MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 15 April 2017 07:16
INGAT..!! Sertifikat Tanah Lebih Tua Bukan Jaminan

Hindari Sengketa Lahan, Kuasai Aspek Fisik dan Yuridis

MESTI CERMAT: Pengembangan lahan perumahan di Balikpapan. Dengan sistem digital di BPN saat ini, lebih mudah mengidentifikasi status atau dan masalah lahan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  –  Konflik lahan tak hanya melanda proyek pembangunan pemerintah. Tak sedikit pula masalah itu melanda kalangan pengusaha. Untuk menghindarinya, pastikan Anda mengusai aspek yuridis dan fisik lahan.

Kabid Penanganan dan Pengendalian Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Abdul Manan mengatakan, masalah sertifikat ganda umumnya terjadi karena dulu sistem masih manual. Namun sekarang, sistem sudah digital, sehingga bisa tercatat dan terkonfirmasi dengan detail.

Selain itu, pemicu sertifikat ganda karena lahan tidak dipelihara atau ditelantarkan. Dalam hal ini, pemegang sertifikat sejatinya memang diwajibkan menjaga dan memelihara, baik secara fisik maupun secara data yuridis di BPN. “Terkadang fisik dikuasai, tapi yuridisnya tidak,” ujar Manan saat diwawancarai Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

BPN, kata dia, tidak menguji materi, namun hanya mendata secara formal. Masalah penguji ada di pengadilan negeri.

Manan menjelaskan, dalam hal konflik lahan, tak selamanya sertifikat yang paling duluan dikeluarkan atau yang paling tua selalu benar. Kebenaran itu harus diuji di pengadilan negeri, dibuktikan dengan minimal dua saksi tentang kepemilikan dan penguasaan lahan tersebut. “Bisa saja sertifikat muda yang menang karena terbukti,” ungkapnya.

Karenanya, pemilik lahan sangat ditekankan menjaga apsek fisik dan yuridis dalam memelihara lahan. Dia mengatakan, pemerintah, dalam hal ini BPN berhak mencabut hak milik bila tidak memelihara dan menjaga lahan tersebut. “Bisa mencabut hak, tapi tidak secara keperdataan,” ujar dia.

Masyarakat kerap kali terjebak masalah saat membeli lahan. Manan mengatakan, sebelum membeli, pastikan mengecek ulang legalitas lahan di BPN. Dijelaskannya, sertifikat adalah salinan buku tanah dan surat ukur yang dijilid.

“Dicek di BPN, terdaftar atau tidak. Kemudian, bermasalah atau tidak. Kalau ada masalah, akan ada catatan di buku tanah,” imbuh dia.

Bila secara yuridis tak bermasalah, maka selanjutnya melihat dari sisi fisik. Manan menegaskan kepada siapa pun untuk tak sekadar membeli sertifikat tanah. Namun harus membeli tanahnya juga.

Maksudnya, selain memastikan legalitas, pembeli harus mengecek di lokasi secara langsung memastikan patok batas dan saksi di sekitar. “Tanah memang rentan masalah. Uang saja bisa dipalsukan apalagi sertifikat tanah. Apalagi tanah tidak bertambah, sedangkan manusia bertambah. Jadi harganya semakin mahal,” pungkas dia. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Senin, 16 Oktober 2017 07:07

“Rp 10 Juta Pun Kini Berharga”

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda tak main-main dalam mengejar target pendapatan asli daerah…

Senin, 16 Oktober 2017 07:04

Pemkot Sambut Hangat Transmart

SAMARINDA – Rencana pembangunan Transmart yang menggantikan Trans Studio terus dijalankan. Pemkot…

Senin, 16 Oktober 2017 07:03

Produksi Padi dan Kedelai Malah Menyusut

SAMARINDA – Kaltim merupakan salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangan program Upaya Khusus…

Senin, 16 Oktober 2017 07:01

Pelni Segera Stop Blanko Tiket untuk Agen

BALIKPAPAN – Pembaharuan sistem penjualan tiket tengah disiapkan PT Pelni (Persero). Maskapai…

Senin, 16 Oktober 2017 06:57

Sentuh Kebutuhan Pedalaman, Jangkau Layanan Luar Negeri

Genap 52 tahun hadir di Kaltim pada Sabtu (14/10) lalu, ditandai BPD Kaltim dengan sejumlah pencapaian.…

Senin, 16 Oktober 2017 06:55

Kredit Proyek Infrastruktur Diklaim Berisiko Rendah

JAKARTA – Perbankan mengakui kredit yang mengalir di proyek-proyek infrastruktur pemerintah tergolong…

Sabtu, 14 Oktober 2017 06:32

Potongan Harga hingga Jutaan Rupiah di Hypermart

SAMARINDA  -  Promo dari Hypermart tidak ada habisnya. Akhir pekan ini, tak hanya diskon biasa.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 06:30

Banyak Sub-agen Tiket Jadi Calo

BALIKPAPAN  –  Pembatasan harga tiket dari agen mitra PT Pelni dinilai sulit diberlakukan.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 06:28

PAD Samarinda Masih 61 Persen

SAMARINDA  –   Memasuki akhir tahun, Pemkot Samarinda mulai mengejar pendapatan asli…

Sabtu, 14 Oktober 2017 06:26

Sebar Pesan Singkat hingga Poster Imbauan

BERAGAM  langkah dilakukan operator seluler, menanggapi kebijakan wajib registrasi bagi konsumen.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .