MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 16 April 2017 09:34
Mengenal Jafar, Merintis dari Buruh Pelabuhan, Loyal di Parpol
Komura Ternyata Kiblat Koperasi TKBM
Jafar Abdul Gaffar

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebulan terakhir, nama Jafar Abdul Gaffar santer disebut berbagai media massa. Itu setelah ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Sejahtera (Komura) sekaligus anggota DPRD Samarinda itu ditetapkan tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Bareskrim Polri dan Ditkrimsus Polda Kaltim di TPK Palaran. Sebelum Jafar, Sekretaris Komura Dwi Hari Winarno lebih dulu ditetapkan tersangka.

Lantas, bagaimana sepak terjang Jafar dalam membesarkan koperasi dengan anggota ribuan orang tersebut? Setelah mewawancarai beberapa sumber Kaltim Post, diketahui kesuksesan pria kelahiran Takalar, Sulawesi Selatan, 10 Juni 1956, itu bukan didapat dalam semalam.

Diceritakan sumber yang enggan menyebut namanya itu, Jafar memulai semuanya pada tahun 70-an. Saat itu, dia merantau dari Makassar ke Samarinda namun sumber media ini tidak mengetahui pasti awal tujuan Jafar muda merantau. “Entah untuk kuliah atau bekerja di sini (Samarinda). Dan mulai saat itu dia menjadi buruh pelabuhan,” ujarnya. Kala itu belum ada Komura, bentuknya masih badan usaha karya. Hari-hari Jafar memanggul hasil bongkar-muat di pelabuhan dilakoninya hingga beberapa tahun. 

Pada akhirnya, dia bersama beberapa buruh lain menginisiasi berdirinya Yayasan Usaha Karya (Yuka). Nah, Yuka-lah yang menjadi cikal bakal Komura sekarang. Secara resmi Komura berdiri pada 1985. Perjalanan Komura sebagai koperasi TKBM tersukses di Indonesia tidak mudah. Pada awalnya, banyak yang memandang sebelah mata. Pasalnya, pada era itu, perhatian terhadap usaha berbentuk koperasi masih minim. Apalagi, anggota Komura hanya buruh kapal. Namun, karena kegigihan Jafar bersama pengurus, Komura bisa seperti sekarang, yakni koperasi dengan jumlah aset mencapai Rp 1 triliun.

Selain melayani bongkar-muat, mulai 90-an awal Komura merambah berbagai bidang usaha. Sebut saja angkutan kota, perkapalan, pengelolaan pasar tradisional, penyewaan gedung, hingga simpan-pinjam bermitra dengan bank swasta, semuanya dilakoni Komura. Atas keberhasilannya, koperasi ini dianugerahi penghargaan sebagai koperasi berprestasi pada 2007 dan 2010. Juga, mendapat Satya Lencana dan karya pembangunan pada 2012 dan 2015 untuk bidang koperasi dari pemerintah Indonesia. Nah, atas keberhasilan atas pencapaian-pencapaian tadi Komura menjadi kiblat koperasi TKBM seluruh Indonesia. Bahkan, jika ada pihak yang ingin membuat koperasi TKBM baru, mereka akan berguru ke Komura.

KADER LOYAL

Di dunia politik, Jafar diketahui sebagai kader Partai Golkar yang loyal. Namanya dikenal sebagai anggota DPRD Samarinda pada 2004. Dia sudah bergabung di Golkar jauh sebelum 2004. Pada 2015, namanya sempat muncul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda untuk mendampingi Syaharie Jaang. Namun, Jaang memilih kembali berpasangan dengan Nusyirwan Ismail.

Seperti perjalanannya membesarkan Komura, karier politiknya juga tak begitu mulus. Sumber dari internal Golkar menyebut, pengabdiannya untuk Golkar tak perlu diragukan. Bahkan, Jafar disebut rela menyisihkan hartanya untuk membesarkan partai berlogo beringin itu di daerah pemilihan (dapil) Samarinda Seberang. Jika dihitung sejak 2004, Jafar sudah duduk di Basuki Rahmat–kantor DPRD Samarinda–selama tiga periode. Sejak itu pula, dia beberapa kali menjadi “korban” politik. Contohnya, kursi ketua dewan periode 2014–2019 lepas dari genggamannya. Padahal, dia adalah pemilik suara terbanyak plus menjabat ketua DPD Golkar Samarinda. Walhasil, kini dia mesti puas sebagai ketua Fraksi Golkar DPRD Samarinda.

Di mata orang dekatnya, Jafar adalah sosok sederhana. Itu juga terlihat saat media ini menyambangi rumahnya, Selasa (11/4), saat penggeledahan anggota Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim. Rumah bercat kuning di Jalan Tanjung Aru, RT 22, Nomor 40, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, itu tidak bisa dibandingkan dengan rumah sekretaris Komura yang lebih dulu disita. Halaman rumah memang cukup luas, namun bangunan berlantai dua itu tampak seperti rumah kalangan ekonomi menengah. Tak banyak pernak-pernik mencolok di bangunan rumah. Sehari-hari pun demikian. Jafar kerap berpenampilan sederhana dengan kemeja atau kaus berkerah dipadu celana kain, serta topi menutupi kepalanya.

Diketahui, selain Jafar dan Dwi, kasus OTT pungli di TPK Palaran, Samarinda, 17 Maret lalu, menyeret tersangka lain. Yakni, Hery Susanto, ketua Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) dan Nur Astiansyah, sekretaris PDIB. Sementara itu, nominal pungli yang diungkap penyidik Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus), Bareskrim, Mabes Polri, data teranyar mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Duit sebesar itu ditengarai dikumpulkan Komura mulai 2010–2016 dari dua tempat, yakni TPK Palaran Samarinda dan Pelabuhan Muara Berau.

Direktur Tipideksus, Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, memerinci, sejak 2010–2016 di TPK Palaran, duit pungli yang didapat Komura mencapai Rp 180 miliar. Duit itu diduga hasil pemerasan yang dilakukan oknum pengurus koperasi. Yakni dengan meminta tarif TKBM kepada PT Pelabuhan Samudera Palaran(PSP) sebagai pengelola dan operator pelabuhan, namun tidak melakukan aktivitas bongkar-muat sebagaimana mestinya. “Rp 180 miliar itu hanya di TPK Palaran, belum di Pelabuhan Muara Berau,” ujar Agung Setya, Jumat (14/4).

Dia menuturkan, untuk praktik pungli di Pelabuhan Muara Berau, penyidik telah memeriksa sembilan perusahaan bongkar muat (PBM) yang beroperasi di kawasan tersebut. Dari pemeriksaan, diketahui juga sejak 2010–2016, terdapat aliran dana yang sangat besar ke Komura dari sembilan PBM. Jadi, jika ditotal, dananya lebih dari Rp 2 triliun. “Seluruh dana itu didapat secara melawan hukum. PBM keberatan dengan tarif yang diminta Komura,” sebutnya.

Jelas dia, alasan Komura, pungutan yang ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan tidak benar. Sebab, berdasarkan keterangan sejumlah pihak, soal besaran tarif yang ditetapkan, tidak menandatangani kesepakatan tersebut. Adapun pihak yang ikut tanda tangan karena dipaksa oleh petinggi Komura. “Jadi, kesepakatan yang disebut Komura itu cacat hukum,” lanjut dia. (*/fch/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 12:58

Tujuh Kabupaten/Kota Dukung Makmur Jadi Cawagub, Rita Hadapi Perang Terbuka

SAMARINDA – Angin kencang menggoyang pohon beringin Partai Golkar. Tujuh pengurus kabupaten/kota,…

Kamis, 27 April 2017 12:56

SELAMAT..!! 1.893 Siswa Masuk Unmul

SAMARINDA – Tahap pertama seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sudah diumumkan…

Kamis, 27 April 2017 10:55

TETANGGA PANAS, JONG-UN SANTAI

MILITER Amerika Serikat dan Korea Selatan (Korsel) pamer kekuatan perang di zona demiliterisasi, Pocheon,…

Kamis, 27 April 2017 10:41
Mampir di Turki setelah Referendum (2-Habis)

Aturan Ketat, Panen Power Bank

Jalan yang basah di depan Hotel Ramada, Istanbul, Turki. Waktu menunjukkan lima menit lagi pukul 06.00.…

Kamis, 27 April 2017 10:37

Petinggi Bell Apresiasi Progres Pulau Kumala

LONDON - Kutai Kartanegara (Kukar) semakin kencang berlari. Kabupaten ini terus membuat catatan manis…

Kamis, 27 April 2017 10:34

Ajak Murid Bercinta, Guru Dilarang Mengajar

SEORANG guru mestinya menjadi teladan bagi para murid atau anak didiknya. Namun, beda halnya yang terjadi…

Selasa, 25 April 2017 13:05

Sabotase Bandara demi Hindari Selingkuhan

AKSI playboy zaman sekarang tak melulu hanya menyakiti hati gadis. Bahkan juga bisa bikin repot negara.…

Selasa, 25 April 2017 13:00
Rita Widyasari, Calon Gubernur Perempuan Kaltim yang Begitu Didukung (1)

“Jangan Lihat Usia dan Gender, tapi Lihat Niat Saya Bangun Daerah”

Perempuan di provinsi ini belum banyak bersuara lantang. Terutama dalam menyuarakan derita di pelosok…

Selasa, 25 April 2017 12:00

Spirit Persiba Nodai Marora

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan mengusung misi berat di pekan kedua Liga 1 2017. Tim berjuluk…

Selasa, 25 April 2017 10:14

Bulan dari Perbatasan

Sepanjang 72 tahun kemerdekaan, merobek isolasi perbatasan negara layaknya pungguk merindukan rembulan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .