MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 16 April 2017 07:51
Narasi Emosi

Norma dalam Nada

Eka Putri Widant

PROKAL.CO, Jemari lentik Eka Putri Widanti menari lentur di atas turntable. Dara dengan nama panggung Kyla itu asyik menjamah alat pemutar musik di hadapannya. Lantunan nada demi nada gubahannya perlahan merasuki setiap gendang telinga. Ibarat sihir, seluruh otot tubuh meregang rileks dan mulai bergerak mengikuti irama. Meringankan tubuh siapa saja yang mendengarnya.

Bermain musik dan menjadi seorang female disc jockey (FDJ) sebenarnya bukanlah impian sejak kanak-kanak. Kegemaran membaca novel membuat Eka kecil berangan-angan tumbuh menjadi seorang relawan UNICEF. Nalurinya perempuannya membuat dia kerap berduka membayangkan kehidupan anak-anak di wilayah peperangan.

“Rasanya ikut sedih waktu membaca novel yang menceritakan kisah anak-anak korban pembantaian. Kalau nanti ada kesempatan jadi volunteer, pasti saya ambil.” (*)

EKA Putri Widanti baru saja menikmati kelulusannya dari SMA 1 Samarinda ketika dilihatnya papan nama sekolah disc jockey (dj schooling) di salah satu sudut kota. Matanya menilik tajam. Berusaha menangkap setiap aksara yang menautkan informasi mengenai sekolah tersebut.

Akrab dengan dunia musik sedari kecil membuat dara kelahiran 3 Oktober 1995 itu mantap dengan pilihannya. Bak pucuk dicinta ulam tiba, restu sang ibu dikantongi. Rasa syukur seketika merebak dalam tubuh mengingat setiap langkahnya selalu didukung penuh ibunda.

“Mama selalu memberi kepercayaan. Jadi sebagai anak harus memegang teguh kepercayaan itu, bagaimanapun caranya,” ucap putri dari pasangan Rahmat Budi Susanto dan Wiwiek Sri Widayati tersebut.

Namun, tidak semua hal berjalan lancar. Hambatan justru datang dari ayahnya yang tidak memberi izin. Sebagai seorang kepala keluarga, sudah selayaknya bersikukuh menjaga anak-anaknya. Seperti pulang larut malam hingga kesan negatif turut menjadi pertimbangan. Butuh waktu lama bagi Eka, sapaannya, dan ibunya hingga berhasil meyakinkan sang ayah.

“Waktu masih awal main jadi FDJ, papa sering menyusul ke tempat acara dan menyuruh pulang. Kadang papa sudah menunggu di parkiran dan mengiringi sampai rumah,” kenang dara berambut panjang itu lantas tersipu.

Pengalaman buruk pernah didapati pada pengujung 2015. Kala itu Eka bersama rekan sepanggungnya hendak pulang setelah mengisi suatu acara. Kecurigaan bermula ketika seorang lelaki berusia sekitar 30 tahun memanggil namanya dengan nada genit. Tak ingin berburuk sangka, Eka lantas pulang dan mengabaikan.

Selang beberapa menit setelah mengendarai mobil menuju rumah, Eka dan kawannya menyadari seseorang membuntuti. Air mata mulai turun mengiringi detak jantung yang tak kunjung berhenti. Rasa takutnya kian membuncah tatkala ekor matanya menangkap sosok lelaki serupa di balik kemudi.

“Langsung balik ke mes tempat acara dan minta tolong sama orang-orang di sana. Lelaki itu masih mengikuti dan masuk ke mes. Setelah benar-benar aman, baru kami berani pulang,” ujarnya bercerita.

Meski sempat ketakutan, dara bertubuh ramping itu tak lantas menyerah dan meninggalkan dunia musik. Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati jika pulang larut malam. Kedua orangtuanya pun menitip pesan serupa kepada kawan yang kerap menemaninya bekerja.

Menikmati peran sebagai FDJ, Eka tak lantas hanyut dan melupakan tanggung jawab. Pengalaman mendapatkan nilai semester buruk membuatnya mengukuhkan pendidikan sebagai prioritas. Saat ini, dia tengah disibukkan penulisan skripsi selaku syarat menyandang gelar sarjana hukum dari Universitas Mulawarman.

“Pernah selama satu semester berhenti main musik, tapi enggak tahan juga. Akhirnya sampai sekarang tetap main dan mengisi acara, tapi sekadar hobi,” ungkapnya.

Selanjutnya, anak keempat dari enam bersaudara itu ingin meneruskan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi. Gelar magister notaris dari salah satu universitas di Pulau Jawa menjadi pertimbangan. Latar belakang pendidikan hukum dari ibu dan kakak-kakaknya dirasa cukup sebagai bekal menjejaki ranah hukum lebih dalam.

“Pesan mama, Eka harus tetap bekerja meskipun sudah menikah. Pokoknya, harus jadi wanita karier,” tutupnya lantas tersenyum. (*/kik/bby/k16)


BACA JUGA

Minggu, 23 April 2017 07:27

Khitah Mulia

“Pengin jadi dokter. Pengin ada kebanggaan ketika berhasil menyelamatkan nyawa orang, apalagi…

Minggu, 23 April 2017 07:24

Bikin Kantong Tersenyum

MENYEGARKAN segmen ekonomis Toyota kembali hadirkan Agya Facelift 2017. Pabrikan bermoto Let’s…

Minggu, 23 April 2017 07:19

Antara Profesidan Hobi

KESAN gagah dan pemberani menempel erat di setiap pengendara motocross. Dikenal sebagai motor penggaruk…

Minggu, 23 April 2017 07:17

Deteksi Dini Kerusakan

BERBAGAI inovasi produsen otomotif demi manjakan konsumen. Nyaris tiap tahun kendaraan dengan sistem…

Minggu, 23 April 2017 07:15

Jangan Asal Ganti Piston

AKSELERASI kecepatan tinggi bersama kuda besi bertransmisi otomatis memang menyenangkan. Apalagi kapasitas…

Minggu, 23 April 2017 07:14

Diwajibkan Waspada

BELAKANGAN keselamatanberkendara jadi perhatian khusus bagi produsen otomotif. Inovasi tanpa henti pun…

Minggu, 23 April 2017 07:11

Hanya Tahan Lima Detik, Maksimal di Tanjakan

SEKETIKA lamunan penumpang buyar. Sebab, juru mudi bus menghentikan laju kendaraan. Jika memerhatikan,…

Minggu, 16 April 2017 07:46

Keunggulan Konsistensi

PERPADUAN Mazda2 dan Mazda CX-5 jadi impresi pertama kala melihat varian teranyar dari pabrikan mobil…

Minggu, 16 April 2017 07:42

Harga Terjangkau, Torsi Maksimal

SABTU pekan lalu kelincahan Kawasaki tipe Versys-X 250 adventure diuji dalam gelaran Test Ride Motor…

Minggu, 16 April 2017 07:40

Suhu Mesin Terjaga, Jarak Jauh Tak Masalah

MENJAGA suhu mesin agar tetap dingin walau menempuh jarak jauh memang penting. Salah satu caranya adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .