MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 17 April 2017 07:52
CANTIK...!! Bayi Hasil Hubungan Ayah dan Anak Itu Dinamai Ini
SAKSI BISU: Rumah yang ditinggali DW dan ayahnya, MF, di Kampung Kajang, RT 20, Sangatta Selatan, Kutim. Keduanya telah pergi dan meninggalkan bayi hasil hubungan terlarang di RSUD Kudungga. (Akrom/kp)

PROKAL.CO, SANGATTA – Malang benar bayi perempuan satu ini. Dia ditinggal orangtuanya setelah dilahirkan sekitar sebulan lalu di RSUD Kudungga, Sangatta, Kutim. Diketahui, ibunya ternyata baru berusia 15 tahun.

Bayi tak berdosa tersebut diduga hasil hubungan gelap remaja perempuan berinisial DW (15) asal Kampung Kajang, RT 20, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim, dengan ayah kandungnya berinisial MF. Keduanya tinggal di sebuah gubuk yang berada di dekat SD 010, Sangatta Selatan.  

“Namun, mereka belum pernah melapor kepada saya. Warga sekitar pun tidak mengetahui keberadaan mereka. Pasalnya, anak dan ayahnya jarang berkomunikasi dengan warga setempat,” ujar Ketua RT 20 Sudarsono.

Informasi warga RT 20, Sulkhani Abidin, sebelum anak dan ayahnya tinggal di Kampung Kajang, mereka pernah berdiam di daerah Palaran, Samarinda. “Mereka memang selalu tinggal berdua semenjak ayah dan ibunya bercerai,” jelasnya.

Dari keterangan Sulkhani, mereka mulai meninggalkan Samarinda dan menginjakkan kaki di Sangatta sejak Juni 2016. Sekitar 10 bulan bermukim di RT 20, Kampung Kajang, sejak 27 Maret 2017, keduanya sudah tidak berada di RT 20.

Kepala TU RSUD Kudungga M Yusuf membenarkan adanya kasus tersebut. Menurut dia, saat ini, bayi berusia satu bulan itu masih dalam penanganan rumah sakit. Terang dia, bayi itu dilahirkan sekitar 10 Maret lalu dan memiliki berat 1,7 kilogram. Proses kelahiran dilakukan di rumah DW.

Karena ada ari-ari yang tertinggal, kemudian bidan yang membantu melahirkan menyarankan DW dirawat di RSUD Kudungga. “Alasan dilarikan ke RSUD Kudungga karena sisa ari-ari yang tertinggal dan berat badan yang kurang,” ungkapnya, Sabtu (15/4).

Sebelum meninggalkan bayinya, DW sempat menanyakan biaya persalinan dan perawatan selama di RSUD. Sesudah itu, DW menghilang. Nomor telepon yang ditinggalkan, tak dapat dihubungi. “Biaya melahirkan dan perawatannya selama sebulan terakhir sekira Rp 11 juta,” ujar Yusuf.

“Untuk susu, popok, dan sejenisnya, dibiayai dari hasil iuran para perawat RSUD Kudungga,” sambungnya.

Karena orangtuanya tidak pernah muncul, dia lalu melaporkan masalah tersebut kepada pihak polisi dan Dinas Sosial (Dissos) Kutim. “Saat ini, kondisi bayinya sehat. Oleh para bidan, bayi itu diberi nama Nanda Salsabila. Berat badannya juga sudah naik menjadi 2,7 kg. Sementara ini masih dirawat di ruangan perinatologi,” tambah dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Andika Dharma Sena menyampaikan, kasus tersebut kini sedang diselidiki. “Identitas orangtua bayi sudah kami kantongi. Saat ini masih dalam penyelidikan. DW dan orangtuanya telah meninggalkan rumah sejak beberapa hari lalu,” urai Andika.

Plt Kepala Dissos Kutim menyatakan, bayi tersebut akan diserahkan ke Dissos Kaltim. “Soalnya, hanya di sana (Dinsos Kaltim) yang mempunyai panti asuhan,” ujarnya. (*/akr/ica/k8)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 23:52

Berbagi Ilmu, Studi Lapangan di KPHP Kendilo

PASER- Keberhasilan pembangunan agroforestry di KPHP Kendilo bersama KTH Alas Taka, memunculkan minat…

Selasa, 24 April 2018 12:05

Daerah Kurang Nikmati "Kue" Pembangunan, Ini Kata Safaruddin

PASER- Kali keduanya calon wakil gubernur (cawagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Safaruddin, mengunjungi…

Selasa, 24 April 2018 10:20

Polisi Tangkap Pencuri Kabel PT PHM

BALIKPAPAN - Aparat Polsek Semayang Balikpapan akhirnya meringkus tiga sindikat pencurian kabel power…

Selasa, 24 April 2018 10:19

DPRD Sidak Ratusan Penghuni Rudenim Balikpapan

WAKIL Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle bersama anggota Komisi I DPRD Balikpapan melakukan…

Selasa, 24 April 2018 10:16

HEMP !!! AKHIRNYA RSUD di PPU Dapat Tambahan Dokter Spesialis

PENAJAM - Persoalan kekurangan dokter spesialis di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal teratasi.…

Selasa, 24 April 2018 10:14

Terangi Jalan Provinsi Butuh Rp 8 Miliar

PENAJAM- Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dilanjutkan.…

Selasa, 24 April 2018 10:12

Pedagang Buah Jualan di Tepian Kandilo, yang Lain Cemburu

TANA PASER - Kembali menjamurnya pedagang buah yang berjualan di sepanjang Tepian Sungai Kandilo, Tanah…

Selasa, 24 April 2018 10:04

Gotong Royong Rakyat dan Personel, Kunci Kesuksesan TMMD

TANA PASER – Markas Kodim 0904 Tanah Grogot (TNG) kedatangan tamu dari Mabes TNI. Dia adalah Wakil…

Senin, 23 April 2018 21:45

BIAR JELAS..!! Dorong Transparansi Lifting Migas

TENGGARONG – Masih minimnya komunikasi yang terjalin antara daerah penghasil migas dan perusahaan…

Senin, 23 April 2018 21:43

Gara-Gara Ini, Pemkab Sering Bertengkar di Pusat

RENCANA pihak Kemenkeu menginisiasi pertemuan antara daerah penghasil migas dan perusahaan Kontraktor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .