MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 17 April 2017 09:18
Dobrak Keterbatasan dengan Personel Tunggal

PROKAL.CO, class="Default">”Life without music would be a mistake” -Friedrich Nietzsche

HARI ini musik nggak hanya menjadi media penghibur, tapi juga jadi bagian pokok dari kehidupan manusia. Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengekspresikan kemampuan bermusiknya. Salah satu caranya, menjalankan one-man project seperti Daniel Natjaard dan Arya Bara. Mengerjakan segala instrumen secara mandiri, mereka membuktikan bahwa nggak memiliki personel bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. (rno/c25/als)

Satu Minggu Garap Konsep Drum

Arya Bara (Methiums)

Meski masih belia, Arya Bara berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia musik. Selain aktif di Headcrusher, band thrash metal,Arya memiliki one-man project bernama Methiums. Methiums merupakan sebuah solo project instrumental bergenre djent/progressive metal. Lewat project itu, Arya berhasil melesatkan debut extended play (EP)yang dibidangi Radioactive-Force Records.

”Saya memulai one-man project seperti ini setelah terinspirasi oleh Drewsif Stalin dan Sithu Aye. Saya berpikir both of them bisa ngehasilin something cool dengan gear yang minimalis,” papar Arya.

Melahirkan karya yang semua instrumennya dimainkan secara sendirian tentu bukan suatu persoalan remeh. Arya membutuhkan effort lebih untuk melakukannya. Take recording hingga prosesi mixing and mastering pun dilakukannya secara mandiri.

”Saya kan basic-nya gitar, jadi sulit ngonsep drum. Misalnya, satu lagu take gitar dan bas, sejam udah kelar. Kalau drum bisa sampai seminggu,” ucap Arya. Meski bermain dalam one-man project, Arya menganggap atmosfer bermain musik dengan format band lengkap tetap nggak bisa tergantikan. ”Beda. Soalnya, kalian nggak akan bisa merasakan crowd yang sedang moshing serta stage diving,”sambungnya.

Dengan rutinitas yang cukup padat, Methiums baru aja merilis split album bersama Beyond Infinity, solo project milik Reza Akbar Felayati yang juga beraliran djent. ”Ke depan, Methiums sedang merancang untuk merilis debut full album. Doakan aja semoga cepat kelar,” harapnya.

Kuasai Hampir Seluruh Instrumen Musik

Daniel Natjaard

Malang melintang di dunia logam hitam selama lebih dari dua dekade membuat nama Daniel Natjaard nggak asing di telinga penggemar musik keras tanah air. Kiprahnya di dunia musik dimulai sebagai seorang drumer di unit black metal legendaris Indonesia, Dry. Beberapa tahun berselang, dia mulai aktif sebagai keyboardist Valerian, band power/speed metal asal Surabaya.

”Saya mulai jatuh cinta dengan musik metal ini saat kelas 2 SMP. Saat itu saya ingat betul berlibur di rumah om saya. Dia selalu mendengarkan album klasik Iron Maiden, Piece of Mind, setiap hari,” kenang pria berambut gondrong itu.

Meski nggak lagi muda, semangat Daniel nggak lantas terkikis termakan masa. Bahkan, dia mulai menjalankan one-man project untuk mengembangkan kreativitas bermusiknya. Tahun lalu Daniel berhasil merilis debut album yang digarap secara mandiri. Album tersebut diberi nama Autumn Obscursia. ”Saya melakukan semua sendiri. Konsep musik, artwork,hingga lirikpun saya yang mengerjakan. Semuanya saya kerjakan juga di studio saya sendiri, yakni Daztanian Records,” paparnya.

Dalam one-man project, Daniel mampu memainkan semua instrumen sendirian. Mulai drum, gitar, bas, keyboard, hingga vokal. ”Untuk rekaman dan klip video, kadang saya dibantu teman,” sambungnya.

Berbagai rintangan terjal seperti susahnya membagi waktu antara produksi dan distribusi karya pun sempat menghalanginya. Namun, hal itu dapat diatasi Daniel dengan kerja kerasnya. ”Saking mandirinya, distribusi album pun saya lakukan sendiri. Mulai promo hingga packing. Tapi untungnya, distribusi udah sampai ranah internasional. Polandia, salah satunya,” ungkapnya.


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 07:43

Modif Ringan, Garang di Lintasan

SEKILAS, Honda Brio milik Bhakti W. dan Honda Jazz milik Danis Herlambang tampak seperti city car biasa.…

Sabtu, 21 April 2018 06:35

Edisi Spesial Kartini

Selamat Hari Kartini! Sebelum masa kini, perempuan dipandang sebagai sosok yang lemah dan enggak perlu…

Sabtu, 21 April 2018 06:31

Bangun Keakraban dan Solidaritas Seluruh Angkatan

Rasanya enggak lengkap kalau bertanding tanpa dukungan. Makanya, setiap sekolah berlomba-lomba menyatukan…

Jumat, 20 April 2018 07:21

Turn On The Beach Vibes

’’SURF music is actually just the sound of the waves played on a guitar: that wet, splashy…

Jumat, 20 April 2018 07:09

Meet the Artist

MENGUSUNG warna musik yang unik dan tema-tema lagu yang berfokus sekitar wilayah pesisir, surf music…

Jumat, 20 April 2018 07:04

Pertamina Goes to Campus: Politeknik Negeri Samarinda

UNTUK mendorong kreativitas generasi Z di Kalimantan, Pertamina menggelar program kece bertajuk Pertamina…

Jumat, 20 April 2018 06:59

WHAT THEY SAID

YUHUU! Pertamina Goes to Campus 2018 berlangsung meriah karena mendatangkan dua speaker keren yang berbagi…

Kamis, 19 April 2018 07:24

They Hold It, They Leave It

DYLAN Sada, seorang model internasional sekaligus selebgram, baru-baru ini mengagetkan publik. Lewat…

Kamis, 19 April 2018 07:18

Dampak Jangka Panjang yang Harus Ditinggalkan

BERDASAR data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN), pada 2016 tercatat ada 2.734 kasus…

Kamis, 19 April 2018 07:17

What Should We Do?

KEKERASAN hubungan bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .