MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 17 April 2017 08:44
Hutan Lenyap di Kawasan Cagar Alam
DAGELAN BIROKRAT KOTA TEPIAN

PROKAL.CO, Banjir bak sebuah balada. Dialog penyakit menahun yang turun-temurun.

ROBAYU, Samarinda

DIBELAH Sungai Mahakam, Samarinda seolah tak berdaya akan banjir yang menyapa kala musim hujan tiba. Sungai sepanjang 920 kilometer itu serupa jantung yang memompa air dari hulu. Yakni di Mahakam Ulu menuju estuari, Selat Makassar. Kerjanya pun digantungkan ke 11 anak sungai yang dimiliki.

Di ibu kota Kaltim itu, Sungai Karang Mumus (SKM) menjadi aorta yang menyalurkan air ke Sungai Mahakam. Namun, kondisi SKM kini, serupa pria tambun yang di setiap sudut tubuhnya tertimbun lemak di sana-sini, mengadang air menuju kuala.

Pelbagai rupa cara telah dicoba untuk mengatasinya. Dari upaya sederhana hingga cara tak biasa yang perlu merogoh kocek tak sedikit.

Dari mengeruk endapan, memancang turap, hingga relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai. Untuk upaya terakhir, seolah mengadu batu dan kerikil. Pemerintah dan masyarakat sama-sama digerogoti gengsi. Kemanusiaan hingga persoalan ganti rugi menjadi penghalang ketika relokasi ditempuh. Di satu sisi, pangkal persoalan tak juga tergapai jika upaya ini tak kunjung diambil.

Menukil data Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Samarinda, terdata sebanyak 3.915 rumah berdiri di sempadan SKM, dari Jembatan I di Kelurahan Selili hingga Jembatan VII di Kelurahan Sidodadi atau segmen Gang Nibung. Tak sedikit di antara bangunan-bangunan itu, justru berdiri kukuh menjorok ke badan sungai. Dari jumlah itu, baru 1.355 rumah yang berhasil dibongkar.

Ada pula langkah membongkar berhasil, tapi justru terantuk dengan aturan yang berbicara lain. Belum lagi, permintaan warga yang tergusur kediamannya menolak pola rumah susun yang menyiasati keterbatasan lahan. Alasannya, terbiasa dengan rumah tunggal. “Skemanya masih kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Tak bisa begitu saja langsung gusur,” ucap Dadang Airlangga, kepala Disperkim Samarinda kepada Kaltim Post akhir pekan lalu.

Membangun kota seolah tak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Berbagai bantuan dicari demi seabrek kebutuhan yang tak pernah menyusut. Pengendalian banjir misalnya, taktik lain yang belum maksimal lewat penyediaan retensi yang dibangun pengembang perumahan hingga ruang terbuka hijau (RTH) untuk menahan laju air menuju SKM.

Lagi-lagi, ada saja kendala. Pengembang perumahan belum mampu membantu kebutuhan pemkot tersebut. “Dari izin yang dikeluarkan mereka minimal dapat menyediakan kolam retensi hingga drainase,” lanjut Dadang, begitu sapaannya. DPRD Samarinda pun menyiasatinya dengan melahirkan peraturan daerah (perda) daerah aliran sungai (DAS). Perda ini menjadi upaya lain mengurangi pemukiman di pinggir sungai.

Adanya daerah penyangga serupa RTH jelas menjadi suplemen lain meredakan banjir di Kota Tepian. Keberadaannya begitu dibutuhkan, khususnya di wilayah Samarinda Utara, hulu SKM. Tapi realita berbicara lain, di Samarinda Utara justru terhampar izin pertambangan dan perumahan.

Data yang dihimpun Kaltim Post, setidaknya terdapat 26 izin usaha pertambangan (IUP) dari 63 IUP yang ada tersebar di Samarinda. Serta ada 24 pengembang perumahan yang turut berkontribusi melenyapkan daerah kawasan hijau di wilayah utara. Padahal, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang RTRW Samarinda 2014–2034, wilayah utara ditetapkan sebagai cagar alam dan daerah resapan air. Sebuah pemandangan ironis tersaji.

“Hingga kini, RTH publik baru 7 persen. Sementara RTH privat mencapai 37 persen,” kata Sugeng Chairuddin, pelaksana harian Dinas Lingkungan Hidup Samarinda.

Jumlah itu tersebar di seluruh wilayah Samarinda, tidak hanya di Samarinda Utara.

Untuk kecamatan seluas 229,52 kilometer persegi itu, pemkot bertopang pada sektor perumahan.

Di daerah ini, Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) menjadi satu-satunya zonasi penyangga yang dimiliki pemkot. “Ke depannya bakal diubah. RTH publik dapat mencapai 20 persen. Sementara RTH privat hanya berkisar 10 persen,” lanjut asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan ini.

Semua upaya perlu ditempuh dengan kesadaran berbagai pihak. Tak hanya pemerintah, ada pula peran masyarakat.

Turut pula menanti waktu yang berbicara akan hasil kebijakan-kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk menangani banjir Samarinda.(riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 17 April 2017 08:30

SKM, Kunci yang Terabaikan

SUNGAI Karang Mumus (SKM) menjadi kanal raksasa untuk mengurai banjir. Banyak cara yang diwacanakan…

Senin, 10 April 2017 09:13

Sudah Teruji, Belum Dilirik

Di tengah kondisi perekonomian Kaltim yang mengalami pertumbuhan minus, jumlah UMKM terus menurun.ROESITA…

Senin, 10 April 2017 09:09

Industri Mikro-Kecil Justru Tumbuh 12,37 Persen

SEMENTARA itu, di tengah menurunnya geliat UMKM di Kaltim, industri manufaktur mikro-kecil justru membukukan…

Senin, 10 April 2017 09:08

Diolah Jadi 15 Varian Cake, Kantongi Omzet Rp 60 Juta Per Bulan

Dari tangan kreatif Riswahyuni, salak tidak hanya tampil apa adanya seperti sekadar buah. Namun menjadi…

Kamis, 06 April 2017 11:00
Kisah Memilukan Anak-Anak yang Sudah Harus Menikah pada Usia Sekolah

Nyawa Nyaris Melayang saat Melahirkan

“Enggak papa. Ya sudah lah, sudah ikhlas,” kata SA, pasrah, ketika harus melahirkan pada…

Kamis, 06 April 2017 10:56
Maraknya Pernikahan di Bawah Umur

Perempuan Malah Cari Nafkah

MARAKNYA kasus pernikahan anak di Indonesia adalah miskonsepsi yang terpendam dari masyarakat Indonesia.…

Rabu, 05 April 2017 08:38

Perang Bintang Birokrat

Sayembara perebutan kursi bakal calon gubernur Kaltim pendamping Rita Widyasari telah dimulai. Penjaringan…

Rabu, 05 April 2017 08:26

Wakil Tentukan Elektabilitas

PENETAPAN Rita Widyasari sebagai calon gubernur (cagub) Kaltim dari Partai Golkar dianggap tepat. Hal…

Rabu, 05 April 2017 08:24

Rita Akui Lirik Farid

GELIAT Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim makin cepat. Bakal calon gubernur yang diusung Partai Golkar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .