MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 17 April 2017 08:20
Pekerja Chevron Mulai Gelisah Terkait Alih Kelola WK Attaka dan East Kalimantan

Berharap Karyawan Eksisting Dipertahankan

INGIN TERLIBAT: Farlistiono (kanan) saat berbincang dengan Hadi Mulyadi (kiri), Sabtu (15/4) di Balikpapan. Mereka berharap pusat melibatkan karyawan eksisting dalam transisi alih kelola blok Chevron. (ist)

PROKAL.CO, Rencana hengkangnya Chevron Indonesia Company dari Kaltim pada 2018 mulai menimbulkan riak-riak kegelisahan di kalangan karyawan eksisting. Mereka mulai menggalang dukungan agar tetap jadi prioritas.

DEVI ALAMSYAH,Balikpapan

FARLISTIONO, ketua Tim Transisi Serikat Pekerja Nasional Chevron Indonesia (SPNCI), menyodorkan sepucuk rilis dan kartu nama. “Nanti malam kita ada pertemuan dengan Pak Hadi Mulyadi, sampean bisa ikut," katanya, Sabtu (15/4) sore. Rencana pertemuan ditetapkan di salah satu rumah makan di kawasan Balikpapan Baru, milik eks karyawan Chevron.

Menurutnya, SPNCI ingin menyampaikan keluh kesah dan kekhawatirannya kepada Hadi yang notabene anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kaltim yang membidangi energi. Harapannya agar suara hati SPNCI disuarakan lagi kepada para pemegang keputusan di pusat. Untuk diketahui, sejak 9 Januari 2017, Menteri ESDM telah menetapkan Pertamina sebagai pengelola Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan dan Attaka.

WK Attaka telah beroperasi selama 50 tahun dan akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Sementara WK East Kalimantan akan berakhir kontraknya pada 24 Oktober 2018. “Namun, sampai saat ini belum ada perbincangan mengenai proses transisi. Padahal waktunya sudah mepet," tambahnya.
Kasusnya hampir sama dengan para serikat pekerja Total E&P Indonesie menghadapi alih kelola Blok Mahakam kepada Pertamina.

Namun, peralihan blok kaya gas itu sudah jauh-jauh hari diperdebatkan. Sudah ada tim transisinya, dan sudah berjalan pertemuan demi pertemuan. Sementara WK Chevron, sama sekali belum. Padahal

terdapat dua daerah operasi utama. Pertama, operasi utara yang meliputi Attaka, NIB, West Seno (laut dalam) dan Terminal Santan sebagai lifting point. Wilayah operasi ini memproduksi gas untuk menyuplai kebutuhan di pabrik PT Pupuk Kaltim di Bontang.

Kedua, wilayah operasi selatan, meliputi Lapangan Sepinggan, Yakin, dan Terminal Lawe-Lawe. Wilayah operasi ini memproduksi gas untuk disuplai ke Kilang Pertamina RU V di Balikpapan. Sementara produksi minyak dikirim ke Terminal Lawe-Lawe untuk pemisahan, penyimpanan di tanki dan pengapalan.

                                                                                                                                           ***

Puluhan karyawan Chevron yang tergabung dalam SPNCI tampak sudah berkumpul di rumah makan Kairo, kawasan Balikpapan Baru, Sabtu pukul 20.00 Wita. Mereka mengenakan kemeja warna putih berlogo Chevron dan SPNCI di dada. "Ayo silakan, Mas, kita masih menunggu pak Hadi," kata Farlistiono, menyambut. Pertemuan diundur yang awalnya pukul 19.00, menyesuaikan jadwal Hadi Mulyadi.

Tak berapa lama, politikus PKS itu tiba. “Maaf, hari ini saya mengisi di empat pertemuan dari pagi, di beberapa tempat," kata Hadi, membuka pembicaraan. Pria ramah ini kemudian banyak berseloroh tentang peristiwa kekinian. Farlistiono menyampaikan bahwa sebelumnya SPNCI akan menemuinya di Jakarta untuk membicarakan proses transisi WK Chevron, termasuk juga menemui beberapa kementerian terkait.

Dikatakan, selama hampir 50 tahun beroperasi, pekerja nasional Chevron telah menunjukkan komitmen dan profesionalisme dalam bekerja. Sampai saat ini, jumlah pekerja di WK Attaka dan East Kalimantan tercatat sebanyak 1.058 orang. 61 persen bekerja di Kalimantan dan 39 persen di luar Kalimantan. “Kalau pekerja kontraktor atau bussiness partner diperkirakan sekitar 3.000 orang".

SPNCI, kata dia, menyambut baik dan mendukung penetapan Pertamina sebagai pengelola WK yang baru sebagai bagian membangun kemandirian pengelolaan migas Indonesia.

"Kita meminta kepada Pertamina untuk tetap mempekerjakan semua pekerja eksisting sebagai bagian dari keberlangsungan pekerjaan. Kita juga ingin dilibatkan dalam proses transisi alih kelola".

Sulistio Adi Pratomo, tim dari SPNCI lainnya menambahkan, pihaknya juga mendukung sistem gross split yang akan diterapkan pada kedua WK itu nantinya. Lebih nasionalisme ketimbang sistem Production Sharing Contract (PSC) dengan model cost recovery.

Sebab, dengan gross split negara lebih diuntungkan. Tidak terlalu terpengaruh dengan harga minyak dunia yang fluktuatif. “Ini aset negara, produksi nasional jangan sampai jatuh. Salah satunya dengan mempertahankan karyawan eksisting," katanya. Jika model cost recovery dengan melakukan share biaya, biaya ditanggung bersama antara kontraktor migas dengan pemerintah. Nah, gross split ini dilakukan pembagian di awal.

 Yang dibagi keuntungannya, bukan biaya seperti cost recovery. Kementerian ESDM telah membagi base split minyak 57 persen untuk pemerintah dan 43 persen kontraktor. Sementara gas 52 persen pemerintah dan 48 kontraktor. Pembagian bisa berubah sesuai tingkat kesulitan di lapangan.

Karena itu, kata dia, tim transisi harus cepat diketok. Sebab, pengaruhnya pada produksi migas. Saat ini pencapaian produksi minyak Chevron 16.812 barel per hari, dan gas 30 ribu barrels of oil equivalent (BOE) per hari. Pada 2016 ini, Chevron menghasilkan di atas target pemerintah.

Mendengar penjelasan itu, Hadi kemudian buka suara. Dia menuturkan, jika dirinya juga pernah menyampaikan hal serupa kepada Pertamina terkait kasus Blok Mahakam. “Pertamina selalu bilang, 'kita akan menggunakan tenaga lama'. Tapi, terkait Chevron, nanti akan saya sampaikan lagi," kata Hadi.
Dirinya juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini, beberapa pihak terkait akan dipanggil guna membahas alih kelola ini.

Apalagi PSC alih kelola ini belum diteken. Padahal waktunya pendek, terhitung Oktober 2018. "Karena kan banyak, ada 20 WK sampai 2022, nanti," imbuhnya. (riz/k16)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Senin, 04 Desember 2017 08:32

Sering Diberi Makan, Muncul saat Air Pasang

Hidup berdampingan bersama buaya sudah dilalui warga bantaran Sungai Guntung, Bontang, sejak lama. Belakangan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46

Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .