MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 17 April 2017 08:30
SKM, Kunci yang Terabaikan
-

PROKAL.CO, SUNGAI Karang Mumus (SKM) menjadi kanal raksasa untuk mengurai banjir. Banyak cara yang diwacanakan untuk menyiasati nadi air menuju Sungai Mahakam ini. Ketimpangan rencana dengan realita yang ada tak bisa diubah semudah membalikkan telapak tangan.

Pemkot Samarinda memusatkan kerja di anak Sungai Mahakam ini. Upaya membenahi SKM dari pemukiman yang telah marak berdiri sejak 90-an itu, hingga lumbung pembuangan sampah warga. “SKM menjadi kunci utama kalau mau menangani banjir,” sebut Nusyirwan Ismail, wakil wali kota Samarinda beberapa waktu lalu.

Penanganan perlu menyeluruh, dari hulu sungai di Bendungan Benanga hingga muara air di Kelurahan Selili. Begitupun kawasan cekungan di sekitar Pasar Segiri. Minimnya turap yang terpampang di kedua sisi membuat endapan lumpur masih merajai. Tak ayal, air yang semestinya melewati sungai memilih bergeser ke badan jalan lebih rendah.

Rencana yang dapat diterapkan hanya mengandalkan mesin amfibi yang mampu mengeruk sedimen lumpur. Kondisi itu diperparah dengan masih adanya ulah masyarakat yang membuang limbah ke sungai. “Kalau saling menyalahkan, tak pernah ada solusi,” sebutnya. Samarinda Utara menjadi kawasan krusial mengendalikan debit air yang mengalir ke tubuh SKM. Wacana yang digelontorkan pemkot tak main-main.

Dari pembangunan polder, kolam retensi atau embung hingga rekayasa drainase agar air tetap dalam kendali. “Kebutuhan di lokasi itu perlu drainase seluas 8–10 meter,” ucap Budi Tristiono, kabid Pengendalian Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. Debit air di kawasan itu, sebutnya, mencapai 60 liter per detik. Sementara kemampuan kanal air yang tersedia saat ini hanya mampu membendung air dengan kisaran 23 liter per detik.

Bangunan pengendali (bendali) sangat dibutuhkan untuk menahan laju air menuju SKM.

“Meski di muara, terjaga saja. Tapi kita juga harus lihat kondisi air di sana juga. Jika intensitas air (sungai) Mahakam tinggi, tentu air bakal tertahan dan akhirnya banjir,” lanjutnya. Kendati begitu, penurapan sisi SKM turut dipertimbangkan. Tanpa turap, tanah dapat leluasa merangsek masuk dan mengendap ke badan sungai.

Ini tentu memantik prahara, mengingat masih maraknya rumah yang berdiri di sempadan SKM.

Diketahui, Simpang Empat Sempaja, Simpang Empat Lembuswana, Jalan Soetomo, serta Jalan Pangeran Antasari, menjadi daerah langganan banjir. Ihwal ini disebabkan kawasan tersebut lebih rendah daripada ketinggian air. Dari keempat lokasi itu, hanya kawasan Antasari yang tak bergantung dengan SKM.

Polder menjadi satu-satunya jalan mengatrol air agar kawasan cekung ini tak terendam banjir.

HULU SUNGAI PANGKAL MASALAH

Kawasan Samarinda Utara didiagnosa menjadi muasal banjir yang belum juga terurai. Minimnya ketegasan akan pertambangan di kawasan itu menjadi kritikan para akademisi, salah satunya Rika Erawaty.

Menurutnya, sumbangsih kerusakan lingkungan akibat tambang cukup besar lantaran minimnya pemulihan ekosistem ke bentuk asalnya. “Reklamasi pascatambang, sering minim pengawasan,” sebut dosen hukum lingkungan di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman itu.

Alam bekas galian belum pulih, malah beralih rupa menjadi pemukiman. Jadi, lingkungan lupa akan fungsinya sebagai penyerap air. Melupakan aturan yang mengikat sebagaimana semestinya. Ini, sebut Rika, timbul karena saling tindih izin pertambangan dan perumahan. “Tidak sedikit dari lokasi pertambangan semula berupa hutan,” tegasnya.

Meski pengembang perumahan diwajibkan menyediakan kolam retensi serta ruang terbuka hijau (RTH).

Kualitas kedua hal itu tentu terpengaruh lahan yang belum pulih dari hasil reklamasi pascatambang.

Analisis dampak lingkungan (amdal) nyatanya masih sekadar formalitas menampung keluhan masyarakat. Padahal, amdal serupa kitab suci agar lingkungan dapat terjaga dari pengembangan kota. Ini turut pula tertuang dalam Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Peran serta masyarakat masih minim jadinya,” lanjutnya. Air leluasa bergerak tanpa adanya penghalang.

Namun, Rika menilai, perlu ada introspeksi baik di tubuh pemerintah atau masyarakat sendiri. Dia mencontoh, sempadan SKM yang masih marak berdiri bangunan. Padahal, mengacu aturan, batas minimal berdirinya pemukiman sekitar 100 meter dari bibir sungai. (*/ryu/riz/k16)


BACA JUGA

Kamis, 16 November 2017 07:41

Banjir Hantui Tanah Grogot

TANA PASER – Sejak 2015 lalu, keluhan banjir sering dilontarkan warga ibu kota Kabupaten Paser…

Kamis, 16 November 2017 07:37

Sampah Meningkat, Petugas Tidak Seimbang

TANA PASER - Banjir tidak terlepas dari volume sampah yang dihasilkan suatu wilayah. Setiap tahun, penduduk…

Kamis, 16 November 2017 07:37

Kesadaran Warga Masih Rendah

BANJIRkecil sesudah hujan deras dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kandilo meningkat, tidak bisa serta-merta…

Selasa, 14 November 2017 07:48

Anggaran Defisit, Venue Belum Dibangun

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI tinggal menghitung bulan. Pesta olahraga empat tahunan itu…

Selasa, 14 November 2017 07:44

Belajar dari Pengalaman Penyelenggara Sebelumnya

RENCANA perhelatan Porprov Kaltim VI/2018di Kutim diragukan berbagai pihak. Banyak aspek menjadi sorotan,…

Selasa, 14 November 2017 07:41

Tuan Rumah Di-deadline Maret

WAKIL Ketua IV KONI Kaltim Muslimin menilai, pembangunan venue demi menunjang pelaksanaan Porprov VI…

Senin, 06 November 2017 08:26

Solusi Macet Jalan di Tempat

Pada 2020, jumlah kendaraan bermotor di Samarinda diprediksi mencapai 893 ribu unit. Kondisi tersebut…

Senin, 06 November 2017 08:21

Pemkot Samarinda Siapkan Kereta Api, Tapi Kata Pengamat Lebih Cocok Ini...

TRANSPORTASI massal pada era modern sangat penting dan vital karena mendukung pengembangan kawasan.…

Senin, 06 November 2017 08:10

FOKUS TERBAGI, DEFISIT JADI TAMENG

PERBAIKAN dan penataan Perusahaan Daerah (Perusda) Balikpapan menjadi program unggulan pasangan Rizal…

Senin, 06 November 2017 08:07

Prioritas tetapi Tidak Tahun Ini

TARGET baru Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud untuk menuntaskan revisi Perda Perusda tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .