MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 17 April 2017 07:22
Wawali: Petani Jangan Asal Jual Lahan

Terkait Area Pertanian di Sekitar BSB

PEMANIS INVESTASI: Pembangunan Bandara Samarinda Baru akan diikuti perkembangan sektor jasa dan perdagangan di sekitarnya. Lahan pertanian pun rawan tergerus. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Progres pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) selalu dipantau oleh investor. Daerah tersebut dinilai potensial untuk membangun bisnis jasa dan perdagangan. Namun, perlu diingat, wilayah ini adalah salah satu sentra pertanian utama di Kota Tepian.

Karena itulah, Pemkot Samarinda berharap, pembangunan bisnis tidak menyingkirkan pertanian setempat. Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail mengakui adanya potensi pertumbuhan sektor perdagangan di sekitar BSB. Namun, dia tak terlampau yakin kawasan tersebut akan menjadi area pemukiman.

Sebab, dinilai dari tingkat kebisingan, dia menyebut, ada obstacle area. Yakni batasan tinggi gedung di kawasan BSB agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Jadi, menurut dia, developer properti bisa berpikir ulang bila ingin berinvestasi di wilayah tersebut.

Politikus NasDem itu melanjutkan, di area BSB saat ini masih banyak kawasan sawah dan pertanian. Menurutnya, lebih baik hal tersebut dipertahankan. Bahkan, dia menginginkan ada sentra khusus untuk subsektor hortikultura.

Di sisi lain, Nusyirwan berharap, petani di sana memiliki visi yang baik dan berpikir ulang untuk menjual atau mempertahankan lahannya. “Ada juga yang menjual lahannya, tapi tak punya kesiapan untuk melanjutkan pekerjaannya seperti apa. Tentu hal itu bakal menyulitkannya,” tuturnya.

Dia berharap, petani di Tanah Merah dan sekitarnya mempertimbangkan dengan baik sebelum melepaskan lahan di sana. Sebab, daerah tersebut merupakan salah satu daerah pertanian Samarinda. Kecuali memang sudah memiliki rencana pindah ke wilayah yang lebih baik.

Yang jelas, kata dia, lahan di sana masih bisa dikembangkan. Saat ini pengetahuan soal pertanian, kata Nusyirwan, juga sudah berkembang. Budi daya pertanian pun bisa ditingkatkan.

“Namun, juga tak bisa dimungkiri, jalan akses BSB dengan sendirinya akan menjadi lokasi berkembangnya sektor jasa dan perdagangan. Semisal restoran dan perhotelan. Tapi belum tahu, apakah lokasinya di dalam bandara atau di sekitar bandara,” tutupnya. (*/hdd/man/k16)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 11:11

ALAMAK BENGKAK..!! Utang Pemerintah Tembus Rp 3.649 T

JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pusat hingga Maret 2017 menembus…

Selasa, 25 April 2017 07:17

Mesti Konsisten Gunakan Energi Baru Terbarukan

WAKIL Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha meminta Pemerintah Indonesia serius mengembangkan energi…

Selasa, 25 April 2017 07:08

Tidak Semua Uang di Bank Objek Keterbukaan

PERPPU untuk memuluskan rencana pemerintah mengintip keterbukaan data keuangan guna mendukung pelaksanaan…

Selasa, 25 April 2017 07:07

2025, BBM Cukup 25 Persen

JAKARTA - Sektor transportasi belum terlalu besar memanfaatkan energi yang lebih efisien, seperti gas…

Selasa, 25 April 2017 07:04

Bunga KUR Turun dalam Hitungan Bulan

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah akan secepatnya merealisasikan rencana…

Selasa, 25 April 2017 07:04

Laki-Laki Lebih Melek Investasi

JAKARTA - Untuk urusan melek investasi berdasarkan gender, di Indonesia, kaum pria memiliki catatan…

Senin, 24 April 2017 06:49

Revisi UU Migas Bakal Dorong Andil Negara

SETIDAKNYA ada empat poin akan menjadi konsen dalam revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang…

Senin, 24 April 2017 06:44

Pemkab PPU Belum Disetujui Kelola Aset Chevron

PENAJAM - Keinginan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) untuk mengambil alih pengelolaan minyak dan gas…

Senin, 24 April 2017 06:43

65 Persen Pensiunan Gantungkan Hidup pada Anak

Indonesia mungkin boleh berbangga dengan keunggulan demografi, dengan dominannya penduduk usia produktif.…

Senin, 24 April 2017 06:35

Semua Kalangan Bisa Jadi Korban

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantongi sebanyak 91 laporan kegiatan investasi bodong.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .