MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 15 April 2017 07:16
INGAT..!! Sertifikat Tanah Lebih Tua Bukan Jaminan

Hindari Sengketa Lahan, Kuasai Aspek Fisik dan Yuridis

MESTI CERMAT: Pengembangan lahan perumahan di Balikpapan. Dengan sistem digital di BPN saat ini, lebih mudah mengidentifikasi status atau dan masalah lahan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  –  Konflik lahan tak hanya melanda proyek pembangunan pemerintah. Tak sedikit pula masalah itu melanda kalangan pengusaha. Untuk menghindarinya, pastikan Anda mengusai aspek yuridis dan fisik lahan.

Kabid Penanganan dan Pengendalian Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Abdul Manan mengatakan, masalah sertifikat ganda umumnya terjadi karena dulu sistem masih manual. Namun sekarang, sistem sudah digital, sehingga bisa tercatat dan terkonfirmasi dengan detail.

Selain itu, pemicu sertifikat ganda karena lahan tidak dipelihara atau ditelantarkan. Dalam hal ini, pemegang sertifikat sejatinya memang diwajibkan menjaga dan memelihara, baik secara fisik maupun secara data yuridis di BPN. “Terkadang fisik dikuasai, tapi yuridisnya tidak,” ujar Manan saat diwawancarai Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

BPN, kata dia, tidak menguji materi, namun hanya mendata secara formal. Masalah penguji ada di pengadilan negeri.

Manan menjelaskan, dalam hal konflik lahan, tak selamanya sertifikat yang paling duluan dikeluarkan atau yang paling tua selalu benar. Kebenaran itu harus diuji di pengadilan negeri, dibuktikan dengan minimal dua saksi tentang kepemilikan dan penguasaan lahan tersebut. “Bisa saja sertifikat muda yang menang karena terbukti,” ungkapnya.

Karenanya, pemilik lahan sangat ditekankan menjaga apsek fisik dan yuridis dalam memelihara lahan. Dia mengatakan, pemerintah, dalam hal ini BPN berhak mencabut hak milik bila tidak memelihara dan menjaga lahan tersebut. “Bisa mencabut hak, tapi tidak secara keperdataan,” ujar dia.

Masyarakat kerap kali terjebak masalah saat membeli lahan. Manan mengatakan, sebelum membeli, pastikan mengecek ulang legalitas lahan di BPN. Dijelaskannya, sertifikat adalah salinan buku tanah dan surat ukur yang dijilid.

“Dicek di BPN, terdaftar atau tidak. Kemudian, bermasalah atau tidak. Kalau ada masalah, akan ada catatan di buku tanah,” imbuh dia.

Bila secara yuridis tak bermasalah, maka selanjutnya melihat dari sisi fisik. Manan menegaskan kepada siapa pun untuk tak sekadar membeli sertifikat tanah. Namun harus membeli tanahnya juga.

Maksudnya, selain memastikan legalitas, pembeli harus mengecek di lokasi secara langsung memastikan patok batas dan saksi di sekitar. “Tanah memang rentan masalah. Uang saja bisa dipalsukan apalagi sertifikat tanah. Apalagi tanah tidak bertambah, sedangkan manusia bertambah. Jadi harganya semakin mahal,” pungkas dia. (*/hdd/man/k18)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 11:11

ALAMAK BENGKAK..!! Utang Pemerintah Tembus Rp 3.649 T

JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah pusat hingga Maret 2017 menembus…

Selasa, 25 April 2017 07:23
JUALAN WISATA KALTIM

Pemda Tak Sanggup Kelola Pariwisata? Swastanisasi Saja

BALIKPAPAN — Semarak. Balikpapan Travel Mart (BTM) 2017 di Grand Ballroom Platinum Hotel Balikpapan…

Selasa, 25 April 2017 07:17

Mesti Konsisten Gunakan Energi Baru Terbarukan

WAKIL Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha meminta Pemerintah Indonesia serius mengembangkan energi…

Selasa, 25 April 2017 07:13
Siap Huni, The Hill Tawarkan Hunian Terbaik di Balikpapan

Padukan Harmonisasi Alam dengan Eksklusivitas Gaya Hidup

Terletak di kawasan terkemuka dengan akses ideal, memudahkan penghuni The Hill Residence mendapatkan…

Selasa, 25 April 2017 07:09

Ekonomi Sulit, Fokus Jualan LCGC

SAMARINDA – Merosotnya perekonomian Kaltim dinilai hanya berimbas bagi kalangan menengah ke atas.…

Selasa, 25 April 2017 07:08

Tidak Semua Uang di Bank Objek Keterbukaan

PERPPU untuk memuluskan rencana pemerintah mengintip keterbukaan data keuangan guna mendukung pelaksanaan…

Selasa, 25 April 2017 07:07

2025, BBM Cukup 25 Persen

JAKARTA - Sektor transportasi belum terlalu besar memanfaatkan energi yang lebih efisien, seperti gas…

Selasa, 25 April 2017 07:04

Bunga KUR Turun dalam Hitungan Bulan

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah akan secepatnya merealisasikan rencana…

Selasa, 25 April 2017 07:04

Laki-Laki Lebih Melek Investasi

JAKARTA - Untuk urusan melek investasi berdasarkan gender, di Indonesia, kaum pria memiliki catatan…

Senin, 24 April 2017 06:51

Sawit Diusik, Beralih ke Pasar Domestik

SAMARINDA - Resolusi Parlemen Uni Eropa atas tanaman sawit dan produk turunannya di Indonesia sempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .