MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 15 April 2017 07:16
INGAT..!! Sertifikat Tanah Lebih Tua Bukan Jaminan

Hindari Sengketa Lahan, Kuasai Aspek Fisik dan Yuridis

MESTI CERMAT: Pengembangan lahan perumahan di Balikpapan. Dengan sistem digital di BPN saat ini, lebih mudah mengidentifikasi status atau dan masalah lahan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  –  Konflik lahan tak hanya melanda proyek pembangunan pemerintah. Tak sedikit pula masalah itu melanda kalangan pengusaha. Untuk menghindarinya, pastikan Anda mengusai aspek yuridis dan fisik lahan.

Kabid Penanganan dan Pengendalian Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Abdul Manan mengatakan, masalah sertifikat ganda umumnya terjadi karena dulu sistem masih manual. Namun sekarang, sistem sudah digital, sehingga bisa tercatat dan terkonfirmasi dengan detail.

Selain itu, pemicu sertifikat ganda karena lahan tidak dipelihara atau ditelantarkan. Dalam hal ini, pemegang sertifikat sejatinya memang diwajibkan menjaga dan memelihara, baik secara fisik maupun secara data yuridis di BPN. “Terkadang fisik dikuasai, tapi yuridisnya tidak,” ujar Manan saat diwawancarai Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

BPN, kata dia, tidak menguji materi, namun hanya mendata secara formal. Masalah penguji ada di pengadilan negeri.

Manan menjelaskan, dalam hal konflik lahan, tak selamanya sertifikat yang paling duluan dikeluarkan atau yang paling tua selalu benar. Kebenaran itu harus diuji di pengadilan negeri, dibuktikan dengan minimal dua saksi tentang kepemilikan dan penguasaan lahan tersebut. “Bisa saja sertifikat muda yang menang karena terbukti,” ungkapnya.

Karenanya, pemilik lahan sangat ditekankan menjaga apsek fisik dan yuridis dalam memelihara lahan. Dia mengatakan, pemerintah, dalam hal ini BPN berhak mencabut hak milik bila tidak memelihara dan menjaga lahan tersebut. “Bisa mencabut hak, tapi tidak secara keperdataan,” ujar dia.

Masyarakat kerap kali terjebak masalah saat membeli lahan. Manan mengatakan, sebelum membeli, pastikan mengecek ulang legalitas lahan di BPN. Dijelaskannya, sertifikat adalah salinan buku tanah dan surat ukur yang dijilid.

“Dicek di BPN, terdaftar atau tidak. Kemudian, bermasalah atau tidak. Kalau ada masalah, akan ada catatan di buku tanah,” imbuh dia.

Bila secara yuridis tak bermasalah, maka selanjutnya melihat dari sisi fisik. Manan menegaskan kepada siapa pun untuk tak sekadar membeli sertifikat tanah. Namun harus membeli tanahnya juga.

Maksudnya, selain memastikan legalitas, pembeli harus mengecek di lokasi secara langsung memastikan patok batas dan saksi di sekitar. “Tanah memang rentan masalah. Uang saja bisa dipalsukan apalagi sertifikat tanah. Apalagi tanah tidak bertambah, sedangkan manusia bertambah. Jadi harganya semakin mahal,” pungkas dia. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 08:28

ADUH !!! Kurang Serius Garap Sektor Perkebunan Sawit

SAMARINDA – Dengan potensi bahan baku yang melimpah, pabrik minyak sawit mentah atau crude palm…

Senin, 23 April 2018 08:26

Tujuh Blok Terminasi Diserahkan ke Pertamina

JAKARTA – Tujuhwilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang berakhir masa kontraknya (terminasi…

Senin, 23 April 2018 08:24

Optimalkan Transaksi Nontunai di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA – Bandara APT Pranoto Samarinda yang dijadwalkan beroperasi mulai 25 Mei mendatang terus…

Senin, 23 April 2018 08:21

Redam NPL, Laba Bank Danamon Menyusut

JAKARTA – Upaya perbaikan kualitas kredit menekan laba PT Bank Danamon Indonesia Tbk awal tahun…

Senin, 23 April 2018 08:19

Tahun Ini, Titik Kebangkitan Lada Kaltim

SAMARINDA – Puluhan tahun silam, lada menjadi salah satu komoditas ekspor vital Kaltim. Bahkan…

Senin, 23 April 2018 08:16

Empat Bulan, Temukan 72 Entitas Investasi Bodong

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 72 entitas investasi yang terindikasi bodong…

Sabtu, 21 April 2018 06:26

Kaltim Butuh Lebih Banyak PLB

BALIKPAPAN  -  Kaltim dinilai tak cukup mengandalkan skema direct call untuk memaksimalkan…

Sabtu, 21 April 2018 06:25

GELIAT EKONOMI !!! Setahun, 468 Restoran Baru

SAMARINDA  -  Restoran menjadi salah satu bisnis menjanjikan di Kaltim. Setidaknya, itu tergambar…

Sabtu, 21 April 2018 06:23

Produk Kebutuhan Ramadan Sudah Datang

BERDESAKAN  untuk berbelanja kebutuhan konsumsi selama Ramadan sudah tak perlu dilakukan. Produk…

Sabtu, 21 April 2018 06:19

Cuti Panjang Lebaran Tak Sepenuhnya Buruk

JAKARTA  –   Langkah pemerintah menambah cuti bersama untuk libur Lebaran dinilai bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .