MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 16 April 2017 07:51
Narasi Emosi

Norma dalam Nada

Eka Putri Widant

PROKAL.CO, Jemari lentik Eka Putri Widanti menari lentur di atas turntable. Dara dengan nama panggung Kyla itu asyik menjamah alat pemutar musik di hadapannya. Lantunan nada demi nada gubahannya perlahan merasuki setiap gendang telinga. Ibarat sihir, seluruh otot tubuh meregang rileks dan mulai bergerak mengikuti irama. Meringankan tubuh siapa saja yang mendengarnya.

Bermain musik dan menjadi seorang female disc jockey (FDJ) sebenarnya bukanlah impian sejak kanak-kanak. Kegemaran membaca novel membuat Eka kecil berangan-angan tumbuh menjadi seorang relawan UNICEF. Nalurinya perempuannya membuat dia kerap berduka membayangkan kehidupan anak-anak di wilayah peperangan.

“Rasanya ikut sedih waktu membaca novel yang menceritakan kisah anak-anak korban pembantaian. Kalau nanti ada kesempatan jadi volunteer, pasti saya ambil.” (*)

EKA Putri Widanti baru saja menikmati kelulusannya dari SMA 1 Samarinda ketika dilihatnya papan nama sekolah disc jockey (dj schooling) di salah satu sudut kota. Matanya menilik tajam. Berusaha menangkap setiap aksara yang menautkan informasi mengenai sekolah tersebut.

Akrab dengan dunia musik sedari kecil membuat dara kelahiran 3 Oktober 1995 itu mantap dengan pilihannya. Bak pucuk dicinta ulam tiba, restu sang ibu dikantongi. Rasa syukur seketika merebak dalam tubuh mengingat setiap langkahnya selalu didukung penuh ibunda.

“Mama selalu memberi kepercayaan. Jadi sebagai anak harus memegang teguh kepercayaan itu, bagaimanapun caranya,” ucap putri dari pasangan Rahmat Budi Susanto dan Wiwiek Sri Widayati tersebut.

Namun, tidak semua hal berjalan lancar. Hambatan justru datang dari ayahnya yang tidak memberi izin. Sebagai seorang kepala keluarga, sudah selayaknya bersikukuh menjaga anak-anaknya. Seperti pulang larut malam hingga kesan negatif turut menjadi pertimbangan. Butuh waktu lama bagi Eka, sapaannya, dan ibunya hingga berhasil meyakinkan sang ayah.

“Waktu masih awal main jadi FDJ, papa sering menyusul ke tempat acara dan menyuruh pulang. Kadang papa sudah menunggu di parkiran dan mengiringi sampai rumah,” kenang dara berambut panjang itu lantas tersipu.

Pengalaman buruk pernah didapati pada pengujung 2015. Kala itu Eka bersama rekan sepanggungnya hendak pulang setelah mengisi suatu acara. Kecurigaan bermula ketika seorang lelaki berusia sekitar 30 tahun memanggil namanya dengan nada genit. Tak ingin berburuk sangka, Eka lantas pulang dan mengabaikan.

Selang beberapa menit setelah mengendarai mobil menuju rumah, Eka dan kawannya menyadari seseorang membuntuti. Air mata mulai turun mengiringi detak jantung yang tak kunjung berhenti. Rasa takutnya kian membuncah tatkala ekor matanya menangkap sosok lelaki serupa di balik kemudi.

“Langsung balik ke mes tempat acara dan minta tolong sama orang-orang di sana. Lelaki itu masih mengikuti dan masuk ke mes. Setelah benar-benar aman, baru kami berani pulang,” ujarnya bercerita.

Meski sempat ketakutan, dara bertubuh ramping itu tak lantas menyerah dan meninggalkan dunia musik. Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati jika pulang larut malam. Kedua orangtuanya pun menitip pesan serupa kepada kawan yang kerap menemaninya bekerja.

Menikmati peran sebagai FDJ, Eka tak lantas hanyut dan melupakan tanggung jawab. Pengalaman mendapatkan nilai semester buruk membuatnya mengukuhkan pendidikan sebagai prioritas. Saat ini, dia tengah disibukkan penulisan skripsi selaku syarat menyandang gelar sarjana hukum dari Universitas Mulawarman.

“Pernah selama satu semester berhenti main musik, tapi enggak tahan juga. Akhirnya sampai sekarang tetap main dan mengisi acara, tapi sekadar hobi,” ungkapnya.

Selanjutnya, anak keempat dari enam bersaudara itu ingin meneruskan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi. Gelar magister notaris dari salah satu universitas di Pulau Jawa menjadi pertimbangan. Latar belakang pendidikan hukum dari ibu dan kakak-kakaknya dirasa cukup sebagai bekal menjejaki ranah hukum lebih dalam.

“Pesan mama, Eka harus tetap bekerja meskipun sudah menikah. Pokoknya, harus jadi wanita karier,” tutupnya lantas tersenyum. (*/kik/bby/k16)


BACA JUGA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:38

Selera Sesuai Rupa

KUDA besi keluaran Suzuki yakni GSX-R 150 dan GSX-S 150 hadir menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Seri…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:37

Perubahan Mayor dengan Minor

BEBERAPA konsumen masih belum paham apa beda facelift dan all new. Pabrik yang berada di bawah brand…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:35

Ganti Sesuai Kebutuhan

GARANG dan tinggi merupakan impresi dari tampilan mobil jip. Mobil off-road yang terus diperbarui dengan…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:31

Dongkrak Performa dengan Modifikasi Header

PRODUSEN mobil tentunya sudah menghitung setiap komponen yang terpasang di produknya dengan tepat. Semuanya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:29

Main sambil Nostalgia

Action figure dasarnya memang mainan, tetapi sekarang sudah berkembang jadi barang koleksi. Apalagi…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:27

Mainan Sejajar Emas

SAMBIL mengintip di balik kotak kecil yang terhubung dengan lensa, mata Ginanjar Adi mengajak tubuhnya…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:26

Enggan Berhenti dari Hobi

“Ya, saya masuk dalam kategori candu. Candu banget mungkin,” ujar Ginanjar Adi dengan ceria.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:20

Trauma Disakiti hingga Perubahan Orientasi Seksual

USIA ideal menikah bagi pria adalah 28 tahun, hal tersebut dinilai secara mental dan finansial. Secara…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:17

Kriteria dan Trauma

TERKADANG hubungan asmara membawa sejumlah batasan, berbeda dengan kehidupan lajang yang lebih bebas.…

Minggu, 06 Agustus 2017 11:13

Bisa Membuahi, Belum Tentu Mampu Ereksi

ADA paradigma zaman dahulu yang mengatakan bahwa pria akan bisa membuahi sampai umur kapan pun. “Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .