MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 14 April 2017 07:55
Senyum Afika Mulai Memudar

Butuh Tiga Tahun Kemoterapi, Tiap Hari Disuntik

BIKIN IBA: Rambut di kepala Afika mulai jarang karena rontok akibat kemoterapi. Sementara mata kiri yang terserang kanker belum dioperasi. Afika sudah kehilangan mata kanannya pada 2014 lalu. (HALIJAH FOR KALTIM POST)

PROKAL.CO, “Ayo pulang. Afika janji bakalan jadi anak baik. Ayo pulang. Afika enggak mau disuntik terus,”

RENGEKAN itu terucap berkali-kali. Dengan suara serak serta kerlingan air mata yang menggantung dari wajahnya. Ruangan kelas III Bona Dua RSUD Dr Soetomo Surabaya menjadi rumah baru bagi Afika Putri, bocah penderita kanker mata. Bangsal berukuran luas tersebut diisi 20 anak berusia 1 sampai 5 tahun yang senasib dengannya.

Jika pembaca masih ingat, Afika adalah bocah berusia empat tahun penderita retinoblastoma. Pada 2014, penyakit itu merenggut mata kanannya. Meski harus menggunakan mata palsu, namun Afika tetap cerita. Sayangnya takdir berkata lain. Penyakit yang sama juga menyerang mata kiri Afika.   

Ditemui di rumah sewanya di Jalan Padat Karya, RT 08, No 105, Kelurahan Manggar Sari, 11 Februari lalu, Afika tampak ceria dan tertawa ketika bermain dengan saudaranya, Farah dan Aska. Dengan hangat sang ibu, Halijah mempersilakan media ini masuk rumah dan mulai berbincang di bangunan kayu sederhana yang didiaminya selama 6 bulan ini.

Dia mengatakan, Afika merupakan anak yang kuat. Sejak kanker mata merenggut mata kanannya pada 2014 lalu dan diangkat melalui operasi di RS DR Soetomo Surabaya, dia tetap mengembangkan senyumnya. Sekalipun kini menggunakan mata palsu, dia terlihat tidak risih dan cukup aktif untuk anak seusianya.

Namun senyum itu mulai memudar. Sudah dua bulan putri pasangan Purwanto dan Halijah itu menjalani perawatan kemoterapi di Surabaya untuk pengobatan mata kiri Afika. Dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (13/4), suara Halijah terdengar sedikit parau.

"Rambutnya rontok, cairan dari telinga juga belum berhenti. Dokter bilang gendang telinga Afika bocor," ungkapnya menceritakan kondisi sang buah hati.

Lantas dia menceritakan, hari-hari pertama Afika masih dibalut keceriaan. Seperti bocah pada umumnya begitu aktif dan nafsu makan yang cukup baik. Tetapi di pekan berikutnya gelagat Afika berubah menjadi lebih pemurung. Enggan makan, bicara pun irit. Malah gampang sekali menangis. Senyum dan tawa itu memudar.

Terlebih saat melihat perawat maupun dokter menghampiri. Kedua pipinya dibanjiri air mata. Meraung agar tidak lagi disuntik. Bila sudah begitu, Halijah dan Purwanto hanya bisa menyaksikan dengan perasaan nelangsa. Suntikan diberikan setiap hari. Bahkan sempat membuat tangan kanannya membengkak.

Belum lagi jika melewati proses kemoterapi dan penyuntikan pada sum-sum tulang belakang. Tubuh mungil itu harus dipegangi tujuh orang dewasa agar tidak meronta dalam kondisi sadar. "Dia (Afika) selalu minta pulang. Dia juga minta agar tidak disuntik. Takut bilangnya," ucap Halijah.

Selama menjalani perawatan, Afika mesti berjuang melawan penyakit yang menggerogotinya. Sempat drop yang membuat dia hampir kehilangan suara dan pendengaran. Kini pun dia masih belum bisa mendengar dengan baik akibat pengaruh kemoterapi. Bulan ini, Afika akan menjalani proses kemoterapi ke-18 kali.

"Sudah lebih seminggu Afika tidak minum susu khusus penderita kanker. Padahal, dokter sangat menganjurkannya. Satu botol susu seharga Rp 300 ribu itu sangat cepat habis dalam 3 hari. Sehari dia mesti minum 4 kali apalagi nafsu makanya terus menurun. Padahal, kami tidak punya donatur tetap dan ayah Afika belum mendapat pekerjaan di sini," jelasnya.

Meskipun sudah ada Yayasan Kanker Indonesia, dalam dua bulan dirinya telah menggelontorkan dana Rp 10 juta. Selain susu, dia pun mesti membeli popok, buah, makanan, dan sesekali mainan untuk membujuk buah hatinya agar mau makan. "Dia sering menangis liat teman-temannya yang dijenguk dan diberi mainan. Saya hanya mencoba menghiburnya karena kata dokter kondisi perasaan juga memengaruhi proses penyembuhan," ujarnya.

Tidak hanya obat dari dokter, Halijah juga mencoba berbagai cara, termasuk membeli obat herbal seharga Rp 1,8 juta. Itu didapatkan dari keluarga pasien yang juga dirawat di sana. Penyembuhan, kata Halijah, memakan waktu tidak sebentar. Sedangkan dana yang mereka miliki kian menipis.

"Dokter bilang untuk tahap awal ini Afika mesti kemoterapi hingga 30 kali dalam tiga bulan. Sedangkan pengobatan memakan waktu tiga tahun. Dan terpaksa tahun ini kami berlebaran di sini," kata warga Jalan Padat Karya, RT 08, No 105, Kelurahan Manggar Sari ini.

"Semoga saja kami bisa menemukan donatur di Surabaya," tutupnya. Bagi yang ingin membantu pengobatan Afika bisa melalui rekening BRI 2121- 01-000851-530 atas nama Purwanto/Halijah. (*/lil/rsh/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 08:17

Bakal Panggil Lima Pengembang Nakal

BALIKPAPAN – Lima pengembang yang disebut abai terhadap surat teguran yang dilayangkan wali kota…

Kamis, 21 September 2017 08:13

RTRW Kota Bakal Dievaluasi

PEMKOT membuka peluang untuk mengkaji kembali Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan…

Kamis, 21 September 2017 08:08

Pengerukan Sedimen Jadi Prioritas

BALIKPAPAN – Minimnya anggaran membuat Pemkot Balikpapan mesti putar otak. Pengerukan sedimen…

Kamis, 21 September 2017 08:05

Pakai Atribut TNI, Belasan Warga Diinterogasi

BALIKPAPAN – Sejumlah anggota Polisi Militer dari Kodam VI/Mulawarman, kemarin (20/9) menyebar…

Kamis, 21 September 2017 08:00

Retribusi Tower Telekomunikasi Jalan Lagi

BALIKPAPAN – Satu lagi potensi pendapatan daerah yang bisa dimaksimalkan oleh Pemkot Balikpapan.…

Kamis, 21 September 2017 07:41

Dansat Brimob Jabat Pengendali Operasi

BALIKPAPAN – Mutasi menjadi hal yang biasa dalam menjalankan tugas kepolisian. Kemarin, Kombes…

Kamis, 21 September 2017 07:38

Titik Balapan Liar Disisir Pelopor

BALIKPAPAN - Regu Patroli Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim dikerahkan menyisir kawasan rawan digelar…

Kamis, 21 September 2017 07:37

Mewek saat Pertama Kali Kerja

Bekerja di instansi pelayanan publik menuntut interaksi dengan banyak karakter orang. Dara cantik satu…

Rabu, 20 September 2017 09:06

REI Balik Kritik Pemkot Balikpapan, KOK BISA?

BALIKPAPAN - Para pengembang di Balikpapan tengah dalam sorotan. Ini setelah 25 pengembang mendapat…

Rabu, 20 September 2017 09:04

Baju dan Karung Beras Sumbat Drainase

BALIKPAPAN – Tuntutan agar Pemkot Balikpapan fokus memperbaiki drainase kota dijawab Wakil Wali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .