MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 14 April 2017 09:03
Kaltim Jadi Sorotan Nasional

Peredaran Narkoba Terus Merajalela

MUSNAH: Dua tersangka menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba yang sebelumnya mereka bawa.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Negara tetangga menjadi jalur distribusi yang paling banyak ditemukan dari sejumlah pengungkapan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kaltim. Berbagai upaya pun ditempuh oleh satuan pemberantas narkoba demi memastikan peredarannya tak terus mekar di Bumi Etam.

Dalam sesi pemusnahan barang bukti oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim, Kasi Intelijen Kompol I Made Sukajana menerangkan, kegiatan itu jadi syarat pengguliran kasus narkoba ke peradilan. Dalam pemusnahan tersebut, tiga tersangka, yakni Shofian Nur, Agus Susanto, dan Riffansyah hadir. Mereka adalah anak buah dari bandar narkoba yang ditangkap di Balikpapan. “Balikpapan tidak berbeda jauh dengan Samarinda. Sama-sama menjadi sasaran,” jelas Made.

Perwira polisi itu menegaskan, tidak mudah memberantas peredaran narkoba. Bahkan, menurut polisi yang pernah bertugas di Kaltara itu, semua pihak harus terlibat jika ingin memberantas narkoba.

Made menyebut, ibu kota Kaltim tengah disorot jajaran penegak hukum pemberantas narkoba dari Jakarta. Lemahnya pengawasan lalu lintas di kawasan perbatasan ditengarai menjadi salah satu biang mudahnya distribusi narkoba lintas-daerah terjadi.

“Kalau sampai berhasil masuk, itu pun sangat cepat disebarluaskan hingga ke tangan pengecer,” jelas Made. Dari tangan Shofian, petugas menyita sabu-sabu 108 gram yang terbagi dalam dua paket. “Saya hanya disuruh. Beruntung bisa selamat dari narkoba meski begini jalannya,” ujar Shofian. Sementara itu, dari tangan Agus dan Riffiansyah, BNN menyita sepaket sabu-sabu 90,14 gram.

Dalam pemusnahan kemarin, Made menerangkan, sabu-sabu dihancurkan dengan dilarutkan ke air kemudian dibuang ke saluran pembuangan. “Kami masih melakukan pengembangan terhadap jaringan lain yang menggunakan lintas batas daerah,” tegas Made. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 11:03

Perantauan Betah di Jalan

Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal-gepeng) menjadi problem mengakar di Samarinda. Acap kali…

Rabu, 22 November 2017 11:03

Orangtua Anjal Malah Mendukung

ANJAL merupakan seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya…

Rabu, 22 November 2017 11:01

Siapkan Sanksi untuk Pemberi

KEPALA Dinas Sosial (Dissos) Samarinda Ridwan Tassa tak membantah bahwa sanksi terhadap anjal dan gepeng…

Rabu, 22 November 2017 10:56

2019 Masih Sibuk Bayar Utang

SAMARINDA – APBD 2018 menunggu waktu untuk disahkan. Dua pihak penyusun anggaran, yakni Tim Anggaran…

Rabu, 22 November 2017 10:55

Pengerjaan Luput dari Target

SAMARINDA – Pembangunan drainase di persimpangan Jalan Pramuka–Krayan–Perjuangan terus…

Rabu, 22 November 2017 08:07

632 Eks Galian Tambang Berpotensi Jadi Embung

JAKARTA – Sebanyak 632 lubang eks galian tambang batu bara di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim)…

Rabu, 22 November 2017 07:57

Majelis Hakim Ancam Surati Kejagung

SAMARINDA – Belum 2 menit palu sidang diketuk majelis hakim, pembacaan tuntutan kasus dugaan pemerasan…

Selasa, 21 November 2017 10:39

Sopir Diduga Serangan Jantung, Bus Antarkota Terjun ke Jurang

SAMARINDA – Kecelakaan di jalur poros antarkota kembali terjadi. Sebelumnya, truk bermuatan pupuk…

Selasa, 21 November 2017 10:37

Aroma Melati di Bus

JERITAN dan lantunan ayat suci lantang dipanjatkan. Seluruh tangan berpegangan ke besi di jendela. Kala…

Selasa, 21 November 2017 10:35

Kekerasan Anak Masih Ada

SAMARINDA – Sepanjang 2016 terdapat 423 kasus kekerasan anak dan perempuan yang diterima Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .