MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 10 April 2017 09:08
Diolah Jadi 15 Varian Cake, Kantongi Omzet Rp 60 Juta Per Bulan

Riswahyuni, Meraup Untung dari Salak Masam

KREATIF: Berbagai varian Cake Salak Kilo olahan Riswahyuni telah dikirim ke berbagai daerah di Tanah Air.

PROKAL.CO, Dari tangan kreatif Riswahyuni, salak tidak hanya tampil apa adanya seperti sekadar buah. Namun menjadi olahan makanan dengan rasa khas.

DINA ANGELINA, Balikpapan

IDE yang berawal dari hobi memasak ini ternyata mampu mendatangkan pundi-pundi uang menjanjikan. Tidak hanya pendapatan, beragam prestasi berhasil diraih dari usaha yang telah dia rintis lima tahun lalu itu. Setiap kali menempuh perjalanan Balikpapan-Samarinda, Anda mungkin tidak asing lagi melihat pemandangan penjual salak yang bertebaran di sepanjang Kilometer 21–23.

Hal ini yang menjadi titik awal lahirnya ide produk Cake Salak Kilo milik Riswahyuni. Menurut perempuan asal Kota Beriman ini, produksi salak tergolong berlimpah. Hanya, belum ada olahan penganan lain dari buah ini. Apalagi setelah mengobrol dengan pedagang yang sekaligus petani salak di perbatasan Balikpapan-Kutai Kartanegara, perempuan yang akrab disapa Yuni tersebut mendapatkan kenyataan menarik.

Banyak salak masam yang tidak laku terjual terpaksa dibuang begitu saja. Sebab, daripada salak tersebut menumpuk di kios, para petani lebih memilih membuangnya ke kebun. Dengan harapan nanti akan terurai sebagai kompos. Hal itu yang membuat ibu dari dua anak ini mencari cara agar salak tidak terbuang sia-sia. “Saya lihat salak menjadi salah satu buah lokal Balikpapan. Namun belum termanfaatkan maksimal karena masih banyak terbuang. Padahal, kalau diolah dengan baik, orang yang awalnya tidak menyukai salak bisa ikut mengonsumsi dalam bentuk olahan,” ucapnya.

Berbekal niat dan keyakinan tersebut, perempuan berusia 40 tahun itu berpikir untuk mulai mengolah salak menjadi produk makanan cake. Alasan pemilihan cake karena hampir semua kalangan menyukai jenis makanan ini. Tak mengenal usia dari muda hingga tua. Selain itu, Yuni mengaku memiliki hobi memasak.

“Saya sendiri belum pernah beli atau mencicipi cake dari salak. Ternyata saya coba kreasi, hasilnya baik dan tidak mengecewakan. Bahkan setelah saya buat, banyak orang yang merasa terkecoh karena tidak menyangka cake ini kombinasi dari salak,” katanya kepada Kaltim Post. Yuni menuturkan, meski sesungguhnya salak Balikpapan tergolong masam, namun ketika diolah menjadi cake, rasa masam itu tak lagi terasa.

Justru muncul sebagai ciri khas dari produknya. Sebab setelah melewati pemasakan, rasa masam hilang dan menimbulkan aroma tersendiri. Setelah mantap dengan formula makanannya itu, dia mulai berani memasarkan produk. Dia resmi memulai usaha sekitar pertengahan 2012 silam dengan produk Cake Salak Kilo. Awalnya jumlah produksi ini masih sebatas berdasar pemesanan orang.

Bukan hanya produksi, Yuni turut aktif dalam festival penganan khas Balikpapan. Tak disangka, walau masih berada di tahun pertama usaha, produknya berhasil menyabet juara pertama dalam ajang itu. Momen ini semakin memicunya untuk mengembangkan usaha. “Saat itu saya mulai yakin jika usaha ini punya prospek bagus ke depan. Apalagi belum ada yang membuat olahan makanan dari salak. Harapannya bisa menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Balikpapan,” katanya.

Ketika terjun merintis usaha, semua pengerjaan dilakukan sendiri. Mulai produksi, administrasi, sampai pemasaran. Anak ketiga dari lima bersaudara itu sempat kewalahan. Dia harus rela bangun dini hari untuk mengerjakan seluruh proses yang harus rampung sebelum subuh. “Karena saya harus mengurus dua anak, membantu mereka bersiap ke sekolah. Jadi sebelum saya mengurus mereka, proses produksi sudah harus selesai. Nanti saat saya mengantar mereka sekolah sekaligus waktu saya mengantar pesanan cake ini,” ungkapnya sembari mengingat.

Belum lagi, masa awal produksi, Yuni hanya bermodalkan alat-alat yang terbatas. Seperti mixer biasa untuk rumahan dan tidak ada oven memadai. “Saya harus meminjam oven angkring milik tante. Jadi, saat dapat hadiah dari lomba festival penganan itu, langsung saya manfaatkan beli alat penunjang kegiatan produksi,” sebutnya.

Kini usaha yang telah berjalan lima tahun tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Setiap tahun jumlah produksi kian meningkat karena masyarakat sudah mulai mengenal Cake Salak Kilo. Bahkan, ada banyak varian olahan makanan dari salak yang telah menjadi produk usahanya. Kurang lebih ada 15 varian olahan makanan yang merupakan hasil kreativitas istri dari Odik Effendi tersebut.

Di antaranya cake, pie brownis, brownis, sirup, lumpia, sambel ulek, dodol dan madumongso, pia, cokelat dodol, strudel, asinan dan manisan, klappertart, cupcake, dan sebagainya. “Tujuannya memang ingin memberikan variasi penganan oleh-oleh, jadi saya buat beragam jenis produk. Target pasarnya adalah mereka yang berkunjung dan keluar masuk kota ini. Kalau berdasarkan penjualan di luar kota, permintaan yang tinggi ada di Samarinda, Jogjakarta, dan Jakarta,” tutur anak dari pasangan Latief Kalu dan Surati itu.

Dalam satu hari, Yuni berhasil mengolah 60 kilogram salak per hari. Menurutnya, jumlah itu masih tergolong sedikit dari besarnya produksi salak di Balikpapan. Dia berharap ada usaha kecil menengah (UKM) lain yang punya kepedulian dan tertarik ikut mengolah salak. Sebab, jumlah produksi masih begitu melimpah dan mungkin dapat menjadi berbagai aneka penganan lain.

“Aktivitas produksi kami lakukan dari pukul 07.00– 15.00. Sengaja harus pagi agar tidak terlalu telat untuk menyebarkan produk ke berbagai tempat. Terutama produk cake yang memang kami produksi sekitar 75–100 kotak per hari,” sambungnya. Saat ini, peraih juara I dalam konvensi gugus kendali mutu tingkat nasional 2013 itu telah memiliki karyawan sekitar 12 orang. Mereka yang berada di balik proses produksi hingga teknis. Sedangkan Yuni lebih banyak fokus dalam urusan administrasi dan pemasaran. Selain itu, dia pun masih aktif dalam bidang usaha lain yakni katering.

“Bagi produk yang tahan lama saya sebarkan ke semua toko UKM di Balikpapan. Kalau untuk produk seperti cake, saya hanya jual di rumah atau online dengan cara pesan antar. Ada pula produk yang berada di salah satu tenant di Bandara Sepinggan,” ungkap peraih posisi dua dalam Master Oleh-Oleh Terbaik Se-Indonesia 2016.

Dari kreativitas dan keyakinannya mengembangkan usaha, Yuni mampu mengolah salak menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Setidaknya dalam satu bulan, dia mengumpulkan omzet puluhan juta rupiah. “Kalau laba bersih sekitar Rp 60 juta karena saya masih harus mengeluarkan biaya untuk gaji karyawan dan modal produksi. Penjualan terbesar masih dari online,” bebernya.

Selain fokus menjalankan usaha, Yuni masih menyempatkan diri untuk berbagi ilmu dan pengalaman lewat cooking class. Biasanya kegiatan ini berjalan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kelas tersebut terbagi untuk anak sekolah hingga ibu rumah tangga. “Tujuannya karena saya ingin memberikan edukasi kepada mereka kalau buah seperti salak saja bisa menjadi beragam produk dengan ide dan kreativitas,” ucapnya.

Yuni berharap dapat membangun outlet pribadi yang berada di tengah kota agar mudah terjangkau pembeli. Sementara ini, seluruh produksi dan kantor masih bertempat di rumahnya yang berlokasi di Griya Permata Asri. “Inginnya nanti kalau sudah ada outlet, saya tidak hanya jual produk usaha sendiri. Tetapi juga membawa produk dari UKM lain. Nanti di sana juga terdapat tempat pelatihan untuk produksi, semoga bisa tercapai,” pungkasnya. (riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 28 Agustus 2017 08:57

Bandara Samarinda Baru Bikin Spekulan Tanah Merajalela

Hadirnya Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda Utara, membuat harga tanah di kawasan…

Senin, 28 Agustus 2017 08:51

2018 NJOP Naik, Revisi RTRW Mendesak

TAHUN depan, Pemkot Samarinda berencana menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) di seluruh Kota Tepian.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .