MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Rabu, 12 April 2017 08:35
Manipulasi Usia Atlet Dorong ke Pidana

PROKAL.CO, CATATAN: SOFYAN MASYKUR

PENGURUS PUSAT Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di bawah komando Wiranto sudah mulai gerah, dengan praktik-praktik manipulasi usia atlet yang belum tuntas diberantas. Jadi, agak mengganggu proses mencetak, membina, dan melahirkan atlet potensial.

Ini penting. Apalah artinya sebuah kemenangan dan meraih prestasi hebat jika insan pemangku kepentingan olahraga ini ternyata berperilaku curang.

Akibat lebih jauh semangat sportivitas yang selalu  bergema disuarakan, lumpuh, terabaikan, dan menjadi titik noda yang menghantui langkah-langkah atlet dalam mengarungi kiprahnya di cabor olahraga, khususnya bulu tangkis. “Kita coba cegah, hentikan, berantas, dan ditindak, sampai ke proses pemberian sanksi pidana. Kita tidak main-main,” kata Kabid Keabsahan dan Sistem Informasi PP PBSI  Rachmat Setiyawan ketika bincang-bincang dengan penulis, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Umum II PP PBSI Lutfi Hamid mengatakan,  sudah lama program pemberantasan  dan penindakan manipulasi usia atlet di cabor bulu tangkis itu, namun tak kunjung tuntas. “Era Ketua Umum PP PBSI Try Sutrisno, saya masuk tim, dan sudah bekerja, tapi aspek penindakan belum begitu kencang. Sekarang PP PBSI bukan hanya mencegah, tapi akan bertindak,” ucap Lutfi yang juga memimpin Pengprov PBSI Jabar itu.

Menurut Rachmat, PP PBSI sudah mengeluarkan dua surat keputusan penting untuk disosialisasikan kepada seluruh pengurus provinsi, kota dan kabupaten,  perkumpulan klub bulu tangkis, pelatih, orang tua, dan atlet bulu tangkis di seluruh Indonesia. Yaitu Surat Keputusan bernomor SKEP/010/03.II/2017, akhir Februari  2017 ini. Isinya tentang Peraturan Keabsahan dan Sistem Informasi PBSI. Satu lagi, Surat Keputusan bernomor SKEP/021.0.3/III/2017 tanggal 31 Maret 2017 tentang Pemutihan Data atau Usia Atlet.

Dua peraturan PP PBSI itu memang sedang kencang disosialisasikan. Patut diperhatikan semua pihak, khususnya  di lingkungan cabor bulu tangkis. Memang tidak semua dapat diuraikan di kesempatan ini. Beberapa hal pokok yang layak diperhatikan dari dua peraturan PP PBSI  yang baru ini, yaitu aspek keabsahan dan sistem informasi.

PBSI merupakan salah satu instrumen organisasi dengan peran strategis pada pembinaan atlet bulu tangkis guna memastikan kebenaran atau validitas usia atlet. Tujuannya, memberikan dukungan produktif kepada pembinaan prestasi dalam menentukan golden age seorang atlet. PP PBSI berkepentingan membuat regulasi dan ketentuan pelaksanaan kerja terkait keabsahan, sistem SI dengan tim kerja yang efektif.

Rachmat menegaskan, banyak faktor sebagai penyebab terjadinya kasus manipulasi data dan usia atlet ini, dapat dilacak dari pihak orang tua sendiri, dari atlet, perkumpulan atau klub bulu tangkis, sampai ke elemen pelatih dan pengurus di  semua jenjang tingkatan. “Tinggal dilihat  bobot kesalahannya. Tentu PBSI akan melakukan tahapan, seperti  aspek pengawasan, verifikasi, validasi, klarifikasi, sampai ke penindakan hukuman dan pemberian sanksi,” ucapnya.

Ditanya implementasi konkret pelaksanaan dua peraturan PP PBSI ini, menurut Rachmat, sejak April hingga Juni (4 bulan) ini, merupakan fase sosialisasi sekaligus membuka ruang untuk program pemutihan dan pengampunan. “Semua pemangku kepentingan, baik atlet, orang tua, pimpinan klub dan perkumpulan, serta  jenjang pengurus, untuk segera membuat, mengisi, dan mengirim pernyataan data atlet dan usia atlet yang sejujurnya. Mari sportif.

Setelah lewat empat bulan itu, akan masuk penindakan, tandas Rachmat. Memang masih dijumpai kendala-kendala. Misalnya, sosialisasi peraturan ini belum maksimal,  masih banyak event bulu tangkis di luar agenda resmi tidak memakai sistem informasi PBSI, juga di jajaran pengurus PBSI di provinsi, dan kota/kabupaten. Ada yang belum punya bidang khusus keabsahan, hukum, dan SI PBSI.

Ke depan, sangat dipentingkan adanya upaya-upaya, agar seluruh event bulu tangkis menggunakan online sistem pendaftaran berbasis SI PBSI. Penerapan sanksi denda diterapkan jika diabaikan panitia setempat. Panitia kejuaraan wajib membuat database atlet peserta saat event, ketentuan protes di setiap event dihilangkan. Diganti ketentuan pelaporan atau pengaduan data atlet dan tidak dipungut biaya.

Hal lain, semua referee di setiap event dalam  memutuskan soal keabsahan atlet wajib bersandar  Rekomendasi Tim Keabsahan dan SI PP PBSI, dengan tim khusus yang ditugaskan PP PBSI. Akhirnya, tentu semua pemangku kepentingan bulu tangkis di Kaltim dapat  menggali produk aturan baru ini dengan akses langsung ke website www.pbsi.or.id

Pengprov PBSI Kaltim mengajak semua pemangku kepentingan bulu tangkis di Kaltim, (Pengkab/Pengkot PBSI, klub bulu tangkis, para orangtua, atlet, dan lainnya, agar dapat memerhatikan, mengikuti dan melaksanakan butir - butir isi surat keputusan tersebut dengan sebaik - baiknya, dan penuh tanggungjawab. (riz/k16)

(*) Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kaltim.


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .