MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 15 April 2017 09:12
Polisi "Hitam" Itu Sebulan dalam Pantauan, Bakal Begini Nasibnya
Bripda KA

PROKAL.CO, SAMARINDA – Karier kepolisian KA dipastikan segera berakhir. Ditangkap karena mengedarkan narkoba, oknum polisi berpangkat brigadir polisi kepala (bripka) itu juga ditengarai mem-beking aktivitas peredaran oleh sejumlah bandar narkoba.

Sejak diamankan Kamis (13/4), KA masih terbaring di RSUD AW Sjahranie. Dia menjalani serangkaian operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di paha kanan. Dia terpaksa ditembak lantaran melawan dan mengabaikan tembakan peringatan saat hendak ditangkap di persimpangan Mal Lembuswana. Petugas yang menjaga ketat kamarnya pun tidak memperkenankan awak media mengambil gambar, apalagi meminta keterangan kepada KA.

Seperti diketahui, dia ditangkap lantaran memiliki dua paket sabu seberat 46,86 gram yang ditemukan di dua tempat. Pertama, di mobil Toyota Rush bernomor polisi B 1098 CFA dan kamar tidur KA di kediamannya Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang. Selain itu, terdapat barang bukti lain seperti tiga timbangan digital, satu sendok takar, empat pipet kaca, dua pak plastik klip, dan uang Rp 63.030.000

Pemeriksaan kepemilikan KA itu juga belum bisa didalami, lantaran menanti KA pulih dari perawatan.

Menurut catatan kepolisian, nama KA tak pernah buruk di mata pimpinan. Juga tak pernah terbentur kasus tindak pidana lain. Selama bertugas, KA dikenal tegas ketika membekuk pelaku kejahatan. Polisi yang belum genap dua tahun bertugas di Satuan Narkoba Polresta Samarinda itu juga tak mudah marah.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto menyebut, hingga kini masih menjalani pemeriksaan. "Sejauh ini juga belum ada indikasi keterlibatan polisi lain dalam perkara si oknum polisi," ujar Reza. Mantan Kasat Brimob Polda Sulteng itu menegaskan, barang bukti tersebut bukan dari hasil sitaan kepolisian selama mengungkap kasus narkoba. Sebab, KA diketahui punya jalur transaksi dengan sejumlah bandar narkoba.

Aktivitas terlarang KA sudah diselidiki jajaran Subbid Paminal Propam Polda Kaltim dan Polresta Samarinda sejak sebulan. "Dari informasi itu, kami melakukan penyelidikan," tegas Reza. Nantinya, Reza bakal mengetahui asal serbuk mematikan tersebut, kemudian mengejar bandar penyuplai narkoba ke KA.

Sementara itu, Bidang Hukum Polda Kaltim memastikan tidak akan membela KA dalam kasusnya. Sebab, perbuatan KA sudah mencoreng nama baik Polri. Ironisnya, pengungkapan kasus KA berlangsung ketika Polda Kaltim tengah gencar menggaungkan pernyataan perang terhadap narkoba. Sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) pun bakal dijatuhkan.

“Tunggu selesai peradilan umumnya,” tegas Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin selepas salat Jumat di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, kemarin (14/4).

Jenderal bintang dua itu menegaskan, sanksi pemecatan pasti dia kabulkan. Selepas menjalani sidang peradilan umum, dilanjutkan sidang kode etik dan disiplin Polri di Polda Kaltim. “Tak ada pembelaan lagi, pecat!”

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, KA nekat menggeluti bisnis haram, lantaran merasa pendapatan bulanannya sebagai aparat penegak hukum tak mencukupi.

Tak hanya KA. Beberapa waktu lalu, ada pula oknum polisi anggota Ditreskoba Polda Kaltim bernama Amir Mahmud yang turut mengalami PTDH.

Amir menjadi target BNN. Namanya muncul setelah BNN menangkap dua kurir narkoba yang sedang dalam perjalanan dari Medan ke Balikpapan. (*/dra/aim/ndy/k9)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 17:38
BREAKING NEWS

Kasus Hibah Aptisi Melebar, Sekprov Diperiksa Jaksa

SAMARINDA- Dana hibah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah XI B Kaltim sebesar…

Kamis, 23 November 2017 11:03

MASALAH LAGI..!! Delapan Warga Gugat Lahan BSB

SAMARINDA – Pembangunan landasan pacu (runway) Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda…

Kamis, 23 November 2017 11:02

Terdakwa Pungli Mengaku Khilaf

SAMARINDA – Perkara pungutan liar (pungli) yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda tak…

Kamis, 23 November 2017 10:46

Terpeleset, Bocah Tewas Tenggelam

SANGATTA­ – Banjir di Sangatta, Kutai Timur, Selasa (21/11), memakan korban. Muhammad Haikal…

Rabu, 22 November 2017 11:03

Perantauan Betah di Jalan

Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal-gepeng) menjadi problem mengakar di Samarinda. Acap kali…

Rabu, 22 November 2017 11:03

Orangtua Anjal Malah Mendukung

ANJAL merupakan seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya…

Rabu, 22 November 2017 11:02

Heran Pemerintah Kecolongan

SAMARINDA – Selain memengaruhi estetika kota, anjal-gepeng rentan terlibat penyalahgunaan narkoba…

Rabu, 22 November 2017 11:01

Siapkan Sanksi untuk Pemberi

KEPALA Dinas Sosial (Dissos) Samarinda Ridwan Tassa tak membantah bahwa sanksi terhadap anjal dan gepeng…

Rabu, 22 November 2017 10:56

2019 Masih Sibuk Bayar Utang

SAMARINDA – APBD 2018 menunggu waktu untuk disahkan. Dua pihak penyusun anggaran, yakni Tim Anggaran…

Rabu, 22 November 2017 10:55

Berutang demi Penuhi Konsumsi

SAMARINDA – Tiap tahun, jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .