tentu dapat membahayakan…

Kamis, 15 Februari 2018 07:30

Jangan Ragu pada Pilihan

DIAKUINYA sejak dalam kandungan, sang bunda sudah terbiasa memperdengarkan berbagai macam musik, dari…

Kamis, 15 Februari 2018 07:28

Bangkit demi Legalitas

KONTRAK Bridge, lebih dikenal dengan sebutan Bridge saja. Olahraga ini sudah ada di Indonesia sejak…

Kamis, 15 Februari 2018 07:25

Tenaga Kerja Indonesia Kembali Berduka

LAGI-lagi kasus penganiayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terulang lagi. Kali ini Adelina Lisao, warga…

Kamis, 15 Februari 2018 07:22

Take Care Your Laptop

DI era digital saat ini, gadget menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Apalagi Zet Rangers sering…

Rabu, 14 Februari 2018 07:47

Everything is Glitzy

YUP, tahun ini to be the year of all glitzy and glossy everything. Glossy lipcream and glittery eye…

Rabu, 14 Februari 2018 07:39

Ini Dia, Nail Art Trend 2018

SELAIN make-up, tahun ini diwarnai dengan beragam tren nail art nih. Nuansa glossy and glittery juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .