MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 15 April 2017 07:16
INGAT..!! Sertifikat Tanah Lebih Tua Bukan Jaminan

Hindari Sengketa Lahan, Kuasai Aspek Fisik dan Yuridis

MESTI CERMAT: Pengembangan lahan perumahan di Balikpapan. Dengan sistem digital di BPN saat ini, lebih mudah mengidentifikasi status atau dan masalah lahan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  –  Konflik lahan tak hanya melanda proyek pembangunan pemerintah. Tak sedikit pula masalah itu melanda kalangan pengusaha. Untuk menghindarinya, pastikan Anda mengusai aspek yuridis dan fisik lahan.

Kabid Penanganan dan Pengendalian Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Abdul Manan mengatakan, masalah sertifikat ganda umumnya terjadi karena dulu sistem masih manual. Namun sekarang, sistem sudah digital, sehingga bisa tercatat dan terkonfirmasi dengan detail.

Selain itu, pemicu sertifikat ganda karena lahan tidak dipelihara atau ditelantarkan. Dalam hal ini, pemegang sertifikat sejatinya memang diwajibkan menjaga dan memelihara, baik secara fisik maupun secara data yuridis di BPN. “Terkadang fisik dikuasai, tapi yuridisnya tidak,” ujar Manan saat diwawancarai Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

BPN, kata dia, tidak menguji materi, namun hanya mendata secara formal. Masalah penguji ada di pengadilan negeri.

Manan menjelaskan, dalam hal konflik lahan, tak selamanya sertifikat yang paling duluan dikeluarkan atau yang paling tua selalu benar. Kebenaran itu harus diuji di pengadilan negeri, dibuktikan dengan minimal dua saksi tentang kepemilikan dan penguasaan lahan tersebut. “Bisa saja sertifikat muda yang menang karena terbukti,” ungkapnya.

Karenanya, pemilik lahan sangat ditekankan menjaga apsek fisik dan yuridis dalam memelihara lahan. Dia mengatakan, pemerintah, dalam hal ini BPN berhak mencabut hak milik bila tidak memelihara dan menjaga lahan tersebut. “Bisa mencabut hak, tapi tidak secara keperdataan,” ujar dia.

Masyarakat kerap kali terjebak masalah saat membeli lahan. Manan mengatakan, sebelum membeli, pastikan mengecek ulang legalitas lahan di BPN. Dijelaskannya, sertifikat adalah salinan buku tanah dan surat ukur yang dijilid.

“Dicek di BPN, terdaftar atau tidak. Kemudian, bermasalah atau tidak. Kalau ada masalah, akan ada catatan di buku tanah,” imbuh dia.

Bila secara yuridis tak bermasalah, maka selanjutnya melihat dari sisi fisik. Manan menegaskan kepada siapa pun untuk tak sekadar membeli sertifikat tanah. Namun harus membeli tanahnya juga.

Maksudnya, selain memastikan legalitas, pembeli harus mengecek di lokasi secara langsung memastikan patok batas dan saksi di sekitar. “Tanah memang rentan masalah. Uang saja bisa dipalsukan apalagi sertifikat tanah. Apalagi tanah tidak bertambah, sedangkan manusia bertambah. Jadi harganya semakin mahal,” pungkas dia. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:17

Harga Ayam Tertahan Libur Lebaran

SAMARINDA - Meski sudah memasuki H+2 Lebaran, harga sejumlah komoditas pangan seperti ayam broiler,…

Senin, 18 Juni 2018 06:15

Rute Internasional Tumbuh 13 Persen

BALIKPAPAN - Masyarakat yang ingin berlibur pada bulan ini harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya,…

Senin, 18 Juni 2018 06:14

Kunjungan Wisman Belum Maksimal, Butuh Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA - Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, India, dan Australia masih mendominasi kunjungan…

Senin, 18 Juni 2018 06:12

SYUKURLAH..!! Daya Beli Kian Membaik, Ini Buktinya

BALIKPAPAN - Daya beli konsumen menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada momen Ramadan dan Lebaran kali…

Senin, 18 Juni 2018 06:10

Memangkas Krisis Petani di Kaltim

SAMARINDA - Jumlah petani di Kaltim terancam terus menurun. Pasalnya, pemahaman masyarakat terhadap…

Senin, 18 Juni 2018 06:09

Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Naik Lagi

JAKARTA - Pengusaha memprediksi suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-daya reverse repo rate bakal…

Senin, 18 Juni 2018 06:06

Garuda Berencana Buka Rute ke Prancis

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) berencana melakukan ekspansi di Eropa dengan membuka rute penerbangan…

Senin, 18 Juni 2018 06:05

Waspada Balon Udara

JAKARTA – Pemudik yang menggunakan jalur udara untuk kembali ke kampung halaman harus lebih waspada.…

Senin, 18 Juni 2018 06:05

Penggunaan Solar Menurun Drastis

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat peningkatan konsumsi BBM pada peak season Idulfitri tahun…

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Perdagangan AS–Tiongkok Memanas

JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus berlanjut. Kali ini, giliran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .