MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 10 April 2017 09:09
Industri Mikro-Kecil Justru Tumbuh 12,37 Persen
-Ilustrasi

PROKAL.CO, SEMENTARA itu, di tengah menurunnya geliat UMKM di Kaltim, industri manufaktur mikro-kecil justru membukukan peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi industri manufaktur mikro-kecil pada triwulan IV-2016 mengalami pertumbuhan 12,37 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

“Di tengah kondisi perekonomian Kaltim secara umum yang masih suram dalam beberapa tahun terakhir, ternyata industri mikro dan kecil masih tangguh dengan bukti terjadinya peningkatan produksi," kata Kepala BPS Kaltim, M Habibullah, belum lama ini. Dia menjelaskan, sejumlah kelompok industri yang mengalami peningkatan produksi cukup tinggi adalah industri makanan dengan pertumbuhan 27,97 persen, disusul industri percetakan dan reproduksi media rekaman dengan pertumbuhan 18,84 persen.

“Industri manufaktur (pengolahan) mikro dan kecil lainnya yang juga tumbuh positif adalah industri alat angkutan dengan pertumbuhan 13,06 persen, kemudian industri pakaian jadi dengan pertumbuhan 10,43 persen," paparnya. Adapun industri manufaktur yang mengalami penurunan dalam periode ini adalah industri mebel yang terkontraksi 42,73 persen dan industri minuman turun 25,10 persen.

Disusul produksi industri manufaktur barang dari logam bukan logam, bukan mesin dan peralatannya terkontraksi 16,63 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki minus 15,99 persen, serta industri karet dan barang dari plastik terkoreksi 15,41 persen.
Menurut Habibullah, industri manufaktur mikro dan kecil mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Sebab, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dengan investasi yang dikeluarkan relatif kecil. “Dari kondisi ini, industri mikro dan kecil dapat lebih fleksibel dan dapat beradaptasi terhadap perubahan pasar sehingga subsektor ini lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi," tambahnya.

Dia melanjutkan, industri mikro dan kecil tidak terlalu terpengaruh dengan adanya tekanan eksternal. Sebab, dapat tanggap menangkap peluang ekspor dan substitusi impor dalam meningkatkan persediaan domestik. “Pengembangan industri mikro dan kecil dapat memberikan kontribusi pada diversifikasi usaha dan percepatan perubahan struktur, sebagai prakondisi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang yang lebih stabil dan berkesinambungan," ucap Habibullah. (*/roe/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 28 Agustus 2017 08:57

Bandara Samarinda Baru Bikin Spekulan Tanah Merajalela

Hadirnya Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda Utara, membuat harga tanah di kawasan…

Senin, 28 Agustus 2017 08:51

2018 NJOP Naik, Revisi RTRW Mendesak

TAHUN depan, Pemkot Samarinda berencana menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) di seluruh Kota Tepian.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .